Reinkarnasi Dewa Alam

Reinkarnasi Dewa Alam
Ch 30 memulai rencana


__ADS_3

Segera setelah mengatasi Dong Suyan dengan para pengawalnya, Qin Zining dan Xiaoxiao segera kembali ke kediaman keluarga Qin dan menunggu Ye Tian disana.


Disisi lain, Ye Tian yang kini bersama dengan Shi Yiran dan kedua orang tuanya masih terus berbincang membahas apa saja tentang rencana Ye Tian kedepannya dan rencana untuk mengatasi keluarga Kong yang selama beberapa bulan ini telah menjadi masalah karena peningkatan kekuatan mereka yang tiba-tiba dan mulai menekan keluarga-keluarga besar dari kota Awan.


"Jadi apa rencanamu?" Shi Jiang bertanya pada Ye Tian dengan suaranya yang kini menunjukkan rasa hormatnya.


"Tentu aku akan segera mengurus urusanku dengan mereka" jawab Ye Tian dengan santainya.


"Dan lagi mungkin aku juga harus segera mengurus masalah baru yang mungkin akan datang" ucapnya seraya melihat ke kejauhan seperti melihat sesuatu yang menarik.


Mendengar itu alis Shi Jiang terangkat matanya melebar namun itu hanya sesaat dan kembali tenang dalam sekejap saat dia merasakan kekuatan milik Ye Tian barusan, Shi Jiang bisa memperkirakan kalau Ye Tian pasti bisa melakukannya walau sendirian.


Beberapa menit kemudian Ye Tian sudah keluar bersama dengan Shi Yiran dan mereka kini menggunakan sebuah topeng untuk menutupi identitas mereka karena tidak ingin kerepotan dengan apa yang mungkin akan terjadi saat dijalanan kota nanti.


Tak lama kemudian mereka sudah tiba dikediaman keluarga Qin yang langsung disambut oleh Qin Zining dan Xiaoxiao yang sepertinya sedang terlihat sangat kesal, tentu Ye Tian mengetahui alasannya karena dia bisa merasakan aura Xiaoxiao barusan menjadi sangat ganas dan menakutkan.


"Jadi Xiaoxiao apakah kamu bersenang-senang disini?" tanya Ye Tian menenangkan Xiaoxiao yang terlihat kesal.


"Huh ... jangan bertingkah seolah kamu tidak sadar akan semua yang terjadi, aku yakin kamu sudah mengetahui jawabannya untuk itu" ucap Xiaoxiao mendengus dengan kesal dan sekarang ditambah oleh Ye Tian yang malah bertingkah seolah tak tahu apa-apa.


"Yah meski begitu aku hanya bisa merasakan auramu saja tapi tetap tidak bisa melihat apa yang terjadi bukan?" kata Ye Tian masih dengan senyum main-mainnya.


Mendengar itu Xiaoxiao seolah membeku ditempatnya, namun tak lama dia kembali pulih dan kembali memasang wajah kesalnya tanpa menjawab apa yang ditanyakan oleh Ye Tian lalu berjalan pergi tanpa berbalik lagi.


Melihat tingkahnya Ye Tian hanya menggelengkan kepalanya lalu melihat kearah Qin Zining seakan meminta penjelasan darinya.

__ADS_1


Tentu Qin Zining mengerti arti tatapan Ye Tian itu "yah sebenarnya ...." Qin Zining segera menjelaskannya kepadanya tentang apa yang terjadi saat dia dan Xiaoxiao sedang asik mencari berbagai makanan dipinggiran jalan kota hingga sampai mereka tiba-tiba didekati oleh Dong Suyan dan para pengawalnya dan mereka tentu menolak terus tetapi Dong Suyan ini malah semakin memaksa hingga membuat Xiaoxiao merasa kesal dan mengancam untuk menghajar mereka tapi malah hanya dianggap lelucon dan ditertawai oleh mereka hingga akhirnya Xiaoxiao makin marah dan dia mengeluarkan seekor ular hitam besar yang segera membunuh Dong Suyan dan para pengawalnya.


"Hmm jadi begitu..." ucap Ye Tian sambil memegang dagunya sambil tersenyum "keluarga Dong dari kota Bunga Mawar yah."


Terdiam dalam lamunan yang menyenangkan Ye Tian tanpa sadar menyeringai dan seakan matanya menyala dalam lampu berwarna merah dia segera menggangguk dengan seringainya, menunjukkan kesenangan seperti menemukan sesuatu yang dia cari selama ini "aku seharusnya bisa datang saat sebelum Xiaoxiao membunuh Dong Suyan itu dan membunuhnya dengan tanganku sendiri, tapi .. ya sudahlah semuanya sudah terjadi" gumam Ye Tian yang kini terlihat jelas ada dendam dimatanya.


