
3 hari sudah berlalu sejak kejadian Acara Makan Kelas. Tasya yang tidak keluar dari rumahnya, Tasya belum sanggup untuk melihat indahnya pergantian pagi, siang ataupun malam. Tasya terus menyalahkan diri dan tidak bisa menerima kelakuan memalukkan yang dilakukan Reyna kepadanya.
Tasya yang berdiam diri di dalam kamarnya dan sesekali keluar kamar saat Andrian pergi bekerja. Perasaan Andrian hancur di malam itu, Andrian terus menyalahkan diri sendiri karena tidak mengawasi Tasya saat Acara Makan Kelas. Terlebih Andrian belum bertatap muka kepada Adiknya itu, karena Tasya terus mengurung diri dalam kamar.
Perasaan Tasya amat hancur, Tasya seperti tertampar keras oleh kenyataan pahit. Tasya merasa, tidak begitu sakit telinganya saat Reyna mengolok - ngoloknya, tidak begitu dingin sangat Reyna menyiram Es Jus Jeruk diatas kepalanya atau pun tidak begitu mempermalukan Tasya saat Reyna membanting piring makan Tasya kelantai.
Itu semua masih bisa Tasya abaikan, masih bisa Tasya terima. Karena yang membuat Tasya hancur adalah kelakuan Emon yang begitu sayang pada pacarnya. Yang terus membela Reyna, padahal Reyna lah yang salah. Reyna lah yang membuat keributan di malam itu.
" Dan kenapa Tuhan ? Harus Aku yang menganggung malu ? Kenapa Aku yang harus bersedia menerima maaf ? Kenapa Aku yang pulang seperti orang bodoh dimalam itu ! Kenapa Tuhan .. Hikss .. Hikss ", Tasya bergumam sambil menangis.
Di tempat lain Leo yang pulang dengan keadaan babak belur. 3 hari ini Leo juga tidak pulang kerumah, Leo menginap di rumah Azis teman sebangkunya. Leo meminta izin pada Azis untuk menginap dirumahnya, karena takut Ibu Leo akan lebih khawatir melihat Leo pulang dengan banyak luka. Azis mengiyakan permintaan teman dekatnya itu, karena tidak tega dengan muka memelas Leo saat memohon.
Leo juga diselimuti pikiran tidak tenang, karena memikirkan Tasya. Tasya yang pulang tiba - tiba tanpa sepengetahuan Leo, membuat Leo menyesal karena telah lalai. Leo hanya fokus untuk membantai Emon dimalam itu. Leo terus menelfon Tasya untuk menanyakan keadaan Tasya, namun Tasya tak bisa dihubungi.
Tasya sengaja tidak menghidupkan ponselnya, karena tidak mau siapapun tahu tentang yang Dia rasakan sekarang. Leo berpikir tidak mungkin baginya untuk melihat langsung di kediaman Tasya, Leo takut Ibunya akan melihat keadaan Leo yang penuh luka.
Ditempat Lain, Putri yang menuntun Tasya untuk pulang, banyak menerima pesan masuk dari Leo. Leo sudah mengetahui tentang Putri lah yang menghentikan Taksi untuk mengantarkan Tasya pulang. Leo mengetahui itu dari aziz, yang tidak sengaja melihat Putri dan Tasya saat aziz keluar restauran untuk mengambil ponsel nya yang tertinggal di Jok Motornya.
Putri kesal dengan Leo memperburuk menjadi memperburuk keadaan di malam itu. Putri tidak ada minat untuk menanggapi pesan Leo, yang isinya menghawatirkan Tasya. Putri melihat isi pesan itu melalui Pop Up yang terus muncul disertai suara berdering telfon masuk dari Leo.
" Udah ! Muak Gue ! Gini kan udah ga sibuk dia nelfonin. Sumpah, Dia apa ga malu ya buat nanya kondisi sahabat Gue. Padahal, ini semua salah Leooooo ... Ahhhhhh .. Bisa gila ! ", Putri menggerutu kesal dan menghantam ponselnya ke dinding di kamar nya.
Bagi Putri ponsel baru tidak terlalu mahal untuk dibeli. Itu karena, Putri adalah anak dari orang yang cukup kaya. Ayah Putri bekerja sebagai pilot di Negara Belanda. Putri yang tidak bisa menahan emosi akhirnya melampiaskan itu pada ponselnya.
