REYNA

REYNA
Rencana


__ADS_3

Satu setengah jam pesawat yang ditumpangi Nana ahirnya mendarat di bandara Kota J. Dia sudah meminta Vino sepupunya yang sableng itu untuk menjemputnya tanpa memberitahu Rey.


"Mana sih ini si kunyuk? Bisa jamuran gue disini!" gerutu Nana yang sudah lima belas menit menunggu Vino, tapi yang ditunggu belum juga menampakan batang hidungnya.


"Woiii sorry telat, biasa macet banget jalannya" kata Vino yang datang tiba-tiba mengagetkan Nana


"Kaget bego! Macet dijadiin alesan, kalau udah tahu macet kenapa gak berangkat lebih awal?" cerocos Nana yang hanya mendapat cengiran tak berdosa dari Vino


"Lagian nih ya harusnya lo itu minta pacar lo si Rey buat jemput lo, napa jadi gue sih yang elu repotin?" protes Vino


Wajah Nana berubah menjadi serius saat Vino menyebut nama Rey. Dan perubahan itu tak luput dari mata Vino.


"Mending sekarang kita ke apartemen lo. Ada yang harus gue omongin, dan gue berharap lo bisa bantu gue" ajak Nana yang langsung menggeret tangan Vino menuju tempat parkir


"Sebenarnya ada apa sih Na? Kayanya ada yang lagi lo sembunyiin dari Rey?" tanya Vino saat mereka sudah sampai di apartement milik Vino


Nana menghempaskan tubuhnya ke sofa.


"Vin,, lo punya temen cowok yang Rey gak kenal nggak?" bukannya menjawab, Nana malah balik bertanya pada Vino


"Banyak lah. Emang kenapa sih?" tanya Vino dengan memberikan sekaleng soda pada Nana.

__ADS_1


"Jangan bilang lo mau selingkuh dari Rey? Rey itu beneran cinta sama lo Na, jangan aneh-aneh deh!!" peringat Vino dengan mata memicing ke arah Nana


Nana menghela nafas panjang sebelum menceritakan obrolannya dengan sang Papa semalam dan juga rencananya untuk Rey.


Mata Vino melotot sempurna mendengar rencana Nana.


"Lo udah gila ya Na?! Gue nggak setuju sama rencana gila lo itu. Rencana lo itu bakalan nyakitin Rey, mendingan lo jujur aja apa adanya ke Rey" protes Vino


"Kalau gue ngomong jujur ke Rey, dia pasti bakalan tetap memperjuangkan gue Vin. Lo tahu sendiri kan gimana sifatnya Rey?" lirih Nana memejamkan matanya.


"Terus, apa lo udah siap kalau Rey beneran benci sama lo? Lo bukan hanya akan nyakitin Rey, tapi ini juga nyakitin diri lo sendiri Na"


Ting!


Rey


Gue ama Dion otw apartement lo Vin.


"Njir..!! Gue lupa kalau Rey ama Dion hari ini mau ngumpul disini Na" panik Vino


Nana menegakkan tubuhnya.

__ADS_1


"Ya udah kita jalanin sekarang aja"


"Hufftt oke gue telvon temen gue dulu"


Tidak membutuhkan waktu lama teman Vino yang bernama Alex sampai di unit apartement Vino karena memang Alex juga tinggal di apartement tersebut hanya beda lantai saja dengan Vino.


Nana dan Vino pun menjelaskan secepat mungkin tentang rencana mereka, dan beruntungnya Alex mau membantu mereka.


Nana menarik nafas lega meskipun sebenarnya saat ini dia tengah gugup.


Jauh di lubuk hatinya dia tidak siap bahkan tidak ingin menerima kebencian dari Rey, tapi dia tidak punya pilihan lain.


Setengah jam berlalu, Rey dan Dion ahirnya sampai di apartement. Mereka memasuki lift menuju unit apartement Vino.


Ting! Bunyi lift terbuka.


"Nana..?" kaget Rey melihat perempuan yang akan memasuki lift bersama dengan seorang pria yang memeluk pinggang kekasihnya itu.


"Kamu kenal dia sayang?" tanya laki-laki disamping Nana yang tak lain adalah Alex


Deg

__ADS_1


__ADS_2