Reinkarnasi Sang Penguasa

Reinkarnasi Sang Penguasa
Akhirnya Bangun


__ADS_3

"engh" lenguhan seorang gadis yang tertidur di atas jerami menandakan bahwa gadis itu terbangun dari tidur panjangnya.


"Dimana ini?" Gadis itu bertanya pada dirinya sendiri setelah bangun dan melihat keadannya yang tertidur di atas tumpukan jerami di dalam gubuk yang hampir roboh.


"pakaian apa ini? kuno sekali! dan bukankah aku sudah mati karena tembakan itu mengapa aku ada disini?"


"kau berada dalam tubuh seorang gadis di masa lalu. Namamu Xue Yuan Li. Takdir membuatmu terlempar ke dunia ini untuk membalaskan dendam"


"balas dendam ya? baik akan aku lakukan" jawab Xue Yuan Li mantap. Yuan meminta suara asing itu untuk menjelaskan tentang kehidupan dan masa lalu tubuh gadis yang ia tempati. Suara asing itu menjawab dengan jelas dan rinci.


"jadi gadis ini adalah seorang putri terbuang karena kesalahan yang tidak ia lakukan? kejam sekali"


"dunia ini menganut sistem rimba, kau harus bisa membangkitkan kultivasi dalam dirimu. Temuilah seseorang yang tinggal di ujung barat hutan ini, disana kau bisa berlatih untuk menjadi kuat" Xue Yuan Li mengangguk paham.Sekejap kemudian suara itu menghilang dan tak terdengar lagi.


Yuan Li berjalan keluar dari gubuk untuk mencari makan. Perutnya sangat lapar sekarang. Sekian lama ia berjalan akhirnya Yuan Li menemukan sebuah pohon apel yang menjulang tinggi.


"coba kita pikirkan, bagaimana caraku memanjat dengan gaun panjang seperti ini?" pikir Yuan Li dengan sedikit kesal.


Yuan Li mencoba untuk memanjat pohon apel tinggi itu dengan sedikit kesusahan karena gaunnya yang panjang.


"apakah tidak masalah jika aku merobek baju ini? tapi aku tidak punya baju lain" keluh Yuan Li ketika ia tidak dapat memanjat pohon untuk memetik apel. Dia sangat lapar sekarang.


"Hei nona!? apa yang kau lakukan disitu!?" Yuan Li menoleh ke belakang. Dapat ia lihat seorang laki-laki muda dengan hanfu hitam biru sebatas lutut dan rambut panjang yang terikat tinggi memandang dirinya dengan tatapan aneh.


"aku ingin memetik apel itu, namun baju ini sangat mengganggu pergerakanku" laki-laki tadi mendongakkan kepalanya menatap banyaknya apel yang menggantung di dahan-dahan tinggi.


"biarkan aku membantu" ucap laki-laki itu kemudian memanjat pohon memetik beberapa apel dan kembali turun.


Pria itu memberikan apelnya kepada Yuan Li dan diterima baik olehnya.


"Siapa namamu?Mengapa gadis kecil seperti mu bisa berada di tengah hutan terlarang seperti ini sendirian" Yuan Li menghabiskan apel ditangannya dan menjawab.


"Namaku Yuan Li, Aku dibuang oleh ayahku karena sebuah kesalahan yang tidak aku perbuat" jelas Yuan Li santai.


"malang sekali, lalu kau mau kemana?" Tanya Pria bernama Aling Zhu tadi.


"pergi mencari seorang guru di ujung barat hutan ini, kemudian menjadi kuat dan membalas dendam" jawab Yuan Li.


"ingin aku temani gadis kecil? kebetulan sekali orang yang kau cari itu adalah guruku. satu-satunya orang yang tinggal di ujung barat hutan ini"

__ADS_1


"itu bagus, Kalau begitu ayo"


Mereka berdua kemudian pergi menuju ke arah Barat hutan untuk bertemu dengan guru Xiao Yue.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"guru ini adalah Yuan Li, dia ingin belajar ber kultivasi"


Setelah dua hari berjalan menyusuri pepohonan, Aling dan Yuan Li sampai di tempat guru Xiao Yue.


Xiao Yue mengamati Yuan Li intens. Guru Xiao Yue melihat keanehan dalam diri Yuan Li.


"anak muda, apakah kau tidak pernah melatih tubuhmu dan meningkatkan kultivasi mu?"


