Relationship Story

Relationship Story
Menjadi kakak yang baik


__ADS_3

Dalam sebuah hubungan apa pun, tidak akan berjalan baik-baik saja, bahkan saudara kembar sekalipun pasti mengalami konflik dalam hubungan keduanya.


Menjadi seorang kakak tedkadang menyenangkan, tapi terkadang membuat kita harus bisa bersikap tegas menghadapai adik kita.


Sebisa mungkin tidak menunjukan kesalahan yang kita buat, karena adik akan meniru kita sebagai kakak kita harus bisa menjadi panutan, menasehati, menjaga, melindungi, bahkan mendukung.


KIM JISOO POV


Hari ini aku tak bisa lagi menahannya lagi setelah beberapa tahun belakangan ini, aku mencoba menjadi seorang kakak yang baik tuk adiknya, tetap mendukung meski itu salah, bukan aku membenarkan tindakannya, hanya saja ini mengenai hati, aku harus bisa memcari waktu dan tempat yang tepat.


Perkataan Somi membuatku bertanya-tanya, aku terlihat bodoh?, somi tidak cukup pintar membohongi ku. Aku tau betul bagaimana keadaan Lim, memang benar jennie salah dalam hal ini, ia menjalin hubungan ketika ia masih berstatus kekasihnya Lim, aku tidak pernah membela jennie, meski jennie adalah adik sepupu ku, namun bukan berarti aku membelanya.


Aku mendukungnya karena hanya aku satu-satunya orang yang dapat dipercaya jennie, dan hanya aku satu-satunya yang harus tetap berada disisi jennie, namun aku pun tak menerima sahabat ku lim disakiti, disini aku hanya mengawasi jennie, ditambah cuwy yang meminta ku tuk tetap bersama jennie apa pun yang terjadi.


Karena ketika acara pertunangan jennie dan sehun, cuwy memgatakan kepada ku untuk tetap bersama jennie, aku hanya meng iyakannya saja karena sejak Rose menghubungi tentang keadaan lim, membuat ku merasa bersalah.


Sejak 2 bulan lalu aku rose, dan cuwy sepakat untuk membawa lim kembali ke korea, karena disini lah hidupnya, disinilah sahabatnya,aku dan rose sudah merencanakannya jauh-jauh hari,aku mencoba mengusulkan kepada rose tuk membawa lim dengan cara membuka usaha untuk lin di korea dan aku meminta tuan lee membantu ku, tuan Lee adalah salah satu investor di YGE, dan aku yang meminta bantuannya tuk menemui lim, karena aku mendengar cerita tentang keinginan lim dari rose.


Jika benar cuwy memang akan mengejar cintanya kepada Lim, itu artinya jennie akan menyesal telah mengkhianati Lim, aku tau jennie masih memeiliki perasaan terhadap lim, namun karena mulut laki-laki sialan itu jennie menjadi sangat keras kepala.


Flash Back on


Diapartment cuwy


" Cuwy, kau sudah mengetahui?jika jennie mengkhianati lim? " tanya ku to the point.


" ya aku tahu, Somi yang mengatakannya, aku tak percaya dengan apa yang aku dengar, tapi jika memang itu benar terjadi aku akan menghajar jennie". Ucap cuwy berkata datar dengan tatapan kosong.


" Bukan aku membela jennie, tapi kau perlu tau cerita sebenarnya". Aku pun menceritakan semuanya dari awal jennie bertemu sehun.


" lalu apa yang harus kita lakukan?". Tanya somi menatap ku serius.


" Aku tak tau dimana lim sekarang, dan aku tak tau lagi apa yang harus aku lakukan sekarang, yang kita perlu lakukan adalah mencari lim terlebih dahulu, baru kita fikirkan tindakan selanjutnya." Ucap ku dengan perasaan campur aduk.


" Aku akan mencoba menghubungi Rose, karena aku dengar dari Somi Lim berada di london, satu-satunya harapan kita adalah Rose.". Ucap cuwy.Saat aku memasuki rumah, pemandangan yang membuat ku ingin muntah rasanya, melihat jennie dan sehun sedang bercumbu, aku benar-benar bingung dengan sikap jennie, selalu berubah-ubah.


