
Limario
Aku sudah mempersiapkan semua hal yang harus aku lakukan untuk kembali ke korea. Sepertinya aku membutuhkan bantuan Somi tuk tempat tinggal ku nanti dikorea.
Aku menghubungi somi, setelah sekian lama tak menghubunginya aku akan menghubunginya, sebenarnya somi selalu menghubungi ku namun tak pernah aku balas karna aku tak ingin ia bertanya hal yang tak ingin aku bahas, hanya saja dia terlalu cerewet untuk seorang adik.
Aku memakluminya karena dia sayang kepada ku sebab itu dia bersikap seperti itu.
Mengingat bahwa aku akan segera kembali ke korea sepintas aku mengingat jennie, aku sangat merindukannya, aku tahu kini jennie sudah bahagia dengan pilihannya, aku hanya merindukannya. Ingin sekali mencari tahu tentangnya melalui medsosnya tapi aku urungkan, untuk menghindari hal-hal yang membuat ku mengingatnya dan kembali menginginkannya.
Akan lebih sulit lagi nantinya, aku sudah tak memikirkannya, namun aku belum bisa melupakan cinta ku padanya. Tuhan berilah kebahagian untuknya dan untuk ku, meski kebahagiannya atau pun diri ku bukan karenanya dan aku.
Ingin sekali memeluknya, huft rasa itu muncul kembali, sebaiknya aku hentikan pemikiran ini, sebelum terlanjur jauh.
Aku pun segera menhubungi somi.
In calling
" hallo, somiah". Ucap ku dengan bahagia.
" oppaaaaaa!!!". Jawabnya berteriak.
" apakabar somiah?". Tanya ku terkekeh mendengar suaranya.
" aku baik, oppa sendiri bagaimana?". Tanya nya.
" aku baik, btw aku ingin minta tolong somiah". Ucap ku to the point.
" apa yang bisa aku bantu oppa?". Tanya nya antusias.
" aku akan kembali kekorea, bisa kau carikan ku tempat tinggal sementara?". Tanya ku lagi
" wah benarkah?kapan oppa?". Tanyanya
" mungkin 2 minggu lagi, jadii bisakah kau membantu ku?". Tanya ku lagi.
" bukan kah oppa punya apartment sendiri? Kenapa tak kembali kesana saja?". Ucapnya.
" aku tak bisa somiah, itu akan menyakitiku,,". Ucap ku dengan nada sendu.
" ah ya aku mengerti, bagaimana kalau kau tinggal di apartment cuwy, aku rasa ia tak akan keberatan". Tawarnya pada ku.
" ah ya cuwy,,, bagaimana kabarñya dengan cuwy?". Tanya ku padanya.
" ah dia sangat baik oppa, owh ya dia sekarang mencadi pengusaha sukses oppa" ucapnya terdengar sangat bahagia.
" benarkah?baikah berikan aku kontaknya, aku akan menghubunginya". Ucap lagi.
" ok nanti aku kirim kan, apa ada lagi oppa yang kau butuhkan?". Tanya nya.
" untuk sementara hanya itu saja dulu". Jawab ku.
" baiklah aku harus menutup telponnya sebentar lagi aku harus ambil take,, dah oppa i miss you and love you.". Ucapnya
" me to". Ucap ku tersenyum dan memandang handphone ku. Tak ada yang berubah dari nya, tak lama pun pesan pun masuk dari somi mengirimi contact cuwy.
Aku mencoba menghubunginya namun tak ada jawaban, aku coba lagi, tapi kali ini diangkat.
In calling....
" Halo siapa ini?". Tanyanya dari sebrang sana, aku pun tersenyum.
" I miss you cuwy". Ucap ku pelan.
" Liiimmmm,, i miss you too, hiks hiks hiks hiks, kemana saja?mengapa kau tak memberi kabar?hiks hiks hiks". Tanya sambil menangis.
" Maaf, jangan menangis,," ucap ku lembut.
" bagaimana aku tak nenangis, tiba-tiba saja kau menghilang setelah 4 tahun baru mengabari ku, jahat sekali kau? Hiks hiks hiks". Ucapnya tak berhenti menangis.
" Ya maafkan aku,, kau sedang apa?apa aku memganggu mu?". Tanya ku padanya.
" aku sedang dikantor, tentu saja tidak, kau ini bicara apa aku merindukan mu". Ucapnya.
" baguslah kalau begitu, aku juga merindukan mu,,,". Jawab ku.
