Reinkarnasi Sang Penguasa

Reinkarnasi Sang Penguasa
Keluar dari Hutan


__ADS_3

"Guru apa yang terjadi?" Aling Zhu bertanya dengan khawatir. Saat kembali ke air terjun bersama Guru Xiao, mereka menemukan Yuan Li yang tergeletak tak sadarkan diri, masih dalam posisi yang sama di bawah air terjun.


Aling Zhu membawa kembali Yuan Li ke gua tempat mereka tinggal. Guru Xiao yang masih bersama dengan Aling Zhu memeriksa keadaan Yuan Li.


"Aku tidak tau, tapi yang pasti sesuatu terjadi pada jiwanya" Aling Zhu seketika lemas mendengar penuturan dari Guru Xiao Yue.


...----------------...


"Jiangxi..."


"Namaku sekarang adalah Yuan Li. Paman Yuanfeng harus memanggilku dengan nama itu"


"Ya terserah kau saja. Cepatlah kemari" Yuan Li menurut. Ia mendekat ke arah Yuanfeng dan duduk di sebelahnya. Yuan Li memperhatikan Yuanfeng yang sedang mengiris jarinya sendiri dengan cermat.


"Buka mulutmu" Yuan Li bingung namun tetap menjalankan apa yang Yuanfeng perintahkan.


Saat Yuan Li membuka mulutnya, Yuanfeng dengan segera memasukkan jari yang sudah dilukai nya dan mengeluarkan darah itu ke dalam mulut Yuan Li.


"hisap"


Yuan Li mengangguk dan mulai menghisap darah yang keluar dari jari Yuanfeng. Semakin lama hisapan Yuan Li semakin kuat. Yuan Li merasakan energi kuat mengalir dalam tubuhnya.


"Jiancheng kau bisa melakukannya sekarang"


Dari arah belakang Jiancheng mengarahkan kemampuannya untuk menekan energi yang meledak di dalam tubuh Yuan Li.


"Cahaya tak akan mampu untuk menahannya. Kau harus menggunakan sedikit energi kegelapan yang kau miliki"


"apakah itu akan baik-baik saja? aku khawatir itu akan menjadi masalah nanti" Yuanfeng menggeleng pelan. Melihat raut wajah Yuanfeng yang begitu yakin, Jiancheng melakukan apa yang Yuanfeng perintahkan.


Disamping itu....


"Guru kapan Yuan'er akan sadar?" Xiao Yue melangkah mendekati Aling Zhu yang duduk di dekat Yuan Li.


"Ling'er lihatlah ke arah adikmu itu" Aling Zhu mengikuti arah yang ditunjukkan oleh Guru Xiao Yue.


"Energi besar mengelilingi tubuh Yuan'er. Sesuatu mungkin sedang terjadi di alam bawah sadarnya. Tapi dari energi itu, dapat dipastikan bahwa Yuan'er baik-baik saja"


Memang benar, sedari tadi cahaya putih beberapa kali memancar dari tubuh Yuan Li. Energi besar dapat mereka rasakan mengelilingi tubuh gadis yang tertidur di atas batu goa.


"Bahkan Yuan'er dapat mencapai ranah kultivasi pertama dalam ketidaksadarannya"


Aling Zhu menatap Yuan Li. Apa yang dikatakan guru Xiao memang benar adanya. Kultivasi yang semula belum terbentuk kini sudah mencapai Ranah pertama, bahkan sudah mencapai tingkat akhir. Kultivasi tahap Bumi akhir.


"mungkin dia akan melampauimu nanti"


Ya, Yuan Li berkultivasi dengan cepat. Bahkan dirinya memerlukan waktu yang cukup lama untuk mencapai Ranah Bumi tingkat akhir. Namun dengan mudahnya, Yuan Li dapat mencapai tingkatan itu dalam waktu kurang dari satu hari bahkan dalam ketidaksadarannya.


...----------------...


Dua hari berlalu. Yuan Li sudah sadarkan diri. Guru Xiao Yue meneruskan pelatihan untuk Yuan Li. Dalam kultivasi tingkat pertamanya, Yuan Li harus belajar mengendalikan mana dan energi Qi yang ada dalam dirinya. Dan juga, Yuan Li harus belajar bagaimana cara menggunakan energi dan juga elemen yang dimilikinya.

__ADS_1


Aling Zhu sedang kembali ke kekaisaran. Ayahnya memanggilnya untuk pulang.


Aling Zhu adalah pemuda dari klan Zhu yang ada di kekaisaran Jiang. Ayahnya adalah tetua ketiga Klan Zhu. Aling Zhu senang mengembara, oleh karena itu ia berguru pada Xiao Yue.


"Yuan'er" Yuan Li menoleh ke belakang. Disana Xiao Yue berdiri dengan satu tumpukan buku di kedua tangannya.


"pelajari buku-buku ini dengan baik. Aku harus kembali ke sekte teratai putih. Kau boleh kembali atau tetap disini. Namun saat aku memanggilmu untuk bertemu suatu saat nanti, kau harus sudah menguasai setidaknya beberapa materi dari setiap buku" Yuan Li mengangguk mengiyakan. Setelah berbincang sesaat, Xiao Yue pergi untuk kembali ke Sekte Teratai putih.