" Ehem..." aku berdehem tuk menyadarkan mereka berdua akan kedatangan ku.


" Oh, hai unnie, kapan kau datang?kemaŕilah" ucap jennie biasa saja seperti tidak ada yang terjadi.


" cukup membuat mata ku kotor" ucapku menyindir, sedang sehun merasa tak tau malu.


"Maaf unnie aku benar-benar tak tau kalau kau sudah datang". Ucap jennie tak enak hati.


" ya sudah, jadi, ada apa kau memanggilku?". Ucap ku pada jennie sekedar basa basi didepan sehun, sambil mendudukan diri di sofa.


" Aku ingin meminta tolong pada unnie untuk membantu ku memepersiapkan pernikahan kami". Ucap jennie yang duduk dihadapan ku bersama sehun.


" inikan pernikahan kalian ber2 kenapa bukan kalian yang mengurusi?". Tanya ku heran menatap keduanya dengan bingung.


" ahmm, sehun tidak bisa sepenuhnya mempersiapkannya unnie, karena ia sibuk, bulan depan ia akan pergi ke amerika untuk mengurus cabang barunya di sana selama 3 bulan, pernikahan kami 6 bulan lagi". Ucap jennie menjelaskan.


" owh begitu, baiklah, dan kau sehun jaga kesehatan mu, dan semoga usaha mu berjalan lancar". Ucap ku padanya sekedar basa basi.


" thank you unnie". Ucap jennie dan bangkit menghampiri ku lalu memeluk ku.


Aku pun membalas pelukannya, dan berbisik kepadanya. Cuwy sudah memiliki kekasih, dan rose akan bertunangan akhir bulan depan.


Jennie pun terkejut mendengar perkataan ku.


" jinja? Cuwy sudah memiliki kekasih?wahh aku ikut bahagia, aku sudah diberi kabar oleh rose tentang pertunangannya". Ucap jennie.


Bahagia kau bilang? Tunggu saja sampai kau lihat dan bertemu kekasihnya cuwy, aku yakin kau akan menangis. Ucap ku dalam hati sambil tersenyum palsu didepan mereka ber2.


" well, jadi sudah tidak ada lagi yang dibicarakan aku akan kembali pulang kerumah". Ucap ku sambil beranjak dari sofa.


" ah , aku ikut unnie, ada beberapa hal yang ingin ku jelaskan". Ucapnya pada ku.


Aku pun menaikan ke 2 alis ku, merasa heran, " Lalu sehun?". Tanya ku heran.


" Aku masih ada pekerjaan unnie, dan harus kembali kekantor.". Ucap sehun menjelaskan pada ku.


" oke baiklah, ayoo". Ajak ku pada jennie.


Jennie pun beranjak " tunggu unnie aku ambil tas ku dulu. Jennie bergegas kekamarnya mengambil tasnya.

__ADS_1


" sehun, aku harap kau tak pernah membuat kesalahan". Ucap ku pada sehun, namun sehun menjawab dengan gugup.


" Ah..mmm... tenang saja unnie aku akan selalu berusaha membahagiakan jennie". Ucapnya.


Aku pun tersenyum menanggapinya." Kesalahan yang akan kau sesali sehun, karena telah berani bermain-main dengan Kim. Inner jisso.


Aku lun melihat jennie turun dari tangga. Dan kembali melihat kemesrann mereka berdua, sungguh ingin sekali aku menghajar laki-laki ******** ini.


Setelahnya aku dan jennie keluar rumah dengan sehun, sehun yang masuk kedalam mobilnya sedang aku dan jennie memasuki mobil ku.


Aku pun melajukan mobil ku ke apartment ku. Didalam perjalanan aku dan jennie tak berbicara, aku memikirkan apa yang akan aku bicarakan dengan jennie nanti tentang LIM.


