
Selamat membaca
...............................
Maaf lama upnya karna sekarang author lagi sibuk ngurus pernikahan author. karna setelah pulang dari pondok tau taunya author udah dilamar. Bukan kah itu sebuah kejutan yang tak disangkah sangkah disaat author sendiri selalu ditanya kapan nikahnya. Padahal author masih 21 tahun selalu dibilang udah waktunya.
bagiku kalau udah jodoh pasti akan dipertemukan tanpa kita sangkah.
Hahaha jadi curhat nich.
******""””"""********
Setelah tiba di dalam, pemimpin Ye Zinxu tiba tiba berhenti dan berdiri dengan keadaan membatu dihadapan seorang wanita cantik meski penampilan nya yang berantakan habis melahirkan. bukan karna penampilan wanita itu yang membuat Ye Zinxu membatu? Melainkan karna tangisan sang wanita pada sesosok bertubuh mungil yang terbungkus kain dalam keadaan tak bernyawa didalam dekapan wanita yang tak lain adalah sang istri Ming Yu.
" Hiks...hiks sayang putri ku Hiks...hiks. " Ucap Ming Yu sambil menangisi sang putri yang tak bernyawa di pangkuannya.
"...." Ye Zinxu masih terpaku Melihat keadaan istrinya menangis dan putrinya yang dia nantikan dalam keadaan tak bernyawa didekapan sang istri tercinta.
" Suamiku hiks...hiks...putri yang kita nantikan pergi " Aduh Ming Yu pada Ye Zinxu saat melihat kehadiran suaminya.
Seketika itu membuat Ye Zinxu tersadar dari rasa syoknya, saat mendengar aduan sang istri tercinta padanya. Lalu memeluknya dengan hati hati, sebab jasad bayi mungil masih berada dalam dekapan sang istri tercinta.
" Sayang jangan menangis lagi, mungkin ini yang terbaik buat putri kita yang tidak perlu merasakan kerasnya dunia ini " Kata Ye Zinxu pada istrinya meski dirinya juga merasa kehilangan sosok putri yang dia harapan kan dari sebelumnya.
__ADS_1
" Hiks hiks...tapi dia yang sangat kita nantikan suamiku! tapi takdir telah mengambilnya dari kita. Hiks hiks " Ucap Ming Yu masih tidak terima dan terus menangisi putrinya yang berada didekapan tak bernyawa.
" Sayang sudah lah. Meski kau menangisinya dia tak akan kembali. Jadi berhentilah menangis hatiku sakit melihat mu menangis seperti ini. " Jelas Ye Zinxu memberi pengertian pada sang istri tercinta dan berusaha terlihat kuat meski sebenarnya dia juga merasa kehilangan.
" Tap-- " ucapan Ming Yu terhenti oleh sesuatu
" Braakkk " suara pintu di dobrak dari luar dan sontak saja kedua pasangan yang sedang berduka tersebut pun terkejut dan menoleh kearah asal suara tersebut berasal. Dan terlihat lah seseorang berpakaian putih yang telah ternoda darah dan tidak lupa ada sebuah gumpalan kain diatas pangkuan orang yang telah mendobrak pintu dengan kasar itu.
" Siapa kamu? Beraninya anda memasuki kdiamanku tanpa pemisi " Teriak pemimpin Ye Zinxu dngan marah sambil menodongkankan pedang kearah orang tersebut.
" Gege ini aku Jian Yie. Maaf karna aku terburu buru dan tidak banyak waktu, makanya aku mendobrak pintu ini tanpa permisi " Jawab orang itu yang mengatakan dirinya Jian Yie.
" Apa? Kau adikku Ye Jian Yie. Kau kembali " Tanya pemimpin Ye Zinxu sambil berlari menghampiri sang adik.
" Hiks....hiks kemana saja kau ah. Gege sangat merindukanmu. " tanya Pemimpin Ye Zinxu sambil memeluk sang adik dengan erat.
" Gege jangan terlalu kuat memelukku. kasian putri kecilku. " Bentak Jian Yie yang mendapat pelukan erat dari sang Gege Ye Zinxu.
