
Sebelum pulang, Zeyn sempat bicara empat mata dengan Arla. Ini pertama kali baginya berbincang dengan Arla selain hal akademis.
"Omong-omong, setiap kau keluar masuk kelas kenapa kau selalu muncul begitu saja? Apa kau menggunakan sejenis Teleport?" Tanya Zeyn
"Sebenarnya tidak, aku menggunakan kecepatanku. Mungkin kau akan bingung, tapi aku datang dan menghilang hanya dengan kecepatanku." Jawabnya
"Lalu, bagaimana dengan pintu yang masih tertutup? Bagaimana kau melakukan pergerakan yang lebih cepat dari mata untuk muncul bahkan tanpa menyebabkan berjatuhan barang-barang?" Tanya Zeyn yang masih penasaran
"Kecepatanku sebenarnya bukanlah kecepatan yang biasa. Bisa dibilang aku lebih cepat dari waktu itu sendiri, lebih instan dari 0 detik untuk mencapai kemanapun yang aku mau. Aku bisa ke masa lalu, aku bisa ke masa depan. Saat aku menggunakan kecepatanku, waktu tidak lagi relevan. Aku sebenarnya membuka pintu dan menutupnya kembali, lalu muncul dihadapan kalian seolah olah aku menggunakan teleportasi. Tidak, hanya saja aku yang lebih cepat dari waktu itu sendiri" Jawab Nyarlathotep.
"Apakah aku bisa memiliki kecepatan sepertimu?" Tanya Zeyn
"Tentu saja, jika kau berlatih dan minta berkat kepada Esensi Ilahi agar diberkati kekuatan" Ujar Nyarlathotep.
"Kurasa, kita akan berpisah disini. Aku mengucapkan terima kasih kepadamu karena telah mengajarkanku hal-hal yang tidak aku tau sebelumnya. Jika kau tidak mengajar di akademi ini dan itupun jika kau mau, aku ingin mengajakmu ke kampung halamanku, Draga" Ujar Zeyn
"Aku, bisa saja. Kau mau membayar berapa banyak? Haha, becanda. Jika kau membutuhkanku, aku bisa ikut denganmu" Jawab Nyarlathotep
"Heh..? Lalu bagaimana dengan Akademi ini? Siapa yang akan mengajar murid khusus generasi berikutnya?" Tanya Zeyn
__ADS_1
"Tenang saja, seleksi murid khusus diadakan 7 Tahun sekali, jadi selama masa itu aku menganggur dan berkelana, jadi aku bisa ke tempat mana saja yang aku mau" Jawabnya
"Kalau begitu, aku tidak keberatan jika kau ikut denganku" Ucap Zeyn sambil tersenyum
"Apa?!? harusnya aku yang berkata seperti itu -.-" Nyarlathotep menjawab sambil merajuk.
"Baiklah, aku akan ikut denganmu. Tapi dengan syarat satu hal.." Ucap Arla
"Apa itu? Bertarung denganmu? Aku mana sanggup!" Jawab Zeyn
"Yang benar saja! Tidak, aku hanya membutuhkan tempat tinggal dan makanan sehari-hari, aku tidak ingin menggunakan gajiku yang kecil ini untuk membayar kebutuhanku" Jawab Nyarlathotep
"Hanya itu?" Jawab Zeyn
"Mike, aku ingin membawa nyonya Arla yang cantik nan anggun ini untuk ikut bersamaku ke Draga" Ujar Zeyn ke Mike
"Nyonyaaa?!!??" Arla berbicara dalam hati dengan asmara yang menggebu-gebu
"Baiklah tuan muda" Seolah Mike memahami situasi, dia memperlakukan Zeyn seperti seorang raja
__ADS_1
Saat Zeyn dan Arla memasuki kereta kuda, Cyle melihat mereka.
Cyle terdiam, wajahnya tampak seolah menahan tangis dan cemburu.
Zeyn yang melihat itu langsung menghampirinya, menjelaskan bahwa Bu Arla ikut dengannya untuk melatihnya lebih lanjut.
Ia masih tidak percaya.
"Kau boleh ikut denganku jika tidak percaya" Ucap Zeyn yang mengira Cyle tidak akan ikut karena orang tuanya tidak akan memperbolehkannya
Namun takdir berkata lain, Cyle yang mendengar hal itu langsung pergi ke tempat orang tua nya yang sedang berbincang, lalu berbisik.
Entah apa bisikan Cyle, orang tuanya mengangguk dan tersenyum. Lalu mereka mendekati kereta kuda Zeyn dan berkata:
"Cyle boleh ikut denganmu, tapi sebelum pernikahan itu tiba. Mohon beritahu kami agar kami bisa hadir di hari itu." Ucap Ayah Cyle
"Heehhh!? Menikahhh!???" Zeyn Kaget
"Ya, kau berjanji akan menikahiku saat kita berumur 16 tahun kan?" Jawab Cyle sambil mengedipkan matanya
__ADS_1
Zeyn tidak bisa berkata apa-apa lagi.. Dia hanya bisa mengangguk.
Lalu mereka bertiga memasuki kereta kuda dan ikut ke Draga.