
di planet zortos tepatnya di kota cyanesis
yang dimana teknologi telah berkembang pesat . gedung pencakar langit dimana-mana jalanan terbang . termasuk restaurant bahkan sudah dapat memasak makan hanya dengan menunggu sekitar satu menit. namun siapa sangka bahwa kota itu hanya di huni oleh robot saja. sebagian besarmakhluk hidup terbunuh karena pembantaian besar-besaran yang dilakukan oleh pemimpin kota tersebut yang menyebut dirinya sebagai "Emperor". tapi itu bukan berarti mereka telah sepenuhnya binasa. di tengah hiruk pikuk kehidupan kota cyanesis ternyata ada satu kelompok kecil makhluk hidup yg berhasil bertahan. dan dari kelompok itu muncullah seekor Agra yg suatu hari nanti akan mengembalikan peradaban ke zaman dimana kota kembali dihuni oleh makhluk hidup.
Bab 1
Agra adalah seekor hybrid antara kucing dengan rubah dia memiliki telinga yg panjang seperti rubah. namun dengan wajah seperti kucing. orang orang di kelompoknya sering memanggil dia dengan nama "Altan". pertama kali Altan ditemukan oleh seorang tetua dari kelompok itu dimana pada waktu itu tepat setelah pembantaian besar-besaran umat manusia. dia menemukan kalung terjerat di leher Agra itu yang bertuliskan "Altan". karena merasa kasihan sang tetua pun membawa Altan kembali ke kelompoknya dan merawatnya sampai ia remaja seperti saat ini. kelompok ini tinggal dengan cara berpindah pindah. agar mereka tidak dapat terdeteksi oleh robot robot pemusnah yg selalu berkeliaran. dan tak jarang diantara anggota anggota kelompok ada yg melepaskan diri dari kelompok dan mencoba bertahan hidup di kota. namun sampai sekarang anggota-anggota tersebut belum ada yang kembali lagi ke tempat kelompok itu berada.
Bab 2
Altan, dia dilatih langsung oleh kakeknya cara mempertahankan diri. sehingga dia tumbuh dengan kemampuan bertahan hidup yang cukup memukau. namun dia belum pernah keluar sekali pun dari kelompok itu. sampai pada suatu hari.
" kek, seperti apa sih pemandangan dunia luar?"
__ADS_1
" dunia luar itu kejam!, jangan sekali kali kau mencoba pergi dari kelompok ini."
" tapi aku penasaran ingin sekali masuk ke dalam kota besar itu." kataku seraya menunjuk ke arah bangunan bangunan pencakar langit
" tidak Altan!, kau tidak boleh pergi kesana!."
" tapi kenapa?." " bukankah menyenangkan melihat kota sebesar itu."
" apa kau tidak pernah memperhatikan, setiap orang yang keluar dari kelompok ini tidak ada yang pernah kembali."
" dengarkan aku Altan." nada kakek berubah menjadi dingin dan mengancam.
" apapun yang terjadi kau tidak akan pergi kesana. atau " " atau apa?!, kakek akan mengukumku?. " selaku yang juga mulai naik darah.
__ADS_1
" kau tidak tau apa apa anak kecil."
" karena aku tidak tau apa apa makanya aku mencoba untuk mencari tau."
" terserah kau saja Altan, aku telah memberitahumu."
Kakek pun pergi meninggalkanku tanpa menoleh sedikit pun. seakan akan dia benar benar telah masa bodo dengan apa yang akan aku lakukan.
Altan tau perbuatannya ini akan beresiko besar karena berdasarkan yang sering diceritakan kakek kepadanya. robot robot yang ada di kota itu sangat membenci mereka. mereka selalu berkeinginan untuk membunuh dan memusnahkan makhluk hidup.tapi keinginan dan rasa penasaran Altan terlalu kuat sehingga cukup untuk menjadi bahan bakar nyalinya untuk melewati tembok perbatasan yang bertuliskan " peringatan kakek ".
pada malam itu diapun menjalankan mimpinya itu. dia sudah mengantisipasi untuk terdeksi dengan membuat pakaian robot yang sesuai dengan postur tubuhnya.dia pergitanpa memikirkan jauh apa yang akan terjadi nanti.
" peralatan check, pengatur suara check, penyesuaian suhu check. baiklah, sekarang atau tidak sama sekali."
__ADS_1
Altan pun pergi meninggalkan kelompoknya.