REVENGES OF HUMAN

REVENGES OF HUMAN
KEMATIAN#06


__ADS_3

kematian.


akibat kematian seseorang,orang yang ditinggalkan akan memiliki berbagai macam perasaan terutama benci,amarah,sedih,dan tawa.


begitulah yang sekarang sedang terjadi di kerajaan setengah manusia,tepatnya di kota burstan.


akibat perang yang Forst buat,seluruh anak dan istri para pejuang yang di bunuh oleh Forst,jauh dalam hati mereka sangat marah dan benci akan kejadian yang menimpa kepada kota mereka,namun mereka tak memiliki kekuatan sedikitpun untuk melawan.


ALUN-ALUN KOTA


Abigel yang sudah di perintahkan Forst untuk membawa tubuh palsu pemimpin kota bursta ke alun-alun kota langsung menggantungnya di kayu.


..."yang mulia tuanku,semuanya sudah disiapkan" ucap Abigel dalam telepati....


..."hmmm" "kau tetaplah diam disini jangan bergerak keluar sedikitpun" perintah Forst kepada milia...


"tapi..apa maksudmu dengan penyucian seluruh dunia?" tanya milia khawatir


"terus patuhlah padaku,maka kau akan melihatnya sendiri dengan matamu" ucap Forst pergi dari ruangan pemimpin kota.


seluruh warga yang disuruh berkumpul di alun-alun kaget dan panik melihat pemimpin kota yang sudah di gantung di atas kayu layaknya sebuah dekorasi.


..."ada apa kalian memanggil kami?belum cukupkah kalian membunuh seluruh laki laki dewasa di kota ini?!" teriak seluruh warga...


"lancang sekali kata katamu makhluk rendahan!" ucap salah satu bidak mengayunkan senjatanya kepada warga itu.


"Borboro!"


teriak suara laki laki yang bergema gagah berdengung di seluruh alun-alun


seorang laki laki tinggi berambut putih dan bermata merah mengenakan pakaian serba hitam mendekati tempat dimana tubuh pemimpin palsu di gantung.


"y-yang mulia tuanku" monster yang tadinya akan mengayunkan senjata dengan cepat langsung bersujud dihadapam Forst


seluruh monster yang berada di alun-alun pun dengan cepat bersujud saat tahu ada kehadiran Forst.


..."borboro,kau hampir melanggar perintahku.apa yang akan kau berikan?" tanya Forst dengan tatapan membunuh....


"m-maafkan sikap lancang hamba ini,b-bahkan nyawa hamba pun takkan bisa membuat amarah yang mulia tuanku mereda" ucap monster itu menunduk.


..."Abigel,ambil satu lengan dan satu bola matanya"...


"yes.my lord master" Abigel menundukkan kepalanya,kemudian mendekadi borboros.


"bersyukurlah yang mulia tuan tak meminta neraka atas balasannya" ucap Abigel mengayunkan pedangnya ke arah tangan borboros.


kemudian dengan perlahan Abigel mengambil mata kiri borboros dengan tangannya.


"agh..."


orang orang yang berada di alun-alun terkejut betapa mengerikannya penjajah yang memasuki kota mereka.


"yang mulia tuanku,perintah anda sudah saya laksanakan" ucap Abigel menundukkan kepalanya

__ADS_1


..."hmm" "borboros kembalilah ke kastil dan renungkan kesalahanmu"...


"baik yang mulia tuanku" ucap borboros bersujud dan meninggalkan alun-alun kota


..."dengarkan aku para makhluk rendahan!"...


..."seperti yang kalian lihat,pemimpin yang sangat kelian cintai tergantung tak berdaya di sebatang kayu itu"...


"kenapa kau begitu kejam kepada kami?"


"benar!!"


"apa salah kami kepada kalian?!"


seluruh warga mulai tak terkendali karena kehilangan akal sehat untuk menahan amarah.


"kembalikan ayahku!" seorang anak kecil laki laki melempar batu kearah Forst


dengan kecepatan yang dimiliki Forst,tiba tiba Forst sudah berada di depan anak kecil itu.


"kau marah padaku?kau membeciku?maka datang lah kepadaku untuk membunuhku" ucap Forst menatap serius anak itu.


"akan kubunuh kau!!!" anak kecil itu memukuli terus Arsta dengan penuh tangisannya.


..."bukan sekarang saatnya kau membunuhku.datanglah saat kau sudah bertumbuh kuat,akan selalu kutunggu"...


anak itu tersungkur duduk dengan penuh tangisan dan jeritan.


