Rusuk Tertukar

Rusuk Tertukar
Bab 1


__ADS_3

Aisyah begitu gembira sehingga semua orang di beri kecupan manja pagi ini. Bahkan ia sampai bersenandung dengan lues, seluruh keluarga terheran-heran melihat tingkah nya yang tidak seperti biasa nya.


Rio yang bingung dengan perusahaan adik nya pun akhirnya bertanya "Bu, adek kenapa? "


Lalu ibu nya hanya menggerakkan bahu sambil menggeleng tanda kalau ibu nya juga sama dengan Rio tidak tau apa yang terjadi.


Anak itu selama ini sangat anggun dan sopan, walau di depan keluarga tidak pecicilan seperti gadis umum nya yang berprilaku manja. Walau sebenarnya ia memang cukup di manja karena ia satu-satunya anak gadis di dalam keluarga dan yang bungsu pulak.


"Baca doa dulu nak! " Teguran ayah nya mengejutkan Aisyah yang baru saja duduk dan langsung menyambar makanan.


"Eh, lupa. " Dengan santai dia cengengesan tanpa menghiraukan orang-orang yang saat ini menatap bingung ke arah nya.


"Dek, kamu lagi menang lotre atau togel sih? "


Aisyah tersedak mendengar pertanyaan konyol Rio. "Kamu main togel Ay? " Mata ibu nya benar-benar menatap tajam padanya. Begitupun dengan ayahnya.


"Ya, gak lah bu...! " jawab Aisyah tegas,


"Apaan sih kak, siapa yang menang togel. " Sanggah nya kesal dengan melempar tatapan tajam.


"Nah, terus! Kenapa kamu dari tadi keliatan bahagia banget? Persis kayak orang yang habis ketiban rejeki gitu. Ada yang aneh sama kamu, dek. "


"Aneh gimana, aku biasa aja. "

__ADS_1


Karena merasa sedang di perhatikan oleh semua orang, Aisyah meletakkan kembali makanan yang sudah hampir masuk kedalam mulutnya.


Namun ayah nya meminta agar mereka segera menyelesaikan sarapan. Karena tidak pantas jika terus berbicara saat makanan sudah ada di depan mata.


*******


"Mau di antar atau bawa mobil sendiri dek? " Tanya Rio.


Rio yang sejak tadi sudah menunggu diri nya di mobil menawarkan diri untuk mengantar Aisyah. Karena dia semalam bilang agak takut bawa mobil sendiri sekarang, soalnya sering banget terjadi kecelakaan di mana-mana.


"Anter aja deh kak. "


"Ya udah buru... "


"Nyari apa sih dek! Ada yang ketinggalan. Penting gak, perlu di ambil balik? " Rio yang sedikit bingung karena adik nya tidak juga memberinya jawaban, sebenarnya apa yang sedang dia cari.


"Ketemu... " Aisyah melebarkan senyum sumringah, karena menemukan barang yang sebelumnya ia pikir tertinggal di rumah.


"Ay, kakak di jawab dong, emang apaan sih? " Walau nada bicara Rio sangat lembut, tapi sebenarnya terdengar rasa kesal di sana.


"Iih, kakak kepo deh. " bukan nya menjawab Aisyah malah nyeletuk Rio, seakan laki-laki itu terlalu kepo.


'Lah ni anak, tumben-tumbenan buat kesel. '

__ADS_1


"Eh, iya kak! Kakak tau aktor yang nama nya Devan gak?"


Aisyah terlihat antusias menyambut nama artis tersebut, Rio mengernyitkan dahi, "Ya tau lah, gimana gak tau. Setiap hari kamu selalu nyebut nama dia, banggain dia terus ke kakak. Padahal kan kakak jauh lebih ganteng dari dia."


Aisyah juga mengakui kalau Rio memang sangat tampan, bahkan ketampanannya mengalahkan sang idola. Tapi kan seganteng apa pun Rio, dia kan kakak nya, jadi rasa kagum nya pasti beda versi.


"Kali ini kenapa lagi dia, Dia udah nikah?"


"Ihh, apaan sih kak." Celetuk Aisyah kesal, " Kok ngomong nya gitu, kakak kan tau aku tu berharap dia nikah nya sama Ay. Gak boleh sama cewek lain." lanjut nya, "Kaka tega liat aku sedih terus nangis, terus depresi karena di tinggal nikah sama dia." Cercah nya dengan geram.


"Lah, kamu kan belum pernah ketemu dia, gimana mau nikahin dia, Eh, maksudnya dia nikahin kamu."


Melihat adik nya menangis Rio pun membelai kepala nya, karena merasa bersalah sudah membuat Aisyah bersedih. Walau ia merasa ucapan nya tidak salah, tapi mau gimana lagi kalau anak itu sudah terlanjur suka sama si aktor.


"Ya udah kakak minta ma'af, adek jangan nangis lagi."


"Secepatnya aku pasti bisa ketemu dia."


Rio hanya bisa geleng-geleng kepala karena sudah tidak tau lagi menasehati Aisyah yang terus saja kekeh ingin menikah dengan si aktor. Pria itu yang menjadi alasan Aisyah sampai saat ini terus menolak menikah, walau sudah sering orang tuanya menjodohkan dia dengan anak-anak dari sahabat dan rekan bisnis nya.


Namun tidak ada pemaksaan dari mereka, karena bagi orang tua Aisyah kebahagiaan anak nya lebih penting melebihi apa pun. Namun kini umur Aisyah sudah hampir menginjak 25 tahun, kenyataan itu membuat Rio sedikit khawatir.


'Kapan sih dia mulai berpikir dewasa, sesuai usia nya! ' batin Rio

__ADS_1


*********


__ADS_2