Romansa Si Bintang Sekolah

Romansa Si Bintang Sekolah
Artikel Gunung Salak


__ADS_3

Pukul 03.15 WIB aku terbangun dari tidurku. Tidurku tidak pernah nyenyak. Entah apa yang terjadi dalam hidupku sekarang. Aku bagaikan kelelawar. Nokturnal. Tidur siang hari dan aktif pada malam hari.


Aku meraba-raba dimana Hp ku simpan. Saat aku menengok, ayah ada di samping kiri tempat tidur. Aku melihat ayah kelelahan. Sebenernya aku kasihan melihat ayah tidur di sofa panjang. Tapi rasa sebel sama ayah masih ada.


Aku membuka browser dan aku search Gunung Salak. Hari ini sekolah akan berkemah kesana. Sebenarnya aku tidak mau ikut. Tapi untuk menghindari ayah dan kakak sepertinya aku harus ikut. Saat ini aku malas untuk berdebat dengan siapapun.


Mataku sekarang fokus membaca beberapa artikel tentang "Gunung Salak".


Gunung Salak merupakan kompleks gunung berapi yang terletak di selatan Jakarta di pulau Jawa. Kawasan rangkaian gunung ini termasuk ke wilayah kabupaten Sukabumi dan kabupaten Bogor, Jawa Barat.


Gunung Salak berusia relatif tua sehingga memiliki beberapa puncak. Banyak yang mengira asal nama "Salak" adalah dari tanaman salak, akan tetapi sesungguhnya berasal dari kata bahasa Sansekerta, salaka yang berarti "perak".


Gunung Salak menyimpan kisah yang belum bisa di pecahkan oleh ilmu sains. Saat ini Gunung Salak di kelola oleh Taman Nasional Gunung Halimun Salak. Fakta misteri Gunung Salak yang belum terkuak.




Kerajaan Gaib Padjajaran. Masyarakat sekitar beranggapan pusat kerajaan ada di puncak Manik. Mahluk gaib yang katanya sering muncul merupakan perwujudan Raja yang di kenang sepanjang zaman yaitu Sri Paduka Maha Raja Prabu Siliwangi.




Ternyata Gunung Salak ini menyimpan anomali magnetik sedotan magnet serupa yang terjadi di segitiga bermuda, anomali magnetik yang sangat besar ini membuat sinyal kompas tidak berfungsi dan membuat pesawat bisa gagal mengirim sinyal emergency serta radar juga bisa mati.

__ADS_1




Harta Karun Terkubur. Misteri harta karun Belanda yang terkubur di pegunungan Salak. Ketika Jepang masuk ke Indonesia pada tahun 1942, saudagar dan tentara Belanda memiliki inisiatif untuk menguburkan harta mereka di Gunung Salak karena takut akan sekutu. Kabar ini kemudian melebar diantara masyarakat Cidahu yang tinggal di daerah lereng gunung. Mereka beramai-ramai meruntuhkan tembok peninggalan Belanda hingga menjadi puing untuk mencari harta tersebut. Namun kenyataannya, harta yang mereka cari tidak didapatkan. Banyak warga yang tewas dalam misi tersebut.




Tempat yang sering menelan korban jiwa yaitu di Misteri titik 47 dan 48 hektometer. Bagi yang melalui jalur pendakian dari Cidahu, maka akan bertemu dengan titik tersebut. Titik tersebut adalah kawasan yang angker dan mempunyai kekuatan mistis yang sangat besar, banyak pendaki yang hilang disini karena disesatkan oleh makhlus halus.




......................


"Anak ayah sudah bangun."


Aku masih diam dan tidak merespon.


"Masih marah sama ayah?"


Batinku. Nggak usah ditanya. kelihatannya apa ayah? Aku beranjak dari tempat tidur untuk mem packing barang bawaan berkemah.

__ADS_1


Ayah tiba-tiba menghentikan langkah ku dengan memegang tanganku.


"Ayah nyerah dan mengalah sekarang. Putri maunya seperti apa?"


Aku masih diam membisu.


"Kalo Putri mau pernikahan ayah dibatalkan. Ayah akan lakukan."


Aku senang sekali mendengarnya. Seketika aku menoleh ke arah ayah dan memeluknya.


"Ayah harus janji jangan menikah dengan wanita manapun. Ayah hanya boleh milik Bunda satu-satunya. ayah janji?"


Ayah mengangguk dan lebih erat lagi memelukku.


"Ayah, Putri tidak mau punya bunda lagi. Yang Putri butuhkan sekarang adalah ayah dan kakak bisa memberikan waktu yang banyak untuk kita bersama. Pergi makan, nonton, belanja, jalan-jalan. Putri hanya ingin itu saja."


"Baiklah, Nak. Ayah akan kabulkan untuk membatalkan pernikahan dan membuat jadwal bersama agar kita bisa pergi kemana yang kamu mau".


Aku mengangguk dan sangat bersyukur. Ayah sangat menyayangiku. Terima kasih, Tuhan.


......................


Ayah dan aku kembali ke aktivitas masing-masing. Ayah memberikan izin untuk boleh pergi berkemah ke Gunung Salak.


Seketika itu pula aku memberikan kabar ke grup bahwa aku akan ikut berkemah.

__ADS_1


Haaaaa... aku kaget. Doni cepat banget merespon padahal saat itu pukul 04.15 WIB. Itu masih subuh. Mungkin dia tidak bisa tidur. Batinku.


Aku hanya read balesan dari Doni di grup. Sekarang aku lagi konsentrasi packing barang bawaan apa aja yang harus aku bawa..


__ADS_2