
Bulan Juni 2017 adalah mimpi semua pelajar SMA. Akhir yang ditunggu - tunggu setelah 3 tahun lamanya, terjawab dibulan ini. Selama 3 tahun seluruh murid merasa menaiki roler coster yang tinggi memuncak, saat terjun kebawah semua sadar bisa saja mati atau selamat dengan beruntung.
Hari Kelulusan jatuh hari ini, 7 Juni. Seluruh murid memakai pakaian rapih dan menarik di Acara Kelulusan Wisuda SMA. Menariknya, seluruh murid di SMA JAYA lulus dengan nilai terbaik Sekota Jakarta. Senyum sumringah datang dari setiap orang yang hadir. Para Orang Tua yang bangga terhadap Anaknya, Guru - guru yang menunjukkan kesan puas karena melihat para murid telah lulus, hingga kerabat para murid yang membawa bunga dan hadiah.
Orang - orang ditempat ini memang sedap untuk memanjakan mata. Diantara yang mencolok, terlihat siswa wisudawati dengan seorang Laki - laki dewasa. Tak ada Orang Tua yang menemani. Hanya membawa bouqet bunga mawar. Hadiah yang terkesan " murah ".
Siswi itu adalah Tasya Retno, Seorang anak SMA yang pintar dan cantik. Biasa dipanggil Tasya, Dia terlahir dari keluarga miskin. Malangnya, Bapak dan Ibu Tasya meninggal dunia saat Tasya SMP kelas 3. Setelah Kedua OrangTuanya meninggal dunia, Tasya hidup berdua dengan Kakak Laki - lakinya.
Andrian Hermansyah adalah Kakak dari Tasya. Kak Andrian begitulah panggilan Tasya kepada Kakak nya. Hadirnya Kak Andrian menjadi malaikat penjaga yang dititipkan Tuhan untuk Tasya. Andrian seorang pemuda tampan, pekerja keras dan sangat mencintai Adik Tunggalnya itu. Andrian juga sosok yang humoris. Terpaut usia 3 Tahun dari Tasya, membuatnya cukup dewasa untuk menjaga dan membimbing Tasya.
Hari ini, Andrian menemani Tasya di Acara Kelulusan SMAnya. Andrian memakai baju kemeja hitam berkerah V yang sedikit longgar. Setelan celana jeans berwarna cream menambah kesan manis dan cool penampilannya. Rambut hitamnya yang dibelah tengah style " Korean people" membuat siapa pun jatuh hati setiap melihatnya.
Di tempat duduk taman sekolah, Andrian dan Tasya sedang menunggu bersiap untuk masuk ke Aula Acara.
" Kak, Kakak mencolok banget nih ! Pasti Orang - orang mikir sekarang ada bintang K-Pop kesasar Hahaha ", ledek Tasya kepada Andrian.
" Biar aja Kamu mau ngomong apa. Emang Kakak cakep kok. Hahaha. Percaya diri maksimal nih Aku, buat nemenin Nenek sihir cantik yang berkedok adik ".
" Biar aja wueek. Yang penting cantikkan "
" Iya Dek. Cantik - cantik "
" Hihi .. Kakak sebenarnya tampan kok "
" Wahh .. Akhirnya setelah sekian lama merawat kegantengan ini, Kamu paham juga ya kalau punya Kakak yang gantueengg maksimal ! "
" Iyaa .. Iyaa. Hanya untuk hari ini Kak. Hahaha. Tapi makasih ya, udah kerja keras buat Tasya sampai hari ini. Tasya sayang banget sama Kakak ", Tasya memeluk Kakaknya.
" Iya Adikku sayang. Kamu nih yang keren, udah berjuang. Kakak paham, Kamu pasti kesulitan karena cuma ada Kakak. Tapi, Kakak janji Tasya ! Kakak bakal terus ada buat dukung Kamu "
" Ahh, Kakak. Tasya terharu nih ! Tasya ga kesulitan. Karena, selalu ada Kakak ", menangis terharu.
Tiba - tiba, Tasya terdiam. Pandangannya terahlikan, dengan melihat siswa dan siswi yang saling bermesraan di bangku taman sekolah. Pasangan murid itu adalah Reyna dan Emon. Tasya terobsesi dengan hubungan Reyna dan Emon yang langgeng.
Reyna adalah siswi cantik yang kaya dan arogan. Karena statusnya yang berkelas, membuat dia ditakuti oleh Teman - teman disekolah. Reyna sering membuli pada Anak - anak yang terlihat tidak menyukainya. Terlebih pada Siswi miskin yang dianggapnya sebagai hama sekolah. Dia membanggakan status kaya nya untuk merendahkan Siswi yang miskin.
Reyna dan Emon sudah berpacaraan 3 tahun lamanya. Dari awal 1 SMA sampai 3 SMA, Reyna menunjukkan kedekatannya dengan emon setiap disekolah. Karena Emon populer disekolah, membuat Reyna menyombongkan pacarnya pada Siswi yang lain. Tidak jarang Siswi yang lain menaruh suka, dan mengungkapkannya kepada Emon. Saat Reyna mengetahui itu, Dia langsung membuli dengan 2 teman sohibnya.
