
"Semuanya hampir selesai jadi kalian boleh pulang!" Ucap Anna
"Ya..tapi kan..." Ucap Roy mengantuk
"Tak apa apa. Kayaknya mata Roy sisa 5 Watt,tuh." Ujar Anna
"Kau ini hebat ya,Anna. Kau ini perhatian dan bisa membuat macaron."
"Terlebih,kau sangat bertanggung jawab dan bisa membuat macaron. Aku sangat mengagumimu." Ucap Rehan memuji.
"Terima kasih..Rasanya aku malah kayak cewek macaron." Lanjut batinnya.
Melihat Roy sudah tertidur,Rehan pun memutuskan untuk pulang,seperti biasanya ia akan menggendong Roy.
Rehan pun berpamitan dengan Anna dan pergi meninggalkannya.
Sepeninggal Rehan dan Roy,Anna diam sejenak dan menghela nafas lega.
"Siplah!! Akhirnya sendirian! Mataku sudah sakit sekali. Aku sudah tak tahan lagi. Ujarnya sembari melepas lensa kontaknya.
Setelah itu,ia agak sedikit melonggarkan Hijabnya,lalu ia mengambil kacamata dari tasnya dan memakainya.
"Nah sekarang baru nyaman." Ucapnya
POV ANNA
Aku suka canggung,terlalu serius,dan tak mengerti soal fashion.
Aku tak pernah cocok,makanya pas SMP aku selalu sendirian.
"Aku tak bisa begini,aku akan berubah total saat masuk SMA! Aku harus berubah!" Ujarnya.
Aku pun mempelajari semua Fashion yang trending saat ini,saat aku masuk SMA ternyata berhasil.
Usahaku memang tak sia sia,aku mendapat banyak teman. Aku juga jadi salah satu cewek Populer di SMA.
Tapi aslinya,Lensa kontak ini benar benar Menyakitkan,Hijab pendek begini memalukan,aku juga tak merasa nyaman dengan semua ini.
Sampai kapan ya,aku harus begini??
POV ANNA END
"Untungnya Rehan-kun dan Roy-kun sudah pulang duluan."
"Penampilanku yang seperti ini,tak boleh sampai ketahuan yang lain. Kalau sampai ketahuan,tamatlah riwayat SMA ku!" Ucapnya
"Aku sudah terisi kembali dan bisa bersantai."
"Baiklah aku akan beristirahat sebentar,dan lanjut- belum sempat melanjutkan ucapannya,tiba tiba ada yang membuka pintu...
"Maaf Anna-san. Roy lupa bawa tasnya..." Ucap Rehan
Hening,Anna yang sedikit terkejut tak mengatakan apa apa,sementara Rehan hanya menatapnya dan tak mengatakan apapun.
Tanpa banyak bicara,Rehan segera mengambil Tasnya Roy dan berpamitan
pada Anna.
"Maaf menganggu!" Ucapnya Pergi
__ADS_1
Anna yang melihat itu hanya diam saja,ia khawatir kalau Rahasianya akan terbongkar.
KEESOKAN HARINYA
Terlihat Anna sedang berdiri di depan pintu kelas,sembari mengintip di dalamnya.
"Dia melihat ku,kalau sampai yang lain sudah tahu soal penampilanku kemarin,berarti di sisi lain pintu ini... batin Anna
Anna membayangkan kalau di dalam kelas,pasti anak anak tengah membicarakannya. Sampai ada suara yang memanggilnya.
"Anna san!" Panggilnya
Mendengar namanya di panggil,Anna menoleh dan ternyata...
"Kenapa kau berdiri di situ?" Tanyanya
Anna merasa lega,karena Rahasianya ternyata belum terbongkar. Ia pun membalas sapa'an temannya tadi.
"Selamat pagi!" Ucap Anna
"Fyuhh syukurlah kalau mereka belum tahu." batin Anna
"Oh Pagi Anna-san." Sapa seseorang.
"Oh pagi Roy-kun dan Rehan-kun."
"Mampus!! mereka datang!" Lanjut Ucap Anna di hatinya.
"Pagi,kau bersinar seperti biasanya!" Ucap Roy
Anna hanya membalas senyuman pada Ucapan Roy tadi.
"Bersinar seharian seperti itu...pasti melelahkan banget..." Ucap Roy berkomentar
Anna pun mulai mengawasi Rehan dan Roy,lalu ia melihat Rehan dan Roy berbicara dengan teman nya.
