REYNA

REYNA
Keputusan Yang Sulit


__ADS_3

Hari berganti minggu, minggu berganti bulan, bulan berganti tahun. Hubungan Rey dan Nana masih baik-baik saja. Walau terkadang ada bumbu pertekaran kecil dikarenakan cemburu.


Tak terasa juga mereka sudah menyelesaikan ujian akhir sekolah dimana mereka sekarang hanya tinggal menunggu pengumuman kelulusan.


Terkadang, mereka melakukan video call untuk melepas rindu seperti malam ini.


Rey


Hai sayang


^^^Nana^^^


^^^Hai hehehe^^^


Rey


Lagi apa hmm?


^^^Nana^^^


^^^Baru selesai makan malam.^^^


^^^Kamu udah makan Yank?^^^


Rey


Udah juga..


Yank..kamu kuliah dimana nanti?


Nana terdiam mendengar pertanyaan dari Rey. Lidahnya tiba-tiba menjadi kelu.


Rey


Yank,, kamu gpp kan?


^^^Nana^^^

__ADS_1


^^^Ehh aku gpp kok.^^^


^^^Mmm..Yank kayanya lusa aku mau ke Kota J deh. Ada yang perlu aku urus disana sekalian pengen ketemu kamu.^^^


Rey


Beneran? Yaudah aku jemput kamu di bandara ya?


^^^Nana^^^


^^^Ay ay capten!^^^


^^^Yaudah aku mau istirahat dulu ya, kamu juga.^^^


Rey


Baiklah sweet heart,,


Nice dream ya.. see u lusa


^^^Nana^^^


^^^Me too^^^


Buliran bening yang sejak tadi Nana tahan ahirnya lolos begitu saja dari sudut matanya. Mengingat pembicaraannya dengan Ayahnya selepas makan malam tadi membuat suasana hatinya memburuk.


Isakan kecil pun berubah menjadi sebuah tangisan yang memilukan.


"Maaf" lirih Nana di tengah tangisannya.


Sedangkan di Kota J, Rey yang sangat hafal dengan gelagat sang kekasih merasa ada yang sedang di sembunyikan Nana darinya. Tapi dia mencoba menepis fikirannya.


Lebih baik dia mempersiapkan diri dengan baik untuk bertemu dengan kekasihnya lusa nanti.


🌸🌸


Keesokan harinya, meja makan yang biasanya terasa hangat dengan senyum ceria Nana berubah menjadi sunyi. Sejak semalam Nana masih enggan berbicara kepada orangtuanya. Hanya suara dentingan sendok dengan piring yang terdengar disana.

__ADS_1


Mama Rika menghela nafas panjang melihat suami dan anaknya masih saling diam.


"Nana selesai" ucap Nana yang sudah tak berminat meneruskan makannya dan beranjak meninggalkan meja makan.


"Nana, hari ini kamu ada acara tidak? Nanti siang Mama mau ke salon langganan Mama, kamu ikut ya?" kata Mama Rika


Nana menghentikan langkahnya tanpa menoleh kepada Mamanya.


"Nana hari ini akan ke Kota J!!" jawab Nana


"Nana!! Kalau orangtua sedang berbicara itu lihat kami!! Tidak sopan!!" sentak Papa Edo


Nana memutar tubuhnya menghadap Papa Edo.


"Orangtua yang menghancurkan kebahagiaan anaknya tanpa alasan yang jelas?" tanya Nana dengan sinis memandang ke arah Papa Edo


Edo menghela nafas panjang, dia tidak ingin terbawa emosi kepada anak semata wayangnya itu.


"Ini yang terbaik untuk masa depan kamu sayang, tolong mengertilah" tutur Edo mencoba memberi pengertian pada putrinya


"Terbaik untuk ku atau untuk Papa?" tanya balik Nana kemudian menaiki tangga menuju kamarnya untuk mengambil koper yang sudah ia siapkan.


Semalam setelah lama berperang dengan perasaannya, Nana memutuskan pergi ke Kota J esok hari. Dia sengaja tidak memberi tahu Rey karena ada hal yang harus ia selesaikan terlebih dahulu.


"Pa sebenarnya apa yang Papa sembunyikan dari Mama? Hati Mama sakit melihat Nana seperti ini Pa" tanya Rika pada suaminya dengan mata berkaca-kaca


"Tidak ada yang Papa sembunyikan. Sudah lah anggap saja ini yang terbaik untuk putri kita" jawab Edo tak terbantahkan dengan mengusap kepala Rika yang membuat Rika hanya bisa membuang nafas panjang


"Mama temani kamu ke Kota J ya nak" tawar Mama Rika saat melihat Nana yang menuruni anak tangga dengan menyeret koper kecil miliknya


"Nana bukan anak kecil lagi Ma" ketus Nana


"Nana pamit Assalamualaikum" pamit Nana menyalami kedua orangtuanya tanpa memeluk mereka seperti biasanya.


"Maafkan Papa nak" lirih Edo dalam hati menatap sendu putrinya yang sudah memasuki mobil yang akan mengantarkannya ke bandara.


____________________________

__ADS_1


__ADS_2