Yuan Li memasukkan semua bukunya ke dalam kalung dimensi yang entah sejak kapan sudah ada di lehernya. Yuan Li berjalan untuk keluar dari hutan. Dibelakangnya ada Jiancheng dan Yuanfeng yang mengikutinya.


Disepanjang perjalanan tak ada satu pun hewan yang mendekati mereka. Aura kegelapan yang keluar dari Yuanfeng membuat mereka tidak berani mendekat


"kemana kita akan pergi?"


"tentu saja keluar dari hutan ini, dan berbaur dengan masyarakat"


"Kekaisaran mana yang paling dekat dengan hutan ini?"


"Semalam perjalanan kita akan sampai di kekaisaran Jiang"


"bagaimana dengan misi kita, Yuan'er"


"aku perlu menggali informasi yg terlebih dahulu. Kita selesaikan itu nanti"


Mereka bertiga terus berjalan ke arah Utara menuju kekaisaran Jiang. Selama seharian penuh berjalan tanpa henti, akhirnya mereka bertiga sampai di perbatasan.


"Kami pengembara dari dalam hutan dan kami tidak memiliki token identitas"


"Tidak bisakah kita menggunakan token kita?" Tanya Yuanfeng pada Yuan Li.


"Jangan bodoh, token itu milik klan dunia atas"


"Tunggu sebentar, kalian dari dunia atas?" tanya penjaga gerbang.


"kalau begitu kalian diizinkan untuk masuk"


Mereka bertiga saling berpandangan saat penjaga itu mengizinkan mereka masuk hanya karena mendengar tentang dunia atas.


"terima kasih"


...----------------...


"Cheng Gege aku lapar" Jiancheng menoleh ke arah Yuan Li yang berada di punggung Yuanfeng.


"Berhenti bergerak Yuan" Yuan Li langsung berhenti bergerak dan meminta maaf pada Yuanfeng.


"Kau ingin makan apa? sepertinya sebentar lagi kita akan sampai pasar" Tanya Jiancheng pada Yuan Li.


"Daging asap, bagaimana dengan itu paman Yuanfeng?"


"terserah kau gadis kecil"

__ADS_1


Jiancheng mengangguk. Mereka meneruskan perjalanan mereka.


Memasuki pasar, mereka bertiga hampir menjadi pusat perhatian. Terlihat seperti dua kakak laki-laki yang sedang menjaga adik perempuannya.


"Paman aku ingin turun"


"Tidak! Kau akan hilang bahkan mungkin kau akan terinjak-injak oleh orang-orang dewasa itu"


"aku sudah besar dan aku bisa jalan sendiri"


"Yuanfeng turunkan Yuan Li"


"Baiklah, silahkan tuan putri"


Yuan Li berjalan tegap sambil mengedarkan pandangannya ke penjuru pasar. Yuanfeng dan Jiancheng menjaganya dari belakang sambil terus waspada terhadap sekitar.


Yuanfeng bahkan mengeluarkan 1% auranya untuk melindungi mereka dari bahaya.


Mereka bertiga memasuki sebuah restoran bernama 'Restorsn Seribu Bulan'. Mereka mengambil tempat duduk paling ujung. Sejak mereka masuk, banyak mata yang melihat ke arah mereka. Tak terkecuali para gadis yang memekik pelan saat melihat melihat Jiancheng dan juga Yuanfeng.


Walaupun saat ini Jiancheng dan Yuanfeng memakai topeng untuk menutupi wajah mereka, itu tidak dapat mengurangi kadar ketampanannya.


Yuanfeng tidak tua, dia memiliki umur yang hampir sama dengan Jiancheng. Namun karena Yuan Li lebih senang memanggilnya paman dia juga tidak masalah.


"*lihat tuan muda yang di ujung sana, mereka sangat tampan"


"Ya kau benar nona Zhang, mereka berdua sangat tampan"


"kalau begitu bukankah sebaiknya kau mendekatinya nona. Aku yakin mereka akan terpikat denganmu"


"oho! ide yang bagus. aku tak peduli jika mereka berasal dari kalangan bawah. Karena mereka sangatlah tampan"


"sepertinya kau salah nona, melihat dari jubah yang mereka pakai, itu adalah kain berkualitas tinggi. Dan juga aura mereka, mereka pasti kultivator terhormat"


"kau benar Nona Du*"


Bisikan itu terdengar sampai ke telinga mereka bertiga, membuat Jiancheng berdecak tak suka.


"cepat habiskan makan kalian lalu pergi dari sini. Aku tak mau mereka mendekat"


"oh Gege, bukankah itu bagus. Dengan begitu aku akan memiliki ipar"


"Dia tak cukup baik untukmu, Yuan. Gegemu pasti tidak mau"


"eh yang menikah kan Gege, kenapa harus cukup baik untukku"


"Dia hanya tak ingin kau terluka. Dan juga wanita itu sama sekali bukan tipenya"


"Diam sialan, cepat habiskan lalu pergi"


Yuanfeng dan Yuan Li segera menghabiskan makanan mereka. Setelah itu mereka segera pergi, tak lupa Jiancheng meletakkan beberapa koin emas di atas meja sebagai bayaran.

__ADS_1


"salam tuan muda, perkenalkan namaku adalah Zhang Yiling"


__ADS_2