RINA MISTERIUS DAN HAIKAL TANGS

RINA MISTERIUS DAN HAIKAL TANGS
sambungan


__ADS_3

Skip to primary navigation


Skip to content


Skip to primary sidebar


Skip to secondary sidebar


PosBunda


Informasi, Hiburan, & Gaya Hidup Bunda



NAMA BAYI


HIBURAN


PARENTING


 » Hiburan » Cerita Anak


20 Cerita Dongeng Anak Sebelum Tidur Pilihan untuk Buah Hati Tercinta


Cerita Dongeng Anak Sebelum Tidur - Anak Perempuan Membaca Buku


Seiring dengan perkembangan teknologi, kegiatan mendongeng untuk anak banyak ditinggalkan orang tua. Padahal membaca cerita dongeng anak sebelum tidur seperti yang akan kami bahas di sini memiliki banyak manfaat.


Di antaranya, kegiatan ini bisa mendekatkan hubungan antara orang tua dan buah hati. Anak jadi merasa diperhatikan dan memiliki waktu khusus yang dicurahkan untuknya.


Dari segi kognitif, kosa kata dan kemampuan berimajinasi anak akan meningkat. Anda pun bisa melatih daya ingat anak dengan menanyakan inti dari kisah yang Anda bacakan sebelumnya.


Lewat buku cerita dongeng anak sebelum tidur bergambar, Anda juga dapat mengenalkan konsep warna dan bentuk. Yang tak kalah penting, Anda pun bisa menanamkan pesan moral yang penting untuk dimilikinya kelak.


Kalau bingung memilih kisah yang ingin dibacakan, di sini sudah kami sediakan 20 cerita dongeng anak sebelum tidur yang menarik dan edukatif. Ada dongeng anak dari berbagai penjuru dunia, ada juga yang berasal dari dalam negeri. Selengkapnya bisa langsung Anda simak di bawah ini.


PILIHAN EDITOR


20 Cerita Dongeng Anak Sebelum Tidur Pilihan untuk Buah Hati Tercinta


Kumpulan Cerita Rakyat Nusantara dan Legenda Terbaik yang Sarat Akan Nilai Moral


10 Cerita Pendek untuk Anak yang Seru dan Mendidik


DAFTAR ISI


Cerita Dongeng Anak Singkat


Cerita Dongeng Anak Islami


Cerita Dongeng Anak Lucu


Cerita Rakyat Nusantara untuk Anak


Agar Kegiatan Membaca Cerita Dongeng Anak Sebelum Tidur Semakin Menarik


Cerita Dongeng Anak Singkat


Cerita Dongeng Anak Sebelum Tidur - Anak Kecil dan Buku


Kalau belum terbiasa dibacakan cerita dongeng anak sebelum tidur, putra atau putri Anda mungkin bakal merasa cepat bosan. Anda bisa mencoba membacakan kisah yang tidak terlalu panjang ini sebagai permulaan.


Cermin Ajaib


Alkisah, ada seorang raja bernama Granada yang sedang mencari istri. Ia pun menggelar sebuah sayembara. Barang siapa ingin menjadi istrinya, haruslah melihat ke dalam cermin ajaib yang mampu menunjukkan kebaikan dan keburukannya semasa hidup.


Para wanita yang awalnya bersemangat ingin menjadi ratu langsung patah semangat mendengar persyaratan tersebut. Mereka khawatir dan malu kalau semua orang akan mengetahui borok-borok mereka.


Hanya ada satu wanita yang berani mengajukan diri. Ia adalah seorang penggembala yang datang dari keluarga menengah ke bawah. Bukan karena ia merasa tak pernah berbuat dosa. Namun menurutnya, semua orang pasti pernah berbuat kesalahan. Selama mau memperbaiki diri, semuanya bisa dimaafkan.


Tanpa ragu dan takut, ia melihat ke dalam cermin tersebut. Setelah itu, raja mengatakan bahwa cermin itu sebenarnya hanyalah cermin biasa. Ia hanya ingin menguji kepercayaan diri para wanita yang ada di sana. Pada akhirnya, mereka pun menikah dan hidup bahagia selamanya.


