
"Udah siang nih, kita makan siang dulu yuk" ajak Rey yang disetujui Nana.
Sepanjang jalan menuju tempat parkir, Rey terus menggenggam tangan Nana. Mereka menaiki motor sport milik Rey menuju caffe dimana Vino dan Dion sudah menunggu disana tanpa tahu jika Rey tidak datang seorang diri.
Hanya butuh lima belas menit untuk mereka sampai di caffe tersebut.
"Sory lama" ucap Rey menghampiri sahabatnya dengan tetap menggenggam tangan Nana. Jangan tanya bagaimana perasaan Nana saat ini. Ada bahagia, haru dan malu tentunya.
"Lah ni bocah napa bisa disini? Terus apa nih pake pegang-pegang segala?" tanya Vino kaget melihat Nana disana dengan menunjuk tangannya yang di genggam oleh Rey
"Jangan bilang kalian...." mata Vino menatap sengit sahabatnya yang hanya mengangkat bahunya acuh
"Ini ada apaan sih?" tanya Dion setelah kembali dari urusannya di kamar mandi belum menyadari kehadiran Nana disana
"Wah ada bidadari dari mana nih?" seloroh Dion dengan mata berbinar saat matanya melihat Nana yang duduk diantara Rey dan Vino
"Dia sepupu gue, awas tuh mata lo entar dicolok sama pawangnya" peringat Vino pada Dion dengan sedikit menggoda Rey
"Kok lo gak pernah cerita sih kalau punya sepupu bidadari kaya gini?" protes Dion
__ADS_1
"Hai cantik, kenalin aku Dion sahabatnya Vino yang paling tampan" kata Dion dengan mengulurkan tangannya ingin bersalaman dengan Nana
Belum sempat Nana membalas uluran tangan Dion, tangan Rey lebih dulu menepis tangan Dion.
"Gak usah salaman segala ini bukan lebaran. Dia cewek gue! Jaga tuh mata jangan jelalatan!" ketus Rey dengan sedikit nada ancaman pada Dion
Dion mendelik tak percaya dengan kelakuan sahabat laknatnya yang satu ini.
"Sejak kapan muku kulkas kaya lo bisa punya cewek? Jangan ngadi-ngadi" ucap Dion meremehkan yang hanya di acuhkan begitu saja oleh Rey
"Kamu mau makan apa Yank?" tanya Rey pada Nana
Vino dan Dion yang tengah menyeruput minuman mereka sontak tersedak berjamaah.
"Lo juga bege, lo pikir lo doang yang kena semprot?" protes balik Dion
"Gini nih kulkas triplek kalau udah ketemu pawangnya jadi bucin akut" ucap Vino setelah membersihkan wajahnya dengan tisu basah.
"Nasi goreng sama es jeruk aja" kata Nana pada Rey. Wajahnya terasa panas mendengar panggilan sayang dari cowok tampan yang baru saja menjadi kekasihnya itu
__ADS_1
Rey memanggil pelayan dan memesan makanan untuk mereka semua.
"Jadi, udah nggak saling memendam rasa lagi nih?" goda Vino
"Apaan sih Vin, jangan mulai deh" ucap Nana memukul lengan sepupunya itu
"Lagian kalian sok jual mahal, sok nggak ada rasa padahal kenyataannya? Udah macem sinetron aja" ejek Vino yang sangat tahu kisah sepupu dan sahabatnya itu
"Wait maksud lu apaan Vin?" tanya Dion
"Mereka itu udah saling suka sejak kelas sembilan cuma pada gengsi aja Yon" seloroh Vino
"What? Buset rumit banget itu kisah cinta" celetuk Dion kemudian tergelak bersama Vino
Sedangkan Nana kini dirinya tengah menahan rasa malu akibat mulut sepupunya yang ember itu.
Menyadari jika kekasihnya mulai merasa tidak nyaman, Rey menegur kedua sahabatnya itu agar berhenti menggoda mereka berdua.
Bertepatan dengan pesanan mereka yang datang. Mereka berempat makan dengan nikmat yang kadang di isi dengan tingkah konyol Vino dan Dion.
__ADS_1
Hari-hari berikutnya Nana benar-benar menghabiskan masa libur sekolahnya bersama Rey,Vino dan Dion sebelum sabtu nanti dia harus kembali ke kota S karena liburan telah usai.
Dan semua aktivitas Nana tidak lepas dari pantauan sang Papa. Tanpa di ketahui Nana, Edo menempatkan beberapa pengawal bayangan untuk menjaga keselamatan putrinya itu.