
Ye Tian tersenyum dibalik topeng yang dikenakan saat dia melihat Patriak keluarga Kong didepannya gemetar ketakutan, melangkah kedepan dengan pedang hijau yang memancarkan aura menakutkan hingga menyebabkannya mengeluarkan cahaya seperti api yang menyelimuti pedang itu.
Kong Ji yang melihatnya mendekati dirinya dengan susah payah berusaha menjauh dengan cara menyeret tubuhnya, dengan tubuh yang terus bergetar dan berkata "tu-tuan ... bukankah kita tidak ... Pernah memiliki konflik sebelumnya? Me-mengapa ka-kamu sampai tega membuat seluruh keluargaku hancur?" ucap Kong Ji sambil terus menahan rasa sakit dari kakinya yang telah dipotong.
"Oh siapa bilang kita tidak memilikinya?" ucap Ye Tian "kau mungkin tidak akan tahu tapi ... putramu itu telah secara langsung mengirimi aku seorang pembunuh bayaran 2 tahun yang lalu."
Segera setelah mendengar itu Kong Ji terdiam dan seperti sedang memikirkan kejadian 2 tahun yang lalu, saat itu 2 tahun yang lalu tiba-tiba saja ada seseorang dengan jubah hitam yang mengaku sebagai seorang pembunuh bayaran yang telah disewa oleh Kong Lian dulu meminta kompensasi karena anggotanya yang mati karena telah melakukan kesalahan dalam menunjukkan kekuatan dari target yang harus dibunuh. Tak lama dia langsung berubah pucat dan semakin ketakutan karena mengingat hal itu, jelas bahwa dia berharap bahwa orang yang menjadi target pembunuh bayaran itu tidak mengetahui siapa yang telah mengirimnya, namun kenyataannya dia malah sudah berada dihadapannya sekarang.
"Bagaimana? Apa kau ingat sesuatu?" tanya Ye Tian melihat Kong Ji yang semakin pucat setelah mendengar apa yang dia ucapkan padanya.
"Tu-tuan, maafkan perlakuan anak kurang ajar saya itu tuan. Saya .. Saya berjanji akan mendidiknya dengan lebih baik lagi dan- ... aaaaarrrrggghh" sebelum Kong Ji selesai mengatakannya, Ye Tian dengan kejam menusukkan pedangnya kesatu kakinya yang masih utuh yang membuatnya menjerit kesakitan dengan darah merah yang mengalir dari celah yang ditusukkan pedangnya, tak puas hanya menggunakan satu pedang, Ye Tian mengeluarkan beberapa pisau kecil dan mulai menusukkannya disekujur tubuh Kong Ji yang membuatnya semakin berteriak kesakitan.
"Ugh bukankah kau terlalu berisik" ucap Ye Tian yang mengambil sebuah jarum perak dan langsung saja menancapkannya dileher Kong Ji dan membuat suaranya seperti tersumbat sesuatu "nah dengan ini kau tidak akan membuat telingaku sakit karena teriakkanmu" lanjutnya.
Dengan jarum yang menancap dilehernya Kong Ji sama sekali tidak bisa mengeluarkan suara apa pun dan akhirnya hanya bisa membuaka mulutnya tanpa suara yang keluar, disekujur tubuhnya pisau-pisau menancap dan membuatnya mengeluarkan darah yang mengalir dan membuat lantai dipenuhi oleh darah.
__ADS_1
Ye Tian yang melihat itu kini merenung dan seperti memikirkan sebuah ide, dia segera mengeluarkan pisau-pisau dan pedang yang menancap disekujur tubuh Kong Ji lalu segera dia memegang satu pisau ditangan kanannya dan menyeringai dibalik topengnya dan dengan perlahan dia menggunakan pisau itu untuk menyayat seluruh tubuh Kong Ji yang semakin membuat Kong Ji merasakan kesakitan dan karena dia tidak bisa mengeluarkan suara dia hanya bisa berusaha untuk bergerak menjauh dari pisau itu, namun dengan mudah Ye Tian membuatnya tidak bisa bergerak dan seakan dia memohon untuk segera dibunuh secara langsung.
