
Begitu memasuki rumah jennie aku di sambut oleh seorang pelayan dan disuruh menunggu di ruang tamu, ruang tamu yang sangat indah, bernuasakan eropa, simple dan luas.
Saat aku mengamati photo-photo yang berada di didinding ruang tamu, mengamati photo semasa jennie kecil dulu, sangat menggemaskan, terlihat sekali jennie yang manja, pipinya tak pernah berubah hingga ia dewasa, aku tertawa kecil melihat figura yang terpajang rapih di setiap dinding dan meja.
Langkah kaki membuat ku membalik kan tubuh ku, tuk melihat siapa yang menghamliri ku, dan ternya di adalah seorang wanita paruh bayah yang sangat cantik.
" selamat sore?anda siapa?". Ucap wanita itu yang tak lain adalah momynya jennie.
" selamat sore aunty, maaf jika saya menganggu waktu sore anda, saya limario". Ucap ku membukuk sopan pada momynya jennie.
" maaf silahkan duduk". Ucapnya mempersilahkan aku duduk dan ia pun duduk disebrang ku.
" jadi ada keperluan apa anda datang kemari?". Ucapnya ramah pada ku.
" sebelumnya saya meminta maaf atas kelancangan saya datang kesini, saya limario manoban, saya adalah kekasih anak anda jenmie kim, kedatangan saya kesini ingin meminta restu untuk hubungan saya dan jennie". Ucap ku sesopan mungkin.
" wow,, saya cukup terkesan dengan keberanian anda lim,, tapi,, kalau boleh saya tau sejak kapan kamu berpacaran dengan anak kami?". Tanya nya pada ku
" saya mengenal jennie di swiss aunty, dan saya sangat mencintai jennie, saya tidak ingin berjanji tapi saya akan membuktikan bahwa kebahagian jennie adalah prioritas utama saya". Ucap ku percaya diri dan tak lama suara pria masuk kedalam rumah.
" aku pulang". Ucap pria itu yang tak lain adalah tuan kim.
Aku pun segera berdiri dan memberi hormat pada tuan kim.
" selamat sore tuan". Sapa ku
" mwo?kau? Sedang apa kau disini?bukan kah hanbin sudah memberikan pekerjaan untuk mu?apa kau tak diterima?sampai datang kesini?". Tanya nya bingung dan sedikit tak suka.
Cara berbicaranya sedikit membuat ku takut hingga keringat dingin.
" sayang duduk dulu, laki-laki ini bernama lim ia kekasih jennie, dia datang kesini ingin meminta restu dari kita". Ucap momy jennie menjelaskan.
" owh,, sebenarnya apa tujuan mu menemui ku kemarin di kantor?". Ucapnya tegas.
Aku pun menjelaskan semuanya sedari awal, agar tidak ada salah paham lagi.
" owh jadi seperti itu, tapi maaf limario ssi, aku hanya memiliki seorang putri, jadi aku tak bisa menerima mu karena kebahagian jennie adalah segalanya bagi ku, karena ini sudah akan memasuki makan malam sebaiknya anda kembali pulang". Ucapnya tegas.
" Sekali lagi saya minta maaf tuan, saya mencintai jennie, sangat mencintainya, saya rela melanjutkan study saya di negara ini demi jennie, saat ini memang saya tidak bisa menjamin kebahagian jennie secara finansial, namun saya akan membuktikannya pada anda bahwa saya layak dan bisa membahagiakan jennie dengan cara saya". Ucap ku dengan lantang, persetan ayahnya jennie memandang ku kurang ajar.
" dengan cara apa?". Ucapnya lagi menantang.
" sebelumnya saya mohon ijin kepada anda, untuk mengijinkan jennie tinggal bersama saya, dan saya akan memenuhi semua kebutuhan jennie dan kebahagiannya, saya akan bertanggung jawab membiayai pendidikan jennie hingga lulus dengan uang saya sendiri". Ucap ku berusaha meyakinkan.