Qin Zining dan Shi Yiran yang melihat ekspresi Ye Tian hanya bisa diam dan membiarkannya saja karena mereka tidak mengerti apa yang mungkin akan terjadi nanti dan memutuskan untuk menunggu Ye Tian agak tenang.


Beberapa saat kemudian Ye Tian sudah tenang segera masuk ke kediaman keluarga Qin dan segera memasuki ruangan yang sudah disiapkan oleh pelayan keluarga Qin dan menunggu waktu malam tiba untuk segera mengurus masalah dengan keluarga Kong yang pernah mengiriminya seorang pembunuh bayaran dua tahun yang lalu.


Beberapa jam kemudian sebuah bayangan hitam meluncur dilangin malam tanpa ada orang yang menyadari keberadaannya hingga akhirnya terlihat bayangan itu berhenti tepat diatas gerbang sebuah kediaman dan terlihat dari bayangan itu, seorang pria bertopeng yang menutupi setengah wajahnya dan dengan keberadaannya yang tersembunyi dia melihat keseluruhan kediaman itu dan segera bergerak dengan cepat seperti menghilang dan tiba-tiba sudah berada dibelangkang salah satu penjaga gerbang dari kediaman itu.


Krak


"A-apa yang-" ucap penjaga gerbang itu melihat temannya yang sudah terkapar namun dia tiba-tiba tidak bisa melanjutkan omongannya karena dia merasa ada yang memegang lehernya dengan keras hingga akhirnya penjaga itu juga mati dengan tulang lehernya patah.


Swosh


Segera setelah mengurus dua penjaga gerbang itu, pemuda bertopeng itu segera memasuki kediaman yang bertuliskan dipapan namanya 'Kong' dan pria bertopeng itu tanpa ragu langsung masuk dengan kecepatan yang tak terlihat oleh orang-orang disana.


Bayangan itu terus bergerak dengan cepat dan segera membunuh orang-orang yang ditemuinya tidak peduli pria atau wanita, bayangan itu terus bergerak tanpa suara dan membunuh orang-orang yang dilewatinya.


Disalah satu ruangan, terlihat seorang pria dan wanita dalam keadaan ********* dan tanpa disadari oleh keduanya yang terlihat sedang menikmati apa yang mereka lakukan, sorang pemuda bertopeng berada disudut ruangan itu namun segera tanpa berlama-lama pemuda itu mengayunkan pedangnya kearah dua orang itu yang membelah keduanya sekaligus ranjang yang langsung membunuh keduanya tanpa suara apa pun.


"Cih sialan" gumam pemuda bertopeng itu terlihat makin kesal setelah melihat apa yang dihadapannya dan segera pergi tanpa suara lagi dan memulai aksinya lagi.

__ADS_1


"Apa ini?" gumam seorang pria paruh baya yang sedang duduk berkultivasi.


"Bau darah! gawat kenapa aku tidak bisa merasakan aura apa pun" ucapnya lalu segera berdiri dan keluar dari ruangan itu untuk memperingati orang-orang.


"Kemana kau akan pergi?" tiba-tiba suara seorang pemuda terdengar dari belakang pria paruh baya itu dan terlihat, seorang pemuda bertopeng dengan pedangnya yang bernodakan darah dibilahnya yang menetes turun dan jatuh dilantai.


Berbalik pria paruh baya itu terkejut karena tiba-tiba ada orang lain selain dirinya didalam ruangan pribadinya dan lagi orang didepannya ini memasuki ruangan ini tanpa dia sadari sedikitpun kehadirannya.


"Si-siapa kau" teriak pria paruh baya itu dengan jari telunjuknya yang bergetar dan menunjuk kearah pria bertopeng itu.


Slash


"Aaaarrrghh"


"Bisakah kau tenang sedikit? aku tidak tuli kau tahu dan juga aku paling benci saat ada orang yang menunjuk kearahku" ucap pria bertopeng itu setelah memotong jari telunjuk pria paruh baya itu.


Mendengar itu, pria paruh baya itu bergetar lebih cepat lagi dan merasakan kengerian yang belum pernah sekalipun dia rasakan, dengan rasa sakit dari jari telunjuknya pria paruh baya itu mundur dengan ketakutan dan tanpa suara, dia segera berbalik dan berniat keluar dari ruangan itu.


Melihat apa yang akan dilakukan oleh pria paruh baya itu, pria bertopeng itu tanpa peduli langsung bergerak dan memotong kakinya yang membuat pria itu terjatuh dan tangisannya segera memenuhi ruangan.


"Apa kau tidak bisa diam?" ucap pemuda bertopeng itu menutup kedua telinganya.


"Si-siapa ... kau sebenarnya ... ke-kenapa kau ... melakukan ini kepada keluargaku.." ucap pria paruh baya itu dengan tergagap dengan tangisan menyakitkan.


BERSAMBUNG...

__ADS_1


__ADS_2