Setelah 30 menit akhirnya aku pun sampai di apartment ku.


Aku pun segera masuk kekamar untuk membersihkan diri ku, sedang jennie duduk disofa menonton televisi. Setelah selesai membersihkan diri aku kedapur mengambil minuman dan beberapa cemilan untuk aku dan jennie.


Dan disini lah kami sekarang duduk santai didepan tv.


" jennie ada yang ingin aku ceritakan tentang Lim". Ucap ku dengan hati-hati.


" Aku tak mau mendengar tentangnya lagi unnie, jika kau ingin membahasnya sebaiknya aku pulang". Ucap jennie yang akan berdiri namun aku segera menahan tangannya dan menariknya untuk duduk lagi.


" Kali ini kau harus mendengarnya, agar kau siap ketika bertemu dengannya lagi". Ucap ku lagi masih memegangi tangannya, jennie pun hanya menatap tajam pada ku karena ia mulai kesal dan marah dengan pembicaraan ini.


" kau akan memyesal jennie, jika kau tau, lim su-dah me-mi-li-ki ke-ka-sih". Ucap ku menekan setiap kata yang keluar.


" aku tidak perduli". Ucapnya acuh dan membuang pandangannya ke tv.


" kekasih lim adalah cuwy". Ucap ku cepat sambil melepas gengaman tangan ku pada jennie.


Seketika pun jennie menatap ku.


" Lim dan cuwy sudah berpacaran selama 2 tahun". Ucap ku lagi, aku dapat melihat wajah terkejutnya jennie. Ayolah jenn, jangan keras kepala, tunjukan kau masih mencintai Lim, lim yang terbaik. Ucap ku dalam hati menunggu jawaban dari jennie.


" banyak hal yang kau lewatkan bahkan banyak hal yang kau tak tau, kau akan menyesal jennie kim, aku sudah memperingati mu dari awal." Ucap ku menatap serius jennie.


Aku pun segera beranjak dari duduk ku dan masuk kedalam kamar ku untuk mengambil beberapa berkas dan laptop ku.


Ini saatnya aku harus bertindak, aku rasa ini waktu yang tepat tuk membongkar semuanya, aku benar-benar tak ingin jennie menyesal dan hancur.


" jennie, kau harus melihat ini". Aku berikan berkas yang kubawa, dan aku mulai membuka laptop.


Jennie pun mulai memeriksa berkas yang aku berikan, ia mulai terkejut dengan apa yang ia baca.


" apa maksudnya ini unnie?kau lancang sekali mengambil informasi ini?ini ilegal unnie, aku bisa melaporkan unnie ke polisi".ucapnya mengancam.


" Silahkan jennie, aku siap masuk penjara, tapi sebelum kau melaporkan ku sebaiknya kau lihat ini". Aku pun menunjukan beberapa rekaman video yang aku ambil dari beberapa cctv dan hasil penguntitan orang kepercayaan ku.


Rekaman dimana sehun sedang duduk disebuah restaurant bersama seorang wanita, dan wanita itu adalah salah satu saingan bisnis perusahaan jennie, tidak sampai disitu saja, ada beberapa photo yang diambli ketika sehun dan wanita itu berjalan memasuki salah satu kamar disebuah hotel, sampai keluar, disetiap photo terdapat tanggal dan waktu.


" Ini tidak mungkin unnie". Ucapnyanya, jennie benar-benar masih tak mau memepercayainya.


"Di laptop itu ada beberapa dokumen yang harus kau pelajari, di latop itu adalah beberapa perjanjian asli dan nilai saham, sedang yang kau pegang saat ini hanya rekayasa, kau bukan anak kemarin sore dalam hal bisnis jennie aku rasa kau jauh lebih pintar." Ucap ku menasehatinya


"Kekasih tercinta mu itu telah menggelapkan uang perusahaan mu dengan cara proyek palsu yang kalian sepakati, nyatanya proyek itu tak pernah ada, jangan kan pembangunannya, tanahnya saja sudah selesai berdiri hotel milik rose.". Ucap ku yang mulai meninggi.


