
Selamat membaca
***************
" Ti-dak bukan ayahmu hiks...hiks...ta-tapi adikmu yang tidak kembali sampai saat ini...hiks..hiks...Xuan ibu merindukannya Hiks...hiks " Jawab Ming Yu
" Emang kemana adikku pergi buk, dan kenapa dia pergi " Tanya Ye Xuan bingung.
" Dia pergi karna dia tau bahwa dia bukan putri dan adik kandungmu, tapi sepupumu anak dari adik ayahmu huhuhu " Jawab Ming Yu Sedih
" Apa? ibu jangan bercanda, ayah hanya mempunyai satu adik yaitu paman Mukun! Bagaimana mungkin Yuchuku anak paman." Bantah Ye Xuan masih tak percaya.
" Dia bukan anak adik ipar Mukun, tapi anak adik Jian Yie, adik kesayangan ayahmu yang selama ini di usir oleh kakek buyutmu, karna memilih bersama wanita yang dicintainya " Jelas Ming Yu Sedih.
" Apa? Jadi karna ini adikku pergi dan belum kembali. " Pekik Ye Xuan Yang terkejut dengan pakta yang telah orang tuanya sembunyikan.
" I-iiya dan ibu takut dia tidak akan kembali pada kita huhuhu " Kata Ming Yu dengan tangisan semakin pecah.
Ye Xuan tidak tau harus bagaimana menghibur ibunya. Sedangkan dirinya masih syok dengan kenyataan yang selama ini menjadi rahasia milik ibu dan ayahnya. Kecurigaan dihatinya tentang rahasia dibalik kamar yang dilarang dimasuki telah terbongkar dengan sendiri tanpa perlu mencari tau rasa yang dulu dia simpan dihatinya dengan gelagat aneh ibu dan ayahnya saat ulang tahun Ye Yuchu Adiknya. Dan itu tentang rahasia yang berada didalam kamar yang terkunci disamping kamar kediaman ayahnya.
" Ibu apa kamar yang terkunci disamping kamar ayah adalah semua bukti yang yang ibu dan ayah rahasiakan tentang jati diri ayah kandung Ye Yuchu adikku, bukan?" Tanya Ye Xuan hanya ingin memastikannya saja walau pak tanya dia yakin itu adalah benar.
" Kau tau itu putraku " Bukan Ming Yu yang angkat bicara melainkan Pemimpin Ye Zinxu yang terdiam, seketika angkat bicara saat kamar disamping nya yang disebut putranya.
" Tidak sebelumnya! Tapi sejak ulang tahun adikku, sifat dan gelagat ayah dan ibu membuatku penasaran. dan salah satunya kamar disamping kamar ayah yang selalu ayah kunci dan larang siapapun memasukinya kecuali Ibu yang harus membersihkannya " Jawab Ye Xuan Jujur.
Mendengar jawaban putranya Ye Zinxu pun menghela napas panjang dan buang dan itu dilakukan berkali kali sambil melihat putranya dan Ming Yu yang masih setia di pelukan putranya tanpa berniat melepasnya.
__ADS_1
" Hm. Iya tebakan mu benar putraku, disana adalah bukti jati diri ayah kandung adikmu yang selama ini ayah sembunyikan sebelum adikku Jian Yie, ayah dari putri kecilku atau adikmu pergi dan menghilang selama beberapa tahun ini tanpa ada kabar, apa dia masih baik baik saja atau -- " Jelas Ye Zinxu sambil menerawang ke masa lalu. setelah berhenti sejenak dan tidak menerus kan perkataannya. dipandangnya wajah putranya, setelah itu berkata " Apa kau tau putraku? Selama ini orang yang ayah ceritakan adalah paman Keduamu Jian Yie. Dia dan aku satu ibu makanya aku sangat menyayangi nya dan berharap dia kembali pada keluarga kita. tapi? Saat dia kembali mala dalam keadaan terburu buru-----??
Ye Zinxu menceritakan dari A sampai Z tentang awal mula hadirnya Ye Yuchu didalam keluarga nya dan knp alasan merahasiakannya dari semua anggota keluarga.
...* Flashback *...
16 Tahun yang lalu.
Disebuah ruangan terdapat beberapa orang dan salah satunya adalah Nyonya pemilik kediaman tersebut yang sedang berusaha berjuang untuk kelahiran anak keduanya.
