
"ibu apa akan memiliki adik?" tanya anak itu kegirangan
si ibu yang melihat keadaan anak cacat itu yang masih di penuhi darah bekas persalinan langsung membasuh badan nya dengan air sungai.
"Mila ingin memiliki adik?" tanya si ibu tersenyum
"hmm hmmm,tapi apa ibu memperbolehkan nya?" tanya Mila sedih
"tentu nak,bila itu keinginan Mila sekarang dia akan menjadi adik mu" ucap si ibu tersenyum
"yeyy...." Mila kegirangan karena memiliki adik baru
si anak cacat hanya melihat dan mendengar apa yang mereka lakukan,tapi dia tak mengerti apa yang mereka katakan.namun muncul sebuah perasaan baru yang ia rasakan yaitu 'kehangatan'.
"ibu!ibu! bolehkah aku yang memberi nama adik baru ku?!"
"tentu nak tentu" si ibu tersenyum
"karna dia lelaki,aku akan memberi nama nya Forst sang dewa ke hidupkan hehehe" ucap Mila
"seperti nama dewa yang memberi kehidupan kepada seluruh ras yah?" senyum sang ibu
"iya!ibu sering menceritakan dewa Forst saat malam hari" jawab Mila
"Forst yah....semoga mata merah dan rambut putih mu bisa memberikan rasa kedamaian" gumam sang ibu
"Mila,sudah sore,kita pulang ajah yah" ajak si ibu
"tapi ibu....ikan ibu bagaimana?" Mila sedih
"bagaimana kalau begini,ikan yang tadi kita dapat kita makan bersama sama bagaimana?" ucap si ibu
"baiklah!ibu makan yang banyak,aku sedikit saja" ucap Mila tersenyum
"iya-iya nak"
mereka pun pulang ke rumah mereka dengan anggota keluarga yang baru.namun mereka tidak tahu akibat karena telah membawa anak cacat itu.
hidup yang tenang mereka lalui,membuat si anak cacat itu merasakan kehangatan yang lebih dalam.walaupun hidup lebih dari kekurangan,mereka melalui nya dengan senyuman
6bulan pun telah berlalu...
si anak cacat sudah mulai mengerti apa yang Kaka dan ibunya katakan.dia juga mulai mengerti apa yang terjadi sebelum dia di buang kesungai.
"perasaan apa ini?kenapa begitu sakit?kenapa aku disebut cacat?kenapa orang yang memberikanku kehidupan dibunuh?" pikir anak cacat itu di kepalanya
"ibu!Forst berwajah aneh!"teriak Mina melihat Forst
si ibu itu pun mendekati Forst kemudian memeluknya
"ada apa nak?apa ada yang sakit?ibu akan mencarikan mu dan Kaka mu makanan,jadi tunggulah sebentar nak" senyum si ibu sambil memeluk Forst
__ADS_1
"ahh..perasaan ini yang selalu membuatku tenang,membuatku melupakan perasaan yang membuatku sakit" pikir Forst
"Mila,kamu jagain Forst yah saat ibu keluar" ucap si ibu
"serahkan saja padaku!ibu tak perlu khawatir sebagai Kaka Forst aku akan menjaganya" ucap Mila membusungkan dada
si ibu pun pergi meninggalkan mereka berdua di rumah.
beberapa saat kemudian....
"Mila!!bawa Forst pergi sekarang!" si ibu datang dari luar rumah dengan penuh darah di sekujur tubuh nya
"ibu ada apa?!" Mila yang melihat ibunya di penuhi darah membuatnya panik dan menangis
"pergilah cepat nak!,pergilah bersama Forst dengan perahu yang dulu Forst gunakan!" ucap si ibu menggendong Forst
"nak bertahan hiduplah.maafkan ibu tak bisa menjagamu" si ibu tersenyum
"ibu jangan menangis,aku akan melindungi ibu,jadi ibu jangan menangis" pikir Forst tapi tak bisa mengucapkannya hanya bisa memegang wajah ibunya yang penuh darah
"kemana perginya para pengasuh iblis itu?" suara ksatria dari jauh terdengar menuju rumah keluarga itu.
