
Selamat membaca
***************
Setelah mendapat persetujuan dan Dewa petir menjauh, sang jendral pun mengangkat tangannya dan tiba tiba petir hitam menyambar nyambar di telapak tangannya. Jendral pun mempokuskan kekuatannya pada telapak tangannya, sehingga petir yang awalnya kecil sekarang semakin besar dan menjadi jadi.
Sedangkan dibawah, tempat Ye Yuchu yang duduk bersemidi pun mendonga keatas, bahwa Jendral dewa petir telah siap mengerahkan petir terkuatnya padanya, sehingga dia pun kembali duduk dengan tenang sambil menutup mata dan tidak lupa melapisi tubuhnya dengan prisai pelindung dengan Qi yang di milikinya.
" Blazzzzz.....blazzzzz....blazzzzz
" Jedaaaaaaarrrrrrrrrr Booooooooom.....
"Agrhhhhh....... " Suara jeritan kesakitan seseorang yang terkena hantaman 3x berturut turut oleh petir Hitam Ashura milik sang Jendral dewa petir.
Dewa petir yang mendengar suara jeritan kesakitan seseorang yang sebelumnya meremehkan petir bawahannya, merasa sangat bangga dan senang melihat gadis angkuh yang tadi menantangnya menjerit kesakitan. Dia yakin pasti anak itu tidak akan bisa berdiri karna tubuhnya pasti terluka parah.
Namun sayangnya kebahagiaan itu dalam sekejab sirna dan digantikan dengan ekspresi terkejut yang terpampang jelas diwajah dewa petir dan bawahannya tersebut.
" Hahahhaha terima kasih wahai Jendral dewa petir, karna kau telah membantuku menyempurnakan elemen petirku "Teriak gadis angkuh yang sebelumnya menjerit kesakitan. Ya dia Ye Yuchu yang tidak ada duanya jika menyangkut menghancurkan kebahagiaan seseorang dalam sekejab.
" Apa???? Jadi dia memprovokasi ku hanya ingin menyempurnakan elemen petir nya " Kata Dewa petir tak percaya.
" Tuan sepertinya dia benar benar keturunan orang itu " Jelas Sang Jendral dewa petir ragu ragu dan takut.
" Kau benar. sifat mereka sangat sama. dan gadis itu juga memprovokasi kita hanya ingin menyempurnakan elemen petir nya, sama dengan dia " Jawab Dewa Petir tak tau harus bahagia atau sedih dibuatnya.
" Setidaknya kita tidak membuatnya tersinggung tuan. kalau tidak, kita tidak tau kedepannya, apa orang itu akan datang menghancurkan tempat tuan tinggali ini, karna telah berurusan dengan keturunannya." Jelas Sang Jendral dewa petir bergidik ngeri saat membayangkan nya.
" Kau benar. sebaiknya kita kembali saja, dari pada tetap disini melihat gadis itu seperti melihat orang itu " Titah sang Dewa petir pada lainnya lalu beranjak pergi dan diikuti yang lain.
Siapa dia yang dewa petir dan sang jendral dewa petir sebutkan. semakin banyak teka teki yang harus Ye Yuchu cari jawabannya tentang perjalanan hidupnya.
********
Di dalam gua yang menjadi tempat istirahat oleh Ye Yuchu setelah menerima kesengsaraan surgawi dan menyempurnakan elemen petir nya. Sekarang dia sedang ingin tidur dengan nyenyak karna selama hampir Enam hari dia kurang tidur disebabkan oleh meditasinya dan kesengsaraan surgawi yang dia terima.
__ADS_1
" Lili jangan bangunkan aku jika tidak ada hal penting ok." Perintah Ye Yuchu pada Lili sambil menguap menahan ngantuk.
" Baik lah nona! Selamat istirahat " Jawab Lili patuh dan kasian melihat wajah lelah dan ngantuk no nanya yang sudah menutup mata di atas kasur yang entah dari mana asalnya. tapi dengan itu, Lili dapat melihat bahwa no nanya merasa nyaman.
" Jiejie Xiao Bai ba--- " Teriak Xiao Bai terjeda oleh teguran seseorang yang paling ditakutinya selain Jiejienya Ye Yuchu.
" hus....Berisik, nona sedang istirahat, sebaiknya kau pergi bersihkan ayam itu dan panggang untuk aku, karna aku sudah lapar " perintah Lili dengan dingin tanpa ada rasa kasian melihat ketakutan Xiao Bai padanya.
" Ba-baik no-nona " Jawab Xiao Bai terbatas bata.
" Ada apa dengan suaramu Rubah kecil " Tanya Xiao Yan yang baru masuk dengan membawa buah buahaan ditangannya.
" Jangan me-- " Perkataan Xiao Bay terhenti
" Kau juga Yan Yan, bantu Bai Bai membersihkan dan memanggang ayam yang didapat BaiBai sekarang " potong Lili sebelum Xiao Bai dan Xiao Yan kembali berdepat seperti sebelumnya, sehingga dia harus menghukum mereka tanpa ampun.
