
RUANG PRIBADI KASTIL KERAJAAN SETENGAH MANUSIA
"APA!!!"
"ada penyerangan lagi di desa pinggir perbatasan hutan monster?!"
kastil ras setengah manusia dibuat heboh karena adanya penyerangan 'lagi' di desa pinggiran perbatasan hutan monster yang tak menyisakan satu orang pun kecuali anak kecil dan seorang wanita.
"benar yang mulia desa itu hancur tak tersisa,hanya menyisakan para wanita dan anak kecil" ucap prajurit yang melapor.
"apa penyerangnya monster yang sudah berevolusi lagi?" raja menghela nafas
"seperti yang anda katakan yang mulia,mereka monster yang sudah mulai berevolusi ke bentuk mendekati wujud manusia"
"hah....kenapa ini harus terjadi..." gumam raja gelisah
"ayah daripada kita harus meratapi kematian para penduduk desa itu,lebih baik kita bersyukur karena mereka telah menjadi kambing untuk menjaga kedamaian kerajaan kita" ucap putra mahkota kerajaan ras setengah manusia
"Albert!apa kau paham apa yang baru saja kau katakan!" bentak raja
"ayah,hancurnya empat desa kecil takkan membuat kerajaan kita hancur~" ucap putra mahkota tersenyum
"hah...."
raja hanya bisa menghela nafas atas sikap arogan dari putra satu satunya yang akan mewarisi kerajaannya.
...namu,dibalik sosok arogannya sang putra mahkota Albert Von Ligard Sabes yang baru berumur empat belas tahun,ia memiliki kekuatan dan pikiran licik yang bisa membuat sebuah negara kecil bisa menjadi negara berkuasa....
"ribas,terimakasih atas laporannya...kembalilah bertugas" perintah raja.
".....baik yang mulia" jawab prajurit itu.
"Albert,perhatikan kata kata mu saat berada orang lain di depanmu.kau adalah raja selanjutnya dari kerajaan ini" ucap raja
"baik baik ayah~" balas Albert santai.
"ayah"
"biarkan aku memimpin beberapa ribu pasukan untuk masuk ke wilayah para monster itu"
raja yang sedang meminum teh nya tiba tiba terdiam mendengar perkataan anak nya itu.
"apa kau serius kau mengatakan itu?kerajaan kita sekarang bukan hanya sedang menghadapi mereka,tapi sedang menghadapi seluruh dunia.bila kau mati dalam pertempuran,kerajaan ini akan hancur bila tanpa penerus"
"ayah meragukan kekuatan anakmu ini~?dan lagi aku hanya minta 'beberapa ribu' buka 'beberapa puluh ribu' untuk menyerang hutan itu"
"kau dengar tadi kabar yang di bawa ribas?sepuluh orang saja bisa menghancurkan desa yang memiliki seribu prajurit biasa,dan setiap desa yang di serang selalu berbeda dengan yang menyerang sebelumnya.dengan otak mu yang pintar,kau pasti tau maksud ayahmu ini" jelas sang raja
"kemungkinan kekuatan musuh setara dengan ribuan prajurit biasa,kan?"
"baguslah bila kau menggunakan otakmu itu" raja melanjutkan meminum tehnya kembali.
"tapi aku tetap ingin menyerang mereka.aku tak ingin saat aku berkuasa di negri ini,aku kekurangan satu wilayah sedikitpun" balas Albert tersenyum sinis
raja yang melihat keseriusan Albert mulai sedikit luluh untuk memberikannya sebuah pasukan.
..."aku akan memberikanmu sembilan ribu prajurit ibukota,di tambah dengan prajurit yang...
kota burstan harusnya itu cukup untuk menghancurkan seluruh hutan monster itu tapi kau harus membawa ribas bersamamu" ucap raja
"itu lebih dari cukup ayah!aku akan mempersiapkan para prajurit yang ada di ibukota untuk bersiap dalam tiga hari!" ucap Albert kegirangan.
Albert dan ribas dengan cepat mempersiapkan semua yang di perlukan para prajurit,mulai dari persediaan,peralatan,taktik perang.
...namun,roda takdir tak beputar untuk kejayaan sang putra mahkota....
tiga hari kemudian di kastil Forst
lima puluh pasukan yang sudah siap siaga untuk bertempur dengan para monster singa yang belum berevolusi sebagai tunggangan mereka sudah berada di depan kastil milik Forst.
__ADS_1
Forst yang menggunakan tunggangan singa setengah iblis pun juga sudah bersiapsiap untuk memimpin para bidak nya.
"yang mulia tuanku,seluruh pasukanmu sudah siap untuk pergi kapanpun" ucap Abigel bersujud di depan Forst.
"hmmm"
..."Dengar para pecundang!!"...
"kalian semua adalah para bidakku yang telah kuambil dari suku yang telah ku kalahkan,jangan buatku malu karena telah memungut kalian!bergunalah!bunuh seluruh orang jangan sisakan seorangpun!"
"tapi ingat kata kata ku ini 'jangan bunuh wanita dan anak anak' bila kalian tak mematuhi perintahku,kalian tahu sendiri akibat nya"
"BAIK YANG MULIA TUANKU!" seluruh prajurit bersujud di hadapan Forst yang layaknya seperti seorang malaikat kematian yang sedang berburu jiwa penuh dosa.
Forst dan para bidaknya pun mulai berangkat ke arah kota burstan dengan kecepatan penuh.bila berjalan kaki dengan puluhan prajurit biasanya memerlukan waktu lima hari,namun dengan kecepatan monster singa,mereka sudah dekat dekat dengan tembok benteng kota burstan dengan satu hari.
"yang mulia tuanku,sepertinya mereka tahu bahwa kita akan datang menyerang"
pada malam hari itu hampir lima ribu prajurit sudah bersiap berjaga di dekat tembok.
"aku pun melihatnya"
Forst tersenyum kegirangan melihat kumpulan ras setengah manusia itu.
tanpa Forst sadari dia mengeluarkan aura yang sangat menakutkan,para prajurit dan tunggangan mereka ketakutan melihat aura yang Forst keluarkan
"yang mulia tuan sunggu menakutkan,terakhir kali aku melihat ia mengeluarkan aura itu,saat ia menghancurkan suku ku" ucap salah satu bidak ketakutan.
"diamlah!bila yang mulia tuan mendengarnya kau akan mati" ucap salah satu bidak
disisi lain Abigel malah terpukau melihat kegagahan aura yang di keluarkan Forst.
... "Para pecundang ikuti aku!" teriak Forst turun dari singa setengah iblisnya....
Forst berlari kearah ribuan penjaga tanpa bisa dilihat oleh mata.
"j-jangan bingung ikuti tuan!" teriak Abigel yang kebingungan melihat kecepatan tuan nya.
disisi lain kepanikan,tiba tiba banyak prajurit yang tiba tiba mati.
"a-ada apa ini!!,ada yang sudah berada dipa-"
tanpa menyelesaikan kata kata nya,kepala orang itu terpenggal dengan cepat.
...Forst yangmemilikipergerakan sangat cepat,menjadi semakin setelah memakan daging dari pemimpin ras serigala dulu....
pergerakannya semakin tak terlihat karena kegelapan malam seperti sesosok dewa,yang sedang memainkan drama nya.
sudah hampir satu jam....
tanah yang berwarna coklat mulai di penuhi tubuh dan darah bergeletakkan.hampir seluruh prajurit dari ras setengah manusia habis tak tersisa.
......di lain sisi,Forst tak kehilangan satu pun bidaknya.hanya beberapa monster singa yang belum berevolusi.......
Forst dan para bidaknya pun mulai masuk kedalam gerbang kota.
di dalam kota,jalan kota sudah kosong tanpa ada orang satupun.
......"cek setiap rumah,suruh seluruh warganya berkumpul di depan alun alun"......
"baik yang mulia tuanku!"
...seluruh bidak Forst pun mulai berpencar,sedangkan Forst dan Abigel melanjutkan kearah rumah si pemimpin kota....
di dalam mansion si pemimpin kota,Forst menemukan satu wanita muda nan cantik yang menjaga ayah nya yang sedang berbaring di kasurnya.
..."kau kah putri dari pemimpin kota?"...
si wanita itupun saat tau Forst dan Abigel berada di ruangan ayah nya,dia dengan sigap mengambil pisau dan menodongkan nya kearah Forst.
__ADS_1
"Abigel,pemimpin kota ini memiliki istri dan dua putra dan putri nya kan?" tanya Forst
"iya yang mulia tuanku,sepertinya putra dan istri nya sudah pergi meninggalkannya" jawab Abigel
"PERGILAH!JANGAN BUNUH AYAHKU!" teriak wanita itu menodongkan pisaunya
walaupun dia mengigil ketakutan di depan Arsta dan Abigel tetapi dia tetap meneguhkan tekadnya untuk tetap menjaga ayahnya yang sedang sakit.
"kenapa kau tak lari bersama ibumu?" tanya Forst dengan tatapan membunuh.
"a-aku akan tetap menjaga ayahku apapun yanh terjadi!" teriak gadis itu
"walaupun bayarannya nyawamu?" Forst mengeluarkan aura mengerikannya
si gadis itu mulai semakin ketakutan.kemudian ayahnya memegangnya dari belakang.
"pergilah nak,kau masih memiliki masa depan" ucap pemimpin itu tersenyum
"tolong tuan,biarkan dia pergi dari sini.aku sangat memohon padamu tuan" ucap pemimpin itu menangis
"ayah...."
Forst mulai mengingat kembali apa yang ibu manusia nya lakukan untuk menyelamatkannya.
"gadis setengah manusia....aku bertanya satu kali lagi"
..."apa kau siap melindungi dia meskipun bayarannya nyawamu?" tanya Forst mengeluarkan aura mengerikannya...
"tuan aku mohon!bebaskan putriku!" tangis pemimpin itu.
"diam!aku tak memerintahkan kau untuk meminta!" teriak Forst marah.
"y-ya!a-aku akan memberikan nyawaku atau apapun yang kau inginkan!asalkan kau tak membunuh ayahku!"
..."itu yang ingin aku dengarkan" Forst mengeluarkan pedangnya dari pinggangnya....
"milia!!kumohon tuan!!ampuni dia!!"
walaupun si pemimpin iti menangis sejadi jadi nya Forst tak memperdulikannya sedikitpun dan terus mendekati gadis itu.
"ayah jangan khawatir,asalkan ayah hidup itu sudah membuatku bahagia" ucap gadis itu tersenyum
"slash!!"
"milia!!!" tangisan si pemimpin itu semakin menjadi jadi
namun,yang di potong Forst bukan lehernya,melainkan kupingnya yang melambangkan bahwa ia ras setengah manusia.
"sekarang kau dan ayahmu adalah budakku,bila kalian berani menghianatiku akan kubuat kalian merasakan neraka dunia" ucap Forst memasukan pedangnya.
"t-terima kasih tuan" ucap gadis itu menangis
"diamlah!"
Forst kemudian mendekati pemimpin kota itu,dan membuat tiruan tubuh yang sangat mirip seperti si pemimpin kota.
"Abigel bawa tiruan ini ke alun alun"
"baik yang mulia tuanku!"
Abigel pun membawa tiruan itu ke alun alun kota.
"apa yang akan kau lakukan kepada para penduduk?" tanya gadis itu.
"akan kubunuh seluruh lelaki yang tersisa,dan menyisakkan para wanita dan anak anak"
"kenapa kau sekejam itu!" teriak gadis itu
..."kejam?heh,bila kau tetap setia kepadaku sebagai budak,kau akan melihat penyucian untuk seluruh dunia ini!"...
__ADS_1
disisi lain,pasukan yang langsung dipimpin oleh Albert yang sedang berkemah di pertengahan antara kota Burstan tak mengetahui bahwa Forst sekarang sudah menjadi penguasa kota Burstan.
BERSAMBUNG.....