
Setelah makan,mereka pun kembali ke kelas dan mengikuti pembelajaran berikutnya,sampai jam pulang sekolah telah tiba.
Saat perjalanan pulang,mereka melewati poster² yg ada di dinding umum,dan mereka pun berhenti dan melihat-lihat poster tersebut.
"Hei Rehan!" Panggil Roy
"Apa?" Jawab Rehan
"Aku bahkan tak mau menjadi tokoh utama dalam cerita sendiri." Seru Roy sembari melihat beberapa Poster Film di dinding jalan.
"Sungguh?" Tanya Roy
"Pikirkan! Karakter utama pasti terlibat dg investigasi kasus Pembunuhan atau mereka membangkitkan kekuatan baru untuk menghadapi musuh yg sulit."
"Atau mereka menjadi bajak laut untuk meraih impian mereka,sampai ceritanya habis,itu terdengar melelahkan." Jelas Roy
"Ya peran aktif itu yg membuat mereka menjadi tokoh utama!" Ucap Rehan
"Tokoh Figuran lebih santai,mereka tak berbicara dan yg lebih ekstrim wajah mereka tak Di gambar sama sekali" Ucap Roy
"Itu bagus?" Tanya Rehan
Melihat Rehan tidak mempercayainya, Roy pun mencoba menirunya dg Menggambar wajahnya Seperti orang Bermuka datar.
"Roy,jangan meniru apa yg barusan kau katakan,meski kau cocok sekali dalam hal itu!!" Ucap Rehan merinding
Setelah melihat lihat,mereka kembali berjalan lagi,dan berhenti sejenak untuk membeli es krim.
"Pada dasarnya aku tak ingin diandalkan,berperan aktif atau mendapat perhatian!!" Ucap Roy
"kau pasti akan sendirian saat tua nanti.." Balas Rehan
Setelah membeli eskrim mereka pun pergi ketaman dan duduk di ayunan sembari menikmati Es krim tersebut.
Saat mereka asyik Menikmati,tiba tiba seorang anak kecil Menghampiri mereka.
"Apa kau bisa ambil bola itu kak",kata Anak kecil itu sambil menunjuk tempat bola tersebut.
tanpa basa basi Rehan Pun mengambil bola yg menyangkut dipohon dan memberikannya kepada Anak kecil tersebut.
"Ini,lain kali hati-hati!" Ucap Rehan memberikan Bolanya.
"Wah terima kasih kak" Ucap anak kecil
"Dia bisa diandalkan,berperan aktif." batin Roy.
"Orang itu baik sekali ya!!!" Ucap seseorang
"Iya." Balas temannya
"Ia mendapat perhatian." batin Roy
"Aku rasa...Aku tak keberatan memberi hidupku kepadamu Rehan!" Ucap Roy
"Jangan mengatakan hal ambigu seperti itu!!" Ucap Rehan
"Rehan,apa kau suka memasak?" Tanya Roy
"Bisa dibilang begitu." Jawab Rehan
"Mencuci piring?" Tanya Roy
"Aku menyanyi saat mencuci" Jawab Rehan
"Membersihkan sebelum Bulan Ramadhan dan menjelang Hari raya Idul fitri?" Tanya nya lagi
"Sekali aku mulai kau tak bisa berhenti,terutama bak mandi dan mesin cuci." Seru Rehan
"Begitu ya,Aku kenal keluarga yg kau bisa nikahi." Ucap Roy
"Ayo pulang!!!" Ajak Rehan
BESOKNYA
Hari ini Rehan melihat Ada sesuatu yg aneh pada Roy,dan ia pun mencoba bertanya.
"Lesu dua kali lipat?" Tanya Rehan
"Aku rasa tidak,kenapa?" Haaaah. Ucap Roy
__ADS_1
"Nafasnya lebih panjang dari biasanya. Sudah kuduga,Lesunya hari ini dua kali lipat!" Batin Rehan.
"Roy!bantu aku bawakan ini ke ruang guru. Oh iya aku lupa!" Ucap Putra teringat sesuatu
"Akan aku lakukan!" Seru Roy
"Roy tanganmu!!" Ucap Rehan
"Oh aku lupa..Aku akan kembali!!" Ujar Roy
Roy pun mau membantu Putra,dan ia mengambil kertas yg ada di tangan putra.
"Tidak Roy,bukan ini,tapi ambil yg disana!!" Ucap Putra
"Kau bilang aku harus membantu" Ucap Roy
"Ya,tapi setengahnya ada di sana!!" Seru Putra
"Aku akan ikut!!" Pinta Rehan
Akhirnya Rehan pun ikut membantu Mengantarkan Kertas² yg dibawa oleh putra ke Ruang guru.
"karena sudah selesai,aku akan kembali ke kelas." Pamit Putra
"Ya!!" jawab Rehan.
