Relationship Story

Relationship Story
FLASH BACK 4


__ADS_3

Pagi-pagi sekali jennie sudah berada di dalam apartment lim, ketika lim sampai di apartmentnya ketika itu lim memberitahukan jennie alamat apartmentnya dan kode pin pintu aprtmentnya, sehingga jennie dapat masuk ke apartment lim.


Jennie yang melihat lim yang tertidur lelap di depan tv yang masi menyala, tak tega membangunkan lim, jennie mematikan tv dan berlalu ke kamar untuk menata pakaian yang ia bawa ke lemari baju. Setelah itu jennie kembali keluar dan masih mendapati lim yang tertidur lelap.


Jennie memutuskan untuk memasak sarapan pagi untuk mereka ber2, karena jennie pagi-pagi sekali datang ke apartment lim hingga tak sempat sarapan.


Kegiatan jennie di dapur membuat lim terganggu dari tidur lelapnya, lim mulai membuka matanya perĺahan, ia dapat menghirup aroma masakan.


Lim pun mengerjabkan matanya dan duduk dari posisi tidur sebelumnya. Ia melihat jennie yang sedang berkutat di dapur, sedikit terkejut mendapati jennie berada di dapur apartmentnya, ia berfikir bagaimana jennie bisa berada sepagi ini di apartmentnya.


Namun lim mengingat kejadian kemarin dirumah jennie, membuat lim kembali kesal pada jennie. Lim pun tak berniat menyapa jennie, lim pun berjalan masuk kekamarnya.


Kegiatan lim yang menutup pintu kamarnya membuat jennie membalikan badannya melihat kearah sofa depan tv, namun jennie tak mendapati lim disana, jennie berfikir bahwa lim masuk ke kamarnya.


Jennie pun melanjutkan aktivitas memasaknya. Sedang lim pergi mandi, setelah mandi lim kembali merebahkan tubuhnya di tempat tidur melanjutkan tidurnya.


Jennie pun telah selesai memasak, dan mencuci tangan lalu segera berlalu masuk kekamar lim. Yang kini telah menjadi kamar mereka ber2.


Jennie mendapati lim yang tertidur kembali di tempat tidur, yang nyatanya lim tidak tidur, ia hanya berpura-pura tidur.


Jennie pun mendekati lim dan naik ke atas tubuh lim yang berposisikan tengkurap dengan pala yang menghadap ke kanan.


Jennie pun mulai mengganggu lim dengan mencium pipi lim berkali-kali.


" sayang,, bangun,,, kenapa tidur lagi hum?". Ucap jennie yang masih menciumi pipi lim.


Lim pun hanya diam, lim diam karena berusaha menetralkan jantungnya yang berdetak kencang karena tindakan jennie yang berani menindih tubunya dan menciumi pipinya.


Jennie pun tak henti-hentinya menciumi pipi lim. Lim yang mulai tak tahan dengan tindakan jennie pun hanya mengerang, seakan terganggu dari tidurnya.


" banguunn, ayoo kita sarapan dulu, aku sudah memasak nasi goreng kimchi". Ucap jennie membangunkan lim.


" ya ya ya, kamu turun dulu dari tubuh ku, kamu berat tau". Ucap ku


" yaa kurang ajar kamu, mengatakan ku berat!!". Ucap jennie tak terima sambil memukul tubuh lim bertubi-tubi.


" appoo,,aduh aduh sakit sayang, hentikan". Ucap lim mencoba membalikan tubuh nya menjadi telentang, sedang jennie benar-benar tak beranjak dadi tubuh lim ia malah menduduki perut lim tanpa henti memukul tubuh lim.


Lim pun berusaha menghentikan tindakan jennie, dan meraih ke2 tangan jennie menarik tangannya jennie kedada lim.


Jennie pun menghentikan tangannya dan pandangan keduanya pun bertemu. Cukup lama lim dan jennie saling menatap hingga lim membuka suara.


" Sepagi ini kamu sudah sampai disini, apa ayahmu mengijinkan mu kesini?". Tanya ku pada jennie memecah keheningan.


" Sudah, daddy mengijinkan ku untuk tinggal bersama mu" ucap jennie yang tersenyum bahagia, karena jennie mengingat kejadian kemarin, yang jennie yakin lim masih kesal.


