
KEESOKAN HARINYA
Terlihat dua orang siswa sedang berbicara sembari memesan makanan dan duduk di meja yg tersedia di Kantin.
kau tak keberatan menu makan siangnya sama denganku?(Rehan)
ya,terima kasih sudah memesankan ini(Roy)
Selamat makan(Rehan & Roy)
Mereka pun memakan makanan mereka,sebelum itu mereka sudah berdoa terlebih dahulu sebelum makan.
Saat makan Rehan sempat melihat makanan Roy dan heran,karena makanannya masih utuh hanya ada gigitan kecil di makanannya.
Roy...apakah ada sesuatu yg tak kau sukai di menu ini?(Rehan)
Tidak,Santai saja. sebenarnya aku bisa makan apapun,soal makanan aku gk suka pilih² kok.(Roy)
Remaja zaman sekarang sukanya pilih²,tapi kau hebat mau makan apapun(Rehan)
Rehan...Menyingkirkan duri di ikan ini merepotkan,jadi buatmu saja(Roy)
Itu juga termasuk pilih pilih tau!!(Rehan)
Oh iya...kalau begitu ada banyak makanan yg tidak kusukai karena merepotkanku(Roy)
Contohnya makanan kayak apa?(Rehan)
Contohnya biji jagung dan kacang,dan yg susah diambil dg sumpit. Lalu buah buahan yg harus dikupas sendiri,lebih parah jika ad biji-bijian didalamnya(Roy)
Oh begitu(Rehan)
Jadi kau tak suka menu makan siang hari ini?Begitu ya,toh aku tak sengaja...tapi maaf ya Roy(Rehan)
Kalau begitu setidaknya biar kupilahkan duri ikannya,Lanjut Rehan.
Tidak usah Rehan...Tapi,kebanyakan menu yg tak kusukai ada di menu ini...(Roy)
berarti ini bisa jadi kesempatan untuk Roy memakan hal yg dia tidak sukai. Aku *harus menahan keinginan untuk membantu dan memperhatikannya saja,batin Rehan.
Sip sudah terpilah...tapi daging ikan memang sedikit ini ya?(Roy)
Melihat Roy yg tak bisa mempilahkan duri ikan,akhirnya Rehan pun membantunya.
Malah jadi kau yg memilahkan tulangnya,Maaf(Roy)
Tidak apa,kalau tidak kubantu...nanti kau,ikan dan akunya tak akan bahagia(Rehan*)
Setelah memilahkan Duri ikan,Roy dan Rehan pun melanjutkan makan mereka. tak lupa setelah makan mereka membaca doa.
Sudah lama Perutku tak sepenuh ini(Roy)
Baguslah,aku jadi senang(Rehan)
Saat mereka mengembalikan Nampan dari makanan mereka,tiba tiba Roy terjatuh dan sepertinya dia hampir pingsan.
ROYY!!Hei Roy,kau tak apa apa?tanya Rehan dg nada panik.
Jangan² dia makan sesuatu yg bikin dia alergi?,batin Rehan.
Re-rehan...(Roy)
ROOYY!!(Rehan)
Saking kenyangnya...aku ngantuk setengah mati...Aku memang sering mengantuk...tapi tak seperti biasanya aku seperti ini(Roy)
Aku belum pernah merasakannya...Rasa ngantuk ini...sangat hebat.(Roy)
Setelah mengatakan itu,Roy pun langsung pingsan alias tertidur karena ia merasa perutnya terlalu penuh,dan itu malah membuat Rehan semakin panik karenanya.
ROOYY!! HEI ROY!(Rehan)
Melihat Roy tidak sadar,Rehan pun membawa Roy ke tempat sepi namun damai karena mereka berada di Bagian atap Sekolah.
__ADS_1
Akhirnya Aku sadar,Roy memang orang yg hemat tenaga,makanya kalau dia makan porsi layaknya Anak SMA pada umumnya,batrainya akan kelebihan muatan,batin Rehan.
Nah,istirahat di sini sebentar(Rehan)
Aku tak apa²,kayaknya makanannya mulai tercerna(Roy)
Begitu ya(Rehan)
omong-omong bagaimana dengan itu?(Rehan)
Itu apanya?(Roy)
Surat tantangan di loker sepatumu(Rehan)
yang mana ya?(Roy)
Kau menemukannya pagi ini,sesuatu yg bertuliskan "surat tantangan" dg tulisan yg tegas?(Rehan)
Aku tak lihat apa² kok!(Roy)
Begitu ya,Dia pura pura tidak tahu,batin Rehan.
Saat Mereka berada di lamunan masing-masing,tiba tiba ada seorang gadis bercadar menendang pintu yg ada di atap tersebut.
ketemu juga kau cecunguk,teriak gadis bercadar itu.
Hah?!(Rehan)
Kau dari kelas 1-F kan?,Aku Emilia dari kelas 1-C,lawan aku sini Roy,tantang Emilia.
Setelah berteriak,Emilia terkejut bahwa Roy bukannya merespon malah ia dg santainya tidur di depan matanya sendiri.