" Ah. Nona kenapa harus aku juga " Kata Xiao Yan tak terima harus membantu Xiao Bai .
" Apa kau Yakin tidak ingin mematuhiku " Tanya Lili dengan tatapan tajam dan senyum iblisnya.
" Kenapa yang mulia Putri Ye memiliki asisten seperti nona Lili itu, sangat menakutkan" Gerutu Xiao Yan dalam hati.
Lili yang melihat kepergian Xiao Yan dan Xiao Bai hanya geleng geleng kepala dengan sikap kedua pemuda yang tidak pernah akur saat bersama dan dia harus menghukum mereka berdua dengan saling berpelukan seharian dan jangan lupa menulis sambil berlari mengelilingi hutan gelap bersama, dan tidak lupa juga mencarikan dia makanan, dengan begitu Lili dapat membuat mereka akur. Tapi, meski begitu, setelah dihukum akan kembali berdebat dan ribut karna nama panggilan saja.
" Hah! Kenapa hewan kontrak nona tidak ada yang mau mengalah dan selalu bertengkar " Benak Lili dan menghela napas panjang.
*********
Satu Minggu berlalu dan sudah hampir sepuluh hari Ye Yuchu belum kembali kediaman Ye, Yang mana membuat Pasangan Yang akan merayakan hari pernikahan mereka yang ke 20 tahun merasa cemas dibuat nya.
" Sayang apa putri kita melupakan hari jadi kita? Bukankah selama ini dia yang paling antusias menunggu hari ini!. Kenapa dia belom kembali juga sampai sekarang " Tanya Ming Yu pada suaminya pemimpin Ye Zinxu
" Yu'er bersabar dan yakinkan hatimu, Yuchu kita pasti pulang!. Dia pasti akan meminta penjelasan dari kita dan mencari tau siapa dia sebenarnya. Apa kau melupakan pakta itu, kenapa dia pergi saat itu " Jelas Pemimpin Ye Zinxu memberi pengertian pada sang istri yang selalu murung memikirkan kan ketidak munculan putri yang mereka rawat.
" Hiks..hiks...hiks...Aku hanya merindukan nya suamiku " Kata Ming Yu sedih
__ADS_1
" Aku juga sangat merindukannya Yu'er. Dia satu satunya titipan kakakku, bagaimana mungkin aku tidak merindukannya " Jelas Pemimpin Ye Zinxu sambil memeluk Ming Yu dalam dekapannya.
Mereka pun menangis dalam diam, sehingga tempat yang mereka tinggali hanya terdengar isak tangis Ming Yu yang berada dalam pelukan sang Suami Yaitu Pemimpin Ye Zinxu.
" Tok...tok...tok...
Tiba tiba ada suara ketukan pintu yang menyadarkan mereka yang masih terlarut rasa sedih dan rindu pada sang pitri yang belum kembali.
" Tok....tok...tok..
" Ayah, Ibunda sampai kapan kalian diam didalam. Semua tamu sudah menunggu kehadiran kalian. " Kata seseorang remaja di luar pintu, Ya dia adalah Ye Xuan yang izin ingin memberi kejutan untuk orang tuanya.
" Ceklek " Suara pintu terbuka dari dalam.
" Kejut-tan " Teriak Ye Xuan berlahan lahan mengecil saat melihat wajah sedih dan mata sembab sang ibunda, dan tiba tiba langsung memeluknya dan menangis lagi.
" Xu-an....Hiks....hiks.." Aduh Ming Yu pada sang putra.
" Ibu ada apa? Kenapa ibunda menangis, apa ayah melakukan sesuatu pada ibu " Tanya Ye Zinxu pada Ibundanya yang menangis dalam pelukannya.
" Ti-dak bukan ayahmu hiks...hiks...ta-tapi adikmu yang tidak kembali sampai saat ini...hiks..hiks...Xuan ibu merindukannya Hiks...hiks " Jawab Ming Yu
" Emang kemana adikku pergi buk, dan kenapa dia pergi " Tanya Ye Xuan bingung.
" Dia pergi karna dia tau bahwa dia bukan putri dan adik kandungmu, tapi sepupuku anak dari adik ayahmu huhuhu " Jawab Ming Yu Sedih
" Apa? ibu jangan bercanda, ayah hanya mempunyai satu adik yaitu paman Mukun! Bagaimana mungkin Yuchuku anak paman." Bantah Ye Xuan masih tak percaya.
" Dia bukan anak adik ipar Mukun, tapi anak adik Jian Yie, adik kesayangan ayahmu yang selama ini di usir oleh kakek buyutmu, karna memilih bersama wanita yang dicintainya " Jelas Ming Yu Sedih.
" Apa? Jadi karna ini adikku pergi dan belum kembali. " Pekik Ye Xuan Yang terkejut dengan pakta yang telah orang tuanya sembunyikan.
*******
Ikuti terus kisahnya ya. Jangan lupa tinggalkan jejak meski sekali.
__ADS_1