Reinkarnasi Sang Penguasa

Reinkarnasi Sang Penguasa
Nona muda Zhang & Masalah Pertama


__ADS_3

Jiancheng berjalan tergesa-gesa saat merasa bahwa wanita yang membicarakan dirinya dan Yuanfeng mendekat. Sedangkan Yuanfeng dan Yuan Li menahan tawanya di belakang.


"Lihatlah dia masih sama seperti dulu"


Jiancheng berdecak mendengar penuturan Yuanfeng. Ia menyesal memilih tempat duduk di ujung, itu begitu jauh dari pintu keluar.


"Salam Tuan Muda, perkenalkan namaku Zhang Yiling"


'sial'


"ah salam kepada nona Zhang. Ada yang bisa saya bantu?"


Jiancheng memasang muka sebaik mungkin di depan nona muda Zhang. Ia tidak mungkin menyinggung nona muda di depannya. Karena menurut nya, menyinggung nona muda ini sama dengan mencari masalah dengan Kekaisaran Jiang dan juga keluarga dari si nona muda.


"kenapa tuan buru-buru sekali? Siapakah nama tuan? bagaimana kalau kita minum teh terlebih dahulu" tanya Zhang Yiling beruntut.


"terimakasih atas tawaran nona muda, saya beruntung mendapatkannya. Hanya saja saat ini saya sedang sedikit terburu-buru mungkin lain kali saja"


"ah sayang sekali" desah Zhang Yiling kecewa. Tak jauh berbeda dengan Jiancheng, Yuanfeng juga di hadang oleh beberapa gadis, membuat Yuan Li mendengus kesal dan berjalan keluar restoran. Ia sedikit beruntung karena tidak ada yang menghadangnya.


"sial, apa-apaan para ulat bulu kegatelan itu. Beraninya membuatku sendirian seperti ini"


Yuan Li berdiri dengan tangan dilipat di depan dada, dan juga bibirnya yang mengerucut. Tapi tak berlangsung lama, setelah ia melihat suatu hal yang membuat wajahnya seketika menggelap.


Saat Yuan Li ingin beranjak, ia tersadar bahwa ia tidak dapat melakukan hal itu sendirian. Mau tak mau Yuan Li kembali masuk ke dalam restoran untuk membawa Jiancheng dan Yuanfeng pergi.


"maafkan aku karena mengganggu pembicaraan kalian Nona Zhang, tapi ada satu hal yang ingin aku sampaikan kepada Tuan muda ini" Zhang Yiling memandang Yuan Li tak suka. Namun dia segera mempersilahkan Yuan Li untuk berbicara.


"Gege, ini adalah pertanda buruk. Kita harus segera pergi dari sini" Jiancheng mengerutkan dahinya tak mengerti.


"kita harus segera pergi Gege, mereka ada di sini. Kita tak bisa membiarkannya begitu saja!"


Wajah Jiancheng langsung menampilkan raut terkejut, begitu pula dengan Yuanfeng yang mendengar semuanya. Dengan segera mereka bergegas pergi.


"maaf nona Zhang. ada hal yang sangat penting untuk saya urus. Jadi saya harus pergi sekarang juga"


Mereka melesat meninggalkan Restoran ke arah yang Yuan Li katakan. Mereka mengikuti jejak aura dari hal yang Yuan Li temukan. Langkah mereka berhenti di sebuah Gerbang desa.


'DESA AWAN'


"Ku rasa mereka ada di sini" Mereka bertiga melangkah masuk ke dalam desa. Baru beberapa langkah mereka bertiga berhenti karena sebuah teriakan minta tolong.


Dapat mereka bertiga lihat, dua orang paruh baya berbeda kelamin sedang berusaha melawan sosok berjubah hitam yang membawa seorang gadis.


Jubah hitam itu memiliki gambar kalajengking berwarna merah. Itu menunjukkan bahwa mereka berasal dari sebuah sekte ataupun aliansi.


Dengan segera, Yuan Li mengambil belati di balik jubahnya lalu melemparnya pada sosok berjubah itu.

__ADS_1


**jleb


akhh**


"Sialan, siapa yang berani menyerangku!"


mendengar teriakkan sosok berjubah itu, kedua paruh baya yang tak lain adalah orang tua dari gadis yang dibawa oleh sosok berjubah ketakutan.


