
dan lima bulan pun telah terlewati...
semenjak Forst diasuh oleh seorang monster singa.untuk anak yang baru berumur satu tahun Forst banyak belajar bagaimana keadaan dunia yang sekarang terjadi dan mengajari bagaimana cara nya bertahan hidup di hutan.
dan yang lebih mengejutkan monster yang biasanya tak mengerti mengenai perasaan,dia mengajari Forst apa itu perasaan yang sering Forst rasakan.
"ibu singa,bagaimana caranya menghilangkan amarah dan rasa sakit ini?" itu yang Forst tanyakan yang baru saja diajari apa perasaan yang sering dia rasakan
"tergantung bagaimana kau menanggapi nya.bila kau ingin dianggap seperti monster,kau hanya tinggal melampiaskan amarah itu dengan cara membunuh semua orang yang membuatmu merasakan amarah,tapi bila kau ingin di anggap sebagai orang terhormat jadilah kuat.dan buat mereka takut tanpa membunuh mereka." ucap singa itu
"kalau ibu singa merasakan amarah,kau akan memilih yang mana?" tanya Forst
"karna aku seorang monster,akan aku binasakan semuanya hahaha" singa itu tertawa terbahak bahak
Forst yang mendengarnya ikut tertawa
"tapi dengar Forst...kau bukanlah monster,kau harus memiliki harga diri,jadi lah kuat....lalu buat mereka takut dan tunduk padamu" ucap singa itu dengan wajah serius
Forst hanya menganggukkan kepala dengan senyumnya
berhari hari,berbulan bulan..mereka menjalani hidup dengan penuh kebersamaan,Forst yang dulu nya sudah melupakan rasanya kehangatan,mulai kembali merasakan bagaimana kehangatan itu
tak terasa tiga tahun pun telah berlalu.....
Forst yang dulu nya hanya bisa diberi dan menerima,sekarang dia sudah mulai bisa berburu sendiri layaknya monster yang terlahir di hutan itu.
"ibu singa!lihat apa yang aku bawakan!" teriak Forst menunjukan beruang yang baru saja ia buru.
"hmm....kau sudah bertambah kuat Forst" senyum singa ke arah Forst
"hehehe" Forst tersenyum menggaruk kepalanya
"Forst....apa kau ingin memiliki tanduk?" tanya si singa menatap serius
"aku tak peduli lagi dengan ras ku,jadi bagaimanapun penampilanku aku tak peduli" ucap Forst tersenyum
"kau yakin?ras iblis akan semakin bertambah kuat bila dia memiliki tanduk.ditambah dengan kekuatan yang kau miliki sekarang kau akan bertambah semakin kuat" ucap singa
Forst memiliki kekuatan yang mana bila dia memakan monster,kekuatan monster itu akan menjadi milik Forst.
"kalau begitu saat aku sudah semakin kuat,aku akan mencari cara menumbuhkan kekuatan ku" ucap Forst membusungkan dada
singa yang mendengarnya tersenyum dengan tingkah lucu nya Arsta.
__ADS_1
"besok aku akan bertemu dengan pemimpin suku serigala,jadi kau tunggulah di rumah" ucap si singa
"baiklah!" jawab Forst
hari pun telah berlalu...
"Forst aku pergi dulu" ucap si singa melangkahkan kaki keluar gua
"hati hati dijalan" ucap Forst melambaikan tangan
hari mulai hujan dan Forst masih menunggu kepulangan dari ibu singa nya....
namun hingga malam hari si singa itu masih belum kembali.
Forst yang mengira tak akan ada yang terjadi pada si singa karna si singa sangat kuat,dia memilih untuk tertidur dan tak menghawatirkannya.
tiga hari telah terlewati dan si singa belum kembali ke gua,membuat Forst mulai khawatir kepada si singa
"kenapa ibu singa belum pulang....sudah berhari hari..." ucap Forst khawatir
di saat Forst menghawatirkan si singa,kepala suku serigala datang menghampiri Forst kedalam gua dengan tergesa gesa.
"Forst!" ucap kepala suku serigala
"kepala suku serigala ada apa?,apa ibu singa akan terlambat pulang?" tanya Arsta kegirangan
"ada apa?" Forst mulai khawatir
"ratu singa telah di bunuh oleh raja dari ras setengah hewan" ucap serigala itu menundukkan kepala.
