
Terhitung sudah satu hampir satu bulan Yuan Li duduk di bawah air terjun tujuh warna. Beberapa rintangan juga sudah Yuan Li lewati. Terlihat bibir dan wajah Yuan Li yang pucat. Tubuhnya dingin. Tapi tidak dengan jiwa nya. Yuan Li merasakan hangat di dalam jiwa nya. Ia juga merasakan energi yang cukup besar mengalir dalam tubuhnya.
Segel dantiannya berhasil dibuka setelah setengah bulan duduk di bawah air terjun tanpa beranjak. Aling Zhu memilih berlatih di pinggir sungai untuk menjaga Yuan Li. Bagaimana pun Aling Zhu sangat mengkhawatirkan kondisi Yuan Li yang sudah dia anggap adik.
"Bahkan sampai sekarang kau belum mencapai Ranah kultivasi pertama. apa guru akan membiarkanmu berhenti setelah ini?" Aling Zhu menatap sendu Yuan Li. Dirinya memiliki kultivasi yang lebih tinggi dari Yuan Li jadi ia bisa melihat tingkatan kultivasi Yuan Li.
Aling Zhu pergi dari pinggir sungai. Dia harus menemui Guru Xiao sesuai panggilannya semalam.
Sampai malam hari Aling Zhu belum juga kembali ke sungai. Dalam sunyi dan gelapnya malam, sebuah cahaya terang terbang mendekati Yuan Li. Sedetik kemudian cahaya itu masuk kedalam tubuh Yuan Li meninggalkan tanda mawar hitam di dahi Yuan Li yang perlahan menghilang seiring masuknya cahaya itu ke dalam tubuh Yuan Li.
Yuan Li tersentak. Dirinya merasa tertekan dan memuntahkan seteguk darah. Namun Yuan Li tetap bertahan pada posisinya.
'Tidak... aku harus bertahan. Demi membalaskan dendam Yuan'er dan ibunda'
Dadanya terasa panas sekarang. Rasanya seperti terbakar. Yuan Li kembali memuntahkan darah dari mulutnya.
'Guru menyuruhku untuk tidak bergerak maka aku harus tetap diam dan bertahan'
'Ayolah Yuan, kau pasti bisa'
Di dalam alam bawah sadar Yuan Li.
"Halo adik kecil, kita bertemu lagi disini?" Yuan Li yang terfokus pada hamparan mawar hitam di depannya sontak menoleh ke belakang.
Yuan Li terkejut saat melihat sosok yang ada di belakangnya. "Kau! kenapa kau ada di sini"
"tentu saja merindukan adik kecilku ini"
Yuan Li menatap sosok laki-laki dengan Jubah hitam yang menjuntai hingga menyentuh tanah itu dengan pandangan tidak dapat diartikan.
"Li Jiancheng, kenapa kau selalu ada di setiap kehidupanku. Di kehidupan sebelumnya bahkan sekarang kenapa kau ada di sini"
__ADS_1
"itu tugasku bukan? aku harus menemanimu baik dikehidupan sebelumnya, sekarang, maupun di kehidupan selanjutnya aku akan selalu ada bersama mu"
Yuan Li berbalik membelakangi sosok laki-laki bernama Li Jiancheng dan kembali menatap hamparan mawar hitam di depannya.
"Kalau begitu bukankah kau harus membantuku Cheng gege" Jiancheng mendaratkan kakinya di tanah tepat di samping Yuan Li. Dapat Jiancheng lihat seringai tipis di wajah Yuan Li.
"apapun untukmu" Jiancheng mengusap lembut kepala Yuan Li.
"Bantu aku untuk menjadi kuat dan membalaskan dendam kepada kedua manusia sialan itu" Seringai tipis itu perlahan membentuk seringai mengerikan.
Jiancheng tersenyum lembut. "aku akan membuatmu menjadi penguasa. Tapi kau harus berusaha untuk mencapainya. Aku akan membantu"
"tentu, tapi apa yang harus aku lakukan? dunia ini terlalu asing untukku"
"aih Li Jiangxi sayang, kau memiliki aku bersama mu. Kenapa harus takut,hm?"
"Li Jiancheng tidak bisakah kau tidak memanggilku dengan nama itu"
"baiklah aku paham, sekarang kau ikut aku. Ada sesuatu yang harus kau selesaikan.
...----------------...
" Gege! Kau gila!? aku tidak memiliki kemampuan apapun sekarang! Dan kau memintaku menghadapi serigala gila ini? kau ingin membunuhku?"
Yuan Li berteriak marah. Li Jiancheng menyuruhnya untuk bertarung melawan Serigala berbulu hitam dengan mata putih menyala.
"aku percaya padamu, kau bisa menghadapinya. Serigala bulan bukan tandingan berat untukmu bukan? dimasa lalu kau bahkan bisa membunuh seribu serigala bulan saat kekuatanmu disegel"
Yuan Li hanya diam menatap serigala bulan yang juga menatapnya dengan tatapan sinis. Dia adalah raja dari serigala bulan.
"habislah aku, dia sepertinya ingin balas dendam atas kematian pasukannya dulu" gumam Yuan Li. Li Jiancheng menatap keduanya dari atas.
__ADS_1
Serigala bulan mengubah bentuknya menjadi manusia. Ia kemudian mendongak menatap Jiancheng.
"Kenapa kau membawa anak kecil ini kepadaku? kau ingin aku memakannya?"
"Yuanfeng kau lupa dengan gadis itu?" tanya Jiancheng.
"tidak aku tidak lupa, dia adalah gadis yang membunuh semua pasukan serigala bulanku" Jawab Yuanfeng sambil melirik sinis ke arah Yuan Li.
"meski dalam tubuh yang berbeda, aku tidak pernah lupa dengan aura jiwanya"
"paman Yuanfeng, apa kau akan membunuhku?" tanya Yuan Li ragu, karena ia yakin tidak akan bisa melawan Yuanfeng dengan tubuh Yuan Li yang lemah.
"tidak ada gunanya, itu terjadi di masa lalu untuk apa aku membalas sekarang? seribu serigala itu telah melaksanakan tugasnya dengan tanggung jawab" Jawab Yuanfeng. "kau hanya perlu menjadi kuat kembali, karena kau harus bertarung dengan ku nanti. Aku tidak ingin melawan bocah lemah." lanjutnya.
"Kalau begitu bisakah paman beri aku Daun Yin dan sedikit kekuatanmu? aku harus membuat gadis ini kuat dengan cepat"
"ambil sendiri"
Yuan Li tersenyum lebar. Ia berlari senang ke arah hamparan daun Yin. Jiancheng menggelengkan kepalanya pelan. Ia mendaratkan kakinya di samping Yuanfeng yang sedang menatap Yuan Li yang berlarian di antara hamparan daun Yin.
"kenapa kau tidak ingin melawan Jiangxi"
"kenapa aku harus? aku tidak ingin aku yang terbunuh jika sampai dia terluka"
Jiancheng hanya terkekeh mendengar jawaban Yuanfeng. Matanya memperhatikan setiap langkah Yuan Li.
"Dia bahkan tidak menyadari keadaannya sekarang. Apa tubuhnya selemah itu?" Ujar Yuanfeng memandang Yuan Li. "Jiancheng, kau harus menekannya agar tidak diketahui siapapun. akan mencurigakan jika semua orang tau keadaannya"
Jiancheng mengangguk pelan, "aku tahu"
tbc
__ADS_1