" satu hal lagi setelah kau mengerti tentang apa yang aku berikan, mari kita bicara tindakan selanjutnya, aku akan tetap membantu mu dan berada disisi mu, meski hati sahabat ku tlah kau lukai". Ucap ku sarkas lalu meninggalkan jennie masuk kedalam kamar.


Aku ingin hari ini juga kau tau jennie, kau benar-benar telah menyakiti lim demi ******** sialan itu, aku pun duduk disofa yang berada didalam kamar. Aku mencoba mengirim text pada cuwy dan rose.


Cuwy menghubungi ku, aku pun mengangkatnya.


" Tunggu sebentar". Ucap ku pada cuwy, aku pun mengunci pintu kamar dan aku keluar menuju balkon dan menutup pintu balkon, karena aku tak ingin jennie mendengar pembicaraan ku.


" ya hallo cuwy". Ucap ku.


" unnie, apa kau tak salah? Aku dan lim bahkan selama 4 tahun tidak bertemu, apa maksud mu aku berpacaran dengan lim?". Ucapnya heran.


" Somi yang mengatakannya pada ku hari ini". Ucap ku.


" Ah ya ampun anak itu, itu tidak benar unnie". Ucapnya meyakinkan ku.


" Kalau benar juga tidak apa-apa cuwy lim orang bebas bukan?". Tanya ku menggodanya.


" tidak unnie,aku sudah meyakini diriku, dan aku rasa lim masih mencintai jennie,,aku tak bisa menggunting dalam lipatan dalam hubungan jennie dan lim". Ucapnya menjelaskan.

__ADS_1


" Tapi lim orang bebas, jennie yang meninggalkan lim, dan jennie akan menikah 6 bulan lagi". Ucap ku pada cuwy.


" Benarkah?apa kah jennie benar-benar sudah melupakan Lim?itu mustahil, aku berani berataruh jennie masih mencintai Lim, ada apa sebenarnya ini unnie?aku tak habis fikir mengapa jennie seperti ini?". Ucap cuwy yang mulai emosi dan menangis.


" hei kenapa kau menangis?". Tanya ku padanya mendengar isak tangisnya.


" aku kesal dengan jennie, kenapa dya berbuat seperti itu, ingin rasanya aku menampar wajahnya". Ucap cuwy kesal sambil menangis.


" apa kau tak ingin memeperjuangan lim untuk mu cuwy?" Tanya ku sekedar meyakinkan cuwy dan diri ku.


" awalnya aku memang ingin merebut hati lim, tapi setelah aku berbicara dengan somi hari ini aku rasa perasaan ku bukan perasaan cinta lagi unnie, tapi sayang terhadap sahabat dan saudara, lim membutuhkan jennie di hatinya bukan aku, nyatanya selama 3 tahun lim belum bisa melupakan jennie". Ucapnya menjelaskan.


" hmmm,,, cuwy, kau mau membantu ku? Membuat sedikit drama?" Tanya ku pada cuwy dengan smirk.


" apa itu unnie?". Tanya cuwy penasaran pada ku.


" rencananya seperti ini.....". Aku pun menjelaskan pada cuwy.


" Baiklah lusa aku akan ke london dan bertemu rose terlebih dahulu, setelahnya aku akan memberitahukannya pada mu unnie". Ucapnya.


Rencana aku susun dan aku akan melibatkan semua sahabat ku, jika mereka semua setuju, tinggal meyakinkan lim , namun sepertinya harus dengan cara yang baik untuk lim mengetahui semuanya tanpa harus bercerita atau menasehatinya. Karena ku fikir lim lebih menggunakan hatinya ketibang otaknya.


Setelah hampir 3 jam aku berbicara dengan semua sahabat-sahabat ku(cuwy dan rose), aku pun kembali masuk kekamar dan menutup pintu balkon, setelahnya aku keluar kamar menghampiri jennie yang sudah terlihat frustasi.


Aku pun duduk disampingnya dan memegang bahunya sesekali menepuk pelan, dapat ku lihat kesedihan dan penyesalan di matanya.