Cerita dongeng anak pendek sebelum tidur dari Spanyol ini memiliki sebuah pesan moral. Yakni bahwa berbuat kesalahan adalah hal yang wajar dan termasuk fitrah manusia. Yang penting, teruslah perbaiki diri agar tidak mengulang kesalahan yang sama.


Pesan lainnya, jangan terlalu mengkhawatirkan hal yang belum terjadi. Belum tentu ketakutan itu nyata. Siapa tahu di balik ketakutan tersebut, ada banyak hal indah yang sudah menanti kita.


Baca juga: Jenis Jenis Permainan Anak yang Mendidik Beserta Manfaatnya bagi Si Kecil

__ADS_1


Pulau Matahari


Pada zaman dahulu kala, ada kakak beradik yang baru saja ditinggal mati oleh ayahandanya. Sang ayah meninggalkan harta warisan yang seharusnya cukup untuk mereka bagi dua.


Hanya saja, sang kakak punya sifat serakah. Ia mengambil semua harta dan hanya meninggalkan sebuah keranjang dan pisau untuk adiknya. Sang adik yang baik hati pun hanya bisa pasrah menerima kedua benda tersebut.


Suatu hari, ada seekor burung raksasa yang mengajak sang adik untuk pergi ke Pulau Matahari yang dipenuhi emas. Namun, ia hanya diperbolehkan mengambil satu bongkahan emas saja. Sekembalinya ke bumi, ia menjual emas tersebut dan hidup nyaman.


Sang kakak yang mengetahui kisah tersebut iri. Ia berpura-pura miskin dan menipu si burung untuk mengantarnya ke Pulau Matahari. Meski hanya diperbolehkan mengambil sekeping koin emas, ia malah ingin membawa pulang semuanya.


Tak disangka-sangka, burung itu ternyata telah pergi meninggalkannya. Karena terlalu lama berada di sana, sang kakak pun akhirnya terbakar habis oleh panasnya matahari.


Selanjutnya, ada cerita dongeng anak sebelum tidur dari Tiongkok. Membaca kisah di atas, tentunya Anda bisa menyimpulkan apa pesan moral yang ada di dalamnya. Yakni untuk tidak serakah dan mengambil hak orang lain. Apalagi jika ia adalah saudara kita sendiri.


Selain itu, kita juga patut mensyukuri apa pun yang diberikan Tuhan kepada kita. Dengan bersyukur, kita bisa menekan rasa dengki dan hasrat untuk mendapatkan sesuatu yang tidak kita miliki.


[terkait-cpt-tax-nonfeatured]


Singa dan Jakal yang Cerdik


Pada zaman dahulu kala, hiduplah seekor jakal (sejenis serigala dan anjing) di sebuah hutan. Suatu hari, jakal kedatangan singa yang ingin memangsanya. Tak kekurangan akal, ia pun merancang rencana untuk melarikan diri.


Ia mengatakan ke singa bahwa batu besar yang ada di atas mereka akan segera roboh dan membunuh mereka berdua. Jakal lalu meminta singa untuk menahan batu tersebut, sementara ia akan pergi sebentar mencari kayu penahan.


Singa yang percaya menahan batu tersebut begitu saja. Berjam-jam kemudian saat si jakal tak kunjung kembali, barulah ia sadar kalau ia sudah tertipu. Ia pun pergi dengan perasaan kesal dan perut lapar.


Pesan yang terkandung di cerita dongeng anak sebelum tidur dari Afrika Selatan ini, terkadang kecerdikan bisa mengalahkan kekuatan. Selain itu, selalu ada cara untuk keluar dari masalah selama kita mau berusaha mencarinya.


Kalau anak kesulitan membayangkan seperti apa jakal itu, Anda bisa menggantinya dengan hewan yang identik dengan kecerdikan di Indonesia, yakni kancil.


Si Kura-Kura yang Sombong


Ada seekor kura-kura yang sombong dan merasa dirinya lebih pantas terbang dibandingkan berenang di perairan. Ia jengkel karena memiliki tempurung keras yang membuat tubuhnya terasa berat.


Ia pun kesal melihat kawan-kawannya sudah berpuas diri dengan berenang. Saat melihat burung yang bebas terbang di langit, kejengkelannya kian bertambah.


