Relationship Story

Relationship Story
FLASH BACK 2


__ADS_3

Kesungguhan ku dalam mencintainya akan ku buktikan, bukti akan keseriusan ku dalam menjalani hubungan ini.


Ketika pertama kali aku menginjakan kaki ke korea, aku langsung datang menemui ayahnya jennie yaitu di kantornya. Aku berharap akan mendapatkan restu dari calon mertua ku itu hihihihihi.


" Maaf nona, tuan kim ada?". Tanyaku percaya diri pada seorang receptionis.


" Kebetulan tuan kim sedang ada diruangannya, apa anda sudah memiliki janji?". Ucap reseptionis pada ku.


" ah ya aku ditelpon tuan kim untuk menemuinya". Ucap ku berbohong.


"Kalau begitu anda bisa langsung ke lantai 10 untuk menemui secretarisnya lebih dulu.". Ucapnya memberitahuku


" terima kasih, semoga hari mu menyenangkan". Ucap ku dan berlalu menuju lift.


Ketika lift terbuka aku pun segera memasukinya dan menekan tombol 10 untuk menuju lantai 10.


Di dalam lift aku mencoba merangkai kata tuk berbicara dengan tuan kim, meminta restunya agar menerima hubungan ku dengan putri semata wayangnya.


Dan akhirnya pintu lift terbuka di lantai sepuluh, aku pun melangkah keluar dari lift dan berjalan menuju sebuah meja besar yang berada di samping sebuah pintu yang bertuliskan direktur.


" permisi nona,, kang,,," ucap ku menyapa seorang wanita yang duduk dikursi didepan meja besar, dengan papan nama di atas meja secretaris Kang.


" ya tuan?ada yang bisa saya bantu?". Ucapnya bertanya pada ku dengan senyum ramah.


" aku ingin bertemu dengan tuan kim". Ucap ku yang mulai merasakan gugup.


" apa anda sudah ada janji?". Tanya nya lagi pada ku.


" maaf belum, tapi katanya jika ingin bertemu dengannya aku disuruh langsung ke lantai ini." Ucap ku berbohong lagi.


" baiklah, anda tunggu sebentar, silahkan anda duduk dulu di sofa". Ucapnya menyuruh ku menunggu.


" Halo sangjanim ada yang ingin bertemu dengan anda,,,," ucap secretaris kang menelpon tuan kim sambil menatap ku dan membsri isyarat ku untuk memberi tahukan siapa nama ku.


Aku pun berucap tanpa suara " Limario Manoban".


" seorang anak muda bernama Limario Manoban". Ucapnya pada tuan kim di telpon.


Setelahnya secretaris menutup telpon dan menyuruh langsung masuk kedalam ruangannya.


Aku pun berdiri dan menuju pintu ruangan tuan kim. Belum sempat aku meraih knop pintu kegugupan pun melanda ku, aku mempersiapkan diri. Lalu aku memberanikan diri untuk masuk.


Namun rencana dengan kenyatannya berbanding terbalik, saat bertatap muka dengan ayahnya jennie, keringat mengucur deras dari dahi ku.


" Selamat siang tuan Kim saya limario manoban" ucap ku gugup.


" ah iya silahkan duduk". Ucapnya memberi ku ijin masuk dan menyuruh ku untuk duduk.


" terima kasih tuan". Ucap ku sambil mendudukan diri.


" Jadi ada keperluan apa anda menemui saya limario ssi?". Ucapnya bertanya pada ku dengan wajah seriusnya dannn..


Jederrrr....


Seketika otak ku pun blank mulut ku pun kelu tuk berucap, Hawa dingin merasuk tengkuk leher ku seketika mendengar suara beratnya.


Ditambah diruangan itu terdapat seorang laki-laki yang tak hentinya menatap tajam pada ku. Membuat keberanian ku hilang seketika.


" Aku ingin melamar pekerjaan diperusahaan anda tuan, saya sedang membutuhkan pekerjaan tuk biaya hidup saya selama saya studi disini.". Ucapku lantang karena terbawa suasana gugup.


" owh, jadi kau kesini untuk melamar pekerjaan?". Ucap laki-laki itu bertanya pada ku.


Sial, kenapa seperti ini? Aku pun beralasan meminta pekerjaan sebagai pelajar yang magang.


Betapa bodohnya bukannya meminta restu malah meminta pekerjaan, dan hal yang paling bodohnya adalah ketika laki-laki yang berada disofa menegur ku, dan ternyata dia mengetahui niat awal ku datang menemui ayahnya jennie.