" ada apa kau menghubungi ku?". Cuwy
" Tidak ada apa-apa, hanya ingin mendengar suara mu, aku benar-benar merindukan mu.". Lim
" kenapa baru sekarang kau menghubungi ku?". Cuwy
__ADS_1
" aku hanya takut mengganggu mu, karena kau orang sibuk". Lim
" kamu yang takut menganggu ku atau kamu yang memang tidak ingin diganggu?". Cuwy.
" hahahha pertanyaan macam apa itu, aku selalu merindukan kalian semua". Lim
" termasuk jennie?". Cuwy
Aku pun terdiam sejenak.
" ya aku juga merindukannya, sebagai sahabat, aku tau jennie sudah bahagia dengan pilihannya, aku pun ingin bahagia cuwy". Lim
" huft baiklah, kau berada dimana sekarang?". Cuwy
" london, aku di london". Lim
" baiklah, jika aku ada waktu luang aku akan kesana, kau hutang penjelasan pada ku lim". Cuwy
" ok-ok aku tunggu". Lim
Aku pun menutup telpon ku, hati ku sedikit merasa bahagia, entah mengapa. Aku benar-benar merindukan cuwy. Seorang wanita, yang memiliki rasa lebih dari seorang sahabat.
Mengingat bagaimana ketika jennie mengetahui tentang perasaan cuwy terhadap ku.
Aku tau tentang perasaan cuwy pada ku, ketika dulu diperpustakaan, jennie berbicara pada cuwy mengenai perasaanya pada ku.
Bukan aku tak mau menjauhi cuwy, hanya saja aku tau cuwy dapat menempatkan dirinya, aku pun tak ingin memberi jarak kepada cuwy karena dia sahabat ku.
Aku juga baru menyadarinya, selama ini jennie tidak pernah mencintaiku, entah perasaan ku selalu campur aduk jika mengingatnya.
Jika memang jennie mencintaiku ia akan menunjukan cemburunya, walau hanya sekedar marah padaku, nyatanya tidak. Dia akan bersikap biasa saja.
Mengapa aku baru menyadarinya sekarang? Selama ini cinta ku bertepuk sebelah tangan, ya tuhan kenapa begitu sakit saat mengingatnya.
Kali ini aku harus benar-benar membuka hati ku untuk orang lain.
Aku pun membuka kembali laptop ku dan membaca ulang tulisan ku, dan teringatlah tentang awal mula aku bertemu dengan jennie.
FLASH BACK ON
SWISS
Hari ini Senin, 29 Juli 2002, hari pertama aku masuk sekolah, aku murid pindahan karena disekolah sebelumnya aku dikeluarkan karena mengahajar seorang guru hingga koma.
Dan gadis itu adalah teman sekelas ku, karena terkejut dan seketika aku marah tanpa aba-aba aku langsung berlari kedepan kelas dan menghajar guru itu habis-habisan sampai-sampai teman-teman sekolah ku tak dapat menghentikan ku.
Dan akhirnya aku dikeluarkan, disinilah aku sekarang disekolah baru saat itu aku memasuki kelas baru ku, ketika aku memperkenalkan diri ku, aku melihat seorang gadis yang sedang menunduk entah apa yang sedang ia tulis dibukunya hingga ia tak memperhatikan ku yang sedang memperkenalkan diri.
Aku pun dipersilahkan duduk, dan aku duduk dibangku tepat dibelakangnya.
Aku pun mencoba menyapanya dengan berbisik di belakangnya dan menyentuhnya dengan pulpenku ke pundaknya. Dia pun menengok pada ku dan membalas senyuman ku.
Senyumnya membuatku jatuh kedalam pesonanya. Betapa menyejukan senyumannya itu. Semenjak saat itu lah aku berusaha mendekatinya, tapi bukan hal yang mudah karena banyak sekali saingan yang aku miliki.
Jennie typikal gadis yang ramah, selalu tertawa, aku menyukainya, melihatnya bahagia membuatku merasa sangat bahagia.
Aku menyesal mengapa tak pernah bertemunya lebih awal.
"Hai". Aku pun memberanikan diri menghampiri jennie dikala ia bersama teman-temannya sedang bercanda ria di meja kantin sekolah.
Kedatangan ku membuat semua teman-temannya dan jennie terdiam melihat kehadiran ku.
" Hai juga". Balas jennie dengan senyuman manisnya.