Dengan nama lengkap Emon Wijaya. Emon, itulah panggilannya. Siswa ganteng, pintar, kaya dan Ketua Osis di sekolah. Selain menjadi Ketua Osis, Emon juga vokalist di Band Sekolahnya . Semua keunggullannya itu membuatnya Emon menjadi sangat populer.
Tasya menaruh suka pada Emon. Tapi Tasya tidak pernah mengungkapkan rasa sukanya langsung pada Emon. Tasya mengurungkan niatnya karena Emon sudah berpacaran dengan Reyna. Terlebih yang membuat Tasya memendam dalam sukanya, karena Tasya Siswi miskin yang tak sebanding dengan Kekasih Pujaannya itu.
Tasya diterima disekolah karena beasiswa yang dikukuhkannya sampai 3 tahun. Tasya bersyukur tidak membiarkan Kakaknya Andrian, untuk membayar SPP nya selama SMA.
__ADS_1
" Sayang, kamu hari ini keren banget ", Reyna mengacungkan jempol ke Emon.
" Waah.. Iya ya. Makasih Rey "
" Kamu keren kaya gini, karena ntar mau maju kedepan kan ? Ntar sebut nama ku ya hihi "
" Iya Reyna, kaya yang aku bilang kemarin. Aku dikasih bocoran dari Kepala Sekolah kalau nantik, Aku maju buat jadi pembicara. Karna, aku terpilih jadi siswa lulusan terbaik kedua sesekolah. Jangan ngatur aku Rey "
" Kenapa pacar ku ini kedua ! Iss seharusnya pertama. Apa perlu Aku suruh Papa ni buat sumpel mulut Kepala Sekolah pake duit, biar Kamu jadi yang pertama. Emm Iya Emon, gausah sebut Aku! "
" Kamu apa - apaain sih Rey. Aku gak suka ya Kamu jadi sok - sokan pake duit Papa mu gitu. Aku gak masalah jadi yang kedua, karena Aku memang kalah disitu. Kamu jangan sombong gitu ! Aku ga suka, terlebih itu duit Papa mu ", Emon memalingkan wajah karena marah.
" Emm .. Iya iya. Enggak Emon, Reyna salah ", meminta maaf.
( Ting .. Tung .. Ting .. Tung )
( Pengumuman .. Mohon untuk semua orang memasuki Aula Acara Kelulusan sekarang. Terimakasih )
Setelah pengumuman disampaikan, semua orang masuk kedalam Aula Acara Kelulusan. Didalam ruangan, Kursi VIP diduduki oleh Emon dan Tasya. Tasya merasa senang karena duduk di kursi VIP yang disiapkan untuknya. Emon dan Tasya duduk berdampingan, yang mana membuat Reyna kesal karena cemburu.
Acara dimulai dengan pembukaan dari Kepala Sekolah. Bapak Nardi selaku Kepala Sekolah memberikan motivasi dan nasehat kepada Anak - anak murid untuk semangat mengejar cita - citanya, selepas lulus dari Sekolah.
Tiba lah waktu pemberian penghargaan bagi siswa berprestasi. Semua kelihatan gugup, kecuali Emon. karena sudah mengetahui dia peringkat kedua.
" Untuk peringkat pertama, Tasya Retno maju kedepan. Mohon para hadirin untuk memberi tepuk tangan ", ucap Kepala Sekolah.
Setelah Tasya selesai, Emon pun dipanggil untuk menerima penghargaan peringkat kedua. Tepuk tangan yang meriah datang dari para hadirin saat sesi Emon tiba. Alasan pasti .karena kepopuleraan Emon disekolah.
" Teman - teman semua, Kita harus menjadi generasi muda yang bijak dan berkualitas tinggi untuk pendidikan. Karena dari kitalah akan merubah dunia. Untuk Tasya Retno, saya merasa bangga bisa menjadi bagian dari angkatan Kamu. Aku harap, Kamu bisa mulus untuk mengejar cita - cita Kamu ", Emon memberi pidato.
Wajah Tasya tampak memerah saat Emon memberi motivasi untuknya dalam pidato. Tasya merasa deg - degan saat Emon berbicara tentangnya sambil menatapnya.
" Makasih ya, Emon. Kamu juga, semangat ya ", ujar Tasya berbisik pada Emon yang disampingnya.
" Iya Tas. Pasti dong. Hehehe ", balas Emon tersenyum.
Melihat Tasya dan Emon yang saling tersenyum, membuat Reyna sangat marah. Rasa cemburunya berkobar - kobar. Terlebih setelah emon menyebut dan memberi semangat pada Tasya didalam pidatonya. Niat untuk memberi peringatan pada Tasya pun dipikirkannya. Reyna mencari waktu yang tepat saat Tasya sendirian, agar tidak terlihat siapapun, terlebih pada Emon. Karena Emon tidak suka sifat Reyna yang seperti itu.
