
Kisah berlanjut dari Zeyn dan Mike yang sedang menuju ke sebuah Restoran.
Sesampainya di Restoran, Zeyn diperlihatkan Menu yang Zeyn belum pernah coba sebelumnya.
"Hey, apakah makanan disini layak? Atau setidaknya bisa dimakan? maksudku, aku tidak pernah melihat menu ini sebelumnya." Ucap Zeyn
Wajar saja, ini pertama kalinya bagi Zeyn ke Restoran Barat. Bahan masakan disini tidak bisa tumbuh di wilayah Draga.
"Tidak perlu khawatir, semua aman.. Bahkan makanan disini enak-enak"
"Sini menu-nya, biarkan aku saja yang pesan makanan untukmu" Jawab Mike
"Baiklah mike, aku mengandalkanmu" Zeyn berterima kasih
Tidak lama, makanan itu datang. Lalu mereka makan sambil berbincang
"Omong-omong, kau sering kesini ya?" Tanya Zeyn
"Tentu saja, ini adalah kampung halamanku" Jawabnya
Seusai makan, mereka kembali melihat-lihat kota.
"Hey, mau ke perpustakaan? Kau akan dapat banyak buku yang bagus untuk tes besok" Ajak Mike
"Kedengarannya ide yang bagus" Zeyn setuju dengan ajakan Mike
Tidak jauh dari pusat kota, mereka berjalan menuju perpustakaan.
"Cobalah keatas, kau akan menemukan bukunya. Pelajari yang belum kau kuasai" Ujar Mike
Zeyn menaiki tangga untuk mencari buku yang ia butuhkan. Lalu, tibalah Zeyn di Rak dimana ia menemukan buku yang menarik baginya.
"Buku ini.." Gumam Zeyn
Tidak lama, datang seorang gadis yang kira-kira seumuran dengan Zeyn
"Oh, kau juga akan mengikuti tes untuk besok?" Sapa gadis itu
"Iya.." Jawab Zeyn
"Baiklah, semoga beruntung." Ucap gadis itu sambil mengambil buku yang sama, lalu pergi.
"Tunggu! kau juga tertarik membaca buku yang sama denganku?" Ucap Zeyn
"Tidak, ini hanya mata pelajaran terakhirku untuk tes besok. Omong-omong, siapa namamu?" Jawab gadis itu sambil mengulurkan tangan mengajak berkenalan
"Aku Zeyn Darcovacious Reingrat dari Draga" Jawab Zeyn
"Aku Darcilla Freg Silverfield dari Frentile, Panggil saja Cyle. Salam kenal"
"Salam Kenal (Cyle, aku akan ingat namanya..)" Ucap Zeyn lalu bergumam dalam hati
......................
Pulang dari perpustakaan kota, hari mulai gelap
"Senang bertemu denganmu, sampai jumpa besok!" Ucap Darcilla
"Sampai Jumpa.." Balas Zeyn sambil berjalan ke arah yang berlawanan
__ADS_1
"Yo, Zeyn.. Kau sudah mendapatkan calon istrimu ya? omong-omong dia manis juga" Mike keluar bersembunyi lalu meledek Zeyn
"Kau dan Ayah sama saja" Balas Zeyn
"Hahaha.. Ayo kita pulang, aku mau istirahat karena besok harus bekerja" Mike mengajak Zeyn untuk pulang bersama
"Yasudah, aku juga tidak sabar untuk besok." Ucap Zeyn
......................
Dipagi hari, Zeyn yang sudah bersiap-siap membangunkan Mike
"Hey.. Mike? Kau disana?" Ucapnya sambil mengetuk pintu kamar Mike.
"Heyy?? Kau masih tidur ya?" Ucapnya lagi sambil mengetuk pintu
"Yasudah, aku masuk ya.."
Zeyn membuka pintu dan melihat Mike sedang tertidur pulas dengan kepala di lantai dan kaki di kasur.
Kamarnya sangat amat berantakan. Daripada dibilang kamar, ini lebih cocok dibilang kandang ternak.
Ya, bagaimana tidak? bekas makanan dimana-mana dan bau yang enggak menyenangkan juga tercium seketika saat membuka pintu
"Astaga, Mike Mike..." Ucap Zeyn
"(Sepertinya aku tidak bisa mengajaknya menemaniku mengikuti tes, aku akan berangkat sendiri. Lagipula aku sudah hapal jalannya)" Gumamnya dalam hati
Sambil menutup pintu pelan-pelan, Zeyn mengucapkan salam ke mike:
"Aku duluan.."
Mike sama sekali tidak mendengar, entah apa yang ada di mimpinya sampai ia begitu pulas.
......................
"Pagi, Cyle" Ucap Zeyn
"Omong-omong, kau kesana tanpa pendamping?" Tanya Cyle
Zeyn sebenarnya malu jika mengatakan pendampingnya tidak hadir karena masih tidur, karena itu dia terpaksa berbohong.
"Oh, iya.. orang tuaku ada urusan di luar negara, jadi aku datang kesana sendiri" Zeyn berbohong.
"Wah, hebat.. tetap tenang walau tanpa orang tua, aku iri denganmu" Balas Cyle
"Kita sampai, semoga kita bertemu di satu kelas, semoga beruntung!" Ucap Cyle
Zeyn pada saat itu langsung ikut berbaris di lapangan bersama dengan murid yang lain.