" owwhhhh...". Sorakan teman-temannya membuat wajah ku memerah menahan malu.
" pulang sekolah nanti apa kau ada waktu?aku ingin mengajak mu jalan-jalan?". Ucap ku to the point.
"Cieeee, ada yang ngajak kencan nech". Ucap salah satu temannya menggoda ku.
" ah baiklah, aku mau". Ucapnya sambil tersenyum malu.
" ok, aku tunggu nanti setelah pulang sekolah". Ucap ku lalu berpamitan dan meninggalkan jennie dan teman-temannya.
Masih dapat aku dengar godaan dari teman-temannya kepada jennie.
Jujur aku ingin teriak karena bahagia, jennie menerima ajakan ku.
Aku pun segera kembali ke kelas karena jam istirahat akan habis. Aku duduk dibangku ku dan tersenyum membayangkan wajah jennie barusan saat menerima ajakan ku.
Tak lama bel pun berbunyi dan para siswa pun mulai memasuki kelas. Saat jennie memasuki kelas aku tersenyum, diapun tersenyum lalu duduk dibangkunya tepat didepan ku, aku pun memajukan sedikit tubuhku dan membisikan sesuatu padanya.
__ADS_1
" thank you".
Dia pun berbalik dan tersenyum pada ku, ah ya ampun senyumnya membuat jantungku seakan ingin keluar.
Aku pun mulai mengikuti pelajaran hingga bel pun berbunyi menandakan sekolah pun tlah usai. Aku membereskan semua buku-buku ku dan memasukannya kedalam tas ku dan beranjak keluar kelas.
Aku pun menunggu jennie di depan pintu kelas. Dan akhirnya jennie pun keluar, kami keluar sekolah bersama-sama.
" Maaf, kita naik bus apa tak masalah?aku tak membawa kendaraan, karena aku belum cukup umur tuk memiliki izin mengemudi". Ucap ku padanya
" Tidak apa, naik bus lebih menyenangkan". Jawabnya dengan senyum manisnya.
Aku pun memberanikan diri menggandeng tangannya dan mulai berjalan kaki menuju halte bus.
Tangannya yang mungil sangat pas untuk ku genggam. Aku sangat bahagia bisa jalan dengannya. Aku dan jennie pun sampai di halte dan tak lama bus pun datang, aku menarik jennie tuk masuk ke bus.
Kami menghabiskan waktu kencan pertama kami dengan makan di sebuah restaurant. Dan membicarakan beberapa hal tentang nama dan kehidupan kami masing-masing.
Setelah acara makan selesai kami pun keluar resto berjalan beriringan, dengan aku yang menggenggam tangannya dengan erat, seakan tak akan pernah aku lepaskan.
Setelahnya aku mengantar jennie pulang, lalu aku segera pulang, namun saat dihalte aku sedang menunggu bus yang datang tiba-tiba sebuah mobil berhenti dihadapan ku, dan keluar lah beberapa orang laki-laki dan memaksaku masuk kedalam mobil.
Mereka memukuli ku didalam mobil, namun sebisa mungkin aku melawan, menangkis dan membalas pukulan mereka sampai akhirnya mobil berhenti di jalan yang sepi, aku pun keluar dan orang-orang dimobil pun keluar semua dan mulai menghajar ku, sambil mengancam ku untuk tidak mendekati jennie lagi.
Aku baru menyadarinya, salah satu orang itu adalah senior ku disekolah, yang menyukai jennie, aku pun yang mendapat ancaman seperti itu pun marah dan mengamuk, menghajar mereka habis-habusan hingga mereka semua tak sadarkan diri, terkecuali, james senior yang menyukai jennie, aku berbalik mengancamnya.
" Jangan pernah lagi kau mencoba mendekati jennie, jennie adalah milik ku, aku tak segan-segan membunuh mu dan orang-orang mu". Setelah mengatakan itu aku pun berlalu pergi dari tempat itu.
Saat sampai dirumah daddy melihat ku yang babak belur pun sègera berlari menghampiri lu dan aku pun mendapatkan berbagai pertanyaan, aku pun menceritakan semuanya.
Diam-diam daddy menindak lanjuti tentang ini, daddy memenjarakan senior ku itu, tak banyak yang mengetahui tentang itu, karena dady tak ingiñ sekolah ku bermasalah lagi.
Aku pun dan jennie sama-sama selalu menghabiskan waktu bersama.