Dan ternyata laki-laki yang berada di sofa itu adalah kakak laki-lakinya jennie


Betapa malunya diriku, habis sudah harga diri ku didepan kakaknya jennie,


"Seharusnya anda kebagian HRD langsung limari ssi, bukan langsung kepada ku". Ucap tuan kim bingung.


" ahm,,ak,,aku,,". Ucap ku tergugup.


" Dia temannya jennie dad dari swiss". Ucap kakanya jennie menjelaskan.


" owh,, tetapi jennie tak mengatakan apa pun?pada daddy". Ucap tuan kim bingung.


" mungkin jennie lupa dad, ya sudah limario ssi kau ikut dengan ku, biarkan aku yang mengurus ini dad". Ucap kakaknya memberi isyarat pada ku tuk mengikutinyaq¹1¹.


Aku pun berpamitan pada tuan kim dan mengikuti kakak laki-lakinya jennie itu.


Dan saat diluar, aku mencoba berbicara, namun terpotoñg lebih dulu oleh perkataan hanbin.


" kau gagal, sebaiknya kau langsung pulang saja aku sudah mengirimi pesan pada jennie, dia sedang dalam perjalanan kesini, kau tunggu saja di lobi". Ucapnya pada ku.


Aku pun hanya membungkuk memberi salam dan pergi ke loby, setelahnya aku dan jennie janji temu di sebuah restaurant dengan kakak laki-lakinya itu, habis sudah aku di buly oleh jennie dan kakaknya itu, mereka benar-benar menyebalkan.


Tapi ada sedikit kelegaan, Kim hanbin kakak laki-laki jennie merestui hubungan kami.


"Kau tau jennie saat dia masuk ke ruangan daddy, wajahnya lucu sekali, terlihat pucat dan berkeringat, hahahaha". Ucap hanbin menggoda ku.


" benarkah?hahaha". Ucap jennie mentertawakan ku.


" tertawalah sampai kalian sakit perut". Ucap ku kesal, membuang pandangan ku arah lain.

__ADS_1


" maaf sayang, maaf, tapi serius, kenapa kamu malah minta pekerjaan?". Ucap jennie yang mencoba menghentikan tawanya.


"Aku tidak tau, keluar begitu saja, kamu tidak tau bagaimana tadi didalam ruangan ayahmu." Ucap ku menjelaskan.


" baiklah-baiklah, aku akan bantu, tapi kau harus ingat jika ini berhasil kau harus mentraktirku minum" ucap hanbin pada ku.


" tidak, yang lain saja, dia tidak bisa minum oppa, dia payah".ucap jennie pada hanbin tapi melirik ku, seakan menyindir ku.


"Benarkah? Kau laki-laki tak minum? payah sekali". Ucap hanbin.


Jennie pun memukul lengan hanbin dan memeluk lenganku.


" oppa, jangan meledeknya, aku suka dia begitu, artinya dia pria baik-baik" ucapnya menatap ku dengan senyum manisnya.


Aku pun membalas senyumnya dan mengusap pipi kirinya.


" ah, mulai lagi,,sebaiknya aku pulang, jennie kau mau pulang bareng oppa atau dengan lim?". Ucap hanbin.


" Kamu bareng hyung saja yah?aku masih ada urusan". Ucap ku pada jennie.


"Urusan apa?" Tanya jennie pada ku


"Aku akan menemui teman ku, laki-laki". Ucap ku pada jennie.


" ya sudah, oppa aku bareng oppa". Ucap jennie pada hanbin.


" baiklah" jawab hanbin sambil berdiri keluar resto.


Sebelum pergi aku memeluk jennie dan mencium keningnya.


" nanti malam aku telpon, dont skip your dinner". Ucap ku mengingatkan kepada jennie.


" arraseo, kamu juga.". Balas jennie dan berlalu pergi.


Setelah jennie pergi aku bergegas keluar resto dan berjalan beberapa blok untuk ke sebuah cafe.


Aku telah membuat janji untuk bertemu salah satu teman daddy di korea. Namanya uncle kang hunel. Dia pemilik kedai, dady mengatakan dia yang akan memberikan ku pekerjaan.


Saat aku sampai didepan kedai aku melihat begitu banyak pengunjung disana, tempat yang nyaman tuk sekedar mengobrol, menghabiskan waktu, karena tempatnya yang strategis, membuat nyaman setiap pengunjung yang datang.


