
"Emilia-chan,panggilnya. Wah ada guru juga di sini..."
Mendengar itu,mereka bertiga menoleh bersamaan ka arah sumber suara. Dan wajah Emilia yg tadinya kesal berubah drastis karena Orang tersebut...
'Taniaa!!
Kamu imut seperti biasanya." Seru Emilia sembari mengangkat tubuh kecil Tania.
"Emi-chan turunkan aku!! Aku kan bukan bocah." Teriak Tania.
"Ternyata Mereka berteman,ya? Tanya Roy.
Memang sih,Tania itu mengagumimu..." jawab Rehan.
Setelah beberapa saat kemudian,Emilia pun menurunkan Tania.
"Dasar Si Emi-chan..."kesal Tania.
"Maaf maaf." Jawab Emilia.
"Apa kau mencari Emil,Tania?" Tanya Rehan
"Iya! barusan aku mengikuti bau Emi-chan,ternyata dia di atap!!" jawab Tania
Aku bangga sama kamu Tania! Seru Emilia
"Bisa tahu dari baunya ya?" Gumam Rehan.
"Emilia-san kau tak perlu menghawatirkan Tania-san...Dia tak berbakat menjadi orang malas,terlebih aku sudah mutus hubungan." Seru Roy
"Eh? tidak benar tahu! kalau berusaha,Aku bisa jadi pemalas!" Elak Tania.
"Benar juga ya..."Gumam Emilia.
"Tania itu pekerja keras,beda sama Roy. Mana mungkin Roy bisa memengaruhi Tania." seru Emilia.
"Maaf ya,aku menghawatirkan hal yg konyol.
Nah sudah bikin lega,tapi...Aku kesal karena kau sudah membuat Tania terlihat jadi orang ****." Ucap Emilia sembari menarik kerah baju Roy.
"Katamu dia itu,tak berbakat bahkan memutus hubungan dan semacamnya! Ucap Emlia
Aku tak bermaksud..."Seru Roy.
"Sini Lo Roy." Ancam Emilia
"E-emi chan." Panggil Tania
"Tenanglah Emil,kau jadi berlawanan." Seru Rehan
Karena Kerahnya ditarik Emilia terlalu kuat,Roy pun lemas seketika dan langsung jatuh tertidur.
"Oh iya,ngapain kalian disini? tanya Tania
Ah,kami cuma bertanding sedikit saja." Ucap Emilia
"Tapi karena dia lemah,jadi tak ada apa²nya." Ucap Emilia dg sombongnya.
"Syukurlah kau paham juga." Ucap Roy yg sedikit sadar.
"Tidak mungkin! Roy kun itu hebat lo! mungkin kamu saja yg belum tahu kekuatan Roy kun yg asli Emi-chan!" Ucap Emilia
"Begitu ya...jadi dia tak serius?tanya Emilia
Jadi kau menghinaku ya?AKU MAU TANDING ULANG,ROOY!" teriak Emilia
__ADS_1
"Selama Tania mengagumimu,dia tak akan berhenti." Ucap Rehan
"Sudah kuduga,harusnya kutolak lamaran menjadi murid itu..."Ucap Roy
_____________________
Di kelas Roy tengah melamun dengan posisi seperti biasanya,tangan berada di dagunya. Melihat Roy melamun,Rehan menghampirinya.
"Ada apa Roy?"tanya Rehan
"Aku dapat ini lagi." Ucap Roy sembari menunjukkan secarik Kertas kepada Rehan.
"Emil bukan orang tipe orang yg mudah menyerah sampai dia bisa menerimanya,dia akan terus melakukannya sampai dia puas." Jelas Rehan
"Padahal aku sudah memperlihatkan semua kemampuanku...Terlebih Tania dan Emilia berteman itu cukup mengejutkan." Ucap Roy
"Sejak dulu Emil suka yg ini imut² sih." Ucap Rehan.
"Benarkah? " Ucap Roy sedikit tak percaya.
"Aku tak tahu soal itu,tapi kayaknya mereka akrab banget..."Jelas Rehan
_____________________
"Jahat banget! Kenapa? Emi-chat bodoh! Bodo amatlah! "Ucap Tania sembari berlari meninggalkan Emilia.
"Tunggu sebentar Tania! Aku punya alasan tersendiri..."Ucap Emilia.
Secara kebetulan,Roy yg sedang berjalan-jalan melihat Emilia seperti orang yg telah melakukan kesalahan.
Roy pun berhenti sejenak,lalu berpikir lagi, Akhirnya Ia tak mempedulikan Emilia dan melanjutkan perjalanannya.
Melihat Roy tak mempedulikannya,Emilia kesal dan menarik kerah bajunya.
