
お父さん、お母さん...
私はあなたを考えていた
私は常に愛とあなたを大切に
お父さん、お母さん...
申し訳ありませんが家に帰るだろうよそれ
申し訳ありませんが私はいつもこれがすべてすぐに終了することを願っています
お父さん、お母さん...
私は起こる何働くことでしょう
私はどんな痛みにこの事実を与えることはありません
お父さん、お母さん...
生活のために、自尊心を放棄する
私の人生は、そのすべてにまで感じてあなたのために犠牲にされ
お父さん、お母さん...
ありがとう...
私が行ってるなら私は喜んであなたたちのライブだ!
Ibu
bu...
apa kabar
baik-baik sajakah kau
tentu sehat slalu
ibu...
jeritku,tangisku,rintihku
terhapus mendengar kata
ibu...
ibu...
kau lelah demiku
kau buang semua tenagamu
demi aku
ibu...
kau bagaikan sehelai kapas
yang sanggup membawaku
terbang dengan tenang
ibu...
aku beruntung memiliki engkau
terima kasihku ku ucapkan
air mata menitik di pipiku
母
母...
お元気ですか?
よくあなたは
必ずしも健全なslalu
母...
私は、私は叫んだ、rintihkuを叫んだ
単語を聞く消去
母...
母...
あなたは私のために疲れている
すべてのあなたの強さを使い果たす
私のために
母...
あなたは、綿の部分が好きです
誰が私を取ることができる
平和に飛ぶ
母...
私はあなたを持って幸運です
私は私の感謝を言う
私の頬をストリーミング涙
__ADS_1
Diposting 28th November 2012 oleh Vicario
1 Lihat komentar
napoe johannes30 September 2018 20.36
Boleh tau ini karya siapa? Mau saya jadikan bahan penelitian. Terimakasih
Balas
VICARIO BLOGG
telusuri
NOV
28
Naskah Drama
TUGAS AKHIR BAHASA INDONESIA
DRAMA PERCINTAAN
OLEH
VICARIO MOTULO
XI IPA 2
DISUSUN DALAM RANGKA PEMENUHAN
TUGAS AKHIR BAHASA INDONESIA
TAHUN 2012Ada seorang pemuda yang bernama marcel dia sangat pandai dikampusnya, sehingga dia meraih beberapa prestasi di bidang akademik pada sekolahnya, dia juga memiliki pacar, yang bernama sheila, dia adalah seorang yang cantik dan merupakan perempuan yang setia, walaupun ada sesuatu yang dia tidak ketahui dari marcel yaitu, bahwa marcel memiliki penyakit jantung stadium akhir dan sudah sangat berbahaya. Marcel hanya tinggal bersama ibunya, karena ayahnya meninggal beberapa tahun lalu akibat penyakit yang sama. Namun marcel tetap menjalani aktivitas selayaknya orang biasa, dan pada suatu hari di rumah marcel…
Babak (rumah)
Adegan (ruang tamu)
1). Marcel : ibu nampaknya hidup aku sudah tidak lama lagi ya…
2). Ibu : ha! kamu bicara apa nak? (terkejut)
3). Marcel : tidak bu… soalnya aku terus-terusan saja sakit, dan terus menyusahkan ibu untuk membawaku ke dokter, lebih baik aku mati saja…
4). Ibu : jangan bicara begitu nak, itu sama saja kamu menyia-nyiakan hidup yang Tuhan berikan kepadamu, lagipula dengan prestasi kamu saja ibu sudah bangga padamu…
5). Marcel : maaf bu sudah bicara begitu…
Pada suatu hari dikampusnya, marcel bermaksud mengajak Sheila untuk jalan-jalan, karena mereka berdua sudah lama tidak jalan-jalan bersama-sama. Dan saat itu dia berjalan bersama dion sahabat baiknya
Babak (kampus)
Adegan (gang kampus)
6). Marcel : Sheila bisa kita bicara sebentar?
8). Marcel : begini, sebentar malam kan malam minggu bisa tidak kita jalan-jalan, karena sudah cukup lama juga kita berdua tidak jalan-jalan.
