Rise Of The Seeker

Rise Of The Seeker
Duel #1


__ADS_3

Arena telah dipenuhi para penonton yang terdiri dari para murid serta sebuah ruangan tersendiri bagi para guru. Sihir pelindung telah di aktifkan seandainya terjadi sesuatu diluar dugaan.


Alzent mengenakan pakaian pelindung, mengambil pedang dan melangkahkan kali ke dalam arena dimana semuanya menyoraki 'Boo' pada dia. Yah Alzent juga tidak terlalu mempedulikan hal itu, ia hanya ingin masalah ini cepat selesai sebelum bagian kiri tubuhnya berubah kembali. Ia juga masih bingung alasan tubuhnya kembali seperti semula ketika melompar keluar dari jendela, namun tidak ada gunanya memikirkan hal itu untuk sekarang. Duel telah menunggu.


Begitu Gerald keluar dengan pakaian pelindung lengkapnya yang sebenarnya hanya untuk pamer saja karena kebetulan dia berasal dari keluarga bangsawan penting dalam kerajaan, seluruh penonton bersorak menyebut namanya, membuat senyuman Gerald semakin lebar.


"Baiklah, pada hari ini duel suci akan dimulai dimana Gerald melawan Alzent. Yang kuatlah yang bertahan, semoga keberuntungan berada di pihak kalian!" sahut pembawa acara yang juga seorang murid.


10, 9, 8... sebuah angka tercipta dari sihir ilusi di atas arena.


"Ada kata-kata terakhir Alzent?" tanya Gerald merendahkan.


"Aku harap dirimu tidak menyesal" jawabnya penuh percaya diri.


"Mulai!"


Tanpa mengulur waktu, Gerald langsung menggunakan sihir tingkat tinggi, yaitu 'Fire Burning Dragon' sihir api yang berbentuk seperti naga dan dapat dikendalikan atau menyerang secara otomatis seakan hidup.


"Woahh, Gerald langsung menggunakan sihir tingkat tinggi! Bukankah itu sedikit berlebihan untuk seseorang seperti Alzent?" sahut pembawa acara membuat satu arena tertawa.


"Apakah kau mendengarnya Alzent? Tak seorangpun berpihak padamu, mengapa kau tidak menyerah saja dan sujud di hadapanku?" tawar Gerald.


Alzent menggenggam pedangnya dengan erat "Dalam mimpimu"


Gerald mendengus dan mengarahkan naga api nya, sekaligus menciptakan dua bola api berukuran besar yang diluncurkannya ke udara kemudian pecah menjadi api-api berukuran sedang menghujani arena.

__ADS_1


Alzent cukup kerepotan menghindari serangan naga api serta hujan api tersebut, tapi ia berhasil melewati semuanya tanpa terkena sedikitpun. Gerald menjadi sedikit panik, namun berhasil menguasai keadaan dengan memunculkan semburan api dari bawah Alzent dan menyerangnya di udara menggunakan naga api "Haha, teruslah berlari Alzent, buatlah duel ini semakin menarik"


"Cih" Alzent melompat beberapa kali ke belakang, mengambil jarak dari Gerald. Ia sudah tahu laki-laki itu akan mengeluarkan sihir apa, Alzent hanya membutuhkan waktu yang tepat untuk menyerangnya tanpa terpancing emosi atau bisa-bisa setiap orang yang ada di arena akan tamat.


"Ada apa Alzent? Baru sadar aku terlalu kuat bagimu? Hahaha!! Sayangnya kau tidak bisa lari lagi, aku akan bermain denganmu sepuasnya!"


Semburan api kembali muncul di bawah Alzent. Sesuai dugaan, Gerald kembali menggunakan naga nya untuk menyerang ketika berada di udara, karena itu Alzent sengaja membiarkan dirinya terkena semburan api sehingga serangan naga tidak mengenainya. Jika hanya semburan api saja, Alzent masih bisa menahan panasnya. Kemudian dengan cepat berpindah-pindah menghindari semburan api dari bawah arena yang semakin acak kemunculannya, tanda Gerald sudah mulai panik.


"Jangan harap kau bisa mendekat!" Gerald menembakkan beberapa bola api seukuran telapak tangan yang melesat cepat hingga sulit ditangkap mata, namun Alzent dapat dengan mudah menebas semuanya, semakin mendekati Gerald.


Kerumunan yang tadinya bersorak untuk Gerald kini terdiam melihat kemampuan Alzent yang tanpa menggunakan sihir sedikitpun. Banyak yang bertanya-tanya bagaimana ia bisa bergerak begitu cepat tanpa menggunakan sihir?