" saya tidak mengenal anda, anda fikir saya akan mengijinkannya, tuk mebiarkan anak saya hidup seatap dengan laki-laki yang baru saya temui?apa anda sudah tidak waras?". Ucapnya mulai meninggi.
" Maafkan saya jika kata-kata saya kurang sopan, saya tidak akan merusak jennie, karena saya mencintai jennie, anda bisa membawa jennie kembali jika saya menyakitinya dan tidak bisa membahagiakannya, saya hanya meminta 1 kali saja anda beri saya kepercayaan untuk saya membahagiakan jennie dengan cara saya sendiri". Ucap ku yang sudah benar-benar takut akan penolakan ayahnya jennie.
Ayahnya jennie terdiam dan bangkit dadi duduknya lalu berlalu pergi begitu saja tanpa sepatah kata pun.
" Lim, kau tetap tinggal lah, kita malam bersama, mungkin sebentar lagi jennie akan pulang, kau tunggulah disini sebentar". Ucap nyonya kim meminta ku.
" baik lah nyonya, terima kasih" ucap ku mencoba tersenyum. Momy jennie bangkit dari duduknya namun menghampiri ku dan menepuk pelan beberapa kali pundak ku.
" Aku senang jennie memiliki kekasih seperti mu, kamu mendapatkan restu dari ku, tenanglah, akan aku bujuk suami ku.". Ucapnya tersenyum dan pergi.
Jujur sebenarnya aku ingin mati rasanya, betapa menakutkan ayahnya jennie, berbeda dengan istrinya yang sangat baik dan ramah.
Jantung ku berdegup kencang dan belum berhenti, aku benar-benar takut, dan tak lama aku berteriak karena ada yang menepuk pundak ku tiba-tiba.
" kamjagiya". Ucapku karena terkejut.
" hahahah, hey bro,, kenapa kau tegang sekali?". Ucapnya yang ternyata adalah hanbin kakaknya jennie.
" ah ya ampun hyung, kau mengejutkan ku". Ucap ku sambil memegangi dada ku, benar-benar membuat ku kaget hingga lemas.
" hei ada apa?apa kau sudah bertemu dady?". Tanya nya lagi.
" iya sudah,,". Ucap lu lesu.
" lalu?apa dady memberikan restunya?". Tanya lagi.
" dia menolak ku,,," ucapku lemas.
__ADS_1
" benarkah? Tapi mengapa kau masih disini?". Tanya lagi.
" momy mu menyuruh ku menunggu,,," jawab ku
" kau bertemu momy juga?". Tanya lagi.
" iya,, dan kabar baiknya momy mu merestuinya, hanya dady mu tidak". Ucap ku menjelaskan.
" apa daddy mengusir mu?". Tanya nya lagi
" awalnya iya, tapi aku tetap meminta, sampai akhirnya dady mu pergi tanpa kata, sepertinya dady mu kecewa pada ku pada pertemuan pertama". Ucap ku putus asa.
" hahahhahaha,, kau hebat, bisa membuat dady terdiam, hahaha,, biasanya jika beliau mengusir orang lain, ia tak akan meminta seramah itu, ia akan memanggil penjaga untuk menariknya keluar, kau tenang saja , kau sudah mendapat lampu hijau dari momy, aku kekamar dulu, kau tunggu lah disini". Ucap hanbin berlalu pergi.
Tak lama hanbin pergi, aku mendengar suara mobil tiba, aku pun bangkit dan melihat dari jendela, yang ternyata jennie pulang, namun ia diantar seorang pria, pria itu pun ikut turun dan menggandeng tangan jennie, jennie hanya terseyum dengan sikap pria itu.
Aku pun sangat marah melihat jennie tidak menolak perlakuan pria itu. Aku pun berjalan dan kembali duduk di sofa ruang tamu.
Hingga langkah kaki jennie dan laki-laki itu terdengar semakin dekat. Bahkan jennie dan laki-laki itu tak menyadari keberadaan ku disana, mereka berdua melewati ku begitu saja.