" benarkah?". Ucap lim terkejut tak percaya dengan ucapan jennie, bahkan lim melupakan rasa kesalnya kepada jennie atas kejadian kemarin.


" yup, oleh sebab itu disinilah aku sekarang,," ucap jennie bahagia.


Lim pun langsung memeluk jennie dengan erat.


" aku bahagia, sangat bahagia bisa hidup bersama mu". Ucap lim tak henti-hentinya menciumi pucuk kepala jennie.


" aku juga, ayo bangun nanti sarapannya keburu dingin". Ucap jennie lalu beranjak bangun dari tubuh lim dan menarik lim keluar kamar.


Jennie dan lim pun menuju dapur untuk menikmati momen pagi pertama mereka. Keduanya pun  terlihat sangat bahagia.


" Wow 2 cangkir coffee?" Tanya lim terkejut.


" ah ya ku fikir kau kurang tidur makanya aku buatkan coffee". Ucap jennie


" Kamu minum coffee sayang?". Tanya lim heran.


" iya, karena aku suka coffee, kenapa?". Tanya jennie bingung.


" maaf sebelumnya, tapi aku memiliki asam lambung tinggi, aku tidak bisa meminum coffee" ucap lim menyesal karena tak enak hati dengan jennie.


" benarkah?maaf sayang aku tidak tau, kalau begitu kamu tak boleh telat makan, makanlah yang teratur,akan aku buatkan teh saja bagaimana?". Tanya jennie meminta saran.


" itu jauh lebih baik, jangan terlalu manis". Pinta lim pada jennie.


" oke, kau duduk lah dulu, aku buatkan tehnya dulu.


Mereka pun menyantap sarapan mereka dengan tenang.


" Hari ini, kita akan melakukan apa sayang?". Ucap jennie disela-sela sarapan mereka.

__ADS_1


" ahm, kita belanja keperluan kamu, setelah itu kita belanja untuk mendekor apartment kita bagaimana?" Ucap lim seraya menanyakan pendapat jennie.


" ide yang bagus, apartment ini cukup luas, aku sudah mengelilingi apartment ini, aku ingin warna catnya diubah, boleh kan?" Tanya jennie meminta persetujuan lim.


" lakukanlah semau mu di apartment ini, buat senyaman dirimu, kau tinggal bilang saja, aku akan memberikan uangnya nanti". Ucap lim pada jennie.


" ahmmm,,, thank you honeyy" ucapnya dengan manja.


" owh ya, satu hal lagi, aku ingin kamu tak menggunakan fasilitas apa pun yang dady kamu berikan, aku akan memenuhi semua keinginan mu, kamu tinggal bilang saja, aku akan mengusahakannya." Ucap limlembut pada jennie.


" Tidak usah sampai begitu sayang, aku tak ingin membebani mu". Ucap jennie tak tega pada lim.


" ini adalah hal yang aku janjikan pada dady mu sayang, aku mohon, kamu mau mendengarkan ku, mulai hari ini kamu adalah tanggung jawab ku". Ucap lim memohon kepada jennie sambil mengusap tangan jennie.


" Apa tidak masalah?aku takut kau terbebani sayang". Ucap jennie benar-benar tak tega pada lim.


" tidak sama sekali sayang, cukup kamu membantu dengan kamu yang selalu mencintaiku, karena aku mencintaimu segenap hati ku, apa pun demi kebahagian mu". Ucap lim dengan lembut.


" Baiklah, tapi jika kamu mengalami kesulitan aku mohon beritahu aku yah?". Ucap jennie meminta jawaban dari lim.


" Sudah pasti, setiap masalah kita selesaikan ber2 dengan baik-baik ya?". Ucap lim menasehati.


" ok sir" ucap jennie sambil memberi hormat ala tentara. Dan itu sukses membuat keduanya tertawa bahagia.


Lim menatap jennie dan berkata dalam hatinya " semoga sampai akhir hayatnya ia dapat melihat senyum dan tawa jennie karena dirinya". Amiinnn.


Setelah sarapan usai lim dan jennie duduk di sofa tv sambil menyusun catatan belanjaan yang diperlukan untuk mendekor apartment mereka.


Dari mulai meja , hiasan dinding bingkai photo, lampu-lampu unk yang akan mereka hiasi di setiap pojok ruangan.