"aku yang melakukannya"


Sosok berjubah mengalihkan pandangannya ke arah Yuan Li yang berdiri di belakangnya. Yuan Li sendirian. Jiancheng dan Yuanfeng pergi untuk mencari pelaku yang lain. Mereka bertiga berpecah untuk menyelamatkan para warga.


"Beraninya kau bocah kecil"


Yuan Li tersenyum remeh di balik jubah biru langitnya. Wajahnya yang tertutup setengah menampilkan seringai tajam nan menakutkan


"AKU AKAN MEMBUNUHMU GADIS SIALAN" pria berjubah tadi dengan segera menyerang Yuan Li secara brutal. Namun dengan mudah Yuan Li menghindari setiap serangan dan membalas jika ada celah.


Setiap balasan yang diberikan oleh Yuan Li memberikan pukulan telak pada sosok berjubah itu membuat tumbang dan tak mampu melawan.


"aku tak menyangka aliansi busuk itu kembali berbuat ulah. Apakah kalian menculik para gadis untuk tumbal!? ck! kalian memang tidak bermoral"


Srash


Satu tebasan dari Yuan Li membuat kepala pria itu terpisah dari badannya. Kedua paruh baya yang sudah bersama dengan putrinya mendadak gemetaran saat melihat Yuan Li mendekat ke arah mereka.


"tidak perlu takut, paman bibi. Aku tidak akqn menyakiti kalian. Aku hanya ingin bertanya beberapa hal saja". Kedua pasangan itu mengangguk.


"nona dapat memanggil saya Deyu dan ini istri saya Bei"


"baiklah paman Yu, apa yang orang-orang berjubah itu lakukan disini? siapa mereka"


"mereka adalah orang-orang dari Aliansi Kalajengking Merah nona. Mereka datang ke sini menculik anak-anak gadis kami"


"sejak kapan mereka datang ke sini?"


"ini adalah kali ke lima mereka datang. Kami tidak bisa melawan mereka karena mereka sangat kuat. Banyak dari kami yang kehilangan anak gadisnya."


"apakah paman tau apa yang mereka lakukan terhadap para gadis yang berhasil di culik?"


"satu-satunya yang dapat kami simpulkan adalah tumbal untuk raja iblis"


"raja iblis?"


"betul nona, menurut informasi yang kami dapatkan dari para leluhur kami, raja iblis telah lama disegel oleh seorang master ratusan tahun lalu saat terjadi inflasi iblis"


"ya nona, mungkin mereka ingin membebaskan raja iblis itu"

__ADS_1


Yuan Li terdiam. Tepat seperti dugaannya. Inflasi iblis yang terjadi ratusan tahun lalu mengorbankan hidup seorang master kultivator yang sangat dihormati. Master itu mengorbankan hidupnya untuk menyegel raja iblis pada sebuah giok hitam. Giok itu juga sudah lama menghilang, namun sepertinya mereka sudah menemukannya kembali.


"Yuan'er bagaimana?" Yuan Li menoleh ke belakang. Disana sudah berdiri sosok Jiancheng dan Yuanfeng.


Yuan Li mengangguk, "sesuai dengan perkiraan kita Gege, mereka telah menemukan batu giok itu dan berusaha membebaskan raja iblis dengan menumbalkan para gadis"


"Sepertinya itu belum lama, masih ada banyak waktu untuk menangani hal ini" Yuan Li mengangguk paham.


"paman dan bibi tidak perlu khawatir, kami akan menyelematkan para gadis yang telah di culik. beri tahu para warga agar tidak merasa cemas" Deyu dan istrinya mengangguk paham


"terimakasih nona telah menyelamatkan putri kami"


.


.


.


.


.


.


"ini adalah misi pertama kita, membantai habis aliansi Kalajengking Merah di kekaisaran Jiang"


"aku rasa mereka tidak hanya ada di kekaisaran Jiang"


"aku tau itu"


"tapi aku penasaran apakah markas mereka masih ada berada di gunung itu ataukah tidak. Jika iya, maka itu akan sedikit mudah jika tidak kita harus menambah waktu untuk mencari markas utama mereka"


.


.


.


....


.


.


.


tbc

__ADS_1


__ADS_2