
Tiga tahun berlalu sejak kepergian Nana ke Negara A, ia sama sekali belum pernah kembali ke Indonesia. Kedua orangtuanya dan Neneknya yang setiap enam bulan sekali akan menjenguknya.
Sejak melangkahkan kakinya di Negara A, Nana yang dulunya adalah pribadi yang periang kini berubah menjadi lebih dingin terlebih kepada Papa nya.
Selama tiga tahun itu pula ia tak pernah membuka hatinya untuk pria manapun. Karena sejak dulu hatinya sudah terkunci pada satu nama.
🌸🌸
Sedangkan di kota J tak berbeda jauh dengan Nana, Rey tak pernah membuka hatinya lagi untuk wanita. Meskipun banyak sekali perempuan yang mengejarnya, Rey tak pernah menganggap mereka. Hatinya masih membeku karena luka yang Nana goreskan kepadanya.
Bahkan pesan terahir yang di kirimkan Nana kepadanya hanya ia abaikan tanpa membukanya.
Rey, Vino dan Dion berkuliah di Universitas yang sama. Julukan most wanted tak pernah lepas dari ketiga pria tampan itu. Apa lagi orangtua Rey adalah pemilik kampus tersebut. Sudah pasti perempuan yang hanya mengincar popularitas maupun harta pasti akan berlomba untuk mendapatkan perhatian dari Rey.
"Eh katanya hari ini ada mahasiswi baru ya?" tanya Dion kepada dua sahabatnya. Mereka bertiga tengah menikmati semangkuk bakso di kantin kampus sebelum memasuki kelas.
"Lo tahu darimana Yon?" sahut Vino
"Tadi waktu dari toilet gue denger pada ngomongin katanya ada mahasiswi pindahan dari Luar Negeri" jawab Dion setelah menelan bakso yang ada di mulutnya.
"Emang bener ada mahasiswi baru Rey?" tanya Vino menyenggol lengan sahabatnya yang sekarang makin irit bicara.
__ADS_1
Rey hanya mengangkat bahunya acuh, dan melanjutkan makannya.
"Dasar kutub" gerutu Vino yang disambut tawa oleh Dion.
"Hai bebeb Rey, makan bakso kok nggak ngajakin aku sih?" tanya Vera yang tiba-tiba duduk di sebelah Rey dengan bergelayutan di lengan kekarnya.
"Astaghfirullah jailangkung darimana ini?" celetuk Dion yang pura-pura kaget dengan munculnya Vera.
"Enak aja cewek cantik dan sexy kaya gue di bilang jailangkung!! Mau gue cabein tuh mulut?!" sewot Vera melotot pada Dion
"Uhh ampun emaknya cabe" ucap Dion dengan memasang wajah seakan takut dengan ancaman Vera.
"Berisik.!!" kata Rey dengan nada dinginnya
"Kenapa sih kamu nggak pernah bisa sedikit lembut sama aku? Aku itu calon tunangan kamu loh kalau kamu lupa" protes Vera.
Kedua orangtua Rey memang berencana menjodohkan Rey dengan Vera. Mereka khawatir dengan sifat dingin putera semata wayangnya itu membuatnya sulit mendapatkan pasangan hidup.
Mereka tidak tahu saja jika dulunya Rey pernah mempunyai seorang kekasih yang begitu dia cintai.
"Ya elah neng baru calon juga. Belum tentu Rey mau tunangan sama modelan lo" ejek Vino yang sangat tahu jika di dalam hati Rey hanya ada nama Nana disana.
__ADS_1
Meskipun jika Vino maupun Dion tak sengaja menyebut nama Nana, Rey selalu terlihat tak senang. Tapi baik Vino atau pun Dion tahu jika sahabatnya itu masih sangat mencintai Nana.
Dan Rey tidak akan tergoda dengan perempuan macam Vera yang selalu memakai pakaian yang terbuka dan makeupnya yang tebal.
Tanpa ke empat orang itu sadari, sedari tadi ada seseorang yang memperhatikan interaksi mereka dari jauh.
"Kamu terlihat baik-baik saja tanpa aku" gumam seseorang tersebut dengan senyum getir di bibirnya dan kembali melanjutkan langkahnya menuju ruang rektor.
_______________________________________
Hai hai hai.. semoga kalian suka dengan karya Author ya hehehehe
Mohon dukungannya untuk Author yang masih baru di dunia pernovelan hihihi..
JANGAN LUPA LIKE YA ❤️
Masukan ke favorite kalian supaya kalian nggak ketinggalan update.an dari REYNA.
Atau kalian juga bisa follow Instagram Author ya @vitavoni11
Sayang banyak-banyak untuk para readers ❤️
__ADS_1