Rusuk Tertukar

Rusuk Tertukar
Bab 5


__ADS_3

Mendengar suara yang tak asing di samping wajah nya, sudut bibir nya mengembang tanpa sadar, dia langsung menoleh. Degupan di dadanya bak suara genderang, napas nya terjengkal di tenggorokan. Aisyah dapat merasakan hangat hembusan napas Riko sehingga sensasi panas mulai membakar wajahnya.


Siapa yang menyangka gerakan spontan Aisyah memaksa berdiri dan tubuh bergerak tak seimbang, membuat Riko dengan cekatan menopang tubuh mungil nya, hampir terjadi benturan di wajah keduanya. Keduanya mematung, tatapan saling bertautan menatap semakin dalam.


"Mba...! Aku ganteng ya!" Ujar Riko memecahkan lamunan.


"Hah?" Kaget nya, "Ih...! kamu ngapain?" tanya Aisyah dengan segera menjauh kan dirinya dari dekapan laki-laki atau bocah tersebut, "Bisa gak jangan ngagetin gitu." Hardik nya semakin menjauh.


Riko terkekeh melihat tingkah gugup gadis yang baru di kenal nya itu, "Kaget kok diem." kata Riko, masih dengan senyuman termanis nya, "Malah mandangin penuh rasa gitu." masih menggoda Aisyah. "Biasa nya orang kaget itu sih teriak atau... "


"Kamu kok bisa ada di sini? " Potong nya, mengalihkan pembahasan, dia tidak mau mendengar Riko membahas apa yang baru terjadi, yang menurut Aisyah sangat memalukan.


Riko tidak ingin membuat Aisyah semakin gugup, jadi ia tidak melanjutkan nya, tetap menebar senyuman di wajahnya.


"Mba, sendiri disini ngapain?" tanya Riko balik.


"Kamu gak liat, saya sedang apa?" jawab Aisyah dingin.


"Sedang sarapan." jawab Riko santai.


"Nah itu tau, kok masih bertanya." ujar Aisyah kesal.


Melihat Aisyah sedikit kesal, Riko merasa sangat gemas, entah kenapa ia tidak pernah puas untuk menjahili wanita di hadapan nya itu.


"Oke, sorry." ujar Riko seraya menyatukan kedua tangan nya di depan dada nya. "Saya tau, mba sedang sarapan. Dan saya juga yakin, mba tau kalau saya kesini dengan tujuan yang sama." Paparnya serius tidak ingin mengusili Aisyah lagi.


Namun hal itu tak bertahan lama, ia kembali berucap, "Kebetulan ketemu bidadari cantik, jadi sekalian isi energi."

__ADS_1


Aisyah mengernyit tak paham, "Energi apa? Minum susu?" kata Aisyah asal.


"Astaghfirullah," ucap Riko istifar, "belum muhrim Mba." lanjutnya, sedang Aisyah menatap semakin bingung, "untuk sekarang liat senyum indah di wajah, Mba saja sudah cukup."


"Ih, kamu ngomong apaan sih Tong... " Aisyah menggeser tubuh membelakangi bocah itu.


"Riko Mba, Riko." kata Riko, "nama saya Riko, mba... bukan Tong, emang saya tong sampah!" celetuk Riko asal.


"Bodo amat." Aisyah bingung, saat tadi tidak melihat bocah itu, tanpa sadar ingin melihat nya. Namun saat dia di dekat nya, tingkah konyol nya membuat dia naik darah.


"Mba, curang lho." kata Riko, "saya sudah kasih tau nama saya. Gantian dong, mba sebutin nama nya, kan kalau sudah saling kenal lebih enak." lanjutnya penuh harap.


"Kan kamu sendiri yang kasih tau, saya gak nanya. " ujar Aisyah dingin


"Mba, sesama satu negara dan manusia, akan lebih baik jika bisa saling mengenal, dan saling menjaga. Karena kita sedang berada di negara asing, ada banyak bahaya di mana-mana." papar Riko panjang kali lebar memberi pemahaman pada Aisyah.


"Aisyah." beritahu nya.