Semenjak itulah kami semakin menjadi dekat tanpa ada ikatan, karena aku berfikir ingin mendapatkan hati jennie terlebih dahulu.
Aku pun jadi sering menjemput dan mengantar jennie kerumahnya, lebih tepatnya rumah kakeknya, dan semsnjak itu juga aku mengambil les bahasa korea.
Sehingga aku bisa dekat dengan kakek dan neneknya jennie. Hingga ketika mendekati hari ujian jennie mengatakan akan melanjutkan studinya di korea, saat itu aku bingung apa yang harus aku lakukan?aku tak ingin jauh darinya.
Aku juga mendengar bagaimana kerasnya orang tua jennie, saat itu aku bercerita kepada daddy untuk meminta saran darinya. Daddy menyarankan untuk mengikuti jennie, namun aku berfikir jika aku sekolah dikorea akan sangat membebani daddy, walau sebenarnya daddy pun tak keberatan, aku berfikir tuk mendaftarkan diri di universitas yang sama dengan jennie dengan beasiswa yang aku ajukan.
Banyak proses yang aku jalani tuk mengikuti beasiswa itu, dengan beberapa informasi yang aku dapatkan, sebelum pengumuman kelulusan surat panggilan beasiswa pun sudah aku dapatkan, tak sabar rasanya ku ingin memberitahukan kepada jennie.
Dan akhirnya pun kelulusan ku tiba, dan disaat itulah aku mengajak jennie taman belakang sekolah.
" kenapa kau membawa ku kesini?disini tidak ada orang, mereka pasti menunggu kita lim". Ucapnya sedikit bingung.
Aku pun menggenggam kedua tangannya.
"Iya aku tau,sebentar saja, ada yang ingin ku katakan". Ucap ku pelan sambil menatap matanya.
" oh ya?apa?". Tanyanya dengan gumy smilenya.
"1 tahun lebih kita bersama dan saling kenal, maaf jika cara ku tak berkesan, hanya saja munhkin ini waktunya.". Ucapku sepelan mungkin karena jujur aku gugup.
"Maksud mu?sungguh aku tak mengerti". Ucapnya sambil menatap ku dengan kedua alisnya yang terangkat karena bingung.
" sejak pertama kali aku melihat mu, aku menyukai mu jennie, dan kebersamaan kita selama ini membuat hati ku tak berhenti berdetak kencang setiap harinya, aku mencintai mu jennie kim, mau kah kau menjadi kekasih ku.". Tanya ku padanya dengan berharap dan cemas.
Seketika raut wajahnya berubah, senyumannya pun memudar, perlahan ia melepaskan genggaman tangannya dari ku dan berjalan mundur selangkah lalu membalikan tubuhnya menjadi membelalangiku.
" Sejujurnya lim, aku pun sama, aku menyukai mu, tapi aku akan melanjutkan studyku di korea, dan jujur maaf aku tidak bisa menjalani hubungan jarak jauh, maaf aku tak bisa". Ucapnya dengan nada sendu dan kembali menatap ku.
Aku pun tersenyum, jennie merasa bingung mengapa aku tetap tersenyum. Lalu aku memberikan kertas panggilan ku ditefima di universitas tempat dimana jennie akan melanjutkan studynya, yang pernah ia katakan pada ku sebelumnya.
Ia pun menerimanya dan membacanya, setelah membacanya ia menatap ku tak percaya.
"Benarkah ini lim?". Ucapnya tersenyum bahagia dan langsung memeluk ku.
Aku pun menganggukan kepala ku sebagai jawaban iya padanya dia pun melompat-lompat kegirangan sambil tetap memeluk ku.
" jadi??apa jawabannya?". Tanya ku menghentikan acara lompat-lompatnya.
" iya,, aku mau, i love you lim". Ucapnya lalu dengan cepat mencium bibir ku sekilas, yang membuat ku terkejut, jennie mencium ku lebih dulu tanpa sadar, beberapa saat kemudian jennie baru menyadari tindakannya dan dengan segera melepaskan pelukan kami.
" ahmm,,ak,,ak,,aku,, minta maaf aku lancang". Ucapnya menunduk malu dan tergugup.
"Tak apa, aku menyukainya, i love you to jennie kim". Ucap ku sambil menarik lengannya dan memeluknya lalu mencium kenngnya. Ini adalah kebahagian yang sangat berkesan untuk ku.
Aku pun tersenyum mengingat pertama kalinya jennie mencium ku " taman belakang sekolah".
__ADS_1
To be continue....