Gerald menggunakan naga apinya untuk menghadang Alzent selagi ia bergerak menjauh dan merasa Alzent akhirnya masuk ke dalam perangkap "Hah! Tamatlah riwayatmu!" Sebuah pilar api besar terbentuk dari atas arena tempat Alzent berdiri, membakar hangus tempat itu tanpa ada sisa termasuk Alzent.


Begitu Gerald akan tersenyum gembira, terdengar sebuah suara di telinganya "Jangan terlalu gembira, aku masih hidup"


"Bagaimana aku selamat? Tentu saja dengan berpindah tempat" jawab Alzent.


"Jadi selama ini kau memiliki sihir teleportasi?" tanya Gerald panik.


"Sihir teleportasi? Aku sama sekali tidak bisa menggunakan sihir, kecepatan ini aku dapatkan dengan latihan setiap harinya di dalam hutan, menghadapi berbagai macam monster mengerikan yang tidak akan memberikanmu kesempatan untuk bernapas. Kau ingin membunuhku dengan niat lemah seperti itu? Sebaiknya kau berhenti daripada mempermalukan dirimu lebih jauh"


Raut wajah Gerald berubah total, ia terlihat sangat marah telah direndahkan oleh Alzent, oleh seseorang yang selalu dibully olehnya, seseorang yang seharusnya lemah dan tak memiliki apapun "Sacred Fire Ring"


5 buah cincin api muncul di belakang Gerald, berputar cepat siap memotong Alzent menjadi beberapa bagian "Kau seharusnya bangga aku sampai harus mengeluarkan jurus yang selama ini aku simpan, matilah atas kehormatan itu"

__ADS_1


"Woahh!! Gerald baru saja menggunakan sihir tingkat atas yang seharusnya hanya dimiliki The Legion!"


Cincin-cincin itu melesat cepat dari berbagai arah. Keringat mulai muncul di kening Alzent, ia merasa tidak akan mudah untuk melawan cincin-cincin ini tanpa menggunakan sedikit lagi kekuatannya "Sial, mau tidak mau"


Begitu cincin-cincin tersebut akan mencapai Alzent, sebuah ledakan energi terjadi disertai aura kemerahan, lalu cincin-cincinnya melesat melalui ledakan tersebut dan kembali ke belakang Gerald yang sudah tertawa keras.


"Apa yang dirimu tertawakan?"


Baru saja Gerald akan berbalik, ia sudah terlempar jauh, kehilangan fokusnya sehingga cincin-cincin apinya menghilang. Ia bangkit berdiri, menatap Alzent. Rasa takut mulai menguasai dirinya "K-kau sebenarnya siapa?"


"Aku? Alzent" dalam sekejap Alzent sudah berada di hadapannya, mencekik leher Gerald "Seseorang yang selalu dibully habis-habisan oleh dirimu" lalu dilemparnya ke seberang arena, menabrak dinding hingga retak parah.


Seluruh arena terdiam melihat pemandangan barusan. Alzent yang begitu lemah ternyata menyimpan kekuatan yang begitu besar meskipun tanpa sihir. Mereka mulai takut pada Alzent karena jika tanpa sihir sudah sekuat itu, bagaimana jika menggunakan sihir?


"Bukankah kau ingin menghabisi nyawaku?" hanya selangkah, Alzent sudah berada di depan Gerald "Ayolah, aku sudah menunggunya. Lagipula aku juga sudah memperingatkanmu, jadi jangan menyesal"


Baru saja Alzent akan menendangnya, sebuah petir besar menyambar dari sebuah lingkaran sihir, terpaksa ia melompat lumayan jauh ke belakang.


Beberapa murid senior muncul di hadapannya, siap bertarung "Kini lawanmu adalah kami" sahut pemimpin mereka dengan kedua lengan yang sudah dialiri listrik.


Arena kembali heboh dengan sahutan 'Bunuh'


"Ini melawan aturan! Para guru akan turun tangan menghadapi ini" jelas Alzent.


"Kau salah, justru para guru yang meminta kami untuk membereskanmu. Seseorang yang menggunakan kekuatan aneh sepertimu sama sekali tidak berhak berada di dalam Akademi!"

__ADS_1


Alzent terpaksa harus menghindari serangan kombinasi ke-5 murid tersebut yang tampaknya benar-benar ingin membunuh Alzent melihat ia sama sekali tidak diberi kesempatan untuk bernapas.


__ADS_2