REYNA

REYNA
Kecewa


__ADS_3

"Singkirin tangan lo dari cewek gue!!" sentak Rey menepis tangan Alex dan menarik Nana agar berada disisinya.


"Nana itu cewek gue. Lo jangan ngaku-ngaku deh!" balas Alex tak kalah sengit


Rey menoleh menatap Nana yang berdiri di sampingnya dengan kepala tertunduk.


"Apa maksudnya ini Yank? Kamu jangan bercanda deh!! Ini sama sekali nggak lucu!!" cecar Rey


"Maaf" kata maaf yang keluar dari mulut Nana seakan meruntuhkan dunia Rey


"Kamu bilang besok ke Kota J, dan ini kenapa hari ini kamu udah ada disini?" selidik Rey


"Oh karena kamu mau nemuin selingkuhan kamu ini dulu iya? Dan apa-apaan ini? Kamu ketemu dia di apartement? Apa yang mau kalian lakukan hah?! Jawab Na!!" bentak Rey


Saat ini mereka masih berada di lorong apartement di depan lift.


Ceklek


"Woii kalau mau ribut jangan disini" celetuk Vino keluar dari apartementnya dengan baju tidurnya seolah dia baru bangun dari hibernasinya.


"Loh kok lo bisa ada disini Na?" tanya Vino pura-pura kaget melihat Nana


"Sepertinya sepupu lo ini mau bersenang-senang sama selingkuhannya Vin" sarkas Rey dengan sinis


"Rey..!!" sentak Nana


"Apa hah?! Bener kan lo mau bersenang-senang sama selingkuhan lo ini?! Atau lo emang udah sering di tidurin sama laki-laki ini?!" kata Rey


Nana tertegun, Rey mengubah panggilannya dengan lo gue, bukan aku kamu.

__ADS_1


"Dasar murahan!" umpat Rey pada Nana


Plakk


"Jaga omongan kamu Rey" desis Nana menatap tajam ke arah Rey


"Cihh.. lalu apa sebutannya buat cewek yang masuk apartement sama laki-laki hanya berdua kalau bukan cewek murahan?!! Gue nyesel jatuh cinta sama cewek murahan kaya lo!!"


Deg


Sekuat tenaga Nana menahan air matanya yang sedari tadi ingin tumpah.


"Mulai detik ini lo bukan siapa-siapa buat gue!! GUE NYESEL pernah mengenal lo di hidup gue!!" ucap Rey menekankan kata menyesal dan berlalu memasuki lift meninggalkan lorong apartement tersebut dengan rasa kecewa yang amat dalam.


Bahkan setetes buliran bening keluar dari kelopak mata tajamnya saat mengatakan penyesalannya mencintai perempuan yang ia cintai sejak dulu.


Brukkk


Tapi ini adalah pilihannya sendiri. Dia tahu Rey pasti jauh lebih sakit daripada dirinya. Lebih baik Rey membencinya agar tak ada yang memberatkan saat kepergian dirinya nanti.


Vino mendekat membawa Nana dalam pelukannya.


Satu sisi dia sedih melihat sahabatnya terluka, namun di satu sisi sepupunya pun juga sama terluka bahkan mungkin luka sepupunya ini lebih besar dari luka yang dirasakan oleh Rey.


Bukan sebuah hal yang mudah rela membuat orang yang begitu dia cintai membencinya. Sungguh, Vino mengutuk Om nya itu. Kenapa harus membuat Rey dan Nana melalui hal sesulit ini.


"Tugas gue udah selesai belom Vin? Cewek gue udah nunggu di apartement gue nih?" tanya Alex


"Tugas..? Cewek?" bingung Dion yang sejak tadi masih berdiri diam melihat pertengkaran antara Rey dan Nana

__ADS_1


"Tugas lo udah selesai..thank's ya! Nanti gue transfer" jawab Vino tanpa melihat Alex. Dia tengah menenangkan Nana yang masih menangis dalam pelukannya


"Oke gue cabut duluan ya" pamit Alex yang hanya di angguki oleh Vino


"Sssttt masuk dulu yuk! Jangan nangis disini" ajak Vino dengan membantu Nana untuk berdiri


Belum sempat tubuhnya berdiri tegak, Nana jatuh tak sadarkan diri.


"Na..!! Heii bangun!! Astaga Yon bantu gue angkat Nana ke dalem!!" teriak Vino pada sahabatnya yang sedang dalam mode lola nya itu


Dion segera membantu Vino membawa Nana ke dalam kamar Vino. Setelahnya, Vino segera menghubungi dokter keluarganya untuk memeriksa keadaan Nana.


Tak lama dokter keluarga datang memeriksa kondisi Nana dan mengatakan jika Nana baik-baik saja. Dia hanya sedikit syok saja.


Vino menarik nafas lega. Setelah mengantar dokter keluarganya keluar, Vino menghempaskan tubuhnya ke sofa diikuti Dion.


"Ini sebenarnya ada apaan sih Vin? Apa maksud dari omongan cowok tadi tentang tugas?" cecar Dion yang sudah tak bisa lagi menahan ke kepoannya.


Vino menghela nafas panjang sebelum menceritakan dari awal Nana datang dan bagaiman rencanya untuk membuat Rey membencinya.


"Astaga kenapa begini banget sih?" keluh Dion mengacak rambutnya frustasi setelah mendengar cerita dari Vino


"Lo rahasiain ini dari Rey, dan sekarang mending lo samperin si Rey. Gue hawatir dia kenapa-kenapa" suruh Vino


"Ya udah gue cari si Rey dulu, nanti gue kabarin" pamit Dion yang di angguki oleh Vino


Setelah kepergian Dion, Rey merebahkan tubuhnya di sofa.


"Kenapa cinta kalian begitu rumit" lirih Vino memandang langit-langit apartement nya

__ADS_1


"Semoga kalian nanti akan bertemu dalam keadaan yang berbeda" do'a Vino dalam hati untuk sahabat dan sepupunya itu


__ADS_2