Saat Aku Terobsesi

Saat Aku Terobsesi
Acara Makan Kelas ( 1 )


__ADS_3

Setelah masuk ke dalam rumahnya, Tasya menuju dapur untuk meletakkan kantong plastik berwarna hitam yang berisi Ayam Penyet yang diberi Ririn, di atas meja makannya. Setelah mendengar rayuan Leo, Tasya merasa kesal. Karena Leo sudah melakukannya berulang kali selama ini.


Lalu Tasya menuju ke Kamar Tidurnya untuk beristirahat, serta menetralkan rasa kesalnya. Ditempat tidur yang empuk dan nyaman, dengan kasur bergambar personil E*O yang diidolakan oleh Tasya. Tasya mulai memejamkan mata untuk segera tidur.


Namun, suara dering pesan masuk di ponselnya terus berbunyi dari tadi. Tasya yang terganggu, langsung mengecek siapa yang mengirimkan pesan di jam tidur seperti ini. Saat Tasya melihat, ternyata itu pesan masuk WhastApp dari grub kelasnya.


Tasya mulai membaca isi pesan grubnya dengan mata sayup. Di pesan grub WhatsApp kelasnya sedang membicarakan Acara Makan Kelas, yang di adakan Dodi sebagai Ketua Kelas. Dodi mengajak seluruh Anak Kelas 12 - 3 untuk mengikuti Acara Makan Kelas.


Acara Makan Kelas diadakan di Resto Mahmed yang berada di dekat sekolah. Acara Makan Kelas dimulai pukul delapan malam, esok hari. Untuk biaya Acara menggunakan Iuran Kelas, jadi Dodi meminta semua datang. Karena biaya sudah tidak menjadi alasan.


Bagi yang tidak datang, akan diberikan sanksi. Sanksinya adalah tidak dibagikan sisa dari Iuran kelas yang jumlahnya cukup fantastis untuk ukuran anak SMA. Setelah mengetahui tentang sanksi, membuat Tasya sepenuhnya sadar.


Tasya membalas pesan grub kelasnya ( Saya, Tasya Retno akan datang ) begitulah isinya. Setelah membalas pesan, Tasya langsung memejamkan mata dan segera tidur.


...****************...


Ditempat lain Andrian yang tidak bisa tidur karena begitu senang mengingat kejadian di Warung Ayam Penyet Ririn. Andrian menyayangkan tidak mengenalkan Ririn kepada Adik satu - satunya lebih cepat.


Selalu terlintas dipikiran Andrian, penyebab sebenarnya mereka putus. Andrian belum bisa menerima alasan tidak masuk akal Ririn memutuskannya karena ingin fokus kuliah. Namun, Andrian tidak ingin larut lagi dalam pikiran yang menambah sakit dihatinya.


" Sudahlah, yang penting Aku sama Ririn tetep baik - baik aja. Aku harap, perasaan suka ku ini masih terus sisa. Kalau nanti Ririn jelasin itu dan ngajak aku balikan, Aku masih mau " , gumam Andrian berbaring menatap langit - langit kamarnya.


Andrian pun segera menutup matanya untuk langsung tidur.


...****************...


Pagi datang membawa panas yang mengandung vitamin D. Tasya yang sudah bangun, menyambut nya dengan lari pagi. Saat melewati rumah Leo, Tasya menegur Ibu Leo yang sedang menyiram bunga dihalaman.


" Tante Erni, Selamat Pagi ", sapa Tasya.


" Eh, Tasya ! Pagi cantik. Kemarin gimana Acara Kelulusannya ? " tanya Ibu Leo.


" Oh lancar Tan "


" Iya, Kemarin Leo ga dateng. Kesel banget Tante dikibulin anak itu. Leo malah nunggu Kamu dihalaman sampek malam ", tutur Ibu Leo menjelaskan dengan raut wajah kesal.


" Oh kemarin, Tasya pasti dapet penghargaan kan ? ", sambung Ibu Leo.


" Hehe .. Iya Tan. Dapet juara pertama ! ", seru Tasya membalas.


" Tante udah tebak ! Kamu aktif banget ya, pagi - pagi udah lari "


" Hihi .. Biasa aja kok Tan. Biar ga lesu banget nih badan Tasya ", jelas Tasya.


" Om Firman kemana Tan ? masih tidur ? " sambung Tasya bertanya tentang Ayah Leo.


" Emm .. Biasa Tas. Suami Tante lagi kerja keluar kota ", Ibu Leo menjelaskan.


" Hehe .. Iya Tan ", angguk Tasya mengerti.


