
"(Aku harus kembali ke kelas..)" Gumam Zeyn dalam hati
Entah kenapa Zeyn merasa tidak enak saat mendengar nama tujuh leluhur iblis, mungkin ini nalurinya sebagai reinkarnasi dari Malaikat namun dia belum menyadarinya.
Tidak lama, Zeyn kembali ke kelas dan duduk di bangku semula, semua murid pun juga seperti itu.
Lalu, muncul lah Nyarlathotep dengan kebiasaanya yang muncul tiba-tiba.
[Wuuusshhh]
"Mari kita mulai pelajarannya, sekarang kita akan praktik sihir di luar kelas" Ujar Nyarlathotep
"(Sihir lagi... Aku tidak masalah dengan itu, tapi aku takut tidak bisa menahan diri jika bersemangat)" Ucap Zeyn dalam hati
Nyarlathotep mengangkat satu tangannya dan merapal:
"Terepa.. Infinita!"
Semua murid yang ada di kelas pindah ke ladang kosong yang luas, dimana tempat seperti ini sangat cocok untuk berlatih sihir.
"Keren.." Ucap Zeyn
Sihir ini adalah sihir Kelas S, mampu memindahkan banyak orang ke tempat yang pernah dijumpainya atau bahkan hanya ke ruang imajiner si perapal.
"Kalian akan berlatih sihir disini, ini adalah Dimensi Imajinerku. Luasnya tak terbatas, kalian boleh menggunakan potensi penuh kalian disini" Ujar Nyarlathotep
"Setiap dari kalian akan mempunyai waktu 30 Detik untuk menghancurkan Monster Tengkorak ciptaanku sebanyak-banyaknya, siapa ingin pertama maju?" Ujarnya lagi
"Biarkan aku mencobanya.." Ucap salah satu murid
"Baiklah, Tarmiel.." Jawab Nyarlathotep
Nyarlathotep merapal sihir untuk melindungi semua murid selain Tarmiel.
Waktu sudah berjalan namun Tarmiel belum menghancurkan Monster Tengkorak satupun, tetapi Tarmiel masih terlihat santai.
"Apakah ini bisa dihancurkan dengan serangan fisik saja?" Ucap Tarmiel
"Coba saja" Jawab Nyarlathotep
Tarmiel mengeluarkan Pedang dari sarungnya, lalu mendekati salah satu Monster Tengkorak dan sekuat tenaga mencoba menebasnya.
Sayangnya, pedang itu bahkan tidak menggores Monster Tengkorak sama sekali, hal itu bisa terjadi karena Monster Tengkorak adalah Manifestasi dari Sihir Nyarlathotep, maka dia kebal terhadap serangan fisik.
"Ohh.." Ucap Tarmiel dengan tenang
Tarmiel mundur, lalu perlahan mengangkat pedangnya
"Yetaph, Vernum.. ZAKRA!" Tarmiel merapal sihir
__ADS_1
Pedang yang diangkatnya berubah menjadi Pedang Cahaya, tidak seperti rapalan Zeyn saat itu, pedang yang dipegang Tarmiel tidak dialiri sihir, tapi berubah menjadi sihir itu sendiri.
Perlahan Tarmiel menurunkan pedangnya, lalu menebas kearah depan secara horizontal. Lalu terlihat gelombang cahaya berbentuk sabit maju ke arah depan dengan cepat secepat cahaya, gelombang itu membelah apapun yang dilewatinya, semakin jauh gelombang itu semakin lebar, kemudian menghilang setelah 15 detik.
Hal ini tentu saja membuat Tarmiel menghancurkan banyak Monster Tengkorak.
"364, ini lumayan tinggi untuk anak seumuranmu" ujar Nyarlathotep sambil menunjukkan papan skor di langit
Tarmiel kembali berjalan ke tempat Murid berkumpul.
"Darcilla, sekarang giliranmu" Ucap Nyarlathotep.
Cyle keluar dari lalu terbang ke atas, alih-alih langsung menghancurkan Monster Tengkorak, ia malah membangkitkannya kembali lalu diperkuat 3x lipat dari biasanya.
"Reviva, Strangy Evolva!" Darcilla Merapal sihir kebangkitan
364 Monster Tengkorak itu bangkit kembali dan bertarung melawan Monster Tengkorak lainnya yang tersisa. Dalam waktu 30 detik, Darcilla mendapatkan skor sebanyak 572. Hal ini dikarenakan Darcilla membangkitkan kembali 364 monster dan memanipulasi monster itu untuk menghancurkan 208 Monster lainnya.
"Bagus, selanjutnya Tyr" Ujar Nyarlathotep, sambil me-reset semua Monster Tengkorak
"Baiklah" Jawab Tyr
Tanpa basa-basi, Tyr langsung merapal sihirnya
"Ignum, Emora Varkas.."
