REMAJA PENGEJAR MIMPI

REMAJA PENGEJAR MIMPI
hari 3


__ADS_3

Setelah merasa hafal dengan jalanan ibu kota dicky pun mengajak ari untuk pulang karena hari sudah terlalu sore.


" Udah yuk pulang , Udah ke sorean ini kita nanti pakde ama bude khawatir kita masih belum pulang juga dari tadi " Ajak dicky yang merasa tidak enak dengan pakde dan bude nya karena seharian belum pulang .


" Alah kamu ini seperti di desa aja kalau pulang telat di omelin , Tenang aja aku yang biasa pulang malem aja gak di pernah marahin kok " Jawab ari .


" Tapi ini kan udah sore , Aku juga mau mandi udah kena debu seharian " Kata dicky yang merasa badan nya lepek akibat berkeringat setelah aktivitas nya hari ini .


" Iyaa iya , Gak mampir ke rumah ara dulu nih ? " Sambil tersenyum senyum ari menggoda dicky .


" Lah ngapain juga mampir ke rumah orang , Kenal juga baru tadi " Jawab dicky heran dengan pertanyaan yang dilontarkan ari .


Motor yang di kendarai mereka pun menuju arah pulang kerumah mereka .


Sesampai nya dirumah dicky langsung kekamar untuk menaruh tas dan mengambil handuk nya lalu menuju kamar mandi untuk segera membersih kan badan , Sementara ari langsung merebahkan diri di ranjang milik nya dia memilih tiduran sejenak sebelum mandi .


Waktu berlalu dan jam makan malam pun tiba , Dicky , Ari , Pakde dan Bude sudah berada dimeja makan .


Sambil makan mereka bercengkrama dengan hangat.


" Gimana **** pendaftaran sekolah tadi ? " Tanya pakde.


" Alhamdulilah pakde tadi dicky sudah daftar di beberapa sekolah menengah atas negri pakde , Mungkin 4 hari lagi tes lanjutan " Jawab dicky .


" Ya mudah mudahan aja ada yang ke terima **** " Kata bude memberi semangat .


" Enggeh bude semoga saja , Kalo gak ada sekolah yang menerima ya terpaksa tunda setahun soalnya dikampung kemaren dicky gak daftar ke sekolah disana dulu sebelum berangkat kemaren " Kata dicky dengan sedikit menyesal karena kenapa dia tidak daftar sekolah di desa nya ter lebih dahulu sebelum berangkat ke kota untuk jaga jaga kalau kalau dia tidak diterima di semua sekolah menengah atas di kota pikirnya , Karena jelas nilai rata rata ujian nya lulus smp pas pasan jadi sedikit sulit untuk bersaing masuk ke sekolah di kota besar seperti ini .


" Sudah lah gak usah takut kalau pun nanti tidak lulus tes di SMAN yang sudah kamu pilih kamu masuk ke sekolah nya ari saja biar nanti pakde yang ngurus " pakde menenangkan dicky .


Mendengar perkataan dari pakde nya itu dicky pun sedikit merasa tenang karena ada secercah harapan untuk nya bisa bersekolah di kota ini .



Malam mulai larut dua remaja yang masih ber sepupu itu asik duduk duduk didepan rumah ari bersama teman teman remaja se umuran mereka di gang itu .

__ADS_1



Ya setiap malam di depan rumah ari menjadi tempat nongkrong anak anak remaja di gang itu , Teras depan rumah ari bagaikan basecamp bagi mereka .


" **** tau enggak sepertinya ara tertarik sama kamu " Celetuk ari sambil menatap dicky dan ucapannya berhasil membuat para remaja yang ada disana ikut menatap dicky .


" Ah...... kamu ini suka banget ngusilin orang , Menyebar berita berita bohong " Ujar dicky yang merasa aneh dipandangi oleh mereka .


" Wah yang bener ri ara tertarik sama dicky ? " Sahut salah seorang remaja di sana yang bernama udi .


" Wuih hebat kamu **** baru juga dua hari disini udah ada yang kecantol aja ! " Ucap salah seorang lagi yaitu ule .


" Ya wajar lah dicky kan cool , Ganteng , Tinggi lagi pantas aja lah kalo ada yang suka sama dia pada pandangan pertama , Memangnya kamu le yang kaya timpakul gitu mana ada yang naksir " Seru seorang lagi yang bernama ufi dan membuat gelak tawa remaja remaja itu pecah .


" Yeee.... gini gini juga aku pernah jadian sama ara " Ule membela diri .


