REINKARNASI KALI INI, PERMAISURI JAHAT INGIN MENJADI PENGUSAHA

REINKARNASI KALI INI, PERMAISURI JAHAT INGIN MENJADI PENGUSAHA
ULANG TAHUN SELENA II


__ADS_3

Semua tentang kematian menjadi misteri sampai kematian Selena di kehidupan pertama, dan reinkarnasi di kehidupan kedua sambil membawa ingatan kehidupan pertama.


Selena sendiri tidak terlalu ingat kenapa dirinya meninggal.


Selena yang membawa ingatan sejak bayi, melihat wajah ibunya dengan bahagia. Dia selalu berusaha menempel pada Aelia dan membiasakan diri pada kehidupan kuno abad pertengahan yang ada di pelajaran sejarah.


Aelia terkadang memberikan kasih sayang untuk kedua anaknya, namun jika melihat atau mendengar Kaisar, dia akan mencampakkan kedua anaknya.


Wanita yang memiliki suara, wajah dan tubuh ibu kandungnya memiliki sifat yang sama di dalam ingatan Selena.


"Apakah Kaisar sudah sarapan?"


"Bagaimana keadaan Kaisar sekarang?"


"Kenapa aku tidak bisa melihat Kaisar hari ini?"


"Aku Permaisuri! Beraninya kalian menghalangiku bertemu Kaisar?!"


"Kaisar tidak mungkin bicara seperti itu!"


Selena harus mendengar teriakan ibunya di istana Kaisar.


Melihat ibunya yang sehat dan bisa berjalan sesuka hati, membuat hati Selena bahagia sekaligus sedih.


Ibu selalu melihat Ayah, tidak bisakah Ibu melihat aku?


Hanya kalimat itu yang ada di dalam pikiran Selena.


Suatu hari, Selena bertanya pada ibunya yang selesai mengerjakan tugas sebagai Permaisuri. Dia mengajak ibunya minum teh di taman kekaisaran.


"Ibu, hari ini katanya sibuk. Apakah aku bisa membantu?"


"Tidak perlu, kamu cukup belajar saja, Selena."


Selena yang dibutakan kasih sayang terhadap ibunya, tidak menganggap ucapan yang dilontarkan Aelia kasar.


Aelia semakin hari semakin marah, karena para selir lebih menurut pada ratu.


Aelia yang ingin membahas masalah ulang tahun, harus mengalah dengan tindakan ibunya.


"Hari ulang tahun Cassia merupakan hari menjijikan bagiku, aku tidak akan pernah melupakan bagaimana selir itu merasa senang telah melahirkan anak Kaisar."


Aelia hanya mengingat kemarahannya, namun tidak mengingat hari ulang tahun Selena.


Selena hanya diam mendengarkan ibu, tidak apa melewatkan hari ulang tahun tanpa perayaan ataupun tiup lilin. Dia trauma di masa lalu.


Yang paling penting bagi Selena adalah melihat ibunya bisa melakukan apa pun yang disukai, daripada hanya di dalam kamar dan terikat.

__ADS_1


Selena di kehidupan kedua yang membawa ingatan kehidupan pertama, tidak terlalu peduli lagi dengan ulang tahun.


Hal ini membuat salah paham para bangsawan dan menimbulkan gosip bahwa putri Selena tidak dicintai Kaisar maupun Permaisuri.


Aether yang cemas, menegur adiknya di dalam kamar Selena. "Apakah kamu yakin tidak merayakan ulang tahun?"


"Aku tidak mau dibenci Ibu."


"Tapi, Ibu jadi hanya ingat rasa benci. Seharusnya kamu katakan pada ibu mengenai hari ulang tahun, atau aku yang mengatakannya saja?"


"Tidak perlu!"


"Tapi Selena para bangsawan-"


"AKU BILANG TIDAK PERLU!" bentak Selena. "Aku tidak ingin merayakan ulang tahun."


"Selena."


Air mata Selena turun di pipi. "Aku tidak ingin merayakan ulang tahun yang mengerikan."


"Bagaimana bisa kamu mengatakan hal seperti itu?" Aether merasakan sakit hati yang sama terhadap adiknya. "Jangan pernah mengatakan hal mengerikan lagi!"


Selena menangis di dalam pelukan Aether. "Aku benci merayakan ulang tahunku!"


"Iya, kita tidak akan merayakan lagi."


Selena tidak ingin meniup lilin dan mengucapkan harapan kosong lagi, tidak peduli ucapan orang banyak, dia tidak akan pernah merayakan ulang tahun.


