REYNA

REYNA
LDR


__ADS_3

Hari ini adalah hari terahir Nana berada di Kota J karena besok dia harus kembali ke kota S.


"Kok cuma di aduk-aduk sih Yank?" tanya Rey yang melihat kekasihnya hanya mengaduk minuman yang dia pesan


Rey dan Nana kini tengah berada di caffe untuk makan malam setelah seharian menghabiskan waktu bersama.


"Hehehe.. udah kenyang" jawab Nana dengan senyum yang dipaksakan


Rey yang mengerti akan perasaan kekasihnya pun beralih menggenggam tangan Nana.


"Semua akan baik-baik saja. Setelah lulus nanti kalau kamu mau ngelanjutin kuliah disana aku juga akan kuliah disana biar kita bisa ketemu setiap hari hmm?" ucap Rey lembut.


"Tapi gimana kalau nanti.."


"Sshhhh.. tidak ada tapi. Aku percaya kamu dan kamu juga harus percaya aku oke?" kata Rey memotong ucapan Nana


Nana menghela nafas panjang.


"Hmmm..aku percaya kamu" kata Nana


"Udah malem, aku antar kamu pulang ya. Nanti aku di gantung sama Papa kamu karena seharian nyulik anak gadisnya" ajak Rey menggoda dengan mengedipkan matanya dan disambut senyum hangat oleh Nana.


"Bisa aja kamu Yank" kata Nana


Setelah membayar makanan mereka, Rey pun mengantarkan Nana kembali ke rumah Neneknya.


Sepanjang perjalan keduanya bercanda tertawa bersama. Entah apa yang sedang mereka bicarakan, yang jelas hanya senyum dan bahagia yang terpancar di wajah keduanya.


"Kamu nggak masuk dulu?" tanya Nana saat keduanya sudah berada di depan pagar rumah Neneknya


"Udah malem nggak baik kalau dilihat tetangga" ucap Rey turun dari motor sportnya.

__ADS_1


"Hmm ya udah aku masuk dulu ya, kamu hati-hati dijalan"


Rey hanya menganggukkan kepalanya. Namun saat tangan Nana akan membuka pagar, Rey menarik Nana kedalam pelukannya.


"Terimakasih untuk hari ini, maaf besok aku nggak bisa ngantar kamu ke bandara" ucap Rey dengan mendekap tubuh Nana


Nana tersenyum dalam pelukan kekasihnya itu. Dia membalas pelukan Rey, menyalurkan rasa rindu yang mungkin nanti akan menyiksanya.


Rey merenggangkan pelukannya, tanpa Nana duga, Rey mencium keningnya lama. Tentu saja perlakuan Rey membuat hatinya menghangat.


"Aku pulang dulu ya, kamu istirahat" pamit Rey


"Ay ay kapten! Kamu hati-hati ya" ucap Nana


Rey mengacak rambut Nana gemas sebelum kemudian dia menaiki motor sportnya meninggalkan Nana yang masih berdiri memandanginya dari depan pagar.


"Aku pasti akan sangat merindukanmu" lirih Nana setelah Rey hilang dari pandangannya.


"Kamu kenapa sayang? Pulang kok muka di tekuk gitu?" tanya Mama Rika


"Eh Mama ngagetin aja sih. Nana gpp kok Ma cuma capek aja" kilah Nana


"Yakin cuma kecapaian?" tanya Mama Rika


"Huum.. ya udah Nana istirahat dulu ya Ma" pamit Nana kemudian berjalan menuju kamarnya


Mama Rika hanya mengangguk. Mungkin putrinya memang kelelahan karena seharian menghabiskan waktu bersama teman-temannya.


"Nana sudah pulang Ma?" tanya Edo pada istrinya saat Mama Rika masuk ke dalam kamar mereka


"Sudah Pa, kayanya capek banget sampai lesu gitu mukanya" ujar Rika terkekeh mengingat wajah ditekuk putrinya

__ADS_1


"Hmm..ya sudah lebih baik kita istirahat. Jangan sampai besok pagi kita terlambat sampai di bandara" kata Edo yang disetujui oleh Rika


Keduanya merebahkan tubuh mereka di atas tempat tidur dengan Edo yang menutup mata dengan sebelah tangannya.


"Semoga yang kalian rasakan saat ini hanya perasaan cinta anak remaja yang cepat pudar" lirih Edo dalam hati.


Edo tahu semuanya tentang putrinya dan Rey. Dia hanya berharap kisah mereka akan pudar di tengah jalan. Jangan sampai mereka saling terhubung karena itu akan membuka kembali luka yang sudah lama terkubur.


🌸🌸


Keesokan harinya, Keluarga Nana sudah berada di bandara. Panggilan untuk penumpang dengan tujuan Kota S untuk segera memasuki pesawat sudah mulai terdengar.


"Kami pamit dulu Bu, jaga kesehatan Ibu. Kami akan sering-sering mengunjungi Ibu" pamit Edo dengan mencium tangan Nenek Salma


"Jaga kesehatan kalian, terutama cucu tersayang ku ini" kata Nenek Salma dengan mengelus wajah cantik Nana yang diangguki mereka semua


Setelah saling berpelukan dan berpamitan, keluarga Edo mulai memasuki pintu menuju ruang tunggu sebelum memasuki pesawat.


Nana menghentikan langkahnya,menoleh ke belakang berharap bisa melihat wajah tampan kekasihnya muncul diantara ramainya pengunjung bandara. Meskipun semalam Rey sudah mengatakan jika dia tidak bisa mengantarkannya ke bandara, tapi Nana masih berharap jika Rey akan datang. Namun yang ditunggu tak kunjung menampakkan dirinya.


Dengan langkah berat Nana memasuki pintu keberangkatan dengan sesekali menoleh ke belakang. Ahirnya Nana memilih untuk mengirim pesan sebelum mematikan ponselnya dan memasuki pesawat.


Nana


- Pesawatnya akan segera berangkat. Jaga hati kamu untuk aku. Miss you πŸ˜”β€οΈ


Sedangkan orang yang sejak tadi ditunggunya sebenarnya ada disana, memperhatikannya dari jauh.


*"Maaf hanya bisa melihatmu dari sini. Aku takut aku akan menangis dan memberatkan hatimu" **kata Rey dalam hati yang sejak tadi memperhatikan Nana dari balik pilar yang tak jauh dari tempat Nana dan keluarganya*


"Aku juga akan sangat merindukanmu" lirih Rey membaca pesan yang dikirim oleh Nana.

__ADS_1


__ADS_2