Arsta pun kembali ke panggungnya.


setelah pidato yang Forst katakan,Forst mulai membakar tubuh palsu mantan pemimpin kota.air mata para rakyat kota tak berhenti meneteskan air matanya,melihat pemimpin yang sangat baik di perlakukan seperti sebuah ternak yang kapanpun bisa dibakar.


semakin banyak rakyat yang sangat membenci dan ingin membunuh Forst,namun Forst tak memikirkannya,karna semuanya sesuai seperti yang ia rencanakan.


tiga hari telah terlewati semenjak Forst membakar tubuh palsu mantan pemimpin kota.Forst untuk sementara tinggal di mansion milik mantan pemimpin kota untuk mengurus pekerjaan para penduduk.


dan untuk mantan pemimpin kota,ia masih terbaring di kasurnya.sedangkan Milia anak dari pemimpin kota mau tidak mau menjadi mengikut setia Forst agar ayahnya tetap di rawat dengan baik.


jauh di luar dinding kota bursta


"setelah perjalanan jauh akhirnya hampir sampai juga....setelah sampai mungkin aku aln mandi sebentar di mansion si tua itu" ucap pangeran Albert diatas kudanya.


dari jauh terlihat kuda milik ribas mendekat kearah pasukan pangeran.


"kenapa kau tergesa gesa seperti itu?apa kau bosan hidup ribas?" tanya pangeran Albert marah


"kota bursta sepertinya sudah di kuasai oleh para monster"


"apa kau serius?"


"tentu yang mulia,dan sepertinya melihat saya yang sedang bergerak mendekat kesana"


"sungguh menarik" pangeran Albert tersenyum sinis

__ADS_1


"ribas,perintahkan semuanya untuk siap bertempur"


"baik yang mulia"


disisi lain di mansion kota bursta..


"maaf menganggu waktu anda yang mulia tuanku" ucap Abigel menundukkan kepala


..."hmmm" balas Forst yang sedang memandangi pemandangan kota yang sudah hancur....


"seperti nya akan ada beberapa gerombolan tikus menyerang,dari yang di selidiki monster eagle,mereka sepertinya berjumlah hampir mencapai sembilan ribu" jelas Abigel


"setelah sekian lama menunggu akhirnya para s*al*n itu bertindak juga" gumam Forst tersenyum sinis


"abigel,persiapkan seluruh bidak untuk menyerang"


"yes my lord master" Abigel pun langsung menyiapkan para pasukannya.


..."akan kuperlihatkan apa itu keputusasaan,kerajaan setengah manusia" gumam Forst tersenyum mengeluarkan aura membunuhnya...


"kenapa kau masih bersembunyi?" tanya Forst melihat kearah tirai di belakang balkonnya.


"m-maafkan aku yang mulia-ah yang mulia tuanku" keluar milia dari tirai itu dan langsung menundukkan kepalanya.


"jadi ada apa kau datang kesini?" tanya Forst


"maafkan saya karna saya menguping,tapi apakah benar akan ada perang lagi?apa kau akan membawa anak laki laki dari kota untuk menjadi prajurit tambahan?"


"aku tak membutuhkan makhluk rendahan yang hanya membuang peralatan di medan perang" jawab singkat Forst


milia melihat jawaban yang di berikan Forst sepertinya benar takkan membawa anak kecil di medan perang.


"lalu,bolehkah aku bertanya lagi yang mulia-ah yang mulia tuanku"


"baru pertama kali aku dibanjiri pertanyaan oleh bidakku sendiri" balas Forst


"m-maafkan aku" milia menundukkan kepalanya


"tanyakan apapun yang kau mau" balas singkat Forst


"apa yang kau maksud dengan penyucian dunia itu?"


"bukankah aku sudah menjelaskannya padamu?"


"aku ingin mendengar dari anda secara langsung.ini mengenai jalan hidup yang akan saya tuju.aku membenci keadaan dunia sekarang yang berperang tanpa henti dan banyak membunuh orang yang tak bersalah,tapi aku juga membenci cara anda membunuh banyak orang yang tak bersalah.jadi ijinkan aku untuk mengetahui apamaksud dari penyucian dunia yang anda maksud"


forst menatap serius kearah milia


"akan kujelaskan seusai peperangan ini" Forst oun pergi dari balkonnya.


tapi Forst tak menyadari,saat ia meninggalkan balkon,ia mengeluarkan senyum yang sudah bertahun tahun tak pernah ia keluarkan.


dari dua belah pihak mereka sudah mulai siap untuk melancarkan serangan.

__ADS_1


entah nasib seperti apa yang menanti Forst sang malaikat maut dan sang putra mahkota dari kerajaan ras setengah manusia.


BERSAMBUNG....


__ADS_2