Tyr berubah menjadi Naga Api. Ukurannya sangat besar, bahkan satu kakinya bisa membawa 25 Orang sekaligus
Ya, adalah kelas yang menampung anak-anak kuat dari penjuru dunia.
"Cukup, selanjutnya kamu The Angels.." Ucap Nyarlathotep
"Baiklah.. (Aku akan menahan diri)" Ucap Zeyn sambil bergumam dalam hati
Zeyn menempelkan telapak tangannya ke tanah sambil merapal sihir dalam hati
Tanah itu seketika retak terbagi dua sejauh mata memandang dan retakan itu semakin lama terus melebar, Monster Tengkorak berjatuhan kedalam retakan tersebut. Setelah 30 detik, ia menutup retakan itu dan berhasil menghancurkan 450 Monster Tengkorak.
"Bagus, skormu 450" Ujar Nyarlathotep
"(450?!? Aku bahkan menahan diri sebisa mungkin!)" Gumam Zeyn dalam hati
Murid-murid lain di juga mengikuti pelatihan tersebut dengan rata-rata skor 300
"Baiklah, itu saja untuk pelajaran hari ini. ini hanya untuk mengukur kekuatan kalian" Ujar Nyarlathotep
"Terepa.. Akademia!"
Semua murid kembali ke kelas, dan bel pulang berbunyi. Murid khusus diharuskan tinggal di Akademi, tapi untuk seminggu pertama mereka diizinkan pulang.
__ADS_1
"Hebat sekali kau Cyle" Puji Zeyn
"Kau menahan diri kan? Aku tidak melihat kesulitan dari wajahmu.." Ujar Cyle
"Maafkan aku, aku hanya tidak ingin melampaui batasku. Omong-omong, dari sini kita searah kan? mau pulang bersamaku?" Ajak Zeyn
"Tentu saja" Cyle menerima ajakan tersebut
......................
Di perjalanan, mereka berdua berbincang-bincang.
"Ini masih sore, bolehkah aku ke rumahmu?" Tanya Cyle
"(E-ehh? Seriusan?!? Tapi kan penginapanku kecil.. Aku bisa saja mencari penginapan baru yang besar dan mewah, tapi sekarang aku sedang berhemat..)" Ucap Zeyn dalam hati yang kaget mendengar hal itu.
"Tidak bisa." Jawab Zeyn memasangkan muka dinginnya itu, padahal dia ingin sekali berduaan dengan Cyle.
"Kenapa? Padahal aku ingin berduaan denganmu" Tanya Cyle dengan wajah memelas.
"(A-apa apaan iniii?!!?? Wajahnya imut sekalii..!)" Hati Zeyn meronta-ronta saat itu
"Bercanda, sampai jumpaa besok Zeyn" Ucap Darcilla sambil berjalan ke arah yang berbeda
"Baiklah, sampai jumpa" Jawab Zeyn
"Aku tidak akan memberitahu siapapun tentang wajah merahmu barusan!" Cyle teriak dari kejauhan
Zeyn yang mendengar hal tersebut langsung lari ke penginapan dengan wajah yang memerah, sesampainya di penginapan ia langsung mendobrak pintu kamarnya lalu menutupnya dengan kencang
[Gabrukk]
Dreyno yang pada saat itu sedang berjaga sambil berbincang dengan Mike bingung apa yang dilakukan Zeyn, lalu dia bertanya pada Mike
"Ada apa dengannya?" Tanya Dreyno
"Hal itu biasa terjadi ketika anak memasuki masa remaja, kau ini tidak pernah remaja ya?" Jawab Mike sambil meledek
"Anak sekarang selalu berlebihan tentang percintaan.." Gumam Dreyno
"Haha, kau saja yang dari dulu tidak merasakan indahnya cinta, kau saat kecil selalu menjaga penginapanmu bergantian dengan drayne. Seusai menjaga penginapan bukannya melihat dunia luar, kau hanya istirahat dan tidur. Lalu mengulangi hal itu setiap hari, kau sangat membosankan" Ledek Mike
"Kau ada benarnya, mungkin aku harus melihat dunia luar dan bertemu wanita cantik. Tapi sekarang aku mau istirahat dulu, Drayne sebentar lagi akan datang menggantikan shift ku" Ucap Dreyno
"Baru aja dibilangin.." Ujar Mike
Sesuai dengan ucapan Dreyno, Benar saja Drayne datang saat itu
"Yo, Mike!" Sapa Drayne
__ADS_1
"Hey, bro! Ajarkan adikmu cara mendapatkan wanita!" Ledek Mike
"Hahaha, dia memang selalu seperti itu. Biarkanlah, nanti juga datang saatnya dia memerlukan pasangan" Jawab Drayne.