"Masya Allah, nama yang indah seindah pemilik nya."kata Riko mengagumi. "Walaupun saya tidak bernama Muhammad seperti baginda junjungan kita, saya akan berusaha menjadi pribadi yang mencintai wanita nya, seperti ajaran Nya."


Aisyah yang sedang menyeruput minuman yang ia pesan beberapa saat yang lalu sebelum Riko datang, seketika tersedak, Karena tak sanggup menahan tawa.


Tanpa sadar hal itu membuat Riko semakin kagum pada Aisyah. Seperti menemukan keindahan tiada tara di seluruh dunia, pandangan nya hanya melekat pada satu sudut, yaitu wajah Aisyah.


Riko fokus memperhatikan wajah Aisyah dari samping, wanita itu terlihat cantik alami, dengan riasan sederhana dan bibir nya yang hanya di lapis lipstik tipis. Dan balutan hijab yang menutup kepala membuat ia benar-benar luar biasa.


"Terimakasih ya Allah, telah menghadirkan ciptaan Mu, yang indah ini di dalam hidupku. Semoga saja tulang rusuk ku engkau sematkan di tubuh wanita ini." Gumam nya tanpa mengalihkan atensinya dari wanita cantik di samping nya.

__ADS_1


Sejak pandangan pertama nya pada Aisyah di bandara sebelum keberangkatan, atensi Riko sudah terkesima dengan kecantikan gadis muslimah, yang mengenakan gamis berwarna tosca dengan hijab panjang nya yang senada dengan warna gamis nya. 'Subhanallah...' batin nya.


Pada pertemuan kedua mereka saat Riko tak sengaja menabrak Aisyah dengan koper nya. Ia kembali terkesima dan kaget, karena ternyata takdir mempertemukan mereka kembali. Selain rasa bersalah Riko juga sangat senang bisa melihat nya secepat itu. Dan kedua nya ternyata berada di pesawat yang sama.


Saat di pesawat, bayangan wajah cantik wanita itu terus terbayang di ingatan, sehingga Riko pun memohon kepada Tuhan.


"Ya Allah, tolong pertemuan saya dengan nya lagi. Karena Engkau telah mengijinkan ku melihat nya sekilas, selanjutnya biarkan saya bisa mengenal dirinya." Dan dalam waktu singkat doa itu pun terkabul.


Tanpa membuang kesempatan, Riko pun memutuskan untuk lebih mengenal wanita itu. Riko akhirnya membatalkan kamar di hotel yang sebelumnya di pesan di daerah lain, setelah tau di mana Aisyah menginap.


Riko yakin, bahwa Tuhan pasti punya rencana yang indah dengan mempertemukan mereka. Dia pun yakin bahwa wanita itu adalah jodoh yang di persiapkan Allah untuk nya.


"Mba, pernah denger orang bilang bahwa tawa dan senyum kamu, mampu membunuh ku? " tanya nya.


Seketika Aisyah berhenti tertawa. "Emang tawa ku racun, bisa membuat seseorang terbunuh?."tanya Aisyah.


"Iya." Jawab nya, membuat Aisyah mengerutkan kening, "tapi racun yang bisa membuat orang tergila-gila. Dan ingin memiliki empu nya, jika tak mendapatkan nya, akan berujung kematian." ujar Riko memperlihat kan gigi dua baris nya.


"Dan, kamu pernah denger juga gak...? Kalau gombalan kamu itu buat orang pusing dan mual, Terus berujung pingsan." timpal Aisyah.


"Hm, tidak masalah sih, kalau pingsan kan ada sata yang akan menjaga dan memastikan kamu tetap aman di pelukan saya." jawab Riko santai.


Aisyah menarik napas dan mendesah kasar, "Kamu di sekolah ambil jurusan merayu, ya?" celetuk nya. "Saya tidak tau berapa banyak wanita yang sudah kamu gombalin, sampai saat ini?"


"Saya bukan cowok gampangan kok, karena baru pada, mba saja saya seperti ini." jelas nya, namun tidak akan semudah itu membuat Aisyah percaya dengan ucapan jujur nya.


Aisyah cuma bisa geleng-geleng, karena sudah tidak tau lagi harus membalas ucapan bocah yang baru di kenal nya itu. Karena dia pasti selalu punya kelanjutan nya.

__ADS_1


__ADS_2