" Tas, tunggu bentar ya Tante mau masuk dulu ", titah Ibu Leo.


" Oh.. Eh .. Eh .. Oke. Tan. " balas Tasya bingung.

__ADS_1


Lalu Ibu Leo masuk ke dalam rumahnya. Untuk membangunkan Leo agar ikut lari pagi bersama Tasya. Saat Ibu Leo masuk kedalam Kamar Leo, Dia pun heran karena Leo tidak ada dikamarnya. Setelah itu, Ibu Leo keluar dari kamar Anaknya untuk mencari ke ruangan lain.


Saat Ibu Leo menutup pintu kamar anaknya, tiba - tiba leo muncul dari belakang dengan memakai kaos hitam dan celana olahraga sedengkul. Ibunya pun tekejud saat menoleh kebelakang.


" Lah, nih bocah ! Dah bangun ternyata Kamu Leo ", ucap Ibu Leo.


" Iya bu. Udah. Nih mau olahraga bareng Tasya. Ada Tasya kan diluar hehe ", balas Leo.


Ternyata, Leo terbangun karena suara Tasya dan Ibunya dari luar. Setelah mengetahui Tasya sedang lari pagi, Leo pun bergegas untuk mencari kesempatan jalan bersama Tasya. Dengan sigap, Leo langsung bersiap - siap.


" Iya ada Tasya. Kamu tau ya ! Yaudah sana gih ", seru Ibu Leo.


" Iya bu. Sebentar ya, Leo mau ambil topi dulu ", masuk kedalam kamar.


Lalu, Leo langsung keluar dari rumahnya dan menghampiri Tasya yang sedang menunggu diluar. Tasya terkejud melihat Leo yang keluar, terlebih melihat penampilan Leo pakai baju dan topi hitam menganggunya.


" Pake baju trus topi hitam apa ga kepanasan tuh ? " tanya Tasya.


" Eitts ga la Cya. Aman, nyaman kok. Yuk gas " jelas Leo.


" Eh gas kemana ? Kamu mau ikut lari juga ? "


" Iya dong, mau ikut Kamu. Nih kan dah setel outfit olahraga "


" Emm .. Padahal aku ga ajak. Mau ikut aja " kesal Tasya.


" Yaudh deh aku ga ikut. Biar tak bilang Ibu Aku ni ! Hiks .. Hiks Kamu ga izinin. Padahal Ibu aku nyuruh buat keluar pagi bareng Kamu ", ledek Leo.


" Ehh .. Iya .. Iya. Yok ngikut yuk .. Hihi ", rayu Tasya.


Tasya dan Leo pun mulai lari pagi bersama. Leo yang senang karena menghabiskan pagi bersama Tasya. Ditengah taman yang masih sekitaran lingkungan rumah mereka, Tasya dan Leo pun beristirahat.


Dibawah Pohon Rambutan diatas rumput Leo dan Tasya duduk dan minum Air Mineral yang sempat Leo beli saat dijalan tadi.


" Leo, Kamu udah tau ada Acara Makan Malam kelas ?, tanya Tasya memulai percakapan.


" ( Gluk .. Gluk ) Eh ? Apa iya Tas ? " balas Leo selesai minum.


" Iya ada, Aku mau dateng Yo. Soalnya nanti sisa uang iuran gue kandas. Hiks .. Hiks. Gue kan rajin nabung iuran ", eluh Tasya.


" Oh duit. Aku mah kalau soal duitku ditelen mereka ya ga masalah Cya. Tapi karna Cya ku ikut, Gass lah ngikut " , balas Leo.


" Cyaku .. Cyaku ! Tau ahh susah dibilangin ni anak ! Serah deh pusing gue ", kesal Tasya.


" Hehehe .. Kamu imut kalau marah gini. Hahaha ", ledek Leo.


" Hufftt .. Ganjen ! Emm .. Aku pake baju apa yah Yo ? "


" Kenapa bingung ? Emg baju Kamu itu dah digadai apa ! Hahaha ", ledek Leo.


" Iss, ga gitu. Aku pengen keliatan bagus aja ", jelas Tasya.


" Yaudh gini aja, Ntar sore Kita ke Toko Baju punya Paman ku yuk ! Pasti dikasih diskon " seru Leo.

__ADS_1


" Waah .. Baguslah ada diskonnya ! Emm sore ? Aku suka susah milih baju Yo. Ntar makan waktu lama lagi. Soalnya, Acaranya jam 8 malam ini Yo "


" Oh tenang Cya. Kan bareng Aku ! Ibu sering ajakin Aku buat nemenin Ibu beli baju. Jadi, Aku bisa kasih refrensi buat Kamu ", jelas Leo.