Pikiran Putri menjadi tak karuan. Putri langsung memustukan untuk menemui Tasya langsung kerumahnya. Putri langsung bersiap - siap dengan membawa cemilan Donat J*O yang menjadi salah satu kesukaan Tasya. " Pasti Tasya bakalan lemah ni sama makanan yang bentuknya kaya ban mobil ini ", gumam Putri saat hendak mengambil kuncil motornya untuk kerumah Tasya.
Sesampainya dirumah Tasya, Putri melihat Andriyan yang memarkirkan motor di halaman rumah. Untunglah Andriyan pulang kerja tepat saat Putri datang. Putri langsung menghampiri Andriyan.
" Kak, ada Tasya kan ? "
" Ada Put. Cuman gitu. Kakak bingung, Tasya udah 3 hari belum keluar kamar. Kakak belum ngeliat muka Tasya, Kakak cuma denger Tasya yang nangis terus kalau pas malam ", ujar Andrian menjelaskan.
" Owalah, pasti berat banget ya buat Kakak. Tasya juga terpuruk banget Kak. Boleh ga aku coba buat nemuin Tasya di kamarnya ? ", Putri meminta izin.
" Boleh Put ! Boleh ! Tolongin Kakak ya. Kakak juga bakal diluar aja ini, biar Tasya bisa cerita lebih enak "
" Iyaa Kak. Tenang aja Kak, Gue dah bawa umpan. Putri yakin, pasti luluh ni ! ", Putri optimis sambil memperlihatkan buah tangannya.
" Yakin Put ? Obatnya cuma Donat ? Kamu ga lagi main - main kan sama Kakak ! ", Andrian merasa Putri sedang melawak.
" Ehh .. Ga gitu Kak. Tapi serius, ini bakalan berhasil ", Putri meyakinkan.
Andrian mencoba menyankinkan diri untuk mempercayai Putri. Andrian langsung mengambil kunci rumah dan memasukkan nya kedalam lubang kunci. Setelah itu, Andiran berdiri di parkiran motor untuk tetap berjaga diluar rumahnya.
Klek .. Srtt ( Putri membuka pintu )
Putri langsung masuk kedalam rumah Tasya, ini adalah kesekian kalinya Putri datang berkunjung. Putri langsung menuju kamar Tasya yang berada di sudut, Putri melihat pintu kamar Tasya yang tertutup rapat serta mengecek pintu itu di kunci dari dalam oleh Tasya.
" Haii .. Tasyaaaa ( Tok .. Tok ) ", Putri mengetuk pintu dan berteriak memanggil Tasya.
" Tasya ! Ayoo dong bukaa pintunya. Aku bawa Donat J*O loh. Aku pengen makan ini bareng Kamu. Aku beli ini, dari hasil kerja ku. Aku kerja bantu Papa buat Proposal Laporan nya. Aku pengen tahu kabar Kamu, Aku pengen Kamu cerita tentang hal ini, Aku pengen Kamu bagi itu semua sama Aku. Hikss .. Hikksss .. Emmm Aaa kuu khawatir sama Kamu, Hikks .. Hikss ", lanjut Putri menumpahkan keresehannya sambil menangis.
Didalam kamar, Tasya terus mendengarkan Putri berbicara. Tasya menangis tersedu - sedu dengan Putri yang begitu menghawatirkannya. Tasya yang tersentuh hatinya mencoba menguatkan diri untuk membuka pintu kamarnya.
" Emmm ... Hufttt .. Oke, harus hapus air mata dulu ni ", gumam Tasya mengusap air mata dengan lengannya.
Klekkk ... Srrttttt ( pintu terbuka )
Tasya terkejud karena melihat secara langsung sahabat nya menangis. Tekad Tasya untuk tidak menangis menjadi kalah, karena melihat Putri. Saat bertatapan Putri melihat sosok Tasya yang seperti tidak memiliki semangat hidup. Mata Tasya yang sembab dan tubuh Tasya yang sedikit menyusut menandakan Tasya yang terpuruk.
__ADS_1
Putri yang khawatir dan merasa iba langsung memeluk tubuh sahabatnya. Tasya merasakan hangat saat Putri memeluknya.
" Aaa .. ku minnta maaf Put ", ucap Tasya gugup.
" Hikss .. Hikss, Kamu ga perlu minta maaf ! Kamu harus cerita sama aku ya ! Aku khawatir bangett Tasyaaa, Hiksss ", balas Putri melepaskan pelukan dan langsung memengang wajah Tasya.