" Aduh, Aku pengen pipis nih ", gumam Tasya pelan.
" Emon, Ntar kalau Kakak ku cari Aku. Tolong sampein ya, Aku ke toilet ", menunjuk kearah Adrian.
" Okey Tas, Beres ", Emon mengacungkan jempol.
__ADS_1
Tasya langsung keluar dari Aula Acara untuk buang air kecil ke toilet. Melihat kesempatan ini, Reyna pun langsung memanfaatkannya. Reyna juga meninggalkan Aula Acara untuk menghampiri Tasya di toilet.
Saat Tasya keluar dari toilet, Tasya melihat Reyna dengan muka marah menatapnya. Tasya kaget. Wajahnya kelihatan bingung, karena situasi apa yang membuat Reyna menatapnya seperti itu.
" Ada apa ya Rey ? Kamu kok kelihatan marah ke Aku. Aku salah apa ? Apa karena Aku kelamaan ya pakai toilet ? "
" Eh lo TASYA MISKIN ! Gausah kecentilan deh sama pacar gue. Lo tuh lagi beruntung aja, bisa ngomong sama pacar gue. Jangan Kesenengan Lo udah disemangatin sama Emon. Inget ! Emon itu punya gue ! Emon juga ngelakuin itu karena Lo Anak Miskin ! Awas lo ya berani macem - macem, gue bakal aduin ke bokap gue kalo penghargaan siswa terbaik itu bakal ditarik lagi. Lo tau kan, gue ini siapa ", Lantang Reyna.
Tasya terdiam, dan hanya mengngangguk takut. Tasya tidak mau kerja kerasanya selama ini dihancurkan oleh Reyna.
Tiba - tiba Emon datang menghampiri Tasya ke toilet. Emon terkejut dengan adanya Reyna disitu. Melihat wajah Tasya yang takut, membuat Emon bingung.
" Tasya, Kamu dicariin Kakak Kamu. Muka Kamu kok takut gitu, Ada apa ? Apa ini karna Reyna ? " , menatap tajam kearah Reyna.
" Lah kok Aku sih Mon. Aku ga ga ngapa - ngapain kok. Aku cuma nunggu orang yang ada di toilet. Eh ternyata itu Tasya ", jawab Reyna gugup.
" Awas Kamu kalo buat hal aneh. Aku udah pernah bilang kita pacaran karna apa. Jadi, kalau Kamu suka aneh ngebully orang lain, Aku bakalan putusin Kamu ! Inget itu ! " lantang Emon.
" Eh .. Iya .. Iya. Okey. Hehehe, Udah jangan marah ya ", mengelus punggung Emon.
" Ga ada kaitan nya kok sama Reyna. Aku cuman takut tadi ngeliat kecoak ", balas Tasya.
" Oh gitu. Yaudah Tas. Aku pergi masuk ke Aula Acara dulu ya, habis kamu siap dari toilet ikut Aku Reyna ! " Emon mengawasi.
" Aku duluan ya Tasya ", sambung Emon.
" Eh yaudah, yuk ! Aku ga jadi ke toilet Mon. Udah ga pengen pipis hehehe "
" Okey Emon ", balas Tasya.
Lalu, Emon dan Reyna pergi meninggalkan Tasya di luar toilet. Setelah mendengar langsung peringatan tentang putus dari Emon, Tasya teringat rumor tentang awal hubungan mereka. Rumornya, Emon dan Reyna menjalin hubungan karena kesepakatan yang dibuat Reyna. Reyna mengajak Emon berpacaran, karena Emon membutuhkan bantuan dari keluarga Reyna.
" Dah lah. Aku ga mau mikirin tentang hubungan mereka. Ah aku harus cepat nih ! Kakak pasti udah nungguin ", gumam Tasya.
Lalu, Tasya meninggalkan toilet dan masuk kedalam Aula Acara. Sesampainya disana, Acara Kelulusan sudah selesai. Tasya menghampiri Andrian duduk menunggu di luar Aula.
" Kak, maaf ya. Tasya kelamaan nih di toilet ", ujar Tasya.
" Iya Dek. Gakpapa kok, Kakak bingung tadi. Mungkin, ngeliat muka Kakak yang kebingungan ini Emon nyamperin Kakak. Trus ngasih tau kalo Kamu di toilet " balas Andrian
" Yaudah yuk, kita pulang. Tadi Kakak mau nanya Kamu, hadiah penghargaan ini mau kita makan apa. Hahaha ", sambung Andrian.
" Ahh, Ayam Penyet aja kak. Tasya mau makan itu " seru Tasya.
__ADS_1
" Okey, Gas yuk kita makan disana "
Andrian dan Tasya pergi meninggalkan sekolah. Pergi menaiki motor matic milik Kakaknya, Tasya tampak senang. Baginya hadiah terbesar ini bukan penghargaan, maupun beasiswa penuh yang dijalaninya. Semua itu karena ada Andrian yang selalu mendukung dan ada buat dirinya.