9). Sheila : boleh, lagipula aku juga sudah rindu sama kamu.
10). Marcel : ok. Sampai bertemu sebentar malam
11). Sheila : sampai jumpa…
Pada malam hari…
Babak (jalan)
Adegan (jalan-jalan tengah malam)
12). Marcel : bagaimana film tadi? romantis ya..
13). Sheila : iya, apalagi pemeran cowoknya…
14). Marcel : seperti akulah…
15). Sheila : gr kamu… (tertawa)
16). Marcel : ngomong—ngomong, ibu aku belum kenal kamu ya?
17). Sheila : memangnya kenapa?
18). Marcel : nggak. Bagaimana kalau aku ajak kamu pergi kenalan sama ibu aku?
19). Sheila : tapi… (berpikir)
20). Marcel : ayolah, ibu aku nggak akan marah kok!
21). Sheila : baiklah. Tapi jangan sekarang…
22). Marcel : ok. Nanti aku hubungi kamu…
Sheila menyetujui permintaan dari marcel. Memang ibu marcel sudah mendambakan agar marcel mempunyai pacar, karena marcel tahun depan akan wisuda. Dan pada suatu hari akhirnya marcel mambawa sheila untuk bertemu dengan ibunya.
Babak (rumah)
Adegan (luar rumah dan ruang tamu)
23). Marcel : siang ibu… (mengetok pintu rumahnya)
24). Ibu : eh marcel, loh siapa ini? (kaget)
25). Marcel : kenalkan ibu ini pacar aku, namanya Sheila…
26). Ibu : jadi ini pacar kamu… ayo masuk dulu
Didalam rumah marcel…
27). Ibu : sudah berapa lama kalian jadian?
__ADS_1
28). Sheila : 2 tahun…
29). Ibu : sudah cukup lama ya… jadi kapan kalian bertunangan?
30). Sheila : ha! (kaget)
31). Marcel : ibu! Kami belum berpikir sampai disitu, lagipula aku membawa dia kesini hanya untuk memperkenalkan pada ibu…
32). Ibu : maaf, ibu hanya bercanda…
Hubungan antara ibu dan Sheila pun menjadi sangat harmonis dan akur, bahkan Sheila sudah menganggap ibu marcel sebagai ibunya sendiri. Sampai pada suatu hari, ibu sakit dan marcel pergi keluar daerah karena mendapat tugas dari kampusnya untuk studi banding. Ibupun menelepon Sheila.
33). Ibu : Halo, sheila bisa datang kerumah ibu?
34). Sheila : memangnya kenapa bu?
35). Ibu : badan ibu tiba-tiba terasa tidak enak…
36). Sheila : baik bu, Sheila akan segera kesana
37). Ibu : terima kasih sebelumnya ya nak…
Akhirnya selama ibu marcel sakit, Sheila lah menjaga ibu dengan penuh kasih sayang, dia menjaga ibu dengan tidak terlihat sedikitpun rasa berat hati dari sheila . Setelah marcel datang, ibu menceritakan semua yang terjadi selama marcel pergi.
Babak (rumah)
Adegan (ruang tamu)
38). Marcel : selamat siang ibu...
39). Ibu : siang, eh marcel . Ayo masuk nak.
40). Marcel : bagaimana keadaan ibu selama aku pergi? Baik-baik saja kan?
41). Ibu : ia. Tapi, ibu sempat sakit, dan…
42). Marcel : dan kenapa bu, aku sangat kuatir jika terjadi sesuatu kepada ibu!
43). Ibu : ibu sudah sehat, karena Sheila menjaga ibu selama ibu sakit.
44). Marcel : Sheila?
45). Ibu : ia Sheila. Ibu melihat dia menjaga ibu dengan penuh ketulusan hati, dan seperti seorang anak yang menjaga ibunya sendiri.
46). Marcel : dia memang orang yang baik bu..
47). Ibu : ia, dan nampaknya dia sudah siap menjadi menantu ibu..