Suatu hari, kura-kura ini memaksa seekor angsa untuk membantunya terbang. Si angsa setuju. Ia mengusulkan agar si kura-kura berpegangan pada sebatang kayu yang akan diangkatnya.


Karena tangan kura-kura agak lemah, ia menggunakan mulutnya yang lebih kuat. Ia pun akhirnya bisa terbang dan merasa bangga.


Kesombongan akan mendatangkan petaka. Itulah pesan moral yang ingin disampaikan dalam cerita dongeng anak sebelum tidur dari Filipina ini.


Anda bisa menceritakannya pada anak agar ia tumbuh menjadi pribadi yang rendah hati. Memiliki cita-cita memang baik. Tapi jangan sampai saat cita-cita itu tercapai, kita merendahkan orang lain yang tidak seberuntung kita.


Telur Emas


Alkisah, ada seekor angsa yang dapat mengeluarkan sebutir telur emas setiap hari. Angsa itu dimiliki seorang petani dan istrinya. Mereka bisa hidup nyaman dan berkecukupan berkat telur tersebut.


Kenyamanan ini berlangsung cukup lama. Namun pada suatu hari, tiba-tiba saja terbersit ide di benak petani tersebut. “Kenapa aku harus mendapatkan satu telur per hari? Kenapa tidak kuambil semuanya sekaligus dan jadi kaya raya?” pikirnya.


Istrinya ternyata setuju dengan ide tersebut. Mereka pun menyembelih si angsa dan membelah perutnya. Alangkah terkejutnya mereka ketika melihat perut tersebut hanya berisi daging dan darah. Tak ada telur sama sekali, apalagi emas.


Mereka pun menangis sejadi-jadinya. Tak ada sumber penghasilan tetap yang bisa mereka andalkan lagi. Mereka harus bekerja keras untuk menyambung hidup esok hari.


Pesan yang disampaikan dalam cerita dongeng anak sebelum tidur karangan Aesop ini hampir mirip dengan kisah Pulau Matahari sebelumnya. Yaitu untuk menghindari sifat tamak dan selalu mensyukuri berkah yang diberikan oleh Tuhan.


Berusaha memang penting. Tapi jangan sampai menghalalkan segala cara untuk mendapatkan sesuatu yang tidak kita miliki. Bukan tidak mungkin kita malah kehilangan segalanya seperti yang dialami pasangan suami istri petani di atas.


Baca juga: Kumpulan Video Anak Anak yang Edukatif dan Memiliki Pesan Moral


Cerita Dongeng Anak Islami


Cerita Dongeng Anak Sebelum Tidur - Mendongeng


Bagi yang beragama Islam, Anda bisa membacakan cerita dongeng anak sebelum tidur Islami ini untuk buah hati. Di dalamnya terdapat berbagai macam pelajaran mulai dari pentingnya salat sampai sifat-sifat yang perlu dimiliki dalam bermasyarakat.


Anak yang Selalu Menunda Salatnya


Ada seorang anak yang rajin beribadah, baik yang wajib maupun sunah. Hanya saja, ia selalu menunaikan kewajibannya di akhir waktu. Rasa malas tak pernah bisa mengalahkan niat baiknya.


Suatu hari, ia baru saja selesai menjalankan salat magrib dan tertidur di atas sajadahnya. Saat terbangun, ia terkejut. Ia tidak lagi berada di kamar, melainkan di sebuah tempat yang dipenuhi banyak orang. Beberapa saat kemudian, barulah ia sadar kalau ia sedang menghadapi hari pembalasan.


Tiba gilirannya ditanya oleh malaikat, ia mengaku sudah menjalankan semua kewajibannya. Ia juga menghindari semua yang dilarang oleh Allah. Namun, malaikat tetap menyeretnya ke neraka jahanam.


Dengan panik, anak itu memohon pada malaikat untuk melepaskannya. Ia juga bertanya apakah ada hal yang bisa menyelamatkannya. Sepengetahuannya, salat bisa menghapus doa dan ia selalu menjalankan salat 5 waktu tiap hari. Namun, kenapa ia tak juga diampuni?


Setibanya di bibir neraka, anak itu hanya bisa menangis ketakutan. Tiba-tiba, datanglah seorang pria tua dengan jenggot putih panjang. Ia pun bertanya siapa pria tua tersebut. Ternyata, ia adalah perwujudan salat yang selama ini dilakukannya. Malaikat pun melepaskan anak itu.