" Hikkss .. Hikss, iyaa Put. Aku bakal cerita sama Kamu "
Lalu setelah itu, Tasya menggandeng tangan Putri untuk masuk kedalam kamarnya. Setelah berada di dalam kamar Tasya, Putri melihat kamar Tasya yang berantakan. Sobekan kertas, bertaburan di sekitar kamar Tasya. Tumpukan Piring dan 2 gelas plastik kotor, tertata disamping tempat tidur Tasya.
" jadi begini cara Tasya bertahan diri didalam kamar. Aku lagi seperti melihat penjara pribadi yang dibuat Tasya ", gumam Putri di dalam hati. Tasya duduk di tempat tidurnya dan diikuti Putri yang duduk disampingnya.
" Put. Aku 3 hari ini ngerasa hancur banget. Kamu tau kan Aku suka sama Emon. Kamu pasti tau perasaan Aku, Emon segitunya belain Reyna yang salah Put . Hikks .. Hikss ", Tasya mulai menumpahkan isi hatinya.
" Emm, liat Gue Sya ! Emon itu bodoh banget ! Dia itu matanya ketutup sama Reyna yang suka cuci kesalahannya sama orang lain. Lo itu berharga Tasya ! Lo itu cantik, baik dan Lo juga anak yang pinter. Gue aja sampai iri sama Lo ! Lo gausah nangis gini, Lo buktiin ke Emon ! Lo ga perlu buat buka hati Lo yang baik ini, cuma untuk permintaan maaf dari Emon ", Putri memberi nasehat panjang.
" Gue udah coba Put, buat berpikir yang baik - baik tentang Gue. Gue udah coba buat diri Gue tetep waras, tapi ga bisa Put ! Ga bisa ! Gue ga bisa buat nyalahin Emon terus. Gue suka banget sama Dia Put, Hikss .. Hiksss. Emon cinta pertama Gue Put. Gue nyesel udah dateng, ga seharusnya Gue ngerusak semua suasana disitu. Anak - anak lain pasti ngeliat Gue jijik, Hikss .. Hikss ", jelas Tasya.
" Emm Gue tau sih. Gue paham. Iyaa .. Iyaa, yaudah Lo ga salah, Emon juga ga salah "
" Loh, kok Kamu yang salah Put ? Kamu kan ga salah apa - apa, Hikss .. Hikss ", Tasya bingung.
" Gue ga mungkin nyalahin sahabat Gue. Gue ga mau Lo sakit hati karena Gue nyalahin pujaan hati sahabat deket Gue. Jadi yaudah deh, Gue yang salah. Hahaha ", ledek Putri.
" Haha .. Ga gitu juga tau ! Isss ! ", Tasya tertawa.
" Nah, gitu dong. Sahabat Gue ga cantik kalo lagi sedih ! Senyum trus ketawa kaya gini, ini kan buat Kamu keliatan bersinar dari orang lain. Makin manis keliatannya kalo Kamu ketawa, karena gingsul Lo tuh keliatan unyu - unyuuuu ", hibur Putri.
" Hahaha .. Iyaa .. Iyaa. Pede Gue, Gue cantik ", Tasya percaya diri.
" Nah ni, Gue bawain Lo J*O ", ucap Putri sambil membuka kotak Donat.
" Nyamm.. Mmm, Haha beneran kan Kamu bakal suka. Gitu, Kak Andriyan ga percaya aku bakal sogok Kamu pakai Donat ", ucap Putri sambil menguyah Donat.
" Ohh Iya ! Aku ngerasa bersalah banget sama Kak Andriyan. Habis ini, Aku bakal minta maaf karena udah diem dikamar terus. Pasti Kakak ku khawatir banget, semoga pikiran Kak Andriyan ga kemana - mana "
" Oh iya bener tuh ! Kasian banget sama Kak Andriyan. Kelihatan banget si Sya, Kak andriyan khawatir sama Lo. Tapi pikirannya emang mau kemana ? Hahaha ", ledek Putri.
" Ahh Kamu kaya ga tau Kakak ku aja. Pasti Dia nyalahin dirinya sendiri. Karena, Kakak selalu mikir kalo Gue ada apa - apa dia selalu kesal sama dirinya sendiri ", jelas Tasya.
" Oh gitu. Iyaa - Iyaa ", angguk Putri mengerti.
Putri dan Tasya terus mengobrol panjang. Mereka membicarakan banyak hal. Sampai, Putri menjadi tidak sadar kalau sudah jam 10 malam.
" Put " panggil Tasya.
" Haaa ? Nape ? ", jawab Putri bingung.