"Sepertinya ada Yg berbeda dari Roy hari ini,aku hanya bilang lesu dua kali lipat tapi itu bercanda,tapi mungkin dia sedang mencari bentuk baru dari kelesuan." batin Rehan
"Roy aku menghargai individualitas itu,untuk itu aku tak meminjamkan sapu tanganku." Ucap Rehan
*************
"Roy kau tak makan siang?ini kalau mau omelet gulung,Ini manis dan enak." Tawar Rehan
"Maaf Rehan,aku tak merasa Lapar" Tolak Roy
"Ini makanlah!!" Ucap Rehan
"tidak mau!!" Tolak Roy
"Roy setidaknya kau bisa bersantai sedikit saat makan siang." Ucap Rehan
"Tak peduli seberapa lapar dirimu,kau tetap menjaga kelesuan itu dari kurangnya nafsu makan,kau serius sekali saat ini Roy." Batin Rehan
Tak lama kemudian jam makan siang sudah habis dan para murid pun mengikuti pembelajaran berikutnya.
"Hari ini kita akan menyanyikan Furusato(Kampung halaman),Roy-kun tolong iringi kami dg piano."perintah Guru Musik.
"Aku tak tahu kalau Roy bisa main musik." Ucap Putra heran
"Ya.waktu kecil dia pernah belajar piano!!" Ucap Rehan
Roy pun mulai memainkan piano tersebut dan para murid pun mulai bernyanyi.,namun entah kenapa Suasananya malah mencekam.
"Maaf Lesunya Roy hari ini lebih dari biasanya!!" Ucap Roy
"Aku tak mengerti,tapi aku paham!!" Balas Grea
"R-Roy Kun?Terima kasih
kau bisa kembali ke kursimu sekarang." perintah Guru Musik.
"Oh?Ada sesuatu di pipimu." kata Guru tersebut
Guru itupun menyentuh pipi Roy dg jarinya dan seketika Roy pun berteriak.
"SHEEEE!!!!" Teriak Roy
"Maaf!!" Ucapnya
"Apa itu termasuk Lesu Dua kali lipat?" Tanya Putra
SKIP
"Jadi itulah saat aku tahu hari ini dia lesu dua kali lipat,tapi....Setelah lingkungan itu,aku jadi ragu" Ucap Rehan
"Aku mengerti" Ucap Grea Paham
"Bagaimana menurut kalian?" Tanya Rehan
__ADS_1
"Kelesuannya tidak bertambah sebagian besar,tapi Sheeee itu maksudnya apa?" Tanya Grea
"Aku mengerti!mungkin maksudnya Deshiiiinggg." Ucap Putra sok tahu
"Putra,diamlah sebentar!" Ucap Rehan dan Grea bersamaan
"Mungkinkah...tentu saja." Ucap Grea berpikir.
"Kau paham?" Tanya Rehan
"Ya,kurang Nafsu makan,Sering melamun,dan sikap yg gk jelas seperti tadi itu..."
Adalah gejala² pada Remaja,artinya cuma satu kan?" Ucap Grea bertanya
"Ah,maksudmu itu." Ucap Putra tak paham
"Aku mengerti sekarang. Itu ya??" Ucap Rehan yang juga tak paham.
"Kalau kalian tidak tahu,bilang saja tidak tahu!!" Ucap Grea yang tahu Rehan dan putra tak mengerti ucapannya
"Rehan,itu adalah Cinta!!" Ucap Grea
"Cinta?!" Ucap Rehan mengulangi
*************
"Roy kau masih disini?" Tanya Rehan
"Ya,aku tak ingin pulang!!" Jawab Roy
"Cinta ya?sampai seperti itu mengganggunya....Maaf aku tak menyadarinya Roy" batin Rehan.
"Ayo beli es krim!Aku traktir!!" Ajak Rehan
"Tidak,terima kasih!!" Tolak Roy
"Makanan manis akan membuat pikiranmu santai,itu juga akan memberimu!!" Bujuk Rehan
"Ayo!!" Ajak Rehan
"Aku bilang tidak!" Tolak Roy
"Maaf Apa ta-"
Belum sempat menyelesaikan ucapannya,Rehan tidak Sengaja melihat Jadwal/catatan yg jatuh dari Tas Roy.
"Oh jadi karena sakit gigi." batin Roy.
Rehan pun akhirnya menggendong Roy,dan mengantarkannya ke Dokter Gigi.
Selesai periksa,Roy dan Rehan pun pulang,selama di perjalanan Roy hanya diam saja,tidak mengatakan sepatah kata pun.
"Roy marah?tapi jarang sekali melihat Roy seperti ini,ini sangat langka" batin Rehan.
"Sakit?" Tanya Rehan
"Aku tak bisa merasakan apapun karena biusnya!!" Jawab Roy
"Ngomong ngomong apa kau jatuh cinta pada seseorang?" Tanya Rehan
"Huh?tidak" Jawab Roy
"Pastinya begitu." Ucap Rehan
"tak ku sangka Hari damaiku terancam karena hal seperti ini."
"Aku tak akan mempunyai gigi lubang lagi,aku akan menjaga dan menggosok gigi setiap hari" Seru Roy
Setelah itu,Mereka pun akhirnya pulang ke rumahnya masing-masing*.
...Bersambung...
VISUAL GREA DAZAI
VISUAL PUTRA OSSAMU
__ADS_1