" Oke Leo. Makasih ya ", tersenyum manis.


" Sama - Sama Cya ", merasa puas.


Setelah Leo dan Tasya selesai beristrirahat, hari pun mulai siang. Terik panas tengah hari membuat Leo dan Tasya mengakhiri lari pagi mereka. Leo dan Tasya pulang kerumah mereka masing - masing.


Leo yang sampai dirumah, langsung menghidupkan ponsel dan memulai bermain Game. Sementara Tasya ingin sarapan dan membersihkan rumah. Tasya tersadar Dia tidak memasak pagi untuk Kakaknya. Sedangkan, Andrian sudah pergi kerja setelah Tasya keluar rumah.


Saat membuka Baki makan, lihat Tasya Ayam Penyet yang diberi oleh Ririn. Tasya merasa bersyukur Kakaknya memakan Ayam Penyet yang dipanaskan kembali. Dan sedikit rasa bersalah karena tidak bisa memasak untuk Kakaknya.


Tasya langsung memakan setengah potong Ayam Penyet. Selesai makan, Tasya langsung membersihkan rumah. Dimulai membersihkan semua kamar tidur dan diakhiri dengan mengepel lantai. Tasya yang sudah lelah langsung beristirahat dikamar tidurnya.


...****************...


Senja sore pun mulai menampakan diri, Andrian yang berada di Kantor melihat jam sudah pukul 5 . Bersiap - siap untuk meninggalkan tempat bekerjanya dan pulang kerumah.


Sesampainya dirumah, Andrian tak melihat keberadaan Tasya. Lalu, Andrian pergi ke Kamar Tasya untuk melihat apakah Tasya sedang tidur. Dugaan Andrian benar, Tasya sedang tidur.


Andrian membangunkan Adiknya untuk menyuruhnya mandi. Karena tidak baik bila Tasya terbangun malam dan langsung mandi saat malam hari. Saat Andrian membangunkan Tasya, Tasya membuka mata dengan terkejut.


Mata Tasya terbelalak karena dibangunkan oleh Kakaknya. Tasya berpikir pasti ini sudah jam 5, karena Kakaknya pulang kerja jam 5 sore. Tasya langsung bertanya ke Kakaknya untuk menyakinkan dugaannya.


" Kak, Aduh ! Kak ini bener udah jam 5 kan ? ", tanya Tasya.


" Iya Tasya. Bener ! Kenapa ? Kamu kok gelisah gitu ", tanya Andrian.


" Kak ! Aku ada janji sama Leo buat keluar "


" Oh gitu, yaudah gih sana. Mau kemana ? " tanya Andrian.


" Mau ke Toko Baju, Soalnya Tasya mau beli baju ", jelas Tasya.


" Oh gitu, yaudah sana mandi. Mulai siap - siap ", titah Andrian.


" I .. Iyaa Kak ! " seru Tasya lari ke kamar mandi dengan terburu - buru.


Saat Tasya sedang mandi, Andrian yang masih dikamar Tasya mulai mencari dompet Tasya. Memasukkan uang 150 Ribu untuk Tasya membeli baju. Cara itu dilakukan agar Andrian tidak kelupaan, karena Andrian ingin segera beriistirahat dikamarnya.


Selesai bersiap, Tasya yang merasa Kakaknya sedang tidur langsung pergi keluar. Karena Tasya tidak ingin membangungkan Kakaknya untuk berpamitan, karena juga Kakanya telah mengetahui Dia pergi dengan Leo untuk membeli baju. Sambil membawa dompet berwarna hitam, Tasya langsung mengahampiri Leo dirumah Leo.


Saat tiba dirumah Leo, Tasya beruntung melihat Leo diatas motor yang sudah selesai bersiap.


" Hai Leo ! Kamu cepet banget siapnya ", naik keatas motor matic N*Mac* milik Leo.


" Hehe .. Iya Cya " tutup Leo


" Kamu jangan pamitan sama Ibukku ya, soalnya tadi aku udah ngabarin kalau Kita mau pergi ", sambung Leo.


" Oh gitu. Yaudah Yo " balas Tasya.

__ADS_1


Lalu Tasya dan Leo, langsung menuju ke Toko Baju milik Paman Leo. Saat sudah sampai tujuan, Leo langsung memarkirkan Sepeda Motor miliknya. Toko Baju Babas, itulah spanduk yang terpampang besar di atas Toko.


Bersambung ...


__ADS_2