Aku hanya berfikir, siapa pria itu? Mengapa mereka berdua terlihat sangat dekat bahkan terlihat seperti sepasang kekasih.
Rasanya dada ku begitu sakit melihat kedekatan mereka berdua. Dan tak lama dady jennie dan momy nya kembali keruang tamu.
" Dengarkan saya, jika kamu benar-benar mencintai jennie maka buktikan, aku belum merestui mu tapi saya memberi kesempatan, hanya satu kali, sekali saja kamu membuat anak saya menangis, maka saya akan membawa anak saya jauh dari kamu". Ucapnya tegas.
" baik tuan terima kasih, sekali lagi saya berterima kasih, kalau begitu saya pamit pulang". Ucap ku pada tuan dan nyonya kim.
" tidak, kamu makan malam lah dulu disini, hanbin juga sudah pulang, dan aku dengar juga jennie sudah pulang tadi". Ucap nyonya kim memberitahuku.
" ah, maaf nyonya aku pulang saja, mungkin lain waktu saja". Ucap ku meyakinkan, karena jujur aku sangat marah dengan jennie.
" kenapa kau tak menerima undangan istri ku?apa kau tak menghargai kebaikan istri ku?". Ucap tuan kim.
" sekali lagi saya meminta maaf jika anda berfikir seperti itu, tapi saya disini hanya sebagai tamu tak diundang, mungkin besok atau lain waktu, karena jennie juga sedang ada tamu sepertinya". Ucap ku menjelaskan.
" ah benarkah?". Tanya tuan kim pada ku.
Tuan dan nyonya kim mengantar kan ku kedepan, saat didepan terdengar suara jennie bsrteriak memanggil momynya.
" mom..." teriak jennie dari dalam rumah.
" kamu hati-hati dijalan yah, apa kamu tak mau bertemu jennie dulu lim?". Tanya nyonya kim pada ku.
" tidak usah nyonya, terima kasih". Ucap ku.
" baiklah saya masuk dulu". Ucapnya dan segera masuk kedalam rumah.
Sedang tuan kim memandang ku, aku pun yang dipandangnya merasa gugup.
" tuan aku pamit, permisi selamat sore". Ucap ku membungkuk dan tuan kim mendekati ku dan memegang pundak ku menatap ku dalam.
" berjuanglah, jika memang kamu mencintai jennie, karena saingan mu yang ada didalam sana jauh lebih mapan, jika kamu bersungguh-sungguh aku mendukung mu lim, jangan patah semangat". Ucapnya memeberi ku semangat. Sambil mengepalkan tangannya dan diangkat keudara.
Aku pun tersenyum dan membungkukan badan ku lagi dan berucap " terima kasih". Setelah nya aku berjalan keluar dari kediaman tuan kim.
Sementara didalam...
Jennie pov
" mom, apa ada tamu?". Tanya jennie
" ia tadi lim datang kesini". Ucap momynya.
" apa?kapan?". Ucap jennie tak percaya.
" dari tadi, sebelum dady mu pulang dia datang, baru saja pulang, diantar dady mu kedepan". Ucap lagi momynya.
" kenapa tak memberitahuku mom" ucap jennie kesal pada momynya.
" memangnya kau tak bertemu denganya?sedari tadi lim berada di ruang tamu sayang". Ucap momy.
" apa?ya ampun aku benar-benar tak melihatnya". Ucap jennie.
__ADS_1
" kau saja yang sibuk dengan sehun, sampai kekasihnya datang tak di anggap". Ucap dady pada jennie.
" ahh dadyyy, lim pasti salah paham". Ucap jennie.
Aku pun segera kembali ke kamarku dan mengambil handphone ku, namun saat diruang tengah sehun memanggil ku, tapi aku tak menghiraukan nya aku berlalu ke kamar untuk mengambil handphone ku, dan aku pun segera menghubungi lim.
Jennie pov end.
Back to lim
Diperjalanan handphone ku berbunyi, dan aku melihat nomer jennie yang tertera. Aku tak berniat mengangkatnya.