Yuan Li menjawab dengan gelengan. "aku tidak sempat melakukannya. Ayahku tidak mengizinkanku untuk berlatih"


"Sayang sekali, kalau begitu disini kau harus menjadi orang yang kuat dengan kultivasi tinggi" ujar guru Xiao dan dibalas oleh anggukan semangat dari Yuan Li.


sedangkan Aling Zhu hanya menyimak pembicaraan mereka sambil menyusun kayu bakar untuk membuat api.


"Yuan'er bantu aku untuk menangkap ikan" Aling Zhu melangkahkan kakinya menuju sungai diikuti oleh Yuan Li yang berlari kecil menyusulnya.


"Hiss kau ini jangan cuma berisik! bantu aku untuk menangkapnya"


"ay ye ye, aku tidak mau nanti bajuku basah"


"oy kalau begitu bawa ini"


Xiao Yue tersenyum tipis melihat pertengkaran kecil Aling Zhu dan Yuan Li. Mata tuanya menyiratkan kebahagiaan yang tidak akan pernah ada akhirnya.


'Mereka akan menjadi penerus terkuat ku'


Hari mulai malam, setelah makan malam dengan menu ikan bakar yang dibuat oleh Aling Zhu, mereka bertiga berbincang-bincang ringan.


"Yuan'er, aku ingin bertanya sesuatu padamu"


"silahkan guru, aku akan berusaha menjawab"


"siapa namamu dan dari mana kau berasal?"

__ADS_1


"Yuan Li, dari desa bambu" Yuan Li berbohong? tentu saja tidak. Desa bambu adalah tempat dimana ibunya dilahirkan.


"Desa bambu? dimana itu?" tanya Aling Zhu heran. Dia belum pernah mendengar tentang desa bambu sebelumnya.


"sebuah desa di wilayah kekaisaran Xi" jawab Yuan Li. Dahi Guru Xiao mengernyit dalam.


"bukankah desa bambu telah lama menghilang?" tanya guru Xiao.


"yah itu benar. Namun sebenarnya hanya sebagian yang menghilang. Sisanya masih ada"


"aku pernah berkunjung ke sana beberapa saat yang lalu, dan desa itu sudah hilang tanpa sisa. Wilayah itu sudah berubah menjadi tempat para iblis tinggal"


Yuan Li hanya tersenyum tipis. "tempat itu benar-benar masih ada jika guru berani menjejaki wilayah para iblis tinggal"


"baik, kenapa ayahmu tidak mengizinkanmu berkultivasi?"


"agar aku tidak memberontak, mungkin. Guru juga bisa melihatnya bukan? dantianku disegel membuatku tidak dapat melakukan apapun"


"kenapa kau bisa disini?"


"dibuang oleh ayahku sendiri, tentu saja"


"bagaimana mungkin seorang ayah tega membuang putrinya sendiri" kini Aling Zhu yang bertanya. Walaupun Yuan Li sudah mengatakan sebelumnya, namun Aling Zhu ingin tahu apa alasannya.


"selir ayahku yang melakukannya. sepasang anak dan ibu itu tidak puas jika tidak menjadi penguasa"


Tengah malam, Guru Xiao kembali ke tempat dimana ia tinggal. Sedangkan Aling Zhu mengajak Yuan Li pergi ke gua dimana dia tinggal.


"Kau yakin aku tidur disini?"


"tentu saja. Kau tak perlu takut, ibuku mengajarkan untuk menjadi pemuda sopan dan bermartabat"


"aku percaya padamu" Yuan Li membaringkan tubuhnya di atas batu datar dan panjang yang dibentuk seperti tempat tidur. Keras memang, tapi cukup nyaman untuk beristirahat.


Aling Zhu pergi menuju bagian lain dari gua. Gua yang ditinggali oleh Aling Zhu memiliki struktur seperti bangunan pada umumnya. Memiliki sekat dibeberapa tempat.


Yuan Li mencoba untuk memejamkan matanya. Besok ia harus melakukan pelatihan pertamanya. Namun pikirannya melayang. Ia memikirkan bagaimana hidupnya akan berjalan nanti. Dunia yang asing bagi dirinya. Orang-orang yang tidak ia kenal. Yuan Li hidup disini dengan insting dan ingatan sang pemilik tubuh saja.


"aku harap ini berjalan dengan baik"

__ADS_1


tbc


__ADS_2