REMAJA PENGEJAR MIMPI

REMAJA PENGEJAR MIMPI
prolog


__ADS_3

Cahaya mentari pagi mulai menyinari bumi,menguapkan sisa sisa embun yang menetes disela dedaunan.


cuaca cerah pagi itu mengiringi kepergian seorang remaja desa ke ibu kota untuk melanjutkan sekolahnya di ibu kota agar dia dapat mengejar mimpi mimpinya selama ini.


dicky lebih memilih melanjutkan sekolah di ibu kota karena saat itu pendidikan di ibu kota jauh lebih maju dan fasilitas pendidikannya lengkap tidak seperti di desa.


cukup jauh jarak antara desa nya dengan ibu kota , membutuh kan waktu 5-6 jam perjalanan.


untungnya di ibu kota ada kakak dari ibu nya sehingga dia bisa tinggal di sana dan mendapatkan ijin dari orang tua nya untuk melanjutkan sekolah di ibu kota


setelah menempuh perjalan yang panjang remaja itu pun sampai di rumah yang dia tuju.


tidak susah bagi nya menuju ke rumah itu karena setiap libur lebaran remaja itu bersama orang tuanya selalu berkunjung ke rumah pakde nya itu.


"Assalamualaikum" remaja itu mengucapkan salam setelah memarkirkan motornya dihalaman rumah.


"wa'alaikumsalam" sahut sang empunya rumah yang tak lain adalah pakde nya dicky dari dalam sembari berjalan untuk membuka pintu.


"alhamdulillah akhirnya sampai juga kamu ****" kata pria paruh baya yang sudah membuka pintu rumah itu.

__ADS_1


"enggeh pakde alhamdulillah" sahut remaja itu sambil menyalami dan mencium tangan pria tua yang dipanggilnya pakde itu.


"bagai mana perjalanannya ****?" tanya pakde sambil mempersilahkan remaja itu masuk dan duduk disofa ruang tamu


"alhamdulillah lancar tanpa kendala pakde" jawab dicky sambil menaruh tas yang dibawanya lalu duduk.


"bapak sama mama kamu gak ikut ****?" tanya pakde


"enggak pakde lagi banyak kerjaan dikampung"jawabnya singkat.


sementara itu dari ruang keluarga ari anak pakde dan ismi istri pakde nya menghampiri dicky dan pakde nya itu.


"jam berapa dari rumah ****" kata ari yang langsung melemparkan pertanyaan kepada dicky.


"wah berani sekali kamu dicky sendirian aja naik motor dari rumah"kata bude alias istri pakde.


"ah biasa lah bude , dicky kan udah gede sekarang udah punya sim dan dicky kan laki-laki jadi harus berani dong" jawab dicky sambil senyum senyum.


"ya sudah sana bawa barang barang kamu kekamar setelah itu bersih bersih badan sebelum istirahat" terang pakde.

__ADS_1


setelah selesai menata baju yang dibawa dan membersihkan badan , dicky merebahkan badan nya yang terasa lelah sehabis mengendarai motor kesayangannya 5 jam di atas motor membuat punggungnya berasa pegal.


tak lama kemudian ari datang membangunkan dicky


"woy nanti aja lagi menghayal nya , ayo makan dulu udah ditunggu tuh" teriak ari yang membuat dicky tersentak kaget.


"dasar k*****t ngagetin aja" sungut dicky sambil menimpukan bantal kepada ari


ari hanya tertawa tawa menanggapi timpukan dicky.


di sela sela makan pakde meminta ari untuk menemani dicky mendaftar sekolah besok karena waktu penerimaan murid baru tahun ajaran itu tinggal tiga hari lagi.


"ri besok temani dicky untuk daftar ke sekolah yang dia mau" ujar pakde yang dibalas anggukan oleh ari.


"kamu mau daftar dimana ****" tanya ari.


"ya masih belum tau sih , aku kan gak tau sekolah mana aja yang bagus , tapi pesan bapak kemaren harus di sekolah yang negri"


"gimana kalo daftar di sekolah ku aja"kata ari yang memang setingkat lebih dari pada dicky.

__ADS_1


"ya kita liat besok lah daftar dimana aja" kata dicky.


selesai makan dicky pun pamit untuk kekamar dia ingin segera tidur agar hari esok badannya bugar kembali.


__ADS_2