Hingga cat yang akan mereka beli, setelah semua sudah tercatat dan memastikan tak ada yang terlewatkan, mereka bsrdua bsrangkat untuk belanja, lim dan jennie terlihat seperti pasangan pengantin baru, yang bahagia, bahagia menikmati kebersamaan mereka.


Merencanakan masa depan untuk keduanya, Memilah milah barang-barang yang akan dijadikan pajangan oleh keduanya, mengincar pernak pernik pajangan sesuai keinginan masing-masing.


Keduanya benar-benar menikmati waktu berbelanja mereka, dengan bercanda tertawa dan berlari kesana kemari.


Membuat siapa pun iri melihat canda tawa jennie dan lim. Bahagia itu sederhana, meski terkadang cara bercanda kita terhadap pasang terlihat sedikit kekanak kanakan atau bahkan berlebihan. Namun itu tak menjadi persoalan, yang terpenting kita dapat menghabiskan waktu beesama dengan orang tercinya.


Dirasa sudah cukup lama mereka berbelanja, jennie pun menghentikan acra pencarian barang, lalu mengajak lim untuk makan siang terlebih dahulu.


" sayang, aku lupa memberitahukan mu, aku sudah dapat pekerjaan, di sebuah kedai coffee, sebenarnya aku kurang suka, tapi setidaknya sekarang aku memiliki pekerjaan, aku bekerja setelah jam kuliah ku selesai". Ucap lim memberitahu jennie.


" benarkah?itu bagus sayang". Ucap jennie terlihat senang.


" iya sayang, jadi mungkin sepulang kuliah aku tidak bisa mengantar mu pulang, apa itu tidak masalah?". Tanya lim pada jennie.


" tidak apa-apa sayang, aku akan menunggu mu dirumah". Ucap jennie meyakinkan lim.


" baiklah kalau begitu, setelah ini kita belanja lagi kekurangannya atau kita pulang dulu?" Tanya lim.


" aku lelah sayang kita pulang dulu yaa". Pinta jennie.


" baiklah, kita pulang saja, kita masih memiliki waktu 4 hari untuk merapikan apartmnet, perlahan saja ya". Ucap lim


" oke" jawab jennie


Mereka pun melanjutkan makan siang mereka yang sudah terlewat.


Pukul 4 sore mereka tiba di apartment mereka, jenni pun menghubungi ayahnya tuk sekedar memberi kabar pada ayahnya bahwa ia baik-baik saja.


Sepertinya akan menjadi rutinitas untuk jennie menghubungi ayahnya setiap hari. Bagi lim tidak masalah karena itu adalah hal wajar seorang ayah mengkhawatirkan anak perempuannya.


" sayang,,,". Panggil jennie dadi arah kamar.


" ya sayang ada apa?". Aku pun menghampiri jennie kedalam kamar.


Sesampainya dikamar lim pun terkejut yang melihat jennie memakai kaos kebesaran milik lim, dan hanya menggunakan hot pan.


" sayang,, kamu ngapain?". Tanya lim memperhatikan jennie dari ujung kepala hingga kaki.


" Aku abis mandi, aku pakai kaos kamu gpp kan?". Tanya jennie.


" ya gpp sech, tapi kalo ada orang ganti celana kamu yang lebih panjangan". Ucap lim protes dengan celana yang di pakai jennie.


" iyaa,,," ucap jennie bergelayut manja.


Lim tersentak hingga membulatkan kedua matanya, saat jennie bersandar di lengannya.

__ADS_1


" ahm sayang, kamu gak pake bra yaa?". Ucap lim sedikit gugup sambil melepaskan pelukan jennie di lengan lim.


" ia, memangnya kenapa?kan didalam rumah ini, kamu doang yang liat". Ucap jennie santai sengaja menggoda lim.


" Ya sudah terserah kamu aj". Ucap lim berlalu keluar kamar.


Lim takut tidak dapat menahan hasratnya. Dan jennie hanya tersenyum melihat salang tingkah lim.


Jennie pun mengambil bra nya dan memakainya, karena jennie tau lim tidak suka jennie seperti itu.


Jennie pun keluar kamar dan mendapati lim sedang merebahkan tubuhnya disofa, jennie menghampiri lim dan ikut merebahkan tubuhnya diatas lim.


Lim yang baru akan memejamkan matanya terkejut mendapati jennie di atas tubuhnya, jennie memeluk tubuh Lim menaruh wajahnya diceruk leher lim.