"Hmm apa? apa kau ingin mengatakan sesuatu?" ucap Ye Tian yang melihat Kong Ji dengan tatapan memohon.
Namun Ye Tian sebagai orang yang pernah hidup jutaan tahun tidak mungkin membiarkan orang-orang yang berani mengusik hidupnya akan dengan mudah menjalani hidup dan bahkan tidak mudah dalam kematiannya, setidaknya dia akan membuatnya merasakan kalau mati akan jauh lebih baik dibandingkan siksaan yang akan dilakukan oleh Ye Tian sendiri.
Dengan ini 1 jam kemudian Ye Tian sudah merasa agak bosan dengan apa yang dia lakukan, jadi dia segera mengeluarkan api berwarna putih dari tangan kanannya dan langsung membakar Kong Ji yang langsung menjadikannya abu dalam hitungan kurang dari satu detik.
"Huh karena aku sudah disini jadi ada baiknya aku menjarah harta yang ditinggalkan bukan" kata Ye Tian, lalu dia segera melangkah keluar dari ruangan itu dan mencari ruang harta keluarga Kong. Tidak butuh waktu lama, Ye Tian sudah sampai didepan sebuah pintu besar yang bertuliskan 'RUANG HARTA' diatasnya dan tanpa berlama-lama Ye Tian segera menggunakan tangan kanannya untuk memecahkan formasi yang terpasang di pintu masuknya tanpa kesulitan apa pun dan membuka pintu besar itu.
Saat masuk Ye Tian segera melihat rak-rak yang terlihat dalam setiap rak adalah buku-buku teknik dan berbagai pil kultivasi yang tentu saja tidak akan berguna bagi Ye Tian sendiri, namun karena dia mungkin suatu hari akan membutuhkannya dia tetap mengambilnya dan membersihkan apa yang ada diruang harta ini, lalu dia segera naik ke lantai 2 ruang harta ini dan segera dia melihat gunungan kecil koin emas yang jika dihitung seluruhnya bisa mencapai hingga ratusan juta koin emas dan tanpa pikir panjang dia juga segera membersihkan semuanya dan memasukkannya kedalam cincin penyimpanannya.
Dilantai 3 ini, seluruh ruangan hanya berisikan senjata-senjata yang memiliki kelas 4-7 serta berbagai baju besi yang berkualitas cukup baik namun itu sama sekali tidak menarik perhatian Ye Tian sama sekali jadi dia hanya mengambilnya namun untuk diberikan kepada keluarga Qin atau untuk diberikan kepada tuan kota, kota Awan ini.
"Baiklah, sekarang sudah selesai untuk keluarga Kong, tinggal membereskan sisanya saja" ucap Ye Tian, segera dia terbang dan tanpa mengeluarkan suara apa pun dia menghancurkan seluruh kediaman keluarga Kong dengan elemen tanahnya menelan seluruh bangunan yang ada diatasnya.
__ADS_1
"Selesai"
Segera dia pergi menuju kediaman keluarga Qin dan segera menuju kedalam kamarnya yang dia gunakan lalu segera berbaring diatas ranjangnya. Melihat ke langit-langit, Ye Tian merenung dan berkata pelan.
Tok tok tok
Tiba-tiba suara pintu yang diketuk terdengar dan suara seorang wanita muda terdengar dibalik pintu.
"masuk."
krieeeekk
Suara pintu dibuka terdengar setelah Ye Tian mengatakan itu dan seorang gadis muda terlihat memasuki kamar dan segera melihat Ye Tian yang sedang duduk diatas ranjang "maaf jika aku mengganggumu" ucap gadis muda itu menundukkan kepalanya.
"Bukan masalah bagiku" kata Ye Tian menggelengkan kepalanya "tapi nona Qin ada apa malam-malam begini kamu datang kemari? kau tahukan jika seorang gadis muda memasuki kamar seorang laki-laki dimalam hari" kata Ye Tian dengan alis terangkat.
__ADS_1
Mendengar itu Qin Zining bingung merasa gugup dan terdiam untuk beberapa saat dan segera tekad terlihat dimatanya.
BERSAMBUNG...