Karena jujur aku masih merasa kesal. Aku membiarkannya, dan men silent ponsel ku. Aku pun melanjutkan perjalanan ku untuk pulang ke apartment dengan taxi.
Sepanjang perjalanan jennie tak berhenti menghubungi ku, aku pun mengabaikannya. Sudah cukup lelah untuk ku hari ini, jika harus bertengakar dengan jennie
Aku pun memutuskan tuk mandi dan memasak ramyon tuk aku makan malam, karena terlalu malas tuk jalan keluar atau memasak yang lainnya.
Setelahnya aku menonton tv hingga aku tertidur di sofa depan tv yang masih menyala.
Di kediaman jennie.
Jennie pov
Setelah makan malam usai, sehun berpamitan pulang, sehun menemui ku hari ini karena ia meminta ku untuk menemaninya membeli beberapa keperluannya karena besok ia akan berangkat ke amerika untuk melanjutkan studynya.
Sehun adalah teman masa kecil ku sudah sangat lama kami tak bertemu. Tapi yang mengejutkan ku adalah, ia menyatakan perasaanya pada ku, namun aku tak menjawabnya, sehun memberi ku waktu hingga ia kembali ke korea.
Sehun adalah pria yang baik dan dewasa, aku nyaman bersamanya, tapi aku sudah memiliki seseorang dihati ku yaitu lim.
Hari ini ia datang kerumah, aku tau lim marah pada ku karena mengabaikannya, sampai sekarang ia tak menjawab telpon dari ku.
Apa lim sudah tidur?sebaiknya aku mendatanginya besok pagi saja, saat aku hendak menaiki tangga daddy memanggil ku.
" jennie,," panggil daddy pada ku.
" ya dad?". Jawab ku berhenti didepan tangga.
" dady ingin berbicara,,," ucao dady dengan nada serius aku pun mengikuti dady keruang tengah.
Aku duduk disebrang sofa dimana dady dan momy duduk.
" daddy ingin bertanya apa kau serius berhubungan dengan lim?". Tanya dady.
" iya dad, aku mencintainya". Ucap ku gugup.
" lim datang menemui dady 2x dan yang terakhir tadi sore dia datang meminta restu pada daddy, dan meminta ijin kepada dady untuk memintamu tinggal bersamanya". Ucap dady.
" lalu..." ucap ku menunggu jawaban dady.
" daddy memberi ijin dan restu pada kalian berdua, tapi dady minta kamu jaga dirimu sebagai wanita, kamu mengertikan maksud dady?". Tamya dady serius pada ku.
Aku pun berdiri dan mehamburkan pelukan ke dady.
" thank you dad, i will,terima kasih, aku akan menjaga amanat dadi dady". Ucap ku kepada dady. Betapa bahagianya aku memdapatkan restu dan ijin dari dady.
Tapi jujur aku sedikit terkejut jika lim meminta ijin kepada dady untuk aku tinggal bersamanya.
" aku akan membereskan baju-baju ku dan berangkat ke apartment lim" ucao ku bahagia dan akan beranjak.
" tidak malam ini, besok pagi saja, sebaiknya kamu istirahat tidur". Ucap dady melarang ku.
" baiklah, sekali lagi thank you dad mom, ilove you all". Ucap ku lalu berlari ke kamar ku.
Aku pun membereskan beberapa baju ku tuk aku bawa ke apartment lim, oh tidak-tidak, apartment kami.
Aku benar-benar bahagia, akan hidup bersama lim sebagai sepasang kekasih yang bahagia.
Entah ilmu sihir apa yang lim gunakan untuk meminta ijin pada daddy. Orang tua ku meski terbilang sukses, namun mereka sangat klot, terlalu banyak aturan ini itu, demi menjaga anak-anak mereka, seperti oppa hanbin dulu, ketika berpacaran, baru satu kali istrinya dibawa kerumah, dady sudah menanyakan kapan menikahi sandara unnie.
Tapi aku bersyukur memiliki keluarga yang menyayangi ku ditambah sekarang memiliki kekasih seperti lim.
To be continue....
__ADS_1