Anna pun menguping pembicaraan mereka dari balik pintu kelas.
"Jadi kalian berdua membantu Anna-san sepulang sekolah kemarin itu? Bagaimana kerjaannya?" Tanya Grea
"Bagaimana apanya? Kami hanya membantunya membuat selembaran saja,kok." Jawab Rehan
"Oh,Anna itu sangat luar biasa lo. Dia mengetik pekerjaannya dengan cepat! dan macaron buatannya sangat enak!" Lanjut Rehan dilanjuti dengan anggukan Roy.
"Apa? Buatannya sendiri?!" Duh aku iri sama kalian." Ujar Grea
"Anna-san Cantik dan dapat diandalkan...Enak yaa. Semoga saja aku bisa menikahinya di masa depan" Ucap Grea berandai.
"Kalau aku sih,Rehan calon istri ideal. Dia bisa membawaku." Balas Roy.
Anna yang sedang menguping dan mendengar perkataan Roy hanya bisa membatin.
"Jadi aku lebih parah dibanding cowok?" Batin Anna
Pengawasan ini berlanjut terus,Anna selalu mengikuti Rehan dan Roy,Ia takut kalau mereka akan membongkar rahasianya.
Pengawasan Anna ini,tenyata ketahuan oleh Roy.
"Anna-san." Panggil Roy
"Gawat. Aku ketahuan!" batin Anna
__ADS_1
"Kau mau ikut sampai ke dalam?" Ucap Roy sembari menunjuk ke tempat ia tuju.
Anna yang mengikuti tangannya Roy yang menunjuk Toilet Pria,langsung menggelengkan Kepalanya.
Anna pun kabur meninggalkan Roy dan Rehan karena malu ia hampir mengikuti masuk kedalam Toilet tadi.
*****************
Terlihat Roy,Rehan dan teman temannya sedang makan siang bersama di taman sekolah.
Mereka tak menyadari jika ada sepasang mata yang sedang mengawasi mereka.
"A-akhirnya setengah hari berlalu,Duh jantungku bisa meledak kau begini..." batin Anna
Setelah membatin,Anna pun kembali mengawasi mereka.
"Oh iya,aku masih penasaran..Apa dia sudah menyelesaikan selembaran kemarin?" Tanya Roy
Mendengar itu,Anna pun terkejut. Lalu ia kembali menyimak pembicaraan Roy dan teman temannya.
"Loh,kalian tak membantunya sampai beres?" Tanya Grea
"Roy kehabisan tenaga,makanya kami pulang duluan." Jawab Rehan
"Duh sayang banget...padahal kau aku mendingan tetap di sana,dan membuat suasana nyaman." Ucap Grea
"Saat kami ingin kembali mengambil tas,dia masih bekerja saat itu kan?" Tanya Roy
"Ya sebenarnya soal itu..."
"Tunggu! Gawat! gawat! batin Anna panik.
"Saat kami kembali..."
"Tunggu! Hentikan Rehan-kun!" Ucap Anna di batin.
"Anna-san itu..."
"Hentikan Rehan kun!!!" Seru Anna di batinnya
"...Sudah selesai dan pulang dari Rumah,lalu ada yang menggunakan Ruang Fotocopy." Jawab Rehan
"Serius tuh? Aku tak tahu karena saat itu aku mengantuk,tapi itu luar biasa." Ucap Roy
"Ya,aku juga kaget. Menyelesaikan kerjaan yang banyak dengan cepat." Balas Rehan
"Anna-san memang hebat." Puji Grea
"Iya kau benar." Seru Putra
Setelah mendengar Pembicaraan Roy dan teman temannya. Anna pun mereda lega karena mereka tak tahu siapa sebenarnya Anna.
"Syukurlah,selamat." Batin Anna
Setelah itu,Anna pergi ke kamar mandi dan di sana ia melepas lensa kontaknya dan memakai kacamata.
"Lelah sekali hari ini. Kayaknya mustahil deh mempertahankan sosok Anna-san yang mereka kenal." Batinnya
"Sebaiknya aku pulang begini saja,toh mereka juga tak tahu." Ucap Anna
Anna pun keluar dari kamar mandi,lalu ia melihat teman kelasnya sedang mengobrol.
__ADS_1
"Apa aku coba saja ya? kan mereka tak tahu kalau aku berpenampilan kayak gini.. batinnya
......Bersambung......