" Apa?? putri?? " tanya pemimpin Ye Zinxu langsung melepaskan pelukannya.
" Benar gege. aku datang kesini untuk menitipkan putriku pada keluarga gege. " kata Ye Jian Yie.
"???? " Pemimpin Ye Zinxu dan Ming Yu tercengang dan saling tatap saat mendengar perkataan Jian Yie.
__ADS_1
Jian Yie yang melihat gege dan kk iparnya terdiam pun mengerti bahwa mereka berdua pasti bingung dengan perkataannya yang tiba tiba jadi dia pun menjelaskannya kenapa dia menitipkan putrinya pada mereka serta alasannya.
" Gege aku mungkin tidak tau kapan bisa melihat putriku tumbuh besar. namun kuharap gege bisa menceritakannya padanya saat dia berumur lima belas tahun jika suatu saat nanti aku tidak tepat waktu menjemputnya. " jelas Jian Yie sambil memandang sedih putrinya karna harus meninggalkan nya dengan keluarga kk yang dia sayangi.
" Baik lah gege dan kk iparmu akan menjaganya seperti putri kandung ku sendiri. dan kami berharap kamu akan baik baik saja dan kembali lah jika hurusanmu telah selesai, karna pintu kediaman kami akan terbuka lebar untuk mu" Kata Ye Zinxu.
" Benar adik ipar. kami akan menjaganya, dan kamu tidak perlu khawatirkan putri mu. " tambah Ming Yu meyakinkan dan antusias menerima kehadiran putri cantik adik iparnya.
" Terima kasih karna telah mau menerima putriku. maaf aku harus segera pergi sekarang karna aku sudah terlalu lama disini. Gege aku titip putri kecilku Fu Anchi pada gege dan kakak ipar. " Kata Jian Yie sambil menyerahkan putrinya pada sang kk ipar Ming Yu.
" Kamu tidak perlu berterima kasih pada kami. karna kita adalah keluarga. seharusnya kami yang berterima kasih karna adik Jian Yie memberi kami kesempatan untuk merawat seorang anak perempuan disaat kami kehilangan anak perempuan kami " Jawab kakak iparnya Ming Yu antusias dan diakhiri kesedihan diakhir kalimatnya.
" Ah maafkan aku gege dan kakak ipar, aku tidak bermaksud membuat begitu!. Aku juga ikut berduka atas kepergian putri kecil kalian. Maaf aku tidak bisa terlalu lama? keluarga istriku masih membutuhkan kan keberadaanku. Jadi, aku titip putriku Fu Anchi pada gege dan kakak ipar " jlas Jian Yie lalu berbalik ingin pergi namun terhenti karna ada satu hal lagi yang belum dia berikan pada putrinya sehingga dia kembali kepada putrinya Fu Anchi yang berada di dekapan sang kakak ipar Ming Yu istri sang kakak Ye Zinxu.
" Sayang maafkan ayah nak! Jika suatu hari ayah tak kembali tolong cari ayah dan ibumu dan maafkan lah kami saat nanti kau tau siapa orang tuamu. " katanya pada sang putri yang masih kecil. Lalu memandang sang kakak. dan berkata " Gege dan Kakak ipar tidak perlu khawatirkan aku, karna di permata merah yang dipakai putriku adalah pertanda bahwa aku masih hidup. karna, sebagian jiwaku ku berikan pada putriku melalui kalung ini. dan suatu hari dia akan mengetahui pungsinya sendiri " Jelas Jian Yie yang mulai menghilang dari tempatnya berdiri tanpa ada niat mendengarkan jawaban kedua pasangan tersebut.
Setelah kepergian sang adik Jian Yie. Mereka bedua saling tatap dan menyusun rencana agar kehadiran putri Jian Yie dianggap putri mereka yang telah meninggal.
Tanpa diketahui oleh mereka berdua ada seseorang yang sedang menguping pembicaraan mereka. Dan setelah mengetahui apa yang dia cari, dia pun pergi untuk melapor pada tuannya.
...* Flashback off *...
********†
__ADS_1