"Mila!cepat pergilah!" teriak si ibu memberikan Forst ke gendongan Mila
"tapi...." Mila hanya menangis tak bisa bergerak sedikit pun
"slebb!!" pedang panjang tertusuk ke perut si ibu dari belakang
"s*al*n mau kau bawa kemana iblis itu!" teriak ksatria yang menusuk ibunya
Mila pun lari dari rumah.saat dia menengok ke belakang hanya senyuman yang ibu nya berikan sebagai ucapan terakhirnya
"kak!kenapa kau tinggalkan ibu?!jangan tinggalkan ibu!" pikir Forst ingin menyampaikan kata katanya namun tetap tak bisa
mereka pun sampai di tepi sungai.
Mila mengambil perahu kecil yang dulu Forst gunakan dan menyimpan Forst di dalam perahunya.
"Forst pergilah duluan,kaka akan menyusulmu nanti"
"kak jangan pergi!,kenapa aku selalu tak bisa bicara!?Kaka jangan pergi!" pikir Forst tapi Forst hanya bisa meneteskan air mata dan memegang erat baju Kaka nya
"Forst tenang aja!,Kaka ini kuat!,jadi Kaka akan kembali membawa ibu" senyum Mila
Mila pun menghanyutkan Forst ke sungai.
"Forst,hiduplah!" teriak Mina melambaikan tangan sambil menangis
dari kejauhan Forst melihat Kaka nya dahampiri banyak ksatria dan di penggal disana.
"kenapa Kaka dan ibu dibunuh seperti orang yang melahirkan ku?,kenapa rasa sakit ini muncul lagi?,sakit!sakit sekali!" Forst menangis di atas perahu kecil itu
__ADS_1
entah apa yang akan menanti Forst di ujung sungai.apa itu kesedihan ataupun kebahagiaan,tidak ada yang tahu.
tiga bulan pun telah terlalui perahu kecil membawa Forst jauh kedalam hutan,dan Forst sudah mulai bisa berbicara dan berjalan.
Forst pun mulai menepikan perahu kecil nya mencoba turun ke dalam hutan.karna ras iblis tak dapat merasakan rasa lapar,dia hanya berjalan menyusuri dalamnya hutan
hingga suatu ketika Forst bertemu monster beruang.
"ras iblis tanpa tanduk?" monster itu berbicara bahasa monster namun aneh nya Forst dapat mengerti apa yang dia katakan.
"aku ras iblis?" ucap Forst menunjuk dirinya
"kau bisa mengerti bahasa ku?" ucap monster itu
"iya aku mengerti bahasa mu" jawab Forst
"hmm...ya kau memang ras iblis"
"jadi itu sebab nya dulu aku di sebut cacat dan orang yang memberiku kehidupan di bunuh,cuman karna aku tak memiliki tanduk" pikir Forst
"boleh kah aku bertanya?" tanya Forst ke monster singa
"tentu" jawab monster itu
"apa manusia tak bisa hidup dengan iblis?" tanya Forst
"kenapa kau bertanya seperti itu?" tanya balik monster singa
"saat aku di buang,aku di selamatkan oleh ibu dan Kaka yang seorang manusia dan hidup bersama mereka,namun mereka dibunuh dan di sebut sebagai pengasuh iblis" ucap Forst
"hmmm..dunia sekarang sedang dilanda peperangan,dan salah satu nya ras iblis dan ras manusia.jadi mereka yang menyelamatkan ras musuh akan dianggap musuh dan dibinasakan" ucap monster itu
"hanya karena menyelamatkan?" tanya Forst
"ya,mereka yang menyebut ras monster rendahan nyatanya ras mereka lah yang lebih rendah daripada ras monster" ucap monster singa itu
"bolehkah aku mengikuti mu dan memberitahu ku semua yang tidak ku ketahui?"
"kau yakin?ras iblis terkenal dengan ketinggian harga diri mereka?dan kau yakin tetap akan mengikuti ku?" tanya monster itu
"aku bukan ras iblis maupun ras manusia,aku hanya ingin menjalani hidupku seperti ibu dan Kaka perintahkan" ucap Forst
"baiklah,ikuti aku semaumu" ucap monster itu
"kau juga harus memberi tahu ku ya semuanya yang kau ketahui" ucap Forst
"tentu" ucap monster itu tersenyum
dan seperti itu lah pertemuan Forst dengan monster singa.
BERSAMBUNG......
__ADS_1