
Saat itu.. Zeyn yang sudah menguasai beberapa Teknik Sihir, ia ingin mengasah ilmu pedangnya. Teknik berpedang ia saat ini masih dalam standart prajurit akademik, untuk melatihnya.. Maka ia harus pergi ke Negeri Barat untuk mendapatkan pelatihan lanjutan.
Hal ini tentu saja didukung penuh oleh ayahnya, bahkan ayahnya memberi lumayan banyak [Crope] untuk menyewa penginapan dan membeli kebutuhan lain disana.
[Crope] adalah Nilai Tukar Stabil yang diterima di beberapa kerajaan barat, bentuknya adalah kepingan emas murni dan perak, 1 Gram emas sama dengan 1000 [Crope], Sedangkan 1 Gram perak sama dengan 50 [Crope]. Harga sepotong roti saat ini adalah 10 [Crope] dan Telur berharga 5 [Crope]. Yaa, ini hanya referensi untuk nilai tukar [Crope].
Setelah persiapan, Zeyn meyakinkan hati untuk yang kesekian kalinya. Wajar saja, ini perjalanan ke luar negeri untuk pertama kali, bahkan tanpa pendampingan dari keluarganya.
"Ini, untuk bekalmu disana. Belajarlah yang serius.. Kita tidak tau budaya mereka diluar sana, berhati-hatilah." Ucap Alex sambil memberi kantung kain berisikan kepingan emas seberat kurang lebih 20 Gram.
"Wajah tampanmu akan memikat hati banyak wanita, pulanglah dengan beberapa istri nanti" Bisik Alex yang bermaksud mengolok-olok istrinya
"Kau gila ayah, umurku baru 9 tahun.. Lagipula aku kesana hanya untuk belajar" Jawab Zeyn yang merasa malu
Ibunya tertawa seolah membalas olok-an Alex
"Yasudah, aku berangkat dulu. Sesekali aku akan mengirim surat kepadamu." Seperti biasa, gaya ucapan Zeyn terlalu dingin bahkan untuk keluarganya sendiri.
Ia berangkat menggunakan kereta kuda yang disewa oleh ayahnya, ia hanya ditemani oleh tas yang berisikan baju ganti dan kantung kain yang berisi [Crope] pemberian ayahnya.
__ADS_1
Diawal perjalanan, ia bertanya kepada Bapak Kusir pengendara kereta kuda itu
"Berapa lama untuk sampai kesana?"
"Cukup lama, nikmati saja perjalananmu" Jawab bapak Kusir sambil menoleh setengah wajah kedalam kereta
Memang cukup lama, bahkan Ayah Zeyn membayar 2500 [Crope] untuk perjalanan itu.
Tak ingin menyia-nyiakan waktu, Zeyn mencoba berlatih bahkan saat di perjalanan. Dia menebaskan Pedang ke arah angin dari jendela kereta. membayangkan ia sedang berpedang sambil berkuda seperti gaya berperang [Kavaleri]
"Jika kau menebaskan pedang disaat berkuda, peluang mengenai sasaran kecil karena laju pedangmu terhambat angin. Cobalah dengan gaya menusuk" Sang kusir berbicara namun tatapannya fokus ke depan
"Baik, akan kucoba"
Zeyn meluruskan tangannya yang memegang pedang menghadap ke depan, dan bilah pedang yang menghadap ke atas.
"Ini terasa lebih ringan!" Ucap Zeyn
"Kau masih salah, jika kau memegang seperti itu dengan bilah ke atas. Kau akan kesulitan mengatur arah ke musuh."
__ADS_1
"Cobalah putar bilah itu, dengan mata pedang yang horizontal.. kau akan lebih mudah untuk mengarahkan ke kiri atau kanan, dan jangan meluruskan lenganmu, buat sikumu membentuk 90 derajat, lalu jika sasaran ada di jangkauanmu, dorong lenganmu sekuat tenaga"
Sang kusir memberi saran, padahal ia tidak melihat ke belakang sama sekali. ya, inilah keahlian dari veteran [Kavaleri] ia dapat merasakan angin yang terbelah karena pengalaman dan latihannya.
"Seperti ini?" Zeyn bertanya sambil mengikuti contoh yang disarankan veteran tersebut.
"Ya, itu tidak buruk.. Oh iya, aku lupa memperkenalkan diri, Namaku Michael's The Impaler. Kau bisa memanggilku Mike" Kali ini ia benar-benar menengok kebelakang
Didengar dari manapun, itu bukanlah nama panjangnya.. itu mungkin adalah sebuah julukan.
"Mungkin kau heran kenapa aku bisa mengajarimu teknik seperti ini.. Dulunya aku adalah seorang veteran, aku berada di regu [Kavaleri] dan memimpin pasukan itu" Ucap Mike
"..."
"Lalu, kenapa kau bisa dijuluki The Impaler?" Tanya Zeyn
Sementara kaki kuda masih melangkah, Mike menceritakan kisah masa lalunya ketika ia masih menjadi prajurit
Kereta kuda melambat dan akhirnya berhenti, bersamaan dengan Mike yang usai berbicara menceritakan kisah tentang dirinya.
__ADS_1
"Kita sudah sampai, selamat datang di Artamevia"