" biarkan seperti ini ya, aku ingin tidur seperti ini". Ucap jennie meminta pada lim dengan suara manjanya.


Lim pun membalas pelukan jennie dengan erat dan menghirup aroma kepala jennie. Posisi ini akan menjadi posisi favourite lim dan jennie menghabiskan waktu berdua sambil berpelukan, dan keduanya pun terlelap.


Ketika pukul 8 malam handphone jennie berdering, sebuah nomer baru dari luar negeri menelpon jennie, yang membuat lim terbangun dan mencari keberadaan handphone jennie yang tednyata terletak di bangku sebelah.


Lim mencoba meraih handphone jennie, namun pergsrakan lim membuat jennie terusik dan ikut bangun.


Lim menatap jennie, menanyakan siapa?jennie pun hanya mengangkat kedua bahunya.


"Angkat saja". Ucap jennie dan melanjutkan tidurnya dipelukan lim dengan posisi duduk.


Lim pun mengangkat panggilan itu dan meloudspeakernya. Dan terdengar suara laki-laki menyapa.


In calling...


" Hai ruby sayang,,". ..


"......." lim pun tak menjawab lim menatap jennie yang tiba-tiba jennie menegakan tubuhnyadan segera merebut handphone yang berada ditangan lim, dan berdiri menjauh dari lim.


Lim terkejut, merasa kesal karena sikap jennie yang tiba-tiba itu. Jennie berlalu masuk ke kamar.


Lim berfikir siapa yang menghubungi jennie, dan mengapa memanggil jennie dengan sebutan sayang, dan kenapa juga jennie harus menjauh, sebenarnya apa hubungan jennie dengan lelaki itu.


Lim pun bangkit dan menyusul jennie ke kamar, namun saat hendak membuka pintu kamar, pintu terkunci dari dalam.


Bertambah lah rasa kesal lim, dan lim pun memutuskan tuk kembali duduk, dengan mencoba meredam amarahnya kepada jennie. Lim menyalakan tv, dan mengencangkan volume suaranya.


Sekitar 20 menit lebih lim menunggu jennie keluar dari kamar. Namun jennie tak kunjung keluar.


Sementara di dalam kamar jennie sedang berbicara di telpon.


In calling....


" ya ada apa?". Tanya jennie pelan.


" tidak ada, hanya ingin memghubungi mu, aku merindukan mu by,,". Ucap laki-laki disebrang sana.


" ahm, maaf aku ingin mengatakan jika kamu tak bisa memanggil ku seperti itu lagi, karena saat ini aku sudah memiliki kekasih". Ucap jennie berusaha perlahan menjelaskan kepada sehun.


Ya yang menelpon jennie adalah sehun.


" owh begitu, baiklah, tak apa, aku turut bahagia jika kau bahagia, siapa nama laki-laki itu?" Tanya sehun pada jennie.


" limario,,,". Ucap jennie.


" apakah dia laki-laki yang baik?". Tanya sehun memastikan.


" tentu saja ia laki- laki yang sangat baik, kau tau bahkan dady merestui hubungan kami, dan kami sudah tinggal bersama sekarang." Ucap jennie bercerita.


Jennie membicarakan tentang lim kepada sehun hingga lupa jika lim diluar masih menahan rasa cemburu dan marahnya. Setelah 20 menit lebih jennie berbicara di telpon dengan sehun jennie beranjak keluar dari kamar membuka kunci dan menarik knop pintu. Ketika pintu terbuka jennie terkejut yang mendapati lim sudah berdiri di depan kamar dan melewati jennie begitu saja, jennie terdiam melihat lim yang hanya melewatinya dengan wajah merah padam.


Lim membuka lemari pakaiannya dan mengambil jaket dan dompet beserta handphone miliknya.


Saat jennie memanggil lim.


" sayang ak,,". Ucap jennie terhenti karena lim melewati jennie begitu saja dan berjalan cepat keluar apartment.


Jennie masih mencerna apa yang terjadi dengan sikap lim, setelah beberapa menit lim pergi jennie menyadari jika lim marah.


Dengan gerak cepat jennie segera mengambil celana panjangnya dan memakainya, mengambil jaket tas nya lalu segera berlari mengejar lim.


To be continue....

__ADS_1


__ADS_2