
Sesampainya dirumah, Tasya langsung membuka gembok pagar. Saat masuk kedalam halaman rumah, Tasya terkejud melihat sosok orang yang tertidur di kursi plastik berwarna hijau dibalik tembok.
Tasya mendekat kearah sosok dalam kegelapan itu dengan pelan - pelan. Untuk berjaga - jaga Tasya mengambil Sapu Lidinya sebagai alat, kalau itu orang itu ingin berbuat jahat.
" Whooaam, Ahh Eh Cyaa .. ( Duk .. Duk )", ucap Lelaki itu yang terpotong diam karena dipukul oleh Tasya.
" Ehh .. Lah .. Lah. Apaan nih ! Sakit Tasyaaaa Retnoo ", sambungnya dengan nada sedikit marah.
Kak Andrian yang diluar pagar yang akan memasukkan motornya pun bergegas untuk cepat masuk kedalam halaman rumah. Karena penasaran mendengar suara teriakan Laki - laki dibalik tembok rumahnya.
" Ehh Dek. Sabar dek. Jan Double Killer ", ucap Andrian menahan pukulan Sapu Lidi yang dipegang Tasya dengan mata.
" Ituu Leoo Tasyaa ", sambungnya.
" Haa ? Leoo ! Aduh Maaf yoo ", sadar Tasya membuka mata dan meminta maaf.
" Aduh Cya, untung ada Kak Andrian. Kok ga habis aku jadi dadar gulung dibuat Kamu ", ucap Leo menatap Tasya.
" Maaf Yo, Aku ga tau itu Kamu. Mata Aku udah rada ngantung jadi ga fokus banget. Lagian Kamu ngapain malem - malem tidur dihalaman rumah orang ! ," jelas Tasya.
" Eh ini Cya, Aku mau nanya tentang Acara Kelulusan tadi. Soalnya kan Aku ga masuk, Aku sakit perut ", Leo memang perut.
" Owalah gitu ! Tadi sih lancar aja. Aku jadi siswa urutan pertama terbaik loh. Hihi .. ", pamer Tasya.
" Iyaa .. Iyaa. Dah ketebak Neng ", balas Leo.
" Perut Kamu udah enakan ? ", tanya Tasya dengan raut wajah khawatir.
" Nah Kakak Ipar ! Khawatir nih si Cya ", ucap Leo menatap Andrian.
" Udah Cyaa Imutku ", sambung Leomenjawab pertanyaan Tasya.
" Lah mulai deh sakitnya ! Lebih bagus ga sembuh tuh, tak kira habis ada sedikit minum obat nyembuhin. Eh ternyata masih konslet ", balas Tasya kesal.
__ADS_1
" Tenang Leo ! Kakak nerima Kamu dengan besar hati dan pintu terbuka ", potong Andrian.
" Yaudah kalau gitu, Kakak kawin aja nih sama spesies konslet ini. Nyebelein ", ucap Tasya berbalik arah ingin meninggakan Andrian dan Leo.
" Ehh Tunggu .. Juara 2 sapa Cya ? ", tanya Leo menarik lengan Tasya.
" Aduh ! Masa ga bisa nebak sih ? Saingan Kamu tuh ! ", melepaskan genggaman Leo dan masuk kedalan rumah dengan kesal.
" Duh ! Kok dia ya ! Dasar Sok Keren ! ", gumam Leo kesal.
" Eh btw, Lo masuk dari mana ? ", tanya Andrian.
" Biasa Kak dari Lo ... " balas Leo dipotong.
" LO ? LOMPAY ! LOMPAT TEMBOK RUMAH GUE ! ISS DASAR !! Kek maling lo nih, sana pulang ga ! Sebelum gue sikat nih ! ", Andrian mengepalkan tinju kearah Leo.
" Iyaa .. Iyaa Pu .. pulangg nih ", balas Leo terburu - buru.
Setelah itu Leo keluar dari halaman rumah Andrian melalui pagar.
" Ahhh memang konslet nih anak. Tuh tangkep ! ", balas Andrian sambil menganyunkan sandal.
Setelah itu Leo pulang kerumahnya dengan memakai sendal sebelah kanan sambil memegang sendal kirinya. Dia terburu - buru kocar - kacir takut Andrian mengawasinya dari luar tembok pagar.
Tidak Lama Leo pun sampai kerumahnya. Saat masuk mengendap - endap dari pintu dapur yang gelap, Leo pun merasa lega. Berarti Ibunya tidak curiga, Dia tidak ada dikamar dari sore. Karena menunggu Tasya pulang dari Acara.
Namun Tiba - tiba lampu dapur hidup. Raut wajah Leo pun berubah derastis 180 Derajat. Wajah leganya langsung suram setelah melihat Ibunya berdiri dengan wajah marah sambil memegang sodet plastik.
" Ayoo .. Dari mana Anakku yang ganteng ? ", tanya Ibu Leo dengan senyum licik.
" Eh Ibu cantik ! Biasa Bu dari rumah Tasya ", balas Leo sambil tersenyum mengurangi tegang.