Aku pun masuk kedalam dan bertanya kepada salah satu pelayan disana dan aku diarahkan keruangannya. Dan disinilah sekarang aku, berada di ruangan uncle kang.


" jadi kau limario anak marco?". Tanya nya pada ku.


" ya tuan". Ucap ku padanya dengan sopan.


" kau mau bekerja di sini?". Tanya nya lagi pada ku.


" ya tuan". Jawab ku


" siap tuan". Ucap ku yakin.


" kalau begitu minggu depan kau bisa mulai bekerja, aku harus mengatur semuanya terlebih dahulu". Ucapnya menjelaskan.


" terima kasih tuan, saya permisi". Ucap ku lalu berpamitan.


Sedikit lega, urusan pekerjaan sudah dapat, tinggal meminta restu tuan kim, sepertinya akan sulit.


Aku pun segera pulang ke apartment ku, bahkan dari pertama aku menginjakkan kaki ku di korea aku belum melihat apartment ku.


Kesana kemari membawa tas ransel, sungguh melelahkan hari ini.


Aku pun sampai di apartment yang aku tuju. Aku pun segera bertanya pada receptions untuk menanyakan kunci apartment ku.


Aku pun diarahkan menuju apartment ku, saat memasuki apartment ku, begitu bagus,,, aku suka sekali designnya.


" Dady yang terbaik, meski harus menjual mobil kesayanganku, yang sebenarnya belum aku pakai sama sekali, tapi tak apa, biarkan lah ini menjadi awal yang baik tuk masa depan ku dengan jennie". Ucap ku pada diri sendiri.


Rencana awal ku adalah, memulai semuanya dari awal tuk menjadi lebih baik lagi.


Hasil penjualan mobil aku simpan tuk aku bertahan hidup disini.


Setelah membereskan semua barang-barang ku aku pun menghubungi jennie.


In calling


" hallo sayang,,"


" hallo sayang, kau sudah di apartment?"


" sudah, baru saja selesai merapikan pakaian ku ke dalam lemari".


" bagaimana apartmentnya?"


" bagus, kamu lagi apa?".


" lagi rebahan di kamar menunggu jam makan malam, kamu jangan lewatkan makan malam mu".


" kamu juga, ya sudah aku mau mandi dulu, i love you"


" iya,, you to".


Calling end...


" huft, dia tak membalasnya". Ucap ku pada diri sendiri. Selama kami menjadi kekasih jennie tidak pernah mengatakan kata cinta untuk ku, entah mungkin dia malu atau memang belum terbiasa.

__ADS_1


Aku tak ingin memaksanya, biarkan berjalan apa adanya dulu. Jennie adalah wanita yang sulit tuk mengungkapkan persaannya.


Dia lebih memilih diam dari pada harus beradu argument, karena baginya hanya buang-buang waktu jika melakukan itu.


Aku pun bergegas ke kamar mandi tuk membersihkan diri.


Setelah mandi dan berpakaian aku pjn pergi keluar tuk makan malam, dan mampir ke super market tuk membeli isi kulkas dan beberapa keperluan ku tuk sabun dan minyak wangi dan segalanya.


Setelahnya aku kembali ke apartment, dan merapikan kedalam kulkas setelah itu beranjak tidur.


Sebelum tidur aku akan bertukar pesan dengan jennie, karena jennie tidak suka telpon, karena hanya akan diam saja, bingung tuk membahas apa.


Setelah bertukar pesan aku pun memejamkan mata ku tuk tidur. Karena esok pagi aku akan melaksanakan misi ku tuk meminta restu tuan kim.


Pagi telah datang, di negara baru dikamar baru aku mulai membiasakan diri beradaptasi tuk lingkungan baru ku.


Aku mengejar cita-cita dan cinta ku hingga kenegara orang.


Pagi ini aku melakukan pendaftaran ulang tuk masuk ke universitas ku, aku sendiri melakukannya tanpa jennie, karena jennie sudah didaftarkan oleh ayahnya.


Pertama kali memasuki gedung universitas, aku berdecak kagum, betapa elitenya universitas ini, gedung yang besar dan banyaknya taman disekililingnya.


Aku pun mulai memasuki administrasi dan mengisi formulir, setelah selesai aku menyerahkannya kembali. Tidak sengaja aku menabrak seorang gadis.


" iam sory, maaf aku benar-benar tak sengaja" ucapnya sambil berulang kali membungkukan badan kepada ku.


" tidak apa-apa, aku yang minta maaf tidak lihat-lihat". Ucap ku merasa tak enak sambil membantunya membereskan kertas yang berserakan dilantai.