" Nape, Nape ! Gue ga ngusir ni yak. Tapi, Lo ga pulang ? ", tanya Tasya mengingatkan.
" Ohh .. Itu. Gue nginep yak ! Hehe "
" Nginep ? Serius Lo ! Boleehhhhh ", seru Tasya.
" Eh gapapa ni ! Papa Lo lagi ga dirumah ? ", sambung Tasya.
" Its Okey ! Aman kok ! Papa Gue biasa lagi ngilot ! Trus Pak Babas juga lagi dirumah sakit nemenin Cucunya ", jelas Putri.
" Pak Babas ? Oh yang punya Toko Baju ya ? Eh tapi kok Toko Baju sih ? Kan ga ada hubungannya ", Tasya bingung.
__ADS_1
" Oh .. Eh .. Oh .. Eh ! Lo ngaksud sape sih ? Pak Babas loh itu Satpam Gue ! Masa Lo lupa sih ? ", jelas Putri.
" Oh iya ya ! Astagaaaa. Namanya sama kaya Paman nya Leo. Pamannya tuh punya Toko Baju "
" Sorry .. Sorry ya. Hehhe ", sambung Tasya.
" Oh iya ! Gue jadi inget. Itu si Leo tanyakin Lo mulu ! Gue kesel banget di spam Dia. Jadi Gue banting tuh HP Gue ! "
" Haaa ? Lo banting ! Edaan ! ", Tasya terkejud.
" Iya Gue banting ! Tapi gimana ya Tas. Gue rasa Lo perlu jelasin ini sama Leo. Gue tau sih, si Leo emang ngeselin. Dia kaya memperburuk keadaan gitu "
" Emm .. Gitu ya Put ? "
" Iyalah Sya ! Dia gitu karna mau belain Lo. Lo ga ada nerima telfon dari Dia ? ", tanya Putri.
" Emm Gaada "
" Kenapa Gaadaaa ! Gue aja hampir budeg denger suara Tringg .. Tringg pesan masuk ! ", protes Putri.
" Karena sengaja Gue matiin Put ", Tasya tersenyum licik.
" Hufftt .. Masih nyengir Lo ! Idupin tuh ! Kasian dia Syaaaa ", mohon Putri.
" Iyaa .. Iyaa. Gue tau kok ! Ntar Gue idupin. Gue cuma belum siap aja denger suara Dia, karena Dia kalo khawatir itu beda tipis ama marah - marah. Hahaha ", ledek Tasya.
" Hahaha .. Iya sih ! Karena Dia kan suka sama Lo "
" Lo hampir tarik perhatian semua cowooo di kelassss ! ", sambung Putri Kesal.
" Hahaha .. Untunglah si Kevin ga sekelas Kita ya. Kalau ga Lo pasti ga pacaran sama Dia ", Tasya terus meledek.
" Ahhh .. Terkecuali Pangeran Gue ya ! Kevin ga bakal tergoyang sama Lo ! Yakin Gue. ", Putri percaya diri.
" Hahaha .. Iyaa iyaa. Semoga Lo langgeng ya sama Kevin "
" Makasih ya Sya. Dan semoga Lo juga bakal bahagia ! Lo bisa bareng sama orang yang Lo suka, dan Orang itu bakal ngehargain Lo. Yaa meskipun bisa jadi itu Emon "
" Tapiiii .. Emon kan ada Reyna "
" Iya sih Sya ! Tapii .. Eh, ntah kenapa ni Gue mikir si Emon kaya ada rasa gitu sama Lo "
" Hahaha .. Apaan sih. Ya ga lah ! "
" Iya seriusan Gue. Kita liat aja nanti "
" Wkwkw .. Iyaa Iyaa. Yuk Bobo yukk "
" Kuyy lah. Gas Beb ! "
Setelah itu, Tasya dan Putri menarik tertidur
...****************...
Disisi lain, Andriyan yang sedari tadi menunggu Putri selesai mulai bosan menunggu. Andriyan juga banyak digigit oleh nyamuk - nyamuk diluar. Karena Andriyan merasa belum cukup yakin untuk masuk kerumahnya, Andriyan coba mendatangi rumah Bu Siti yang seperti Ibu nya sendiri.
Andriyan tidak mau langsung menerobos masuk kerumahnya, karena Andriyan belum tahu Adiknya sudah bisa dibujuk atau tidak. Untunglah Bu Siti menerima Andriyan untuk tidur dirumahnya dengan pintu terbuka.
...****************...
__ADS_1