Reinkarnasi JENDRAL Han-ya

Reinkarnasi JENDRAL Han-ya
Pertemuan Tak terduga


__ADS_3

Setelah semua nya itu di lihat langsung oleh Liona, Liona langsung mengeluarkan air mata yang tak henti-hentinya dari matanya..


entah perasaan apa yang membuat hatinya hancur seakan tak ada lagi tujuan hidup nya..


Semua itu pun menghilang dan Liona langsung terkejut melihat tempat yang sangat dingin dan sangat bersih


"tempat apa ini? " gumam Liona yang penuh tanya


"selamat datang Nona! " ucap seekor Harimau putih bersih


melihat rupa dari Harimau itu membuat Liona jadi kaget dan terbangun dari mimpinya itu


"ukhh di mama ini? " tanya Liona yang setengah sadar


"Nona kita sudah sampai" jawab Vani dengan santai


"kalau begitu ayo masuk! tunggu apa lagi? " tanya Liona sambil menarik tangan nya Vani


Vani tak bergerak seperti di hentikan sesuatu dan langkah Liona pun terhenti


"mengapa kamu tak mau jalan? " tanya Liona heran melihat kelakuan Vani


"Nona apa Tuan belum memberi tau kan kamu bahwa saya hnya menemani Nona sampai, tapi tak masuk ke dalam. Semuanya tergantung Anda Nona" ucap Vani dengan nada kecil


"ak.. aku tak biasa hidup sendiri Van.. ayo lah" bujuk Liona


"tak bisa Nona perintah tetaplah perintah" tegas Vani


"huh kalian ini! kapan kalian akan menjemput ku nanti? " tanya Liona yang pasrah dengan Vani


"tiga atau empat tahun lagi Nona" Jawab Vani dengan lembut


"apa? apa kalian sedang Mengusirku?" tanya Liona yang terkejut dengan perkataan Vani


"Nona baik-baik lah belajar! " nasehat Vani kepada Liona


"ta-tapi aku.. " ucap Leona


belum siap menyampaikan kata-kata Vani langsung memotong perkataan Liona


"Nona ini adalah cincin flong untuk Nona, semua barang-barang yang Anda siapkan kemarin ada di dalam cincin ini" ucap Vani sambil menyerah kan cincin itu kepada Liona


"ba-baik lah titip salam ku kepada Ayah, Ibu dan kakak ya! " pasrah Liona


"ingat Nona! tidak perlu mengetahui hal yang tidak seharusnya di ketahui" nasihat Vani


"baik baik pergi sana! " usir Liona


"baik Nona"


kereta kuda pun melangkah demi langka menjauhi Liona, Liona pun mulai berjalan masuk dengan santai. Ia tak menyangka bahwa suatu hari nanti ia akan hidup sendiri an..


#Pangeran Ke Tujuh


"heyy jangan lari! dasar sampah gak tau diri! " teriak salah seorang yang mengejar seorang pria tampan yang tubuh nya perfectπŸ’―βœ¨


"hemp! meskipun aku sampah kalian tak bisa mengejarku! " ejek pria itu sambil menambah kecepatan nya


"dasar pria sialan! jangan sampai aku menemukan mu! jika tidak heh kamu akan mengetahuinya nanti! huh! tambah kecepatan! " teriak salah seorang gerombolan pengejar itu

__ADS_1


"cuih dasar kalian hanya tau menghina tpi tak bisa mengalahkan aku! sungguh mengecewakan! " batin pria perfect itu


pria itu tak memperhatikan jalan di depannya dia tak sengaja menabrak Liona yang sedang jalan pelan


brukkk


"hey pria sialan! kenapa tak melihat jalan mu! jan-" ucap Liona


belum siap mengatakan semua yang ingin di katakan oleh Liona pria perfect itu langsung menutup mulut Liona dan membawa Liona bersembunyi bersamanya


ummmm


pria itu langsung menutup dengan keras, sungguh persembunyian yang Wow, terlalu dekat membuat Liona marah dan mengigit tangan pria perfect itu.


