
Ye Tian duduk dengan santai di sofa ruang tamu menunggu tuan kota memanggil Shi Yiran yang saat ini sedang berada didalam kamarnya.
"Ran'er keluar lah ada orang yang ingin menemuimu" Shi Jiang berkata dengan suara lembut.
"Tidak ... aku tidak mau jika dia datang untuk melamarku, aku akan tetap pada pendirianku aku akan menunggu Ye Tian kembali" suara marah Shi Yiran terdengar dari dalam kamarnya.
"Ran'er kali ini dia tidak untuk urasan itu, dia berkata dia datang untuk menepati janjinya padamu".
Segera setelah Shi Jiang mengatakan itu keheningan terjadi selama beberapa menit dan segera pintu kamar terbuka dan terlihat Shi Yiran yang cantik dengan wajah yang cerah dan bibirnya yang melengkung keatas keluar dari kamarnya "ayah apakah ... apakah kau tidak salah dengar?" kata Shi Yiran.
"Yah tidak salah lagi itulah yang dikatakan orang itu" Shi Jiang berkata dan terlihat dia seperti melihat putrinya yang beberapa bulan ini menjadi pemarah namun sekarang dia terlihat sangat berbeda seperti hari-hari sebelumnya, Shi Yiran tampak ceria dan sangat senang setelah mendengar apa yang dia katakan.
Shi Jiang mulai berfikir lagi, apa janji yang dimaksud oleh pemuda bertopeng yang saat ini menunggu diruang tamu dan itu adalah waktu 2 tahun yang lalu, namun semakin dia mencoba mengingatnya dia malah semakin tidak bisa mengingat janji yang dimaksud itu.
Saat Shi Jiang sedang dalam perenungannya yang mencoba mengingat apa janji itu, Shi Yiran segera berkata "ayah dimana dia ... dimana orang yang ingin menemuiku?" kata Shi Yiran dengan antusias tinggi, dia yakin orang ini adalah orang yang selama ini dia tunggu-tunggu selama ini.
"Dia saat ini diruang tamu" Shi Jiang berkata setelah dia tersadar dari perenungannya.
Segera setelah itu Shi Yiran segera pergi menuju ruang dengan wajah penuh harap karena penantiannya selama ini, dia segera bergerak lebih cepat.
__ADS_1
Brak
Suara pintu yang terbuka dengan paksa terdengar dan terlihat Shi Yiran yang terengah-engah berdiri didepan pintu dan segera dia melihat seseorang dengan topeng yang menutupi wajahnya dengan matanya yang tenang menatap Shi Yiran "k-kau ... ap-apakah kau Ye Tian?" kata Shi Yiran dengan gemetar dan berjalan selangkah demi selangkah mendekati pemuda dengan topeng yang duduk dengan santai di kursi empuk diruang tamu itu.
"Menurutmu apakah aku terlihat seperti dia" kata Ye Tian yang secara perlahan-lahan melepaskan topeng diwajahnya.
Segera Shi Yiran terlihat lebih bergetar dan air mata mengalir diwajahnya, Shi Yiran berusaha mengatakan sesuatu namun tidak ada suara yang keluar dari mulutnya.
Melihat itu Ye Tian segera berdiri dan berjalan kearah Shi Yiran dan berhenti tepat 2 langkah dihadapan Shi Yiran "aku tidak mengira kalau kau bisa mencapai ranah itu dengan mudah selama 2 tahun ini kau benar-benar sangat bekerja keras" kata Ye Tian menepuk kepala Shi Yiran dan segera Shi Yiran tersentak karenanya lalu segera dia memeluk Ye Tian dengan erat seolah-olah dia tidak ingin membiarkan Ye Tian pergi lagi.
"Ak-akhirnya kau kembali" gumam Shi Yiran ditengah tangisannya.
Ye Tian balas memeluk Shi Yiran dan menepuk-nepuk belakang kepalanya untuk menenangkan Shi Yiran yang menangis didalam pelukannya "yah aku kembali, bukankah aku sudah berjanji padamu" kata Ye Tian.
"Ya ini aku" Ye Tian menjawab dengan Shi Yiran yang masih menempel dipelukannya.
"Ta-tapi keluarga Kong bilang kalau mereka telah mengirim seorang pembunuh bayaran untuk membunuhmu!" Shi Jiang berkata dengan ketidak pastian.
"Yah memang benar mereka mengirim seorang pembunuh untuk membunuhku" Ye Tian berkata tanpa menyangkalnya "tapi karena mereka terlalu meremehkanku akulah yang membunuh pembunuh itu" lanjutnya.
__ADS_1
Segera semua orang terkejut termasuk Shi Yiran yang didalam pelukannya juga mendongak dan melihat wajah Ye Tian dengan tatapan terkejut juga, ketiganya bertanya-tanya tentang kekuatan seperti apa yang dimiliki Ye Tian ini yang berhasil membunuh seorang pembunuh bayaran dengan mudah saat Ye Tian masih diranah Inti Emas saat terakhir kali pertemuan mereka 2 tahun lalu.
