
Setelah selesai melakukan latih tanding Lin Feng kembali ke kediaman nya dan langsung membersihkan dirinya,setelah hampir sepuluh menit Lin Feng telah selesai mandi ia pun lalu duduk di tempat yang biasa ia bermeditasi
" lebih baik aku bermeditasi, sambil menunggu apakah ada pergerakan dari orang orang tetua Lin Gang " ucap Lin Feng memejamkan matanya
karena tidak ada yang bisa ia lakukan maka lebih baik ia bermeditasi sambil melakukannya kultivasi sambil menunggu sampai ia dapat menerobos ke ranah surga
...
sementara itu ditempat lain saat ini Tetua Lin Gang saat ini sedang berada di suatu tempat.
" apa kau sudah siap " ucap Tetua Lin Gang pada seseorang yang berada di hadapan nya
" saya sudah siap tetua " ucap pria yang menggunakan pakaian hitam dan wajahnya di tutup
" bagus pastikan bahwa Lin Feng kali ini mati,kalau begitu pergi lah " ucap tetua Lin Gang
" baik " pria itu kemudian menghilang di hadapan Lin Gang
wush..
" jika kali ini Lin Feng mati, maka aku tinggal menjalankan rencana selanjutnya " ucap tetua Lin Gang kemudian pergi dari tempat itu
...
kediaman Lin Feng
Lin Feng yang sedang bermeditasi membuka mata saat merasakan ada seseorang yang memasuki kawasan kediamannya.
" hm satu orang ranah surga bintang 2 " ucap pelan Lin Feng
Lin Feng telah memasang array di kawasan kediamannya sehingga ia dapat mengetahui bahwa ada seseorang yang masuk kedalam kediamannya, array Lin Feng tidak dapat dirasakan oleh seseorang dari luar.
dan benar saja seseorang yang memasuki kediamannya sudah berada di halaman depan kediamannya.
Lin Feng pun bangun dan keluar untuk menyapa orang itu.
" akhirnya datang " ucap Lin Feng sambil membuka pintu
pria berbaju hitam itu sedikit terkejut bahwa Lin Feng mengetahui bahwa ia datang
" oh sepertinya kau tau aku akan datang,kali ini aku datang untuk memastikan bahwa kau akan mati malam ini " ucap pria berbaju hitam langsung bergerak dengan cepat sambil mengeluarkan sebuah pedang
Wush....
Lin Feng yang melihat itu juga bergerak dengan cepat
__ADS_1
Wush....
Trang.... Trang....
Lin Feng dan pria itu saling beradu pedang
" haha percuma saja kau melawan kau bukan tandingan ku " ucap pria itu kemudian mengeluarkan aura surga bintang 2
wush...
" seperti kali ini harus menggunakan sedikit usaha untuk mengalahkan nya " batin Lin Feng lalu ia mengeluarkan seluruh kekuatan langit bintang 9
Swushhh....
" k.. kau ranah langit bintang 9 bagaimana mungkin " pria itu tidak percaya bahwa kekuatan Lin Feng kembali
" apa kau pikir dapat dengan mudah menghilang kan kekuatan,waktu itu aku hanya lengah saja tapi di kesempatan kali tidak " ucap Lin Feng
" haha bodoh meskipun kekuatan mu kembali kau tetap bukan tandingan ku bocah " ucap pria itu dengan sombong lalu ia mengayunkan pedang nya
" matilah kau "
Wushh... wush....
Wush... Boom... Boom
Serangan Lin Feng dan orang itu saling beradu dan menciptakan ledakan, keduanya tidak berhenti disana keduanya kembali bergerak dengan cepat
trang.... trang.... bugh.... Boom..
pertempuran antara Lin Feng dan pria itu tidak terdengar sampai keluar karena adanya array milik Lin Feng
Pria itu terus menerus mengeluarkan serangannya tanpa henti begitu pun dengan Lin Feng yang terus mengeluarkan serangannya
" aku tidak bisa terus begini, aku harus segera menundukkan nya " batin Lin Feng
meski perbedaan kekuatan antara Lin Feng dan pria itu tidak terlalu jauh tapi karena berada di level yang berada, membuat nya sedikit kesulitan
Boom.... Boom.. Boom..
" hahaha Lin Feng percuma saja kau melawan kau tidak akan bisa mengalahkan ku " ucap pria itu sambil tertawa
" benarkah ? sepertinya kau terlalu cepat menyimpulkan " ucap Lin Feng tersenyum misterius
pria itu mengerutkan kening nya saat melihat Lin Feng, hingga tiba-tiba ia merasakan sebuah tekanan yang kuat sehingga membuat nya tidak bisa bergerak
__ADS_1
bruk...
" takan " ucap Lin Feng
" ini apa yang kau lakukan pada ku !!!" teriak pria itu
" hahah apakah kau lupa ini dimana ? seluruh kediaman ku telah dipasangi oleh array dengan kata lain kau sedang berada di wilayah kekuasaan ku " ucap Lin Feng
Wajah pria itu menjadi jelek, ia tidak pernah merasa ada sebuah array di tempat Lin Feng.
" percuma saja, seberapa kuat usaha mu kau tidak akan bisa berbuat apa-apa " ucap Lin Feng berjalan perlahan mendekati pria itu yang sudah berlutut Ia kemudian mengeluarkan api milik nya
punggung pria itu menjadi dingin saat melihat api yang ada ditangan Lin Feng ia dapat merasakan bahwa api itu sangat tidak baik.
" sial seperti nya aku salah perhitungan kali ini " batin pria itu dengan kesal
" selesai sudah,sekarang aku akan memberikan mu pilihan pertama kau harus membuka mulut siapa yang menyuruh mu atau kau mati di tempat ini " ucap Lin feng
" cuih jangan harap ! " ucap pria itu meludah
Wajah Lin Feng menjadi dingin " kau tidak memberi ku pilihan " ucap Lin Feng kemudian ia memasukkan api Ilahi nya kedalam tubuh pria itu
pria itu yang melihat api putih masuk kedalam tubuh nya tidak merasa kan apa pun
" haha Lin Feng apakah kau mencoba membunuh dengan api yang tidak pana- .... arghhharghhh " pria itu berteriak kesakitan yang amat sakit merasa jiwa nya terbakar
" api itu akan terus membakar jiwa hingga tak tersisa " ucap Lin Feng
pria itu berguling guling ditanah sambil terus berteriak kesakitan
" arghhh... panas..... arghhh....ampuni aku " teriak pria itu
hal yang dilakukan oleh Lin Feng ini bisa di anggap sangat kejam karena menyiksa jiwa lebih mengerikan dari pada tubuh kerena jika jiwa telah terluka akan sangat lama penyembuhan nya
" karena kau sangat kesakitan maka akan ku ampuni " Lin Feng kemudian menarik kembali api milik nya
" tuan muda tolong ampuni saya, saya akan membuka mulut tapi tolong ampuni saya " pria itu berlutut dihadapan Lin Feng dengan ketakutan baru kali ini ia merasakan panas yang sangat mengerikan
" baik lah aku akan mengampuni mu jika kau mau membuka mulut dihadapan banyak orang dengan begitu aku akan melepas kan mu " ucap Lin Feng berencana membuat pria itu membuka mulut di hadapan para anggota klan untuk membongkar kebusukan Tetua Lin Gang
" b... baik tuan muda saya akan berbicara " pria itu berbicara dengan gemetar
......................
Bersambung...
__ADS_1