Sedangkan diluar ruangan berdiri dua orang berbeda usia yang sedang menunggu dengan cemas atas perjuangan sang nyonya untuk sang buah hati.
" Ayah? Apa adikku akan lahir " Tanya Bocah dua tahun dengan polos pada pria dewasa yang dipanggil ayah tersebut.
" Iya putraku, sebentar lagi kamu akan memiliki adik. Jadi doakan semoga ibumu didalam bisa berjuang untuk kelahiran adikmu " Jelas Sang ayah pada putranya yang masih kecil dengan sabar meski dirinya mencemaskan istrinya.
" Ayah! Apa ibu akan baik baik saja " Tanya sang bocah berumur dua tahun yang melihat ayahnya berdiri dengan cemas saat mendengar suara jeritan kesakitan ibunya dari dalam.
" Ayah tidak tau sayang, semoga saja ibu dan adikmu yang akan lahir baik baik saja" Jawab sang ayah dengan nada cemas saat mendengar teriakan kesakitan dari dalam ruangan itu.
" Ceklek " Tiba tiba suara pintu terbuka dan keluar lah seorang wanita paru baya berpakaian sederhana dari dalam ruangan tersebut.
Kedua orang berbeda usia itu pun sontak saja menoleh kearah pintu dan segera menghampiri seseorang yang berdiri di depan pintu yang terbuka.
" Bagaimana keadaan istri dan anakku tabib Yi?? kenapa aku tidak mendengar suara tangis seorang bayi dari dalam " Tanyanya pada sang tabib yang telah membantu persalinan istrinya.
" Apa adikku sudah lahir " Tanya sang bocah dengan mata cerah
__ADS_1
Sang tabib yang mendapat pertanyaan itu pun ragu untuk mengatakannya, apalagi melihat mata cerah dari sang bocah berusia dua tahun tersebut.
" Tuan Ye? Sebaiknya tuan ye segera masuk dan melihat sendiri, dan biarkan tuan muda saya yang menjaganya disini. " pintah sang tabib Yi kepada seorang pria dewasa yang ternyata adalah Pemimpin Ye Zinxu dan Ye Xuan putranya.
" Apa terjadi sesuatu terhadap istri dan anak keduaku " Tanya pemimpin Ye Zinxu dengan perasaan semakin tak karuan.
" Saya tidak dapat menjelaskannya tuan Ye lebih baik tuan Ye melihatnya sendiri " Jelas Tabib Yi tak mampu untuk mengatakannya yang sebenarnya.
" Brak " Pemimpin Ye Zinxu pun segera masuk dengan tergesa gesa sehingga menghantam pintu dan meninggalkan putranya bersama sang tabib dalam keadaan bertanya tanya.
" Saya-ng...-"
Setelah tiba di dalam, pemimpin Ye Zinxu tiba tiba berhenti dan berdiri dengan keadaan membatu dihadapan seorang wanita cantik meski penampilan nya yang berantakan habis melahirkan. bukan karna penampilan wanita itu yang membuat Ye Zinxu membatu? Melainkan karna tangisan sang wanita pada sesosok bertubuh mungil yang terbungkus kain dalam keadaan tak bernyawa didalam dekapan wanita yang tak lain adalah sang istri Ming Yu.
" Hiks...hiks sayang putri ku Hiks...hiks. " Ucap Ming Yu sambil menangisi sang putri yang tak bernyawa di pangkuannya.
"...." Ye Zinxu masih terpaku Melihat keadaan istrinya menangis dan putrinya yang dia nantikan dalam keadaan tak bernyawa didekapan sang istri tercinta.
" Suamiku hiks...hiks...putri yang kita nantikan pergi " Aduh Ming Yu pada Ye Zinxu saat melihat kehadiran suaminya.
Seketika itu membuat Ye Zinxu tersadar dari rasa syoknya, saat mendengar aduan sang istri tercinta padanya. Lalu memeluknya dengan hati hati, sebab jasad bayi mungil masih berada dalam dekapan sang istri tercinta.
" ***********
Selamat hari raya Idhul fitri mohon maaf lahir dan batin.
Maaf lama gc up. Dikarenakan banyak tugas di rumah dan di pondok saat hari menjelang lebaran dan saat lebaran.
__ADS_1