__ADS_1


Dengan perasaan lega bercampur marah, si anak bertanya mengapa salat tidak datang lebih cepat. Salat pun menjawab, “Bukankah kau juga selama ini selalu menunda melaksanakanku?”


Seketika, si anak terbangun. Ternyata ia hanya bermimpi. Namun mimpi itu menyadarkannya. Begitu adzan isya berkumandang, ia pun segera mengambil air wudhu dan melaksanakan salat.


Mengajarkan anak untuk displin dalam menjalatkan salatnya memang bukan hal mudah. Salah satu cara yang bisa Anda terapkan adalah menanamkan pesan lewat cerita dongeng anak sebelum tidur.


Kisah ini juga bisa dijadikan pengingat untuk diri kita sendiri. Sesibuk apa pun kegiatan yang sedang dijalani, jangan pernah menunda salat, apalagi tidak melaksanakannya sama sekali.


Pohon Kehidupan


Hiduplah seorang pria tua yang memiliki empat orang anak. Ia ingin anak-anaknya tidak menjadi manusia yang terlalu cepat menghakimi sesuatu. Untuk itu, ia mengirimkan mereka untuk melihat pohon pir yang berada jauh dari rumah mereka.


Masing-masing anak diminta pergi di musim berbeda, yakni musim dingin, semi, panas, dan gugur. Saat keempatnya kembali, sang ayah bertanya tentang apa yang mereka lihat.


Anak pertama mengatakan pohon itu terlihat jelek, gundul, dan bengkok terkena angin. Sebaliknya, anak kedua mengatakan pohon itu dipenuhi tunas dan terlihat menjanjikan. Lalu, anak ketiga mengatakan kalau pohon tersebut dipenuhi bunga-bunga yang wangi. Terakhir, anak keempat mengatakan kalau si pohon memiliki banyak buah yang terlihat nikmat.


Sang ayah menjelaskan kalau semua yang mereka lihat itu benar. Masing-masing dari mereka hanya melihat pohon itu dalam satu musim saja. Ia lalu berujar, kalau mereka tidak boleh menilai pohon, apalagi manusia, hanya dari satu sisi saja.


Ingin mengajari anak agar tidak menilai segala sesuatunya dari satu sisi saja? Cerita dongeng anak sebelum tidur ini bisa Anda bacakan untuknya.


Kita yang sudah dewasa pun sekaligus diingatkan untuk tidak terlalu cepat mengambil kesimpulan atau menghakimi seseorang. Pandangan mata manusia sangat sempit, mungkin saja di baliknya ada latar belakang atau cerita lain yang tidak kita lihat.


Terkadang kondisi seseorang terlihat buruk, namun bukan tidak mungkin ia penuh keindahan di waktu lain. Begitu pula dengan diri kita sendiri. Ada masa naik turun yang kita alami. Tentu kita tidak ingin orang lain menilai kita dari satu sisi saja, bukan?


Tagihan dari Allah


Dikisahkan, seorang pria berusia 70 tahun terkena penyakit yang membuatnya tak bisa buang air kecil. Dokter mengatakan kalau ia harus dioperasi agar bisa kencing kembali.


Setelah selesai, dokter memberikan tagihan yang jumlahnya lumayan tinggi. Pria tua itu menangis. Karena kasihan, dokter pun mengatakan akan memberikan diskon jika tagihan itu dirasa terlalu memberatkan.


Tak disangka, pria tersebut menolak. Ia bukannya menangis karena tagihan pengobatannya terlalu mahal.


Ia justru tersadar kalau selama ini Allah begitu pemurah sudah membiarkannya bebas buang air kecil selama 70 tahun. Beruntunglah ia karena Allah tak pernah memberikan tagihan sama sekali untuknya.


Terlalu fokus dengan sesuatu yang tidak kita miliki bisa membuat kita kurang bersyukur. Karena terus menerus merasa kurang, kita tidak sadar betapa besar anugerah yang sudah diberikan Tuhan kepada kita.