" Iya karena waktu itu ara lagi sakit mata dan belum sadar " Jawab ari lagi yang menimbulkan tawa teman temannya .


" Yang penting kan udah pernah jadian walau cuma sehari kek itu adalah bukti " Ule masih membela diri .


" Memang kamu tau dari mana kalo ara tertarik sama dicky ri ? " Tanya udi penasaran .


" Tadi waktu disekolah kan kami bertemu ara , Ara minta dikenalin sama dicky setelah itu aku sama ara kan kekantor tuh nah pas perjalan ke kantor ara banyak bertanya soal dicky " Ari menceritakan kejadian siang tadi di sekolah nya .


(POV ARI dan ARA)


Setelah berjalan agak jauh meninggalkan dicky di parkiran sekolah ara mulai bertanya tanya tentang dicky ke pada ari .


" Ri dicky itu asal nya dari mana ? "


" Dulu bapak sama ibunya dicky itu dari kota ini juga , Dicky juga lahir di kota ini dia lahir di rumah aku kata bapak , Lalu saat dia berumur 5 tahunan bapak sama ibu nya membawa dicky pindah ke desa T untuk mengadu nasib " Ari sedikit bercerita masa lalu yang dia tau dari bapak nya yang tak lain pakde nya dicky .


" Oh gitu ya , Terus sekarang dia balik kesini lagi sama orang tua nya ya , Apa di perantauan mereka tidak berhasil " Tanya ara lagi.


" Enggak , Dia kesini sendirian karena ingin sekolah di sini , Orang tua nya masih di desa T mereka lumayan sukses di sana makanya dicky bisa sekolah kesini " Jawab ari yang masih belum curiga .

__ADS_1


"Hemmm gitu ya , Terus ??" Tanya ara lagi seperti polisi yang sedang mengintrogasi.


" Eh eh eh tunggu tunggu jangan jangan kamu naksir dicky ya " Ari mulai merasa curiga dengan ara yang bertanya seakan ingin tau segala hal tentang sepupunya itu .


" Eh.... ah enggak enggak kok " Sahut ara agak gugup .


" Hayo ngaku kamu suka sama dicky ya " Goda ari sambil menunjuk hidung ara dan tersenyum .


" Ih apaan sih orang baru kenal wajar lah aku nanya nanya ,Dia kan sepupu kamu dan kamu salah satu teman baik ku jadi aku harus kenal baik juga dong sama sepupu kamu " kata ara yang menutupi perasaan nya yang sebenarnya .


" Apa dia enggak punya pacar di sana jadi dia mau ngelanjutin SMA disini ya ri " Tanya ara lagi yang masih ingin tau tentang dicky .


" Ya mungkin punya , Bisa aja kan mereka ldran lagian kan ada hp masih bisa buat berhubungan " Jawab ari asal aja , Ari semakin curiga kalo temen nya yang satu ini sedang menaksir sepupu nya yang baru datang dari desa itu .


" Ri kapan - kapan aku maein ke rumah kamu lagi ya " Kata ara .


" hemmmhhh " Jawab ari sambil mengangguk dan berpikir kok tumben ara mau kerumah nya kan sudah lama dia gak pernah main lagi kerumah ari .


" Ok lah kalau begitu nanti aku kerumah kamu , Oh iya dicky punya Hp gak ri ?" Tanya ara lagi.


"Tuh kan pasti kamu naksir dia ya sampai nanyain hp segala " Jawab ari yang seketika membuat pipi ara memerah .


"Tau ah gelap" Sahut ara yang langsung meninggalkan teman nya itu .


"Ye malah pergi" Gumam ari yang tersenyum melihat tingkah teman nya itu.


(POV Selesai)


" Menurut ku ara memang sedang naksir dicky deh" Udi berkata setelah mendengar cerita ari yang di ia kan oleh teman teman nya yang berada disitu.


"Ah apa an sih kalian ini , Biasa aja kan kalo orang baru kenal nanya nanya gitu" Kata dicky santai .


"Ye geblek nih bocah , Kalo laki-laki nanya gitu ya biasa , Kalo perempuan yang gitu itu namanya luar biasa" Sambung Ufi yang kesel karena dicky kurang peka.


Malam semakin larut dan mereka pun pulang ke rumahnya masing-masing begitu juga dengan dicky dan ari masuk ke kamar mereka masing-masing.

__ADS_1


Ari pun merebahkan diri sambil menatap langit-langit rumah dan memikirkan perkataan Ari tadi sampai akhirnya dia tertidur .


__ADS_2