"awww sakit! " gumam pria itu dengan suara menggoda


"heh rasakan! " ejek Liona


"diam! jangan bersuara!" ancam pria perfect


"siapa kamu mengatur-ngaturku?" ejek Liona


"bisa diam tidak? " tanya pria itu dengan nada yang agak menggoda 😭


"lepaskan, lepaskan! " teriak Liona


pria perfect yang tak mau kalah pun mulai memikirkan sebuah alasan...


cuppp


ciuman Pria perfect itu mengenai bibir Liona yang seketika membuat Liona memerah, 'memang pria handal'


"pria sialan aku menandai kamu! huh" ancam Liona


Liona pun pergi dari tempat persembunyian itu, tak jauh dari tempat itu segerombolan pria yang mengejar pria perfect tadi melihat pesona Liona lumayan menggoda meskipun tampa make-up.


salah satu dari pria itu langsung pergi ke arah Liona dan mulai menggoda Liona


"Nona cantik kenapa kamu berjalan sendirian di sini? " hanya salah satu gerombolan itu


"katakan apa maumu!" ucap Leona dengan muka datar nya


"hehehe boleh kah aku emm bertanya Nona? " tanya salah seorang itu


"silahkan! " jawab Liona dengan tauk muka keselnya


"apa Nona melihat pria remaja yang setinggi kamu? tapi dia berambut putih, memiliki rambut yang pendek seukuran bawah telinga" tanya salah seorang itu dengan sopan


"maksudmu pria itu" jawab Liona sambil menunjukkan jarinya ke arah pria perfect tadi


"iya Nona makasih" ucap salah seorang itu


uhuk uhuk


Pria perfect yang mendengar hal itu langsung batuk dan mulai kabur lagi menjauh dari tempat itu


"Nona aku akan mengingat kamu! " batin pria itu kesel


"heh siapa suruh kamu menyinggung ku! " batin Liona dengan senang

__ADS_1


setelah berjalan jauh Liona akhirnya sampai di Asrama, memang jikalau ingin ke tempat ini harus melewati satu desa dulu


"huh bikin kesel setiap mengingat akan hal yang menimpa ku tadi! bibir ku yakin manis! huhuhu sungguh sial" batin Liona dengan kesel


"Nona tanda pengenal! " tanya penjaga gerbang asrama


"ini silakan lihat! " ucap Liona sambil menyerah tanda pengenal nya


"baiklah silahkan masuk Nona! " ucap salah seorang dari pengawal itu dengan sopan


"hemp lumayan.. " gumam Liona


sesampainya di Asrama Liona memiliki teman sekamar, meskipun tak mengenal teman sekamar nya nanti


"seharusnya teman asramaku tak lebih dari tiga! " gumam Liona dengan suara pelan


#Asrama putri


setelah berjalan jauh akhirnya sampai juga di Asrama, Melalui tanda pengenal nya, Liona dapat melihat bahwa pintu Asramanya ber angka 12 sangat pas-pasan dengan usianya sendiri yaitu 12 tahun.


Liona pun mulai membuka asramanya itu dan Liona melihat ada tiga orang gadis cantik yang tengah menyiapkan (merapikan) barang-barang mereka.


Karena melihat Liona mereka terhenti dan mulai menyapa Liona, Liona pun hanya bisa diam dan berinteraksi dengan mereka secara perlahan


"Hai.. Nona namaku,Monica Zhu sebelah kanan ku bernama Su Ci dan sebelah kuriku Su Nina" ucap salah seorang dari tiga orang itu


"oh Hai, namaku Liona Lin senang berkenan dengan kalian" balas Liona dengan ramah


"iya senang juga berkenalan dengan mu Liona" sapa balik Su Ci


"oh ya apa Su Ci dan Su Nina adalah saudara? " tanya Liona


"ya aku dan kak Nina adalah saudara" jawab Su Ci dengan ramah


"emm maaf ya memang Nina itu jarang berbicara dengan orang! " jelassan Monica


"tak Masalah mari kita lanjutkan pekerjaan kita! " ucap Liona yang mau merapikan barang-barang nya.....


...********...


...Episode selanjutnya...


"wah Nona ternyata kita bertemu lagi! " sapa pria perfect itu kepada Liona


"cik ternyata orang ya-" belum menyelesaikan kalimat nya Liona akhirnya tersadar kalau teman belajar nya adalah pria perfect itu...


...Bersambung...


🌸🌸🌸🌸


ok gaiss autor kembali lagi... ok gais sekedar mengingatkan kalau suka dengan Novel ini silakan like, komen, dan tambah favorit ya, agar tak ketinggalan part selanjutnya... by by.. πŸ’ƒπŸ’ƒπŸ’ƒπŸ’ƒ


πŸ’™πŸ’™πŸ’™πŸ’™


🀍🀍🀍🀍


❀️❀️❀️❀️


πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–

__ADS_1


__ADS_2