48). Marcel : kenapa ibu selalu bicara begitu? Aku belum siap ibu. Lagipula…
49). Ibu : kenapa? Tahun depan kamu akan lulus, kamu juga seorang siswa berprestasi, apalagi yang kurang dari kamu?
50). Marcel : aku takut kalau nantinya dia akan sakit hati lebih awal, karena melihat aku meninggal..
51). Ibu : ibu kan sudah bilang berkali-kali jangan ucapkan kata itu lagi
52). Marcel : tapi bu…
Ternyata selama ini marcel tidak menuruti ibunya, untuk bertunangan karena, marcel takut dia akan meninggal dan akan mengecewakan sheila, karena selama ini juga sheila belum tahu kalau marcel menderita penyakit jantung. Walaupun marcel sangat sayang kepada sheila tetapi karena penyakit yang ia derita semuanya berubah. Kemudian disaat semua kegalauan ini, masih ada seorang teman yang selalu setia berada disisi marcel namanya dion. Dion teman yang selama ini sudah dianggap sebagai saudaranya sendiri, dan merupakan tempat dia bertukar pikiran, dan dion lah tempat untuk marcel mencari solusi dari setiap masalahnya selain ibunya sendiri.
Babak (kampus)
Adegan (taman kampus)
53). Dion : ada apa kamu memanggil aku? Pasti masalah sheila lagi, ia kan?
54). Marcel : sebenarnya ia tapi, ini menyangkut penyakit aku..
55). Dion : kenapa dengan penyakt kamu? Penyakit kamu kambuh lagi?
56). Marcel : bukan soal itu..
57). Dion : lalu soal apa?
58). Marcel : begini, tahun depan aku kan lulus, lalu ibu aku cepat-cepat menyuruh aku untuk bertunangan dengan sheila…
59). Dion : bertunangan? (terkejut), gila kamu kaliankan baru pacaran dua tahun
60). Marcel : bukan itu masalahnya, masalahnya adalah, aku takut pada saat bertunangan nanti karena penyakit aku, sheila akan kecewa dan sakit hati..
61). Dion : memangnya kenapa dengan penyakit kamu?
62). Marcel : aku takut aku akan meninggal lebih awal…
63). Dion : bercanda kamu! (terkejut karena marcel bicara sperti itu)
64). Marcel : aku serius..
65). Dion : kalau kamu sebagai pejantan tangguh kamu katakan yang sejujurnya..
66). Marcel : maksudnya?
67). Dion : kamu harus berani mengatakan yang sesungguhnya. Karena kamu sendiri juga tidak ingin mengecewakan diakan..
68). Marcel : tapi aku takut!
69). Dion : takut itulah yang membelenggu hidup kamu selama ini…
Setelah mereka berdua berbicara, marcel menemukan jalan keluar yang terbaik yang sudah diberikan oleh dion yaitu, berbicara sejujurnya dan jangan menyembunyikan sesuatu apalagi kepada orang yang kita sayangi. Tetapi marcel masih saja terbelenggu dengan ketakutannya sendiri. Pada suatu kali Marcel ingin mengatakan yang sebenarnya kepada sheila tetapi…70). Marcel : sheila, sebenarnya ada yang ingin aku katakan kepadamu
71). Shela : apa itu?
72). Marcel : mmm.. (ragu)
73). Sheila : apa? katakan saja?
74). Marcel : nggak kok, aku cuma ingin mengucapkan terima kasih karena kamu telah menjaga ibu aku waktu itu, saat ibu aku sakit
75). Sheila : oh waktu itu.. ia sama-sama
Tetapi marcel masih terbelenggu dengan rasa takutnya sendiri. Rasa takut itulah yang menghalangi marcel untuk berkata jujur kepada sheila, sehingga sheila sendiri mulai curiga terhadap kelakuan marcel yang terkesan menyembunyikan sesuatu, lalu dia mencari solusi dengan bertemu ibunya, suatu hari sheila bertemu dengan ibunya sambil minum teh…
Babak (rumah sheila)
__ADS_1
Adegan (ruang makan)