Namun, apa yang menjadi harapannya tidak terkabul.


Kaisar pergi berperang, permaisuri dikurung di dalam menara dengan tuduhan yang tidak masuk akal bagi Aether dan Selena.


Selena berlari ke istana ratu dan bertanya. "Yang Mulia, apa yang anda lakukan terhadap Permaisuri?"


"Permaisuri melakukan kejahatan yang tidak dapat dimaafkan."


"Tapi-"


"Tidak perlu khawatir." Ratu yang sedang mencoba gaun baru, melirik Selena yang berdiri di belakangnya lewat cermin. "Kita menunggu Kaisar."


Selena menipiskan bibirnya.


Ratu balik badan dan berjalan mendekati Selena. "Selena sayang, selama ini pasti Permaisuri tidak pernah peduli pada kamu, ya."


Selena menepis tangan ratu yang hendak menyentuhnya. "Apa yang anda lakukan?"


"Oh, sayang. Karena Permaisuri terlalu egois, kamu jadi tidak tahu perasaan kasih sayang, sebentar lagi ulang tahun Cassia, kamu akan merayakannya bersama." Ratu menatap kasihan Selena.

__ADS_1


Selena berjalan mundur lalu balik badan dan lari meninggalkan ratu.


Salah satu selir yang berdiri di dekat ratu, mencemooh. "Lihat, bahkan putri Selena tidak bisa mengucapkan terima kasih, bukankah itu berarti Permaisuri tidak pernah peduli pada anak-anaknya?"


Ratu tersenyum puas lalu mengeluarkan perintah. "Karena saat ini aku yang menangani istana, jadi kurung Selena ke dalam istana putri sampai acara ulang tahun."


Para ksatria istana segera menjalankan perintah ratu.


Ratu balik badan dan kembali menatap cermin dengan wajah bahagia dan hati puas.


Hari itu juga Selena dikurung di istana putri, tidak diizinkan mengunjungi menara tempat permaisuri dikurung.


Selena frustasi, bahkan Aether tidak bisa mengunjungi adiknya dengan alasan jauh tidak masuk akal.


"Putri Selena sedang menjalankan perawatan untuk menyambut pesta ulang tahun."


Aether yang mendengar alasan dari salah satu antek ratu, menjadi marah namun tidak berdaya. "Sejak kapan Selena peduli pada ulang tahunnya? Ratu hanya ingin menunjukkan niat buruk dengan menjelekkan Permaisuri, lagipula acara ulang tahun masih tujuh bulan lagi!"


Tidak ada yang peduli dengan kemarahan pangeran mahkota, hingga pesta ulang tahun Selena diadakan lebih cepat dari Cassia.


Cassia merengek pada ratu karena tidak ingin merayakan bersama hingga akhirnya ratu memajukan tanggal.


Semua bangsawan hadir, Selena tidak antusias dan hanya melihat menara tempat ibunya berada.


Para bangsawan seusianya hanya menganggap Selena gila sementara yang lebih tua tidak berani mengganggu.


Sepanjang acara Selena hanya berdiri menatap menara, tidak mau mendengarkan ucapan apa pun. Aether menjaga Selena dari jarak dekat, supaya tidak ada yang mengganggu.


Aether ingin membuktikan bahwa ibu mereka akan baik-baik saja.


Tapi...


Tragedi kembali terulang.


Selena memukul-mukul jendela. "IBU! IBU!"


Para bangsawan terdekat sontak melihat ke arah jendela.


Permaisuri menjatuhkan dirinya dari atas menara, para ksatria di bawah berkumpul di bawah menara seolah menunggu kematian permaisuri arogan dan suka menelantarkan anak.


Para wanita menjerit melihat permaisuri melakukan tindakan nekat.


"Menjauh dari jendela! Permaisuri ditangkap atas pemberontakan!" Teriak ratu yang menggema di dalam hall. "Pangeran mahkota dan juga putri Selena ditahan di penjara bawah tanah!"


Selena tertawa dan balik badan, menatap kakaknya dengan marah serta berlinang air mata. "Aku sudah bilang untuk tidak merayakan ulang tahun! Kenapa kakak tidak mendengarkan?"


Aether merasa bersalah. "Selena-"

__ADS_1


Selena menghapus air mata dan menjerit marah. "KALIAN SEMUA PEMBUNUH! KALIAN MEMBUNUH IBUKU!"


"SELENA!" Aether menarik Selena ke dalam pelukannya. Para ksatria suruhan ratu, menangkap Aether dan Selena.


__ADS_2