Nah, cerita dongeng anak sebelum tidur ini bisa menjadi pengingat betapa beruntungnya kita selama ini. Ajarkan juga pada anak untuk selalu mensyukuri apa pun yang terjadi. Jangan sampai ia menyesal ketika sudah kehilangan apa pun yang dimilikinya.


Pria yang Terdampar di Pulau Tak Berpenghuni


Suatu hari, seorang pria mengalami kecelakaan kapal dan terdampar di sebuah pulau tak berpenghuni. Ia terus berdoa agar Allah menyelamatkannya. Setiap hari ia memandang laut lepas menanti pertolongan.


Hari demi hari berlalu, yang ia harapkan tak kunjung datang. Demi bertahan hidup, ia pun mencari makanan di hutan dan berusaha membangun gubuk seadanya.


Tak lama setelah gubug selesai dibangun, pria itu pergi mencari makan. Alangkah terkejutnya ia saat kembali, kobaran api melalap gubug tersebut hingga habis tak tersisa.


Ia pun kecewa dan putus asa. Sempat ia merasa marah karena mengira Allah tak lagi memedulikannya. Lelah menangis, ia jatuh tertidur di atas pasir.


Keesokan harinya, ia terbangun mendengar suara kapal yang mendekat. Ia pun lega bercampur heran, bagaimana orang-orang itu bisa menemukannya. Padahal sudah lama ia pasrah tak mengharapkan pertolongan datang.


Ternyata, orang-orang itu melihat kepulan asap dari gubug yang terbakar kemarin. Tersadarlah pria tersebut, ternyata yang disangkanya bencana justru merupakan berkah yang diberikan Allah.


Tantrum dan ngambek merupakan salah satu sifat yang sering dimiliki anak. Beri buah hati Anda pengertian bahwa dunia ini tak akan selalu berjalan sesuai keinginannya.


Terkadang, ada hal yang mungkin ia anggap buruk tapi ternyata punya hikmah dan manfaat yang tak disangka-sangka. Agar lebih mudah dipahami, cerita dongeng anak sebelum tidur bernuansa islami ini bisa Anda bacakan untuknya.


Kebijaksanaan Iyas bin Muawiyah


Suatu hari, ada seorang pria yang hendak dihukum karena meminum anggur. Namun ia berkilah mengatakan bahwa anggur terdiri dari air, kurma, dan buah anggur yang semuanya halal. Ia pun mengaku tak paham kenapa saat ketiga bahan halal tersebut dicampur, hasil akhirnya menjadi haram.


Iyas tetap tenang mendengar pertanyaan tersebut. Ia balas bertanya apakah pria tersebut kesakitan jika Iyas memukulnya menggunakan debu, jerami, atau air. Pria itu dengan mantap menjawab tidak.


Iyas pun bertanya lagi apakah pria tersebut kesakitan jika dipukul dengan ketiga bahan sebelumnya. Hanya saja, ketiganya sudah dicampur dan dikeringkan hingga menjadi batu bata.


Begitu si pria mengatakan iya, Iyas pun kembali ke pertanyaan si pria sebelumnya. Logika yang sama bisa diterapkan pada air, kurma, dan buah anggur. Meski ketiganya halal, setelah dicampur dan difermentasi, bukan tidak mungkin muncul alkohol memabukkan yang membuatnya menjadi haram.


Kisah berikutnya ini sebenarnya lebih tergolong anekdot alih-alih dongeng karena diambil dari kisah nyata. Namun, Anda tetap bisa menjadikannya cerita dongeng anak sebelum tidur karena memiliki pesan moral yang baik.


Tokoh utama dari cerita ini adalah Iyas bin Muawiyah yang menjadi hakim di abad 2. Ia dikenal akan kecerdasannya dan sering disebut-sebut dalam berbagai anekdot. Salah satunya seperti yang telah dibahas di atas.


Baca juga:


Cerita Dongeng Anak Lucu


Cerita Dongeng Anak Sebelum Tidur - Anak Kecil Membaca Buku dan Tertawa


Menyampaikan pesan moral untuk si kecil tak harus melalui kisah yang serius. Cerita dongeng anak sebelum tidur jenaka di bawah ini pun punya pelajaran yang tak kalah penting. Apalagi, biasanya banyak anak yang lebih mudah tertarik dengan hal-hal yang bisa mengundang tawa.

__ADS_1


__ADS_2