" DARI SORE BERARTI KAMU DIRUMAH TASYA YA ! KAMU ALASAN SAMA IBU BUAT MALES DARI KE ACARA KELULUSAN KARENA SAKIT, IBU IYAIN ! INI MALAH KELUYURAN GA JELAS KAMU ! CONTOH NAPA TUH TASYA ! IBU YAKIN PASTI DIA JADI SISWA TERBAIK. ISS KAMU !! HERAN IBU ! AYOKKK CEPETT KEKAMAR KAMUU SEKARANG ! SEBELUM MELAYANG NI SODET YA ! ", tegas Ibu Leo lantang.
__ADS_1
Setelah mendengar Ibunya yang berbicara panjang dan sedikit keras membuat Leo pun takut. Dan langsung masuk kedalam kamarnya untuk segera tidur.
...****************...
Tentang Leo ..
Leo adalah teman yang dikenal Tasya dari kecil. Mereka sudah lama dekat. Maka dari itu, baik Alm. Orang Tua Tasya dan Orang Tua Leo pun saling mengenal. Terlebih mereka adalah tetanggan.
Rumah Leo dan Rumah Tasya hanya terhalang 1 rumah ditengahnya. Rumah itu adalah rumah Bu Sri. Andrian pun mengenal Leo sejak Leo kecil. Andrian menganggap Leo juga sebagai Adiknya.
Karena Leo dan Tasya dekat sampai sekarang, tumbuhlah benih cinta dari Leo untuk Tasya. Benih Cinta itu muncul saat Tasya bercerita kepada Leo tentang dia menyukai Emon saat awal masuk SMA. Leo yang mendengarnya merasa cemburu. Dari situ Leo sadar, kalau dia telah jatuh hati kepada Tasya.
Tasya tak menghirauan perasaan Leo. Padahal Leo sudah mengungkapkan sukanya melalui kata - kata ataupun sikap, namun Tasya tetap menolak. Tasya berpikir kalau berteman saja sudah cukup, Tasya tidak ingin merusak persahabatannya dengan ribut bersama Leo sebagai pasangan.
Andrian pun selalu menjadi pematik panasnya rasa suka Leo. Sebagai Kakak Andrian mendukung kalau Leo boleh saja memacari Adik satu - satunya. Setelah mengenal Leo cukup lama, Andrian merasa mantap dan cukup menjadikan Leo sebagai Calon Adik Ipar.
Leo dan Tasya sedari dulu selalu sekolah di tempat sama. Bahkan mereka selalu dijadikan di Kelas yang sama. Leo duduk dibelakang kursi Tasya didalam kelas. Cya adalah nama panggilan Leo terhadap Tasya. Ini diawali saat Tasya memperkenal diri dengan nada celat khas anak kecil " Tascya ".
Leo menganggap itu lucu, dan terus memanggilnya seperti itu sampai sekarang. Awalnya, Tasya sudah melarang Leo untuk memanggilkan seperti itu. Karena terkesan mengejek. Namun kelama - lamaan Tasya sudah pasrah. Walapun Leo ditolak Tasya, bukan berarti Leo biasa - biasa saja.
Perangainya baik, Ketua Basket disekolah, Wajah yang tampan, Juara 3 dikelas dan postur badan tinggi serta kulit yang putih. Mata sipit Leo sering menarik perhatian, banyak yang menyangka kalau Leo adalah keturunan Tiong Hua.
Apalagi Leo dengan nama lengkapnya. Leo Xiumin, yang pasti terlihat seperti keturunan Cina kan ? Eittss salah .. Xiumin adalah nama anggota K-Pop di Korea Selatan. Xiumin tergabung di grub E*O.
Saat hamil Leo, Ibu Leo sangat mengidamidamkan Xiumin. Jadi saat Leo lahir, Ibunyalah yang memberi nama belakangnya. Sedangkan Leo adalah nama yang diberi Ayahnya, agar Leo tumbuh seperti singa. Yang berani dan kuat.
Leo cukup populer dikalangan gadis disekolahnya. Namun, Leo tak menghiraukannya. Karena memilih untuk terus mendekati Tasya, karena Dia selalu ada firasat baik untuk nanti cintanya diterima.
Karena mengetahui Tasya menyukai Emon, makin menambah perasaan tidak sukanya terhadap Emon. Padahal dulu Emon dan Leo adalah teman dekat. Entah kenapa menjadi tidak akur. Leo merasa Emon selalu memamerkan diri dan merasa ingin selalu memimpin. Karena itulah yang didasari tidak sukanya Leo terhadap Emon.
Leo juga terlahir dari keluarga yang Kaya. Ayah dari Leo merupakan Bos Batu Bara. Maka dari itu Leo sering menawarkan bantuan kepada Andrian apabila dibutuhkan. Dengan menyisihkan uang saku sekolah yang terbilang berlebihan untuk anak SMA, Leo mengajukan niatnya itu. Namun selalu di tolak oleh Andrian, karena Andrian berpikir Dia cukup mampu untuk menghidupi Adiknya dan Dirinya sendiri.
" Udah, itu simpen aja buat tabungan Kamu. Kakak bisa kok ! Makasih ya udah pengertian ", begitulah ucapan yang selalu dilontarkan Andrian apabila Leo menawarkan bantuannya.
__ADS_1
...****************...