Jangan molor!(Emilia)
Roy...Roy...Roy(Rehan)
Hei Jangan abaikan aku Roy(Emilia)
Padahal aku sudah menulis surat agar kau menemuiku di belakang gedung olahraga,Kenapa tak muncul juga?Lanjut Emilia.
Kau Rehan ya?!kenapa bisa sama Roy?,tanya Emilia
Soalnya kami sekelas(Rehan)
Apa?(Emilia)
Kalian berdua saling kenal?(Roy)
Ya memang begitu. dulu kami ini satu Geng, kata Emilia dg nada menakutkan.
tapi hal itu langsung di tepis oleh Rehan dg mengatakan yg sebenarnya.
Dia Emil,tetangga sebelah rumahku. kami sudah kenal sejak kecil,jelas Rehan.
Jangan panggil aku begitu REHAAAN!!,teriak Emilia.
Oh iya kata Ibuku,dulu Emil suka Donat buatan ibu. Tapi sayangnya dia tak datang lagi,kata Rehan menjelaskan.
jangan malah bahas cerita sedih ibumu tau!!(Emilia)
Yg penting dia bukan orang jahat(Rehan)
Aku kesini bukan untuk itu,jelas Emilia.
Aku ada perlu denganmu,Roy. Lawan Aku!!!,tantang Emilia.
Kenapa kau ingin melawanku?,tanya Roy.
Ah,untuk memastikan saja,Aku ingin tahu kau orang seperti apa?,jelas Emilia.
Oh begitu...ya biarpun kita bertanding,hasilnya tak akan berubah(Roy)
A-Apa-?!(Emilia)
__ADS_1
Soalnya,aku pasti kalah dalam pertandingan apapun. Aku tak punya motivasi,jelas Roy.
Kok begitu?harusnya semangat,dong...(Emilia)
Mustahil,aku baru makan dan aku lelah...(Roy)
Ah,kalau begitu kita main kartu/main papan,bujuk Emilia.
Kalau itu mungkin bisa...(Roy).
kelesuannya bahkan mampu menaklukan semangat Lawannya...Roy memang hebat,batin Rehan.
Kita akan main catur?(Rehan)
Aku pilih warna Hitam(Emilia)
berarti aku Putih,ya?!(Roy)
Hm,baiklah aku akan liat permainan kalian(Rehan)
Setelah beberapa saat kemudian,Permainan Catur,ternyata berhasil di menangkan Oleh Roy.
Kau hebat Roy,Kata Rehan dengan bangga.
Cecunguk ini memang terlihat malas,tapi aslinya hebat banget...batin Emilia.
Saat berpikir tiba tiba saja perut Emilia berbunyi,hal itu membuat Emilia Malu. Rehan yg mendengar itu langsung bertanya pada Emilia.
Emil,kau belum makan siang ya?,Nih makanlah Roti yg kubeli,tawar Rehan.
Emilia pun menerima Rotinya,dan melihat isi dari Roti tersebut.
Saat dilihat ternyata,bentuk dari Roti itu seperti wajah kelinci dan terlihat imut bagi Emilia.
Ngajakin Ribut ya,Rehan. mana bisa aku makan beginian?!(Emilia)
M-maaf Emil,apa Aku melenyapkan semangatmu?tanya Rehan
Siapa yg tega makan wajah kelinci yg imut ini,Dasar monster,teriak Emilia.
Oh iya aku lupa,kalau kau tak bisa makan Roti berwujud anak Ayam atau angsa karena terlalu imut,ingat Rehan.
S-selanjutnya permainan kartu(Emlia)
Mendengar permainan kartu,Roy pun mengocok Kartunya.
Kau hebat juga mengocok kartu(Emilia)
Biasa aja(Roy)
Karena keasyikan mengocok,kartunya pun terbawa angin karena tidak di pegang dg baik ² saat angin berhembus.
Akhirnya mereka pun berusaha mengambil Kartu yg bertebaran,termasuk Emilia. Mereka berusaha mengumpulkan semua kartu,tapi tenyata kartunya hilang satu dan mereka pun tak bisa bermain kartu lagi.
Dasar saat bermain catur kau tak fokus,belum bermain tapi 1 kartu sudah hilang. sahabatku sangat mengagumi sosok Roy,jadi kupikir kau adalah orang yg punya nyali...(Emilia)
Tapi kau ini orang yg lemah saja Roy...padahal aku sudah berusaha menantangku tapi kau malah berpura-pura mager,jelas Emilia.
Eee,dari mana kau dapat khayalan begitu?tanya Roy.
karena emosi Emilia pun menarik kerah baju dan mengguncang tubuh Roy.
Kau tahu tidak,kata sahabatku dia ingin menjadi sepertimu,dia selalu memujimu.tapi ternyata...(Emilia)
Emil sudah cukup...(Rehan)
Saat Emilia melampiaskan Emosinya tuba tiba saja ada seseorang yg datang.
Emilia-chan,panggilnya. wah ada guru juga di sini...
...Bersambung...
VISUAL EMILIA SACRLET
__ADS_1