"Setidaknya tanyakan apa yg terjadi,kampret! Jangan lewat begitu saja." Ucap Emilia
Akhirnya Roy pun membantu menemukan solusi untuk masalah Emilia,dan Ia pun bertanya apa yg seben)arnya terjadi antara mereka.
"Jadi,ada apa?" tanya Roy
Beberapa hari yg lalu,Tania memberiku Kue buatannya...Ucap Emilia
FLASHBACK ON
"Nih,kubuatkan khusus untukmu Emi-chan! Ucap Tania sembari memberikan Kue kelinci.
Terima kasih,Tania! I-imut banget!" Ucap Emilia.
Emilia pun menerima Kue itu dan memutuskan untuk memakannya di rumah saja.
saat di rumah ia tak segera memakan kue itu,tapi malah di kagumi terus olehnya.
"Imut banget! Aku tak bisa memakannya saking imutnya! Tidak,aku tak bisa memakannya." Gumamnya.
Seminggu kemudian,Kue itupun ditumbuhi bulu² putih/ yg biasa di sebut jamur.
FLASHBACK OFF
"Begitu ya...Terus Tania-san tahu,jadi dia marah ya?" Ucap Roy memastikan.
"Iya dia sangat marah,bahkan tidak mau mendengar penjelasanku." Jawab Emilia
"Tapi kau paham maksud aku kan? Kue imut terus buatan Tania yg imut pula...
Kalau kumakan,nanti bakal lenyap dari dunia ini! Jadi percuma!!" Jelas Emilia
__ADS_1
"Terlalu dramatis...Padahal tinggal di foto saja sudah beres. Lagi pula kita kita sudah di zaman dimana kita bisa menyimpan kenangan dalam data." Ucap Roy mengingatkan.
"Aku tak punya HP,Aku juga belum pernah dengar,ada cewek bercadar yg tomboy membawa ponsel pintar." Ucap Emilia
"Cuma karna kau bisa menyimpan dg cara itu,bukan berarti aku iri ya..Lanjut Emilia
Begitu..."Ucap Roy
"Nah,kenapa dia ngotot sekali jadi tomboy" Gumam Roy.
"Yg penting kau minta maaf dulu saja." Ucap Roy menyarankan.
"Tapi dia tak mau mendengarkanku..."Balas Emilia.
Di sisi lain,Rehan yg sedang melihat Tania cemberut pun menghampirinya.
"Ada apa Tania? Kayaknya kau lagi kesal,ya." tanya Rehan
"Aku lagi ribut sama Emi-chan! Aku marah!" Jawab Tania dengan kesal
"Ribut ya? Kalian berdua kan akrab,memang ada apa?" tanya Rehan
"Emi-chan tidak memakan kue yg ku buat sampai basi!" Jawab Tania
"APA?! tidak memakan kuemu sampai basi"
Ucap Rehan terkejut.
"Pantas saja kau marah Tania,Orang yg tak menghargai manisan adalah musuh kita!" Ucap Rehan dg semangat api membara.
"Benarkan tidak dapat ampunan." Lanjut Tania
_____________________
"Tania-san ada waktu sebentar?"Ucap Roy
"Ada apa guru?" tanya Tania
"Tania dengarkan aku..." Ucap Emilia
Belum sempat selesai bicara,seketika wajah Tania berubah drastis saat melihat Emilia, Dan Tania pun pergi meninggalkan mereka.
Karena merasa putus asa...Emilia pun meminta sesuatu kepada Roy.
"Aku ingin menjadi muridmu,Roy..." Ucap Emilia
"Tidak boleh." Tolak Roy.
"Kalau begitu pakai ide yg bagus kek Roy,kau pasti punya ide yg bagus." Kesal Emilia
"Jangan pakai kekerasan dong..."Keluh Roy
"Kalau dia tak mau mendengar omonganmu,kenapa kau tak menulis surat saja." Ucap Roy menyarankan.
Akhirnya Emilia pun menerima saran dari Roy,dan mulai menulis surat untuk Tania. Tanpa disadari,sedari tadi Tania memperhatikannya.
"Kayaknya aku terlalu kasar barusan." Ucap Tania dalam hati.
Tania pun memutuskan untuk menghampiri Emilia dan mencoba berbicara dengannya.
"E-emi chan..." belum sempat berbicara,Tania tak sengaja melihat isi surat yg akan diberikannya.
bagi Tania isi dari surat tersebut seperti surat tantangan.
"Jadi kau menantangku ya Emi-chan...Baiklah aku sudah masuk dalam mode bertempur" Gumam Tania.
__ADS_1
"Loh! Tania ada apa?" Ucap Emilia heran.
...BERSAMBUNG...