" Maaf aku buru-buru anda tunggu sebentar nanti saya kembali" ucapnya lalu berlari menuju ruang administrasi.


Aku pun tak memperdulikan kata-katanya, aku pun melanjutkan langkah ku untuk keluar dari universitas ini, karena aku berniat kerumah jennie.


Namun saat aku hendak keluar gerbang, sebuah mobil mengklalson ku. Lalu aku berhenti menatap mobil itu. Kaca mobil itu pun terbuka menampilkan seorang gadis yang baru saja aku tabrak tadi.


" ada apa nona?". Tanya ku heran


" aku mencari mu tadi ayo masuk". Ucapnya meminta ku tuk masuk kedalam mobilnya. Aku pun menaikan ke2 alis ku sebagai tanda untuk apa?


" ahmm,  secangkir kopi mungkin?". Ucapnya.


Aku pun mengiyakan dan masuk kedalam mobilnya.


Memakai selfbelt dan wanita itu pun melajukan mobilnya, menuju sebuah cafe yang letaknya tidak terlalu jauh dari kampus.


Dan disini lah kami duduk ber2 di dalam cafe, dengan dia yang memesan jus strawberry dan aku es susu coklat kesukaan ku.


" aku sampai lupa, perkenalkan nama ku Roseana park kau bisa memanggilku rose" ucap nya sambil mengulurkan tangannya. Aku pun menyambut uluran tangannya.


" Limario manoban kau bisa memanggil ku Lim"  balas ku. Dan kami pun mulai memperkenalkan diri masing-masing tentang keluarga kami masing-masing termasuk tujuan ku datang ke korea. Rose mengenal jennie, mengenal dalam hal arti ayahnya jennie adalah orang yang cukup terkenal dikorea karena memiliki banyak perusahaan.


" omo, aku tak menyangka, seorang jennie kim yang terkenal dingin menjadi kekasih mu?". Ucapnya tak percaya.


" tapi setahu ku jennie orang yang baik ramah dan ceria pada semua orang, mengapa kau berkata begitu?". Ucap ku bertanya.


" aku hanya membaca beberapa berita tentangnya melalui medsos". Jawabnya.


" owh, jangan menilai orang dari covernya, mungkin tak kenal maka tak sayang". Ucap ku memberi tahu.


" ah ya kau benar lim, btw setelah ini aku mau kemana?aku akan pulang kerumah". Ucapnya.


" aku akan kerumah jennie". Ucap ku santai.


" benarkah?". Ucapnya terkejut


" iya, memang kenapa?ujar ku bingung kepada rose?


"sudah sejauh itu kah hubungan kalian?". Tanya nya tak percaya.


Aku pun menceritakannya kepada rose.


" wow, kau hebat lim, bisa berfikir sejauh itu untuk hubungan kalian" ucapnya tak percaya.


" aku hanya mencoba tuk menata hidup yang lebih baik lagi rose". Ucap ku dengan tenang.


" aku akan selau mendukung mu, ayo aku antar kau kerumah jennie". Ucapnya menawarkan diri.


" tidak usah, aku tak ingin merepotkan". Ucap ku merasa tak enak.


" tak apa, aku tak merasa direpotkan, ayoo". Ucapnya meyakinkan ku.


" baiklah, sebentar aku bayar ini dulu". Ucap ku hendak bediri namun rose mencegah ku, tidak lim aku saja yang bayar sebagai permintaan maaf tadi telah menabrak mu". Ucapnya.


" jangan seperti itu, aku laki-laki pantang bagi ku menerima traktiran dari seorang wanita dan ini pertama kalinya kita bertemu, aku mohon," ucap ku memohon.


" baiklah-baiklah kali ini saja lain kali aku yang akan mentraktir ok?". Ucapnya.


" oke, aku ke kasir dulu". Aku pun beranjak membayar pesanan kami.


Setelah itu aku dan rose menuju kerumah jennie, ini sudah jam 5 sore, apa sopan bertamu sore hari, sebenarnya aku merasa tak enak tapi aku harus mencobanya.


Sesampainya di depan gerbang rumah jennie setelah berpamitan dengan rose aku melangkah kan kaki masuk sebelumnya melapor ke penjaga rumah terlebih dahulu lalu aku masum ke dalam rumah jennie.


Rumah yang sangat megah dan mewah, tak heran ayah jennie adalah seorang pengusaha ternama di korea.


To be continue....

__ADS_1


__ADS_2