Semua berawal seperti tes pada biasanya.. tes fisik, tes berpedang, tes akademik. Zeyn dan murid lain tidak ada masalah terhadap tes ini.
Lalu tibalah tes sihir, murid lain yang mendengar cukup terkejut. Karena negara Artamevia dilarang menggunakan sihir secara pribadi, lalu tiba-tiba di sekolah diajarkan sihir. Namun tidak dengan Zeyn, dia justru sangat senang mendengar ada tes sihir karena sebelumnya ia cukup mahir dengan itu.
Tesnya cukup sederhana, beberapa tingkatan rapalan akan menghasilkan tingkat kelas yang berbeda. Siapapun yang tidak lolos di ronde pertama, tidak akan lulus masuk ke Akademi ini.
"Semua, dengarkan. Aku tahu kalian semua terkejut karena ada Tes ini, Tes ini tidak ada di daftar Tes karena dirahasiakan agar tidak ada yang latihan sihir diluar Akademi. Tapi cobalah sekuat tenaga kalian, buatlah diri kalian bangga" Ucap Kepala Sekolah di Akademis tersebut
Zeyn yang mendengar hal tersebut tentu saja tidak terlalu khawatir karena ia sudah melatih sihirnya sampai tingkat A di kampung halamannya
__ADS_1
......................
Tes pertama dimulai...
"Tes pertama, ini cukup sederhana.. cobalah kalian mengeluarkan , ini bisa dilakukan oleh semua orang yang memiliki ." Ucap Kepala Sekolah
"Yosh, ini mudah.. aku bisa melakukannya"
Zeyn menggunakan sedikit yang dimilikinya, hal ini guna untuk menyimpan energi sihir untuk tes selanjutnya.
Sementara Zeyn mengeluarkan , tidak sedikit murid yang gagal melakukannya. Kebanyakan darinya adalah murid lokal dari Artamevia.
"Sudah cukup, aku sedikit kecewa dengan generasi sekarang" Ucap Kepala Sekolah
Murid yang gagal pada saat tes pertama langsung ditarik keluar lapangan oleh para Panitia Tes.
"Baiklah, ini tes kedua. Coba rapal sihir terbang, penguasaan elemen, dan pemulihan" Ucap Kepala Sekolah
Tiba-tiba, dengan kekuatan sihir Kepala Sekolah.. Muncul Rusa-rusa yang sedang sekarat dihadapan para murid.
Beberapa murid ada yang tidak bisa melakukannya, ada yang bisa melakukan hanya salah satu, dan ada yang bisa melakukan semuanya. Ini sangat penting karena akan berpengaruh ke kelas masing-masing murid
Zeyn yang pada saat itu sangat percaya diri, dia melakukan ketiganya bersamaan. Dia terbang, lalu mengeluarkan kobaran api dan putaran angin mengelilinginya, ia lakukan itu sambil menyembuhkan Rusa yang ada di bawahnya.
Sontak hal ini membuat Kepala Sekolah terkejut karena jumlah yang dimiliki Zeyn.
"Aku tertarik denganmu.." Ucap Kepala Sekolah sambil melihat Zeyn
"Aku masih menyukai perempuan" Balas Zeyn
Sontak hal ini membuat Kepala Sekolah tertawa karena merasa terhibur.
"Baiklah, tes kedua selesai. Yang namanya disebutkan mohon untuk keluar lapangan menunggu hasil tes." Ucap Kepala Sekolah
Panitia menyebutkan beberapa nama murid sampai ada 15 murid yang tersisa, termasuk Zeyn.
"Tes Ketiga, sebenarnya ini hanya tes tambahan untuk mengukur seberapa kuat kalian." Ucap Kepala Sekolah
"Cobalah merapal sihir sampai ambang batas kemampuan kalian"
Tanpa basa-basi Zeyn langsung mengerahkan seluruh kemampuannya.
Ia menciptakan kuda dengan zirah, lalu menaikinya.. menyihir kuda itu agar bisa berlari terbang menjauh ke atas, dan dengan penuh keyakinan ia merapal:
"Aquan, tornade ves idam aeternum. DAS VELIX STORME!!!"
Kuda yang berlari bersamanya ke langit berubah menjadi pedang, lalu dipegang olehnya. Sambil mengayun, ia berteriak kebawah:
"Pak Kepala Sekolah, tolong buatkan perisai untuk kota ini!!!" Ucapnya seolah bercanda
Namun insting Kepala Sekolah sangatlah kuat, ia tau hal berbahaya akan terjadi. Maka dari itu ia langsung membuat 5 lapis Perisai Sihir
Dengan tubuh Zeyn yang menukik lalu memegang pedang menghadap kebawah, rapalan nya tadi menciptakan angin tornado yang mengikutinya dari belakang disertai dengan petir yang menghadap ke depan pedang.
Secepat cahaya, ia terjun menukik lalu menabrak milik Kepala Sekolah dan menghancurkan 4 dari 5 lapis perisai tersebut.
Semua murid termasuk warga sekitar terkejut apa yang baru saja terjadi.
Zeyn pada saat itu langsung tidak sadarkan diri, dia terlalu banyak menggunakan
__ADS_1
"Apa-apaan anak ini.." Ucap Kepala Sekolah
Zeyn terbangun di kamarnya tidak ingat apa yang baru saja ia lakukan