"Bukankah sudah aku bilang kalau aku memiliki guru yang hebat?!" kata Ye Tian setelah melihat kebingungan ketiganya dengan senyum lembut diwajahnya.
"Be-begitu..." Shi Yiran menundukkan kepalanya karena dia terlalu melupakan fakta itu, dia hanya berfikir kalau guru Ye Tian itu hanya akan mengawasinya karena selama ini juga dia tidak pernah bisa melihat guru Ye Tian secara langsung.
Setelah mengatakan itu, Ye Tian duduk dengan Shi Yiran yang masih menempel pada dirinya dan dia tidak mempermasalahkannya dan hanya terus berbicara kepada kedua orang dihadapannya tentang apa yang dia janjikan kepada Shi Yiran, yaitu membawanya untuk berpetualang dan menjelajah diluar kota Awan ini.
"Ngomong-ngomong sudah berada diranah apa yang sudah kamu capai?" Bi Youyue bertanya penasaran dengan ranah yang telah dicapai Ye Tian saat ini, bukan hanya Bi Youyue saja yang penasaran dua orang lainnya juga sama dalam antisipasi untuk mendengarnya, karena dia bisa memberikan teknik kultivasi yang bisa membuat Shi Yiran bisa menerobos ranah Inti Giok dalam 2 tahun pastinya untuk Ye Tian sendiri adalah suatu hal wajar jika dia sudah jauh dari ranah puncak dari yang mereka ketahui saat ini.
Mendengarnya Ye Tian hanya tersenyum dan berkata "ah itu mungkin akan sulit kalian terima jika secara langsung mengatakannya kepada kalian, kecuali ..." Ye Tian menghentikan perkataannya dan segera melepaskan kultivasinya yang langsung membuat 3 orang diruangan itu tertekan untuk beberapa detik dan karena dia mungkin tidak ingin membuat Shi Yiran terluka dia benar-benar berusaha tidak terlalu kuat dalam tekanannya yang dia keluarkan, namun tetap saja karena hal ini, ketiganya segera gemetar dan keringat dingin mengalir deras dari tubuh mereka karena betapa terkejutnya mereka.
Karena melihat ketiga orang itu gemetar ketakutan, Ye Tian segera menyelimuti mereka dengan aura nya yang menenangkan dan itu cukup efektif karena setelah beberapa saat mereka segera tenang dan rileks namun tatapan mereka terhadap Ye Tian sekarang dipenuhi dengan kekaguman dan ketakutan secara langsung, entah bagaimana mereka mencoba mencerna keadaan saat ini mereka tidak pernah menemukan alasan kenapa bisa seorang anak muda yang tidak diketahui ini bisa memiliki bakat sehebat ini, bahkan tanpa memperhitungkan gurunya dia sebutkan adalah seorang ahli yang sangat kuat tidak mungkin baginy untuk bisa mencapai ranah yang sulit dicapai kebanyakan orang dengan hanya waktu yang singkat.
"Kurasa itu cukup bukan?" kata Ye Tian mengabaikan tatapan mereka dan memasang wajah acuh tak acuh, seakan dia tidak melakukan hal yang besar sebelumnya, dia lalu menoleh ke gadis dalam pelukannya yang menatapnya dengan intens namun jelas dia juga sama memiliki ekspresi kekaguman dan ketakutan juga dan setelah melihat mata Ye Tian secara langsung dia bisa merasakan seperti dirinya melihat orang yang akan menduduki posisi puncak dunia bahkan mungkin melebihinya dan akan memerintah seluruh alam dibawah kakinya.
Keheningan segera menyelimuti ruang tamu ini bahkan jika ada jarum yang jatuh pun itu akan terdengar berdenting keras karena keheningannya, hingga beberapa menit kemudian Shi Jiang yang sudah menenangkan pikirannya kembali berkata dengan penuh pertimbangan "ka-kamu bisa mencapai ranah ... itu hanya du-dua tahun yang singkat!" kata Shi Jiang dengan gugup.
"Itu bukan sesuatu yang mustahil bukan? dan lagi aku cukup beruntung karena bisa menemukan harta yang menurut guruku tidak bisa dimiliki oleh alam ini jadi tentu saja aku bisa dengan cepat mendapatkan kecepatan dalam kultivasiku" kata Ye Tian.
__ADS_1
"Harta yang tidak seharusnya ada di alam ini?" gumam Shi Jiang bingung, dia tidak mengerti arah pembicaraan Ye Tian tentang apa yang di maksud, karena dia tidak pernah mengetahui jika ada alam lain selain dunia ini bahkan leluhur mereka juga tidak pernah memberikan pengetahuan tentang itu dan yang diketahuinya juga hanya terbatas mengingat dia hanya bisa menjelajah diluar kota Awan dulu hanya terbatas di kerajaan Singa Emas tempat kota Awan ini berada dan puncak kultivasi hanya berada diranah Raja dan itu hanya raja dan para mentri kerajaan saja yang bisa mencapainya.
BERSAMBUNG.....