" Unnieee,, hiks hiks hiks...". Pecah sudah tangisannya didalam pelukan ku.


" Apa yang harus aku lakukan unnie?". Ucapnya sambil terisak.


" Tentang sehun, kita akan memberinya pelajaran". Ucap ku pelan.


" Apa yang harus lakukan jika bertemu lim?aku menyesal unnie meninggalkannya,hiks hiks hiks". Ucapnya.


" Kau sudah terlambat jennie, lim sudah bahagia bersama cuwy, bukankah kau sendiri yang mengatakan selama 5 tahun kau tak pernah bahagia dengannya?Kini Lim sudah menemukan kebahagiannya jennie". Ucapku berbohong, maafkan aku jennie aku terpaksa berbohong, karena kata-kata mu lah sahabat ku menjadi trauma tuk menemukan kebahagiannya.


" Aku tau, aku tanpa sadar mengucapnya unnie, aku masih mencintainya unnie". Ucapnya.


" Lalu apa yang ingin kau lakukan?merebut lim kembali?apa kau tega menyakiti hati sahabat mu sendiri Cuwy?biarkan mereka bahagia jennie, kau sendiri yang memilih jalan ini bukan?". Ucap ku lagi.


" Hiks hiks hiks,, maafkan aku lim, maafkan aku". Ucapnya dalam tangisan yang pilu.


Aku pun menangis, menangis melihat keksedihan jennie, namun tak sebanding dengan kesedihan lim.


Jennie pun akhirnya tertidur dipelukan ku, karena lelah menangis.


Jika memang kalian berjodoh maka kalian akan kembali bersama, namun jika tidak semoga kalian menemukan kebahagian kalian masing-masing.


Aku pun kembali ke kamar untuk tidur dan membiarkan jennie tidur di sofa.


Namun saat tengah malam aku terbangun karena merasa haus, aku pun bangun dan hendak keluar kamar namun sebelum aku membuka pintu kamar, sama-samar aku mendengar jennie berbicara, sepertinya dia berbicara dengan seseorang.


Aku mencoba mendengarkan apa yang ia bicarakan.


" aku tidak apa-apa, kau tenang saja, maaf aku ketiduran jadi tidak bisa membalas pesan mu, kau sudah makan?". Ucap jennie pada seseorang yang aku yakin itu adalah sehun.


Aku pun berjalan keluar dan jennie pun melihat ku, aku menuju dapur dan mengambil air minum dan meminumnya namun mata dan telinga ku tak lepas dari jennie.


" Ah ya,,tak apa seminggu ini aku akan bersama jisso unnie, untuk memulai persiapannya, kau baik-baik saja disana, jaga kesehatan mu." Ucap jennie.


Setelah selesai aku pun menghampiri jennie, dan duduk disampingnya hingga ia menyelesaikan pembicaraanya dnengan sehun melalui telpon.


" jadi, bagaimana selanjutnya jennie?kau tetap melanjutkan pernikahan mu?". Tanya ku pada jennie.


" aku akan tetap mempersiapkan pernikahan ku unnie". Jawabnya seperti tak ada beban.


" apa kau gila jennie?setelah kau mengetahui nya kau masih mau menikah dengannya?". Tanya ku sedikit meninggikan nada bicara ku.


" Ya aku akan tetap menikah tapi bukan dengan sehun". Ucapnya enteng.


" apa maksud mu?jangan kau bertindak bodoh jennie". Ucap ku mulai kesal dengan pembicaraan ini.


" Aku akan menghancurkannya hingga ia akan menyesal telah bermain-main dengan ku unnie". Ucapnya dengan tatapan tajam ke arah handphonenya, yang terdapat wallpaper mereka berdua.


" Lakukanlah yang kau inginkan tapi ingat jangan bertingkah bodoh, ini masih tengah malam sebaiknya kau istirahat tidur". Ucap ku lalu pergi meninggalkannya.

__ADS_1


To be continue....


__ADS_2