Rusuk Tertukar

Rusuk Tertukar
Bab 2


__ADS_3

Aisyah masih tidak percaya pada kenyataan bahwa apa yang di impikan nya selama beberapa tahun, akhirnya menjadi kenyataan. Ia terus meremas jemarinya karena rasa gugup yang tak tergambar kan dengan kata-kata.


"Hai, Aisyah..! "


Hampir saja ia terjengkang mendengar suara Devano menyapa gendang telinga nya. Dadanya mulai terpompa dengan keras, degup pan itu seakan terdengar hingga keluar angkasa. Karena gugup bercampur bahagia, ia berdiri hingga menyenggol sudut meja yang kendati nya tidak bersalah.


"Ohw, Hati-hati. Kamu tidak apa-apa? Apa kamu terluka? " Alunan suara lembut yang sensual itu kembali terdengar menggelitik gendang telinga nya. Pria itu berjongkok di hadapan Aisyah hendak menyentuh lutut nya, namun ia kembali mengurungkan niat nya, karena merasa kurang pantas jika ia menyentuh kaki seorang wanita yang bukan muhrim nya.


"Ah, maaf. Hampir saja saya berbuat dosa padamu. " lanjut Devano sopan.


"Ti...tidak apa-apa, saya baik-baik saja, Hanya sedikit nyeri saja." Aisyah terlihat gelagapan. Dia benar-benar sangat gugup, malah lebih aneh kalau dia tidak gugup bertemu seorang aktor tampan dan terkenal. Di tambah lagi, dia merupakan calon suami impian nya. Aisyah sudah jatuh cinta pada pria itu sejak usia 18, yang berarti 7 tahun sudah ia memendam rasa pada nya.


"Maaf ya, saya datang nya telat. Kamu pasti sudah menunggu lama."


Aisyah hanya menggeleng pelan, suara nya tercekat di tenggorokan. Dia tidak tau harus memulai dari mana, karena banyak hal yang ingin ia tanyakan dan nyatakan. Tapi isi otak nya saat ini seperti tersedot hingga kosong.


Dia juga hanya terus menunduk tanpa berani menatap Devano, tidak seperti fans umum nya, pasti sudah jingkrak-jingkrak kegirangan lalu minta poto lah, tanda tangan lah, peluk, jabat tangan dan sebagainya.


"Maaf ya, ketemuan nya disini?" Devano berulang kali meminta maaf, dan mencoba memulai perbincangan. Bahkan Devano sekarang mulai merasa kikuk karena tertular dengan Aisyah.

__ADS_1


Ini pertama kalinya dia merasa bingung menghadapi seorang wanita, padahal Aisyah juga seorang fans sama seperti fans-fans dia yang lain. Devano melambaikan tangan di hadapan Aisyah karena jiwa wanita itu seakan pergi meninggalkan raganya.


"Aisyah? Hey, Aisyah? Area you okay? "


Aisyah menelan selipan. Tersentak dari pikiran kosong nya, hingga menatap wajah tampan Devano yang mendekat ke arah nya.


"Ma...maaf, kak."


Aisyah kembali menunduk, "Maaf kenapa?" Tiba saja Devano tertawa, terdengar renyah dan merdu di telinga Aisyah.


"Kok kakak ketawa?"


"Untuk membuat mu melihat ku. Dari tadi kamu terus menatap lantai, aku jadi berpikir apa jangan-jangan lantai itu lebih terlihat menarik di banding wajahku. Apa aku sudah tidak tampan lagi ya, atau kamu yang sudah tidak menyukai ku lagi." Devano menyentuh wajah nya berpura-pura mencari kekurangan di wajah nya.


Devano terkekeh, merasa puas dengan jawapan spontan gadis di hadapan nya itu. "Oh, jadi kamu menyukai ku?" tanya nya lagi memastikan.


"Apa?" Aisyah semakin gugup membuat wajah nya bersemu menjadi kemerahan.


"Iya, saya suka sama kakak. Bukan lantai nya. Saya cuma gugup saja, makanya gak berani liat kakak." lanjut nya jujur.

__ADS_1


"Kalau tanpa lantai nya, apa kamu tetep suka padaku?" goda Devano, menatap Aisyah memperlihatkan wajah serius.


Aisyah terlihat bingung, dengan apa yang baru saja Devano lontarkan. Tentu saja dia menyukainya, bahkan dia suka bukan hanya sebagai fans tapi lebih dari itu. Tapi entah apa reaksi Devano jika tiba-tiba saja ia menyatakan cinta padanya.


"Kak, boleh saya tanya sesuatu?" Devano mengangguk pelan, sambil terus menatap Aisyah. Dia ingin tau apa yang akan Aisyah tanyakan padanya.


"Kenapa kakak, Tiba-tiba membalas pesan saya bahkan mengajak bertemu?"


"Kamu tidak suka bertemu dengan saya?"


"Tentu saja saya suka.... Maksud saya..." sejenak ia terdiam lalu kembali berucap, " kak kan yang nanya duluan saya, jawab dulu dong baru boleh nanya balik." ujar Aisyah sedikit manyun.


Melihat tingkah kikuk Aisyah, Devano tersenyum. Dia seperti menemukan sesuatu yang selama ini ia cari.


"Okay, pertama, saya minta maaf, karena dari sekian banyak pesan yang kamu kirim. Baru kali ini saya baca dan bisa membalasnya, karena selama ini terus tertimbun dengan pesan-pesan yang lain."


Untuk pertama kali nya bagi seorang Devano, sebuah pesan singkat yang di kirim oleh penggemar mengusik batin nya. Kendati nya si pemilik pesan dengan setia terus mengirim pesan padanya setiap hari padanya.


Tanpa lelah, dengan kalimat-kalimat yang Mensuport dirinya. Dari mengingatkan dirinya untuk tidak telat makan, menjaga kesehatan hingga ucapan selamat malam. Ucapan ulang tahun dan hal lain nya, yang tidak pernah menuntut untuk di beri balasan.

__ADS_1


"Aisyah,


Ayena, will you marry me? "


__ADS_2