Forst seketika pikirannya menjadi kosong seakan tak ingin menerima kenyataan.
"dia di bunuh saat dia mencoba mendekati hutan dekat dengan pemukiman ras setengah manusia untuk mengambil buah armal untuk membuat tanduk mu tumbuh.namun saat dia akan mengambilnya dia dan aku sudah dikepung oleh para prajurit dan raja manusia itu."
"namun dia mencoba memberi jalan keluar untuk aku melarikan dari,dan menyuruhku menyampaikan sesuatu padamu"
"apa yang coba ibu singa katakan?" tanya Forst dengan tatapan kosong
" 'maaf....aku tidak bisa membuat tanduk mu tumbuh...' itu yang ratu singa katakan"
Forst hanya terdiam mendengar apa yang pemimpin serigala katakan.
dia ingin menangis tapi air mata nya sudah kering.perlahan lahan darah yang menggantikan air matanya mengalir dari matanya
__ADS_1
perlahan lahan rasa kehangatan yang Forst rasakan mulai memudar,dan menjadi amarah yang selama ini dia tahan mulai memuncak.
"kenapa....kenapa!.....KENAPA!....KENAPAA!!!" Forst berteriak sejadi jadinya
Forst tak menyadari bahwa kekuatan iblis nya telah di bangkitkan.
"SIAPAPUN KAU YANG MENCIPTAKAN DUNIA INI KENAPA KAU BEGITU KEJAM PADAKU!!!HARUS BERAPA ORANG LAGI YANG AKAN KAU RENGGUT DARIKU!!!" teriak Forst yang sudah tak bisa membendung amarah nya
"Forst tenanglah!" teriak pemimpin serigala
"benar juga..bila aku tak diijinkan bahagia,maka aku hanya perlu membuat semua orang merasakan penderitaan yang sama sepertiku" ucap Forst tersenyum dengan tatapan kosong.
"Forst...." pemimpin serigala hanya bisa menatap Forst dari kejauhan
"Forst bunuhlah aku" ucap pemimpin serigala itu
"kenapa?"
"kau memiliki kekuatan yang bisa menyalin kekuatan dari orang yang kau makan kan?,maka bunuh lah aku.dan buat aku bermanfaat untukmu" ucap pemimpin serigala itu
Forst memikirkan apa yang pemimpin serigala katakan.
"setelah kau membunuh dan memakan ku,pergilah lebih dalam ke dalam hutan dan bunuh seluruh pemimpin wilayah masing masing wilayah,aku yakin setelah kau memakan mereka semua kau akan dapat melampiaskan semua amarah mu" ucap serigala itu
"kau benar pemimpin serigala" ucap Forst tersenyum
seketika dia pun langsung membunuh pemimpin serigala
"akan ku gunakan kekuatan mu supaya berguna pemimpin serigala" Forst pun memakan mentah mentah daging si pemimpin serigala itu
setelah dia memakan daging si serigala,Forst mulai maju semakin dalam ke hutan.
hari hari telah terlalui entah berapa banyak pemimpin hutan yang telah Forst bunuh,tapi Forst berfikir dia masih belum cukup kuat untuk membuat semua orang sengsara di atas genggamannya.
Forst pun mulai maju lagi semakin dalam ke dalam hutan dengan tatapan kosong dengan penuh benci dan amarah.
dia terus membunuh semua monster pemimpin hutan,walaupun dia mendengar jeritan meminta ampun dari mereka Forst tetap mengayunkan pedang nya tanpa menghiraukannya.
bertahun tahun Forst lewati dengan penuh darah dan luka yang ia terima,walaupun begitu dia tetap masuk lebih dalam kedalam hutan
semakin lama waktu yang ia lalui ia mulai semakin di penuhi dengan kebencian dan amarah,dia mulai melupakan apa rasanya kehangatan itu...
hingga 10 tahun pun berlalu para pemimpin monster yang berada di hutan monster semua telah di binasakan oleh Forst
__ADS_1
"ibu....Kaka Mila....ibu singa....kalian lihat lah dari sana,akan kubuat seluruh ras di dunia ini menderita karena telah